Jam Digital

Rabu, 30 Oktober 2013

ELANG KHATULISTIWA LATIHAN AIR REFUELING

TNI Angkatan Udara sedang melaksanakan Latihan Angkasa Yudha 2013. Latihan yang rutin tiap tahun dilaksanakan ini merupakan latihan puncak bagi TNI Angkatan Udara. Latihan ini merupakan akumulasi dari latihan tingkat perorangan, tingkat satuan yang berguna menguji kesiapsiagaan satuan sekaligus menguji doktrin operasi udara dalam menanggulangi kontijensi. Oleh sebab itu TNI AU mengerahkan semua unsur dan kekuatan yang dimilikinya.
Salah satu kekuatan udara yang dimiliki TNI Angkatan Udara adalah Skadron Udara 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio, yang tentunya terlibat dan ikut serta dalam latihan Angkasa Yudha. Untuk meningkatkan dan mengasah ketrampilan para penerbang maka Skadron Udara 1 dengan pesawat Hawk 200 dan Skadron Udara 32 dengan pesawat Hercules melaksanakan latihan air refueling, Senin (28/10).
Menurut Danlanud Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga dalam beberapa hari kedepan TNI Angkatan Udara melaksanakan latihan Angkasa Yudha. Latihan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur personel dijajaran Koopsau I, Koopsau II, Kohanudnas, Korpaskhas dan dinas terkait serta menguji doktrin yang digunakan dalam penyelenggaraan operasi udara.
“Skadron Udara 1 Lanud Supadio ikut terlibat dalam latihan Angkasa Yudha. Untuk menyukseskan latihan tersebut maka selama tiga hari dilaksanakan latihan Air Refueling. Latihan Air Refueling ini tentunya latihan yang sangat penting sekali untuk meningkatkan profesional dan skill bagi seorang penerbang pesawat tempur. Latihan ini diperlukan apabila seorang penerbang sedang melaksanakan pertempuran di udara atau akan menyerang ke sasaran musuh yang letaknya cukup jauh dari home base. Dan apabila pesawat tempur tersebut memerlukan pengisian fuel (bahan bakar) maka tidak perlu pulang ke home basenya namun dapat mengisi bahan bakar di udara (air refueling),” jelas Danlanud Supadio.
Disisi lain, lanjutnya dengan adanya pengisian bahan bakar di udara juga dapat menghemat waktu sehingga penyerangan ke daerah musuh dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Namun demikian untuk melaksanakan latihan air refueling ini tidaklah mudah karena dibutuhkan ketepatan, ketelitian, kecakapan seorang penerbang dan tentunya mempunyai jam terbang yang memadai.
TNI.