Jam Digital

Sabtu, 25 Januari 2014

Jangan Remehkan Kekuatan Militer RI di 2014




Urutan 10 besar ranking militer se dunia dipegang secara berturut-turut : AS, Rusia, China, India, Inggris, Turki, Korsel, Perancis, Jepang dan Israel. Kemudian urutan 11 sampai dengan 20 besar adalah Brasil, Iran, Jerman, Taiwan, Pakistan, Mesir, Italia, Indonesia, Thailand dan Ukraina. Ranking negara ASEAN yang lain adalah Filipina ada di posisi ke 23, Malaysia posisi ke 27, Singapura ke 41.

Analisis ini memberikan sebuah definisi tentang peta kekuatan militer yang sesungguhnya, tidak terfokus pada keunggulan jumlah pesawat tempur atau kapal combatan seperti yang selama ini menjadi opini publik. Itu sebabnya walaupun Singapura punya kekuatan pesawat tempur terbanyak di ASEAN, negara pulau itu tetap tidak mampu mengungguli Malaysia, Filipina dan Indonesia. Indikator kekuatan alutsista bukan merupakan faktor penentu keunggulan militer sebuah negara.

Kita selama ini terpengaruh dengan opini psikologis bahwa Jakarta akan hancur dalam waktu dua jam jika diserang oleh pesawat tempur Singapura. Padahal apa iya, ini kan negara kepulauan yang paling besar di dunia, punya 240 juta penduduk berkarakter nasionalis, sumber daya alamnya melimpah dan yang terpenting dalam strategi militer, negara kita terdiri dari ribuan titik pertahanan. Bandingkan dengan negara pulau itu, hanya beberapa titik di sebuah pulau. Secara hankam, pulau itu lebih mudah ditaklukkan. Yang jelas angkatan udara tidak menjadi faktor utama untuk memenangkan pertempuran karena ibu dari segala perang adalah angkatan darat.

Sekedar perbandingan, berikut disampaikan peta kekuatan militer antara Indonesia dan Malaysia berdasarkan analisis Global Fire Power :
INDONESIA – MALAYSIA


  • Total Population 245,613,043 - 28,728,607
  • Military Manpower Available 129,075,188 - 14,817,517
  • Fit for Military Service 107,538,660 - 12,422,580
  • Reaching Military Age Yearly 4,455,159 - 519,280
  • Active Military Personnel 438,410 - 124,000
  • Active Military Reserves 400,000 - 640,199
  • Total Aircraft 510 - 258
  • Total Land-Based Weapons 1,577 - 2,465
  • Total Naval Units 136 - 65
  • Towed Artillery 59 - 54
  • Merchant Marine Strength 1,244 - 321
  • Major Ports and Terminals 9 5
  • Aircraft Carriers 0 0
  • Destroyers 0 0
  • Frigates 6 4
  • Submarines 2 2
  • Patrol Coastal Craft 31 37
  • Mine Warfare Craft 12 4
  • Amphibious Operations Craft 8 1
  • Defense Budget $4,740,000,000 $3,500,000,000
  • Foreign Reserves $96,210,000,000 $106,500,000,000
  • Purchasing Power $1,030,000,000,000 $414,400,000,000
  • Oil Production 1,023,000 bbl 693,700 bbl
  • Oil Consumption 1,115,000 bbl 536,000 bbl
  • Proven Oil Reserves 4,050,000,000 bbl 2,900,000,000 bbl
  • Total Labor Force 116,500,000 12,200,000
  • Roadway Coverage 437,759 km 98,721 km
  • Railway Coverage 5,042 km 1,849 km
  • Waterway Coverage 21,579 km 7,200 km
  • Coastline Coverage 54,716 km 4,675 km
  • Major Serviceable Airports 684 118
  • Square Land Area 1,904,569 km 329,847 km





Dari data diatas beberapa catatan bisa kita letakkan pada kondisi terkini, misalnya posisi cadangan devisa RI saat ini sudah mencapai $ 122.000.000.000,- , jumlah KRI saat ini berkisar 152 unit. Kapal-kapal yang berstatus KAL, KKP dan Polisi Air tidak diperhitungkan oleh GFP, padahal kapal-kapal jenir ini ikut berperan dalam patroli keamanan laut atau patroli pantai (Patrol Coastal Craft). Kemudian komponen cadangan (Active Military Reserves) jumlahnya bisa melebihi perhitungan GFP jika Satuan Pengamanan, Satuan Polisi Pamong Praja, Pertahanan Sipil masuk dalam perhitungan.

Analisis GFP yang disajikan merupakan evidence yang cukup obyektif dan terbarukan, mampu menyajikan data terkini yang memberikan gambaran menyeluruh dari kekuatan militer sebuah negara berdasarkan kekuatan sumber daya militer, sistem persenjataan, kekuatan armada angkatan laut, dukungan logistic dan sebaran pangkalan, sumber daya alam untuk survival, dukungan financial dan kondisi geografis. Yang menarik kekuatan pesawat tempur digabung dengan sistem persenjataan lain apakah itu pesawat angkut, helikopter, tank, panser, artileri yang menjadi kekuatan angkatan darat. Sementara kekuatan angkatan laut menjadi faktor terpisah dan memberikan kontribusi real pada kekuatan militer sebuah negara.



Nah, semakin jelas bahwa kita adalah yang terbaik di kawasan ini dalam ranking kekuatan militer. Oleh sebab itu kita perlu mengeliminir opini-opini psikologis yang mengunder estimate kekuatan TNI, seakan-akan TNI yang paling lemah, seakan-akan TNI tak mampu mengatasi serangan udara Singapura, seakan-akan TNI tak mampu mengawal teritori NKRI. Dalam kondisi minimum essential force yang belum tercapai militer kita ternyata mampu menduduki ranking 18 dunia. Padahal mulai tahun 2012 sd tahun 2014 saja akan berdatangan setidaknya 60 pesawat tempur baru berbagai jenis, 15 pesawat angkut berbagai jenis, 55 Heli tempur berbagai jenis, 30 Kapal Cepat Rudal, 3 Kapal Selam, 2 Fregat, ratusan Tank dan Panser berbagai jenis. Belum lagi proyek rudal surface to surface, surface to air, rudal anti tank dan ribuan roket Rhan produksi dalam negeri.

Ini artinya peluang untuk meningkatkan ranking militer itu sangat terbuka. Namun lebih dari itu, kita harus selalu percaya diri dengan kemampuan hulubalang pengawal negara kita, dengan semangat tempurnya, dengan kualitas prajuritnya yang selalu mengungguli tentara negara jiran. Sekali lagi militer kita adalah yang terunggul diantara para jiran. Dan itu harus kita rawat dan pelihara dengan suplai alusista yang modern dan menggentarkan. Dan itu harus konsisten dan berkesinambungan,- sumber:Kekuatan milter Indonesia

Oleh karna itu Kita tidak boleh minder atau takut dengan negara lain,Buktinya lembaga Survey Internasional Juga (GFP) mengakui kekuatan militer Negara kita..ingat loh kita mempunyai kekuatan militer terbesar di ASEAN ini bahkan Australia juga di bawah kita.








Air keras

Es balok

Debus  Kaskus.