Jam Digital

Sabtu, 31 Januari 2015

BP-250: Nasib Prototipe Smart Bomb dari Dislitbangau

IMG_54671
Sejak beberapa tahun lalu Dislitbangau (Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara) berhasil menelurkan prototipe smart bomb alias bom pintar. Tapi sejak gencar dipamerkan ke hadapan publik pada ajang Indo Defence 2012, hingga kini prototipe bom pintar buatan dalam negeri ini belum juga resmi operasional, penggunaannya masih sebatas pengujian. Meski masih banyak kekurangan disana sini, namun kabarnta bom pintar Dislitbangau dilirik oleh Iran.
Bom pintar ini diberi label BP-250 dengan bobot 250 kg yang merupakan pengembangan dari bom konvensional dengan penambahan alat pengendali sasaran. Prinsipnya, bom BP-250 merupakan bom udara ke darat yang koordinat terhadap targetnya dapat diatur menggunakan alat kendali. Berkat alat pengendali ini, BP-250 dapat menghantam sasaran secara tepat. Sensor elektronik yang merupakan sistem pengendali sirip bom dapat diubah sesuai dengan target yang dituju.
Ujung tombak untuk urusan sensor ini tak lain adalah gyroscope. Pengembangan gyroscope mekanik berbahan baku komponen hardisk menghadirkan gyroscope yang memiliki kemampuan navigasi tinggi dengan biaya rendah. Gyroscope mekanik dikatakan lebih unggul dalam kepekaan terhadap perubahan sikap dan gerakan perlahan. Alat navigasi ini juga dapat dikembangkan dengan memanfaatkan hardisk bekas.
Image13
Guidance kit
 
Bom pintar BP-250 telah dilengkapi perangkat guidance kit. Berbeda dengan rudal, guidance kit ini terletak di bagian ujung belakang bom ini dilengkapi GPS yang siap dioperasikan oleh pilot. Pada prototipe BP-250, sirip bom yang berwarna orange dapat berubah posisi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan baterai. Dengan adanya kelengkapan baru tersebut, maka pilot akan mengendalikan dengan langsung menentukan berapa koordinat sasaran. Sehingga tingkat akurasi jatuhnya bom lebih tepat.
Walau mengusung kata ‘smart’ yang berarti pintar, produk ini juga masih memiliki keterbatasan yakni belum mampu digunakan untuk sasaran yang bergerak. Sebab kendalinya di setting sebelum bom diluncurkan. Sehingga ketika koordinat sasaran berubah, bom ini belum mampu mendeteksi pergerakannya. (Gilang Perdana)

Jumat, 30 Januari 2015

RX-550 LAPAN: Roket Balistik untuk Misi Militer dan Sipil

Posisi geografis Indonesia yang strategis, membuat kita dapat menjadi mangsa Negara lain. Karenanya untuk terus meningkatkan pertahanan Nasional, kita harus memperkuat persenjataan. Indonesia mulai mencoba mandiri dalam pengadaan alat pertahanan strategis. Salah satunya adalah sistem pertahanan missile/ peluru kendali jarak menengah dan jauh. Usaha ini penting mengingat keuangan Indonesia mungkin tidak sekuat negara-negara lain.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sudah memulai pengembangan roket nasional sejak 1964. Indonesia bahkan menjadi negara kedua di Asia dan Afrika setelah Jepang yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri, yaitu roket Kartika. Namun sayangnya, Indonesia gagal melakukan alih-teknologi sehingga kita seringkali bernasib sebagai konsumen dari negara lain.
Kini dengan dana mencapai Rp 5 miliar, Lapan terus mengembangkan Roket Xperimental 550 (RX-550). Sejak dikembangkan ditahun 2011, sayangnya RX-550 masih bergulat dengan serangkaian uji statis karena berbagai kendala. Bila RX-550 terbukti sukses, sudah jaminan LAPAN juga mampu membuat peluru kendali jarak jauh atau rudal balistik sebagai bagian dari sistem pertahanan udara nasional. Tinggal pekerjaan rumah berikutnya adalah mempersiapkan sistem pengendali bagi rudal balistik ini.
Sumber: Audrey
Sumber: Audrey
Patut dicatat, sebelum berkonsentrasi pada RX-550, LAPAN telah sukses melakukan uji terbang RX-450 pada 2009 lalu.
RX-550 di daulat sebagai roket terbesar yang pernah dikembangkan LAPAN dengan kaliber 550 mm. 550 berbahan bakar hydroxyl toluen poly butadiene (HPTB) ini berdaya jangkau hingga 533 km dan ketinggian terbang bisa mencapai 150 km. Roket mampu mengorbit seperti satelit dengan memiliki panjang hingga 10 meter pada komponen tingkat pertama dan kedua. Kecepatan maksimum RX-550 bisa mencapai Mach 7.67, bahkan roket dapat dimuati payload sampai 300 kg, ini artinya dalam misi militer roket dapat membawa hulu ledak yang lumayan berat dan berdaya hancur tinggi.
Roket berdiameter 550 m dengan panjang 6 meter ini merupakan penyempurnaan dari beberapa roket Lapan sebelumnya yaitu RX-420. Roket ini juga dapat berfungsi sebagai roket pendorong (boster) utama bagi roket pengorbit satelit, sehingga implementasinya tidak hanya pada bidang militer saja.
RX550-Roket
Lapan dalam pengembangan RX-550 menggandeng Ukraina dalam pengembangan nosel roket termasuk di dalamnya kesepakatan untuk proses alih teknologi. Nosel roket menjadi titik penentu kesuksesan pengembangan roket ini. Di 2011 lalu, LAPAN sempat melakukan pengujian dan ditetapkan roket masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Ini dikarenakan belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket.
Idealnya, ketebalan struktur material 6 mm, sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 mm. Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik hanya tahan dalam waktu 7 detik saja. Akibatnya, saat memasuki detik ke 8, material nossel robek dan pecah. Namun, LAPAN tetap optimistis mampu menerbangkan roket RX-550 — setelah sebelumnya mengalami kendala pada tabung motor dan nosel.
Selain menggarap RX 550, LAPAN dan lembaga lembaga strategis lainnya juga sedang merancang roket kendali atau cruisser. Salah satunya diberi nama Roket Kendali Nasional atau RKN 200. (Deni Adi)

Spesifikasi Roket RX-550 LAPAN:
  • Panjang : 14,91 meter
  • Diameter : 0,555 meter
  • Litoff weight : 4.943 Kg
  • Total propellant Mass : 3.072 Kg
  • Potential payload weight : 300 Kg
  • Maximum Speed : Mach 7.67
  • Maximum altitutude : 150 Km
  • Maximum Range : 533 Km.
Indomil.

EC120B Colibri: Helikopter Latih Tiga Angkatan

Kiprah helikopter ringan ini terbilang hebat, pasalnya ketiga angkatan di TNI mengadopsinya sebagai wahana latih. Inilah helikopter EC120B Colibri buatan Airbus Helicopter (d/h Eurocopter). Dengan bekal mesin tunggal, helikopter dengan bobot kosong tak sampai 1 ton ini mampu bermanuver sangat lincah. Karena kelincahannya, EC120B Colibri resmi di dapuk sebagai heli aerobatik Dynamic Pegasus Skadron Udara 7. Meski masuk light helicopter, peran helikopter ini bisa serbaguna, termasuk mendukung operasi SAR terbatas dan intai udara ringan bagi kepolisian.
Ditilik dari konfigurasinya, helikopter lima kursi ini mampu terbang dengan kecepatan maksimum 278 Km per jam. Sementara kecepatan jelajahnya 223 Km per jam. Dapur pacunya mengandalkan mesin Turbomeca Arrius 2F turboshaft 376 kW. Dengan bekal kapasitas bahan bakar Avtur 643,5 liter, Colibri dapat terbang hingga radius 710 Km, dengan endurance 4,3 jam di udara. Salah satu bukti kelincahan helikopter ini terlihat dari kecepatan menanjak yang mencapai 5,84 meter per detik. Secara teknis, Colibri dapat mengangkasa hingga ketinggian 5.1822 meter dari atas permukaan laut.
Tim Aerobatik Dynamic Pegasus TNI AU
Tim Aerobatik Dynamic Pegasus TNI AU
Atraksi-Pegasus-colibri-tniau
Tampilan kompartemen.
Tampilan kompartemen.
EC120B Colibri dapat dipasangi perangkat FLIR (Forward Looking Infra Red).
EC120B Colibri dapat dipasangi perangkat FLIR (Forward Looking Infra Red).

EC120B Colibri pertama kali mengudara pada tanggal 9 June 1995, dan per 2008 pihak pabrikan telah mengirimkan lebih dari 550 Colibri ke berbagai pelanggan. Desain kabin Colibri yang lebar membuatnya cocok untuk berbagai misi sipil dan parapublic, seperti transportasi utilitas, transportasi lepas pantai, pelatihan, penegakan hukum, evakuasi korban dan transportasi perusahaan. Uniknya, Colibri dilengkapi ruang bagasi dengan penutup di samping. Ruang bagasi ini dapat dimuati volume hingga 282 pounds. Seperti halnya NBO-105, pada bagian belakang terdapat dua pintu kecil untuk keperluan medical evacuation (medevac). Guna mendukung moving cargo, Colibri dapat membawa beban hingga 700 Kg lewat kabel sling.
Material EC120B Colibri sebagian besar dibangun dari bahan komposit dan memiliki rotor ekor Fenestron, sehingga helikopter mengeluarkan bunyi yang minim saat menjelajah. EC120B sudah mengacu pada standar FAR 27 yang dilengkapi kursi pengaman anti crash dan sistem bahan bakar yang tidak akan meledak jika terjadi kecelakaan.
EC120B Colibri Puspenerbad TNI AD.
EC120B Colibri Puspenerbad TNI AD.
Ruang bagasi.
Ruang bagasi.
Evakuasi medis lewatt pintu belakang.
Evakuasi medis lewatt pintu belakang pada Colibri milik TNI AL
EC120-NV423-424-425
Selain peran sipil, beberapa negara seperti Perancis, Spanyol, Cina, dan Indonesia menggunakan Colibri di ranah militer. Heli digunakan untuk pelatihan, observasi dan misi pengangkutan ringan. Di Indonesia sendiri, helikopter ini digunakan oleh TNI AL, TNI AU dan TNI AD sebagai heli latih di ketiga angkatan. 10 unit Colibri menggantikan peran Bell 47G Soloy yang telah memperkuat TNI AU sejak awal Juli 1978 sebagai bentuk hibah pemerintah Australia. Sementara di lingkungan Puspenerbal TNI AL, keberadaan 3 unit Colibri menggantikan heli Alouette II. Di Puspenerbad TNI AD, keberadaan Colibri di daulatt sebagai penggantiu helikopter Hughes C300 yang telah usang. (Deni Adi)

Spesifikasi EC120B Colibri
  • Crew: 1 or 2 pilots
  • Capacity: 4 passengers
  • Length: 9,6 meter
  • Rotor diameter: 10 meter
  • Height: 3,4 meter
  • Empty weight: 991 kg
  • Useful load: 724 kg
  • Max. takeoff weight: 1,715 kg
Indomil.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Akui Ada Anggota Terlibat Penjualan Amunisi

Ilustrasi (ist)
Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Fransen Siahaan, mengakui ada anggota TNI AD setempat yang terlibat dalam penjualan amunisi ke kelompok kriminal bersenjata (kkb) .
“Saat ini yang bersangkutan sudah ditahan di Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih,” kata Siahaan, dalam keterangannya kepada wartawan, di Jayapura, Kamis.
Dikatakan, terungkapnya keterlibatan anggota TNI AD itu berawal tertangkapnya anggota KKB di Wamena, 24 Januari lalu. Kemudian tim khusus Polda Papua bersama Kodam XVII/Cenderawasih bekerjasama mengungkap lebih jauh karena ada dugaan anggota TNI AD terlibat.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan secara gabungan akhirnya terungkap keterlibatan Sersan Mayor S bersama beberapa orang rekannya.
“Kami masih terus menyelidiki sejauhmana keterlibatan anggota lain selain Serma S,” kata Siahaan. Setelah ditelusuri, semua amunisi di gudang-gudang amunisi kodam itu dalam keadaan lengkap. Pemeriksaan menyatakan, amunisi senapan serbu personel kaliber 5,56 milimeter itu dijual seharga Rp10 juta kepada KKB.
Menurutnya, Kodam XVII/Cenderawasih tidak akan menutupi kasus yang melibatkan anggotanya karena mereka adalah pengkhianat bangsa sehingga harus dihukum seberat-beratnya. Bisa diklasifikasikan sebagai pengkhianatan kepada negara.
Dalam hukum militer, menghilangkan senjata, peralatan perang, dan amunisi merupakan kesalahan sangat berat.
“Bahkan bila perlu selain dipecat dari dinas TNI, yang bersangkutan akan dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup,” kata Siahaan. Dia juga menegaskan, yang sudah dipastikan terlibat dalam kasus tersebut selain Serma S juga Sersan Satu MM.
Sedangkan tiga rekannya yang lain belum dapat dipastikan sejauhmana keterlibatan mereka , namun semuanya sudah diamankan yakni Sersan Satu NHS, Prajurit Satu RA, dan Prajurit Satu S.(antara)

Kamis, 29 Januari 2015

Jenderal Moeldoko sebut tentara Cina belajar pengamanan ke TNI

Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (ist)
Komisi I DPR menggelar rapat dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Sayangnya, rapat tersebut dilakukan secara tertutup.
Saat jeda rapat, Jenderal Moeldoko menyampaikan bahwa kinerja TNI saat ini sudah sangat membanggakan. Bahkan, angkatan bersenjata Cina belajar dari Indonesia untuk proses pengamanan APEC 2014 yang lalu di Beijing.
Tak hanya itu, Moeldoko juga menyebut bahwa pencarian black box AirAsia QZ 8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, jadi yang tercepat di dunia.
“Performance kita di penemuan black box AirAsia itu menjadi standar internasional. Tidak ada negara yang lebih cepat, kecuali kita,” kata Jenderal Moeldoko di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1).
Menurut dia, dua keberhasilan ini yang disampaikannya di dalam rapat. Atas hal ini pula, dia berharap, keberhasilan itu bisa meyakinkan DPR agar mau menaikkan anggaran untuk TNI.
“Beliau (Komisi I) adalah yang bertanggungjawab untuk ikut bantu anggaran TNI dan TNI harus pertanggungjawabkan semuanya. Mudah-mudahan enggak ada penurunan. Mudah-mudahan naik lagi,” harapnya.(Okezone)

5 Pesawat Serang Paling Mematikan Tahun 2015


AC-130H Spectre
Pesawat serang untuk misi close air support (CAS) atau dukungan udara jarak dekat bagi pasukan darat saat ini tidak banyak lagi dikembangkan. Untuk melakukan 'misi kotor' memborbardir pasukan darat musuh, angkatan-angkatan udara saat ini cenderung lebih memilih menggunakan pesawat tempur pembom yang membawa amunisi precision-guided. Namun apapun itu, selama puluhan tahun bahkan hingga saat ini, pesawat serang taktis telah menjadi salah satu kekuatan udara penting untuk misi penghancuran pasukan musuh dan memberikan bantuan bagi pasukan darat.

Di bawah ini adalah lima pesawat serang modern yang berperan sebagai pesawat serangan darat. Semua pesawat ini khusus untuk menyerang pasukan musuh dalam situasi taktis, bukan strategis.

A-10 "Warthog"
A-10 Warthog

A-10 Warthog lahir saat terjadinya perselisihan di tubuh militer AS. Di akhir tahun 1960-an, terjadi "perang" antara Angkatan Darat AS dan Angkatan Udara AS yang masing-masing ingin mengembangkan pesawat dukungan udara. Angkatan Darat AS mengembangkan helikopter serang Cheyenne, sedangkan Angkatan Udara AS mengembangkan pesawat YA-9. Kedua prototipe pesawat berhasil dibuat, namun karena dianggap bermasalah akhirnya kedua dibatalkan. Meskipun begitu, YA-9 adalah cikal bakal dari lahirnya A-10, yang bersenjata berat dan khusus untuk 'membunuh' tank Uni Soviet.

A-10 sukses menjalankan misinya selama Perang Teluk, mendatangkan malapetaka bagi konvoi tank Irak. A-10 juga terjun dalam perang di Irak dan Afghanistan, dan baru-baru ini juga melakukan penyerangan terhadap ISIS. Pesawat ini terbukti sangat efektif, terbang dengan kecepatan rendah, dan berkeliaran mencari mangsa untuk waktu yang lama.

Angkatan Udara AS beberapa kali mewacanakan akan memensiunkan A-10, bahkan sejak tahun 1980-an. Pesawat ini dianggap tidak lagi cocok dalam situasi pertempuran modern saat ini, dan pesawat pembom multiperan seperti F-16 hingga F-35 dianggap lebih aman digunakan untuk menjalankan misi semacam ini.

Su-25 "Frogfoot"
Su-25 Frogfoot
Su-25 adalah pesawat yang terbang lambat, dilapisi dengan armor, dan mampu membawa senjata dalam jumlah yang besar. Su-25 dirancang untuk misi penyerangan di sepanjang Central Front dalam konflik NATO - Pakta Warsawa.

Su-25 telah terjun langsung dalam berbagai pertempuran. Su-25 pertama kali diterjunkan saat invasi Uni Soviet ke Afghanistan, dengan misi sebagai pesawat counter insurgency (COIN). Angkatan Udara Irak juga menggunakan Su-25 secara luas dalam Perang Irak-Iran. Su-25 juga telah banyak digunakan dalam perang yang terkait dengan runtuhnya Uni Soviet, seperti Perang Rusia - Georgia pada tahun 2008 dan perang di Ukraina saat ini. Sebelum kejadian ditembaknya pesawat sipil Malaysia di Ukraina beberapa waktu lalu, MANPAD (peluncur rudal bahu) pemberontak Ukraina pro Rusia beberapa kali telah menembak jatuh Su-25 Ukraina. Tahun lalu, ketika diketahui Tentara Nasional Irak tidak lagi mampu mengatasi ISIS, Su-25 "Frogfoot" kembali menjadi sorotan karena Iran yang menawarkan bantuan Su-25 angkatan udaranya.

Embraer Super Tucano
Super Tucano
Secara lahiriah, bentuk Embraer Super Tucano cukup sederhana. Terlahir di zaman modern, namun fisik pesawat ini lebih mirip pesawat P-51 Mustang Amerika, pesawat tujuh puluh tahun lalu. Super Tucano merupakan pesawat serang ideal, mampu melacak pemberontak, dan menargetkan dan memaksa mereka keluar dari persembunyian, dan terus berkeliaran hingga misinya usai. Super Tucano dianggap sebagai pesawat COIN yang sempurna.

Super Tucano saat ini diterbangkan oleh belasan Angkatan Udara di Amerika Selatan, Afrika dan Asia. Pesawat ini sangat membantu Brasil (produsen) dalam memantau pedalaman hutan Amazon yang luas, dan memfasilitasi perjuangan Kolombia melawan pemberontak FARC. Angkatan Udara Dominika juga menggunakan Super Tucano untuk melawan perdagangan obat bius, sedangkan Indonesia salah satunya menggunakan pesawat ini untuk memburu bajak laut.

Angkatan Udara AS juga memiliki satu skadron Super Tucano, yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas serangan udara Angkatan Udara Afghanistan. Super Tucano sangat berguna bagi Angkatan Udara Afghanistan, mudah diterbangkan dan dirawat, dan cocok untuk situasi pertempuran menghadapi Taliban.

Lockheed Martin AC-130 Spectre
AC-130H Spectre
Di awal Perang Vietnam, Angkatan Udara AS (USAF) menginginkan pesawat yang besar dan bersenjata berat yang mampu terus berkeliaran di medan perang, dan memberikan bantuan tembakan ketika tentara Vietkong menyerang, atau memborbardir lokasi persembunyiannya. USAF awalnya mengembangkan AC-47 "Spooky," sebuah pesawat angkut C-47 yang dilengkapi dengan senjata.

Spooky memang cukup efektif, dan USAF menganggap bahwa pesawat yang lebih besar kemungkinan akan lebih baik. Maka dikembangkanlah pesawat serang dari pesawat angkut C-130 Hercules, hasilnya AC-130 yang sangat besar untuk ukuran pesawat CAS. AC-130 terbang lambat dan benar-benar memberikan ancaman bagi musuh. Meskipun begitu, beberapa AC-130 hilang selama Perang Vietnam, dan satu yang lainnya jatuh karena rudal MANPAD saat Perang Teluk.

Saat menyerang, AC-130 benar-benar akan melumatkan posisi musuh berkeping-keping. Mampu mengorbit di posisi musuh secara terus menerus, dan menembakkan senjata berat. AC-130 digunakan AS dalam Perang Vietnam, Perang Teluk, invasi Panama, konflik Balkan, Perang Irak dan Perang Afghanistan.

Textron Scorpion
Textron Scorpion
Textron Scorpion memang belum pernah diterjunkan dalam peperangan atau misi penyerangan khusus karena pesawat ini memang baru dikembangkan. Tapi pesawat ini bisa jadi akan sedikit mengubah pasar penerbangan militer di abad 21. Scorpion adalah pesawat subsonik yang membawa persenjataan berat. Senjata yang dibawanya memang tidak sebanyak A-10 apalagi Su-25, namun dilengkapi dengan avionik canggih dan cocok untuk misi penyerangan dan ISR.

Scorpion berpotensi menjadi pesawat penting banyak Angkatan Udara di dunia. Dalam dua dekade terakhir banyak angkatan udara yang enggan mengembangkan atau membeli pesawat CAS semacam ini, mereka lebih memilih pesawat tempur pembom multiperan. Namun mengingat biaya pengoperasian pesawat-pesawat tersebut sangat mahal, dan fakta banyak angkatan udara yang menggunakan pesawat tempur untuk untuk patroli di perbatasan, maka Scorpion ataupun Super Tucano akan sangat menghemat anggaran.

Kesimpulan

Ada banyak sebab mengapa pesawat CAS tidak banyak lagi diproduksi. Tapi perlu diketahui bahwa pesawat CAS memang selalu kalah populer dari pesawat tempur pembom. Memberikan dukungan udara dari jarak dekat, terbang lambat di ketinggian rendah, adalah misi yang sangat berbahaya.

Untuk mengganti tugas pesawat serang, angkatan-angkatan udara berkonsentrasi untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi dari pesawat tempur pembom dan pesawat pembom. Alhasil banyak misi dukungan udara USAF di Afghanistan berasal dari pesawat pembom B-1B, padahal pesawat ini awalnya ditujukan untuk misi serangan nuklir terhadap Uni Soviet.

Tapi seperti pertempuran-pertempuran saat ini seperti di Suriah, Irak, dan Ukraina, pesawat serang CAS masih berperan penting dan bagaimanapun akan selalu ada kondisi pertempuran yang cocok untuk pesawat CAS. Ditambah lagi harga per unit dan biaya pengoperasian dan perawatannya yang jauh lebih murah dari pesawat tempur pembom, maka pesawat serang masih menjadi pilihan yang tepat.

National Interest
Robert Farley (Twitter:@drfarls)
Gambar: Wiki Common 
 

Kontrak $ 295 Juta untuk delapan AH64E Apache Indonesia

 
Perangkat  elektronik canggih yang berada di bagian luar-depan Helikopter Apache AH-64E-Guardian, memungkinkan pilot untuk mendeteksi ancaman lebih awal (photo: US Army)
Perangkat elektronik canggih yang berada di bagian luar-depan Helikopter Apache AH-64E-Guardian, memungkinkan pilot untuk mendeteksi ancaman lebih awal (photo: US Army)

27-01-2015 – Boeing Co, Mesa, Arizona mendapatkan kontrak $ 295.866.116 untuk pembuatan delapan helikopter serang Apache AH64E Indonesia dengan tanggal penyelesaian diperkirakan 28 Februari 2018.
Pengadaan barang ini diajukan oleh Army contracting Command, Redstone Arsenal, Alabama, lewat kontrak (W58RGZ-15-C-0025).
Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengumumkan penjualan delapan Apache ke Indonesia pada bulan Agustus 2013. Pengumuman itu satu tahun setelah pemberitahuan kepada Kongres dari rencana penjualan yang diusulkan.
Pada saat itu, total kesepakatan senilai $ 1,4 miliar dan termasuk penjualan empat Kontrol radar Longbow APG-78, dan paket persenjataan termasuk 120 rudal udara ke darat Hellfire Lockheed martin AGM-114, ditambah paket pelatihan awak dan support.
Helikopter akan digunakan oleh militer Indonesia dalam penanggulangan pembajakan dan penegakan aturan poros maritim Indonesia. (DFNS).

Gripen vs Su-35

Saudara para pembaca, kali ini akan kita bahas topik yang lagi hangat, yaitu Gripen vs Su-35, melalui beberapa skenario. Lokasi dipilih area Laut China Selatan (LCS) yang antisipasinya sebentar lagi juga akan menghangat. Namun SURPRISE kali ini Indonesia yang pegang Gripen NG melawan Su-35 China!
Gambar 1 Aksi radius J-11 (kuning) dan Su-35 (merah)
Gambar 1 Aksi radius J-11 (kuning) dan Su-35 (merah)

Lihat Gambar 1 – Bagi China, Su-35, bahkan pada bahan bakar internal saja, menawarkan keuntungan yang signifikan atas J-11 Shenyang (Su-27), yang terbatas hanya dapat terbang cepat ke tempat masalah seperti Reed Bank (lile tan) atau Scarborough Shoal (dao Huangyan) tetapi tidak punya kemampuan tinggal lama disitu. Sedangkan Su-35, mampu mencapai Natuna, dengan ekstra waktu (loiter time) di pos tersebut sangat penting bagi keinginan China untuk menghalangi tindakan Filipina atau aktor regional lainnya (Indonesia). Pesawat jarak jauh tersebut akan mampu “menunjukkan bendera” lebih lama, atau cepat mencegat pesawat Filipina (atau Indonesia) di wilayah tersebut.
Su-35 China, dengan combat radius 1700 km, tanpa drop tank dari lanud Lingshui Hainan dapat mencapai posnya di p. Natuna sembari membawa rudal BVR & WVR, atau kombinasi dengan rudal anti kapal permukaan, akan mengancam kedaulatan Indonesia. Dalam skenario ini, Su-35 juga membawa satu drop tank untuk menambah CAP loiter time menjadi 2 jam, tanpa mengurangi jumlah senjata yang dibawa.
Asumsinya, Indonesia sudah membeli Gripen NG dan menempatkannya di lanud Natuna untuk menjaga kedaulatan wilayah ZEE. Dapatkah Gripen NG ini menaklukan Su-35?

Perbandingan

Aksi radius sebenarnya
Gripen NG – Menurut data dari brosur Gripen NG for the Netherlands, kapasitas Gripen NG untuk misi penghadangan adalah sejauh 460 km dan 50 menit CAP membawa load out/ external stores 2 rudal Ramjet (Meteor) BVR dan 2 rudal WVR serta satu drop tank 450 gallons. Artinya, bila membawa lebih banyak rudal akan mengurangi aksi radius dan loiter time di posisi CAP.
Su-35 – Tidak mempunyai batasan sepeti itu. Inilah kelebihan Su-35 sebagai heavy fighter dibandingkan dengan pesawat lainnya, disebut sebagai dominasi combat persistence karena punya excellent fuel fraction. Dengan aksi radius 1700 km, tanpa drop tank, Su-35 dapat membawa kombinasi rudal dan atau ECM pod, di 12 hardpoints-nya. Bila dikehendaki lebih besar waktu loiter time di posisi CAP, maka barulah membawa drop tank.

Radar dan Rudal BVR
Radar – Irbis-E punya Su-35 dapat mendeteksi RCS 3 m2 dari jarak 350-400 km. Bila disumsikan bahwa RCS Gripen NG kira-kira sama dengan Rafale, maka secara teoritis Su-35 dapat mendeteksi Gripen NG pada jarak 150 s.d. 203 km; sebaliknya Gripen NG dapat mendeteksi Su-35 pada jarak 87 s.d. 130 km.
Rudal BVRDalam sales presentation-nya, Saab selalu menampilkan rudal Meteor + Gripen NG sebagai kombinasi yang dijagokan. Dalam sejarahnya rudal Meteor dikembangkan untuk menangkal rudal Rusia RVV AE PD long range yang menggunakan ramjet. Ironisnya sebelumnya dalam urusan rudal BVR Rusia selalu mengekor USA, terlihat dalam seri RVV yang biasa disebut “Amraamski”.
Rudal Meteor berat 185 kg, panjang 3,65 m dan diameter 0,178 m, jarak jangkau brosur 100+ km. Ada yang menulis bahwa 100+ km itu artinya 180-200 km, akan tetapi mengingat berat dan dimensinya, rasanya paling hanya 150 km, atau kira-kira sama dengan AMRAAM AIM-120 D. No escape zone (NEZ) yang selalu ditonjolkan, secara teoritis adalah 40% jangkauan, jadi sekitar 60 km. Selain itu karena menggunakan ramjet, maka efisiensinya akan berkurang dengan ketinggian; ramjet menghisap oksigen yang berkurang dengan ketinggian.
Gambar 2 Meteor
Gambar 2 Meteor

Di pihak Rusia, tampaknya telah menghentikan program rudal ramjet (karena kelemahan di atas) dan menggantinya dengan program rudal baru RVV BD dan Kh-58UShE (diperkenalkan pada MAKS 2011), yang nampaknya khusus untuk PAK FA dan tapi juga dapat diusung oleh pesawat tempur lain seperti seri Flanker atau MiG :
  • Rudal udara-udara RVV BD mempunyai jangkauan 200 km. Propulsi, berat dan dimensinya yang tepat belum ada informasinya. Karena merupakan pengembangan dari R-37 maka diperkirakan berat 510 kg, panjang 4,20 m dan diameter 0,38 m. Jarak jangkaunya adalah 200 km, kecepatan Mach 4-5. Ini versi ekspor, kalau aslinya akan lebih jauh lagi jangkauannya.
  • Rudal udara-udara RVV SD, mungkin sebagai pengganti RVV AE, mempunyai jangkauan sampai dengan 110 km.
  • Sedangkan Kh-58UshE adalah rudal anti radiasi / anti AWACS, kecepatan Mach 4 dengan jangkauan sampai dengan 240 km.
Gambar 3 RVV BD
Gambar 3 RVV BD

Skenario 1
Baik China maupun Indonesia mempunyai kelemahan di pangkalan aju. Bagi China jaraknya terlalu jauh, sedangkan bagi Indonesia, lanud Ranai di p. Natuna mempunyai keterbatasan pra-sarana dan sarana. Oleh karena itu, skenario yang realistik adalah 4 lawan 4.
Su-35 China mendekati daerah ZEE Natuna dan dideteksi oleh Satrad 212 Ranai pada jarak 440 km. Gripen NG di-scramble dengan konfigurasi dilengkapi 2 rudal Ramjet (Meteor) BVR dan 2 rudal WVR serta satu drop tank 450 gallons, terbang 26 menit supercruise ke posisi dan 50 menit CAP. Apakah akan terjadi saling menembak dengan rudal BVR? Dalam skenario ini, ada 2 alternatif :
  1. China masih kuatir dengan kinerja Meteor, maka dengan cerdik 1 elemen (2 Su-35) China memanfaatkan radar Irbis E dan excellent fuel fraction-nya untuk menjaga pada jarak 200 km, sedangkan 1 elemen lainnya diperintahkan melambung pada radius 200 km. Semacam kucing-kucingan. Kalau ini dilakukan pada jarak >440 km maka Satrad 212 Ranai tidak bisa membantu situational awareness Gripen NG. Dengan taktik ini Su-35 memaksa Gripen NG menunggu lebih kurang 50 menit sudah “bingo” dan harus kembali ke Natuna. Pada saat yang tidak menguntungkan bagi Gripen Indonesia ini, semua Su-35 China maju dengan supercruise dan menembakkan rudal BVR RVV SD.
  2. Kalau Su-35 China misalnya sudah membawa RVV BD, maka tunggu sampai jarak 200 km luncurkan RVV BD. Gripen NG Indonesia tidak bisa membalas dengan Meteor karena jaraknya masih terlalu jauh, dan karena repot menghindari RVV BD, Su-35 China dengan leluasa dapat meneruskan dengan merge WVR, first look first kill.
Mau bagaimana lagi, skor 0 – 1 untuk China.
Gambar 4
Gambar 4
Gambar 5
Gambar 5

Skenario 2
Indonesia berpikir keras bagaimana mengalahkan Su-35 China. Mau beli F-22 tidak mungkin, beli PAK FA masih 4 – 5 tahun lagi. Ada yang mengusulkan coba lihat di blog JKGR, oh iya kenapa tidak beli Su-35 saja. Meskipun menggunakan pesawat yang sama, tapi Indonesia punya keuntungan yaitu teater operasinya masih di atas wilayah kita Natuna, sedangkan bagi Cina sangat jauh pada batas luar combat radius Su-35. Faktor ini ditambah penggunaan taktik yang tepat dapat mengungguli China.
Namun pada akhirnya setelah tahu kita beli Su-35, politik China di LCS berubah haluan. Dia setuju Code of conduct yang diusulkan oleh Indonesia/ ASEAN. Damai di dunia!

Kesimpulan
Dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Keduanya Su-35 dan Gripen NG adalah pesawat yang bagus sesuai tupoksinya masing-masing.
  2. Keunggulan Su-35 terhadap pesawat lain terutama adalah pada (a) combat persistense (fuel fraction, combat radius dan loiter time), (b) radar Irbis E dengan power aperture kira-kira sama dengan F-22, dan (c) kinematika (TVC 3D). Kalau ECM-nya kira-kira sama.
  3. Dengan munculnya RVV BD, RVV SD dan rudal lain yang khusus dikembangkan untuk PAK FA/ FGFA (yang juga dapat dibawa oleh seri Flanker dan MiG), maka nampaknya telah muncul kembali krisis missile gap di pihak Barat.
  4. Pembelian alutsista yang tepat dapat berpotensi meredam krisis regional, bukan sebaliknya.
Penutup
Semua di atas dapat dianggap sebagai khayalan imho penulis, meskipun juga sebagian berdasarkan pada fakta geografis, spesifikasi masing-masing pesawat dan rudal.
Terima kasih telah membaca. (by Antonov).

Operasi Pro Integrasi Xanana Gusmao

Awalnya redaksi segan untuk mengangkat tulisan ini karena disebutkan “Penugasan Rahasia”. Namun setelah membacanya, perkataan rahasia, bisa dikatakan out of date karena Timor Timur telah menjadi negara lain dan kejadiannya pun sudah 20 tahun silam. Tulisan ini memiliki pendekatan unik. Secara antropologi menjadi kajian yang kaya dan menarik. Terima Kasih (redaksi).
Xanana Gusmao setelah ditangkap TNI
Xanana Gusmao setelah ditangkap TNI (All Photos: Kolonel CPM Purn. H Nurhana Tirtaamijaya).

PENUGASAN RAHASIA POMDAM IX UDAYANA AGAR   XANANA GUSMAO MAU MEMBUAT PERNYATAAN PRO INTEGRASI.

(21-24 NOVEMBER 1992)

Pendahuluan
Tugas Rahasia ini diberikan kepada saya, Kolonel CPM Nurhana, Dan Pomdam IX Udayana, oleh Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Soewardi, atas perintah Panglima ABRI Jenderal TNI Try Soetrisno, pada hari Jumat tgl 20 November 1992, di Dilli Tim Tim, setelah mendapat Rekomendasi dari Aspam Kasad Mayjen TNI Hadi Baroto (Mantan Dan Puspom) dan Pangdam IX Udayana May Jen TNI Soewardi (Penanggung Jawab Ops Tim Tim), setelah Xanana Gusmao menolak keras permintaan Pangab Jenderal TNI Soetrisno untuk membuat pernyataan Pro Integrasi, sesuai perintah dari Presiden Soeharto di Jakarta.
Xanana Gusmao dilaporkan oleh Pangkolak Ops Tim Tim Brigjen TNI Theo Syafei, tertangkap tanpa perlawanan (menyerah), pada hari Kamis tgl 19 November 1992, di Dilli. Hari Jumat pagi tgl 20 Nov 1992, Pangab Jenderal TNI Try Soetrisno, didampingi pejabat teras ABRI dan TNI AD, menggunakan pesawat Hercules, terbang ke Dilli untuk melakukan inspeksi atas laporan tersebut, sekaligus membawa Mission dari Presiden Soeharto agar Xanana “Mau Bekerjasama/Bersedia membuat pernyataan PRO INTEGRASI DENGAN NKRI”…Pernyataan PRO INTEGRASI DARI XANANA GUSMAO, diperlukan oleh pemerintah RI untuk Senjata Politik Internasional Pemerintah RI membela diri dari Sanksi PBB, di Sidang Pelanggaran HAM PBB, kasus Tragedi Berdarah 12 November 1991, di Santa Cruz Dilli, yang akan diadakan di Jenewa pada bulan Desember 1992.

Kesaksian Mayjen TNI Hadi Baroto, Aspam Kasad.
Menurut kesaksian Mayjen TNI Hadi Baroto Aspam Kasad saat itu, kepada saya di kantornya di Mabesad Jakarta, pada tanggal 25 November 1992, (saat saya lapor kepada beliau setelah “mengawal dan menyerahkan Xanana dari Denpasar Bali kepada Brigjen TNI Hendro Priyono, (Direktur A Bais di Jakarta”), bagaimana prosesnya sampai Xanana Gusmao “DITITIPKAN UNTUK DIMINTAI PERNYATAAN PRO INTEGRASI KE Kolonel CPM Nurhana Dan Pomdam IX Udayana”, melalui “DISKUSI ALOT  ANTARA PANGAB DENGAN PANGDAM IX UDAYANA” , sebagai berikut:
(Dialog Nurhana,Dan Pomdam IX Udayana dengan Mayjen TNI Hadi Baroto, Aspam Kasad)
Nur: “Pak, apa sebabnya kok tiba tiba Xanana dititipkan ke Pomdam IX Udayana untuk dimintai pernyataan PRO INTEGRASI NKRI? Harusnya itu kan tugas Badan Intelijen Strategis Jakarta? Bapak kan hadir bersama Pangab saat putusan diambil?”
HB: “Wah Nur, ceritanya panjang dan tegang!”
Nur:” Maksudnya?”
HB : “Itu usulan dari Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Soewardi, setelah Pangab gagalmeminta Pernyataan Pro Integrasi dari Xanana, bahkan dilabrak oleh Xanana Gusmao!. Pangab malu, marah tapi gak bisa apa apa, karena ada: Pesan khusus dari RI 1 agar Xanana tidak boleh dibunuh! Harus dijaga agar tetap hidup, tapi harus buat Pernyataan Pro Integrasi NKRI, terserah bagaimana caranya!.……”
Nur: “Lanjut ?”
HB: “Beberapa Jenderal membisiki Pangab agar Xanana diselesaikan secara rahasia saja, tapi Pangab tidak mau karena taat perintah RI 1. Mau dibawa ke Jakarta, takut hilang diperjalanan ke Jakarta, karena Xanana dimitoskan di daerah Ops Tim Tim punya kesaktian “BISA MENGHILANG!….”
Dalam keadaan Pangab bingung itulah Pangdam IX Udayana menyarankan ke Pangab agar Mission Impossible itu serahkan saja kepada Kolonel CPM Nurhana Dan Pomdam IX Udayana di Denpasar Bali!..”
Nur: “Lanjut ?”
HB: “ Tentu saja Pangab Jendral Try Soetrisno kaget dan marah pada Pangdam Udayana dan berkata: Polisi Militer mau dipercaya diberi  tugas rahasia menundukan mental  tokoh Panglima Pemberontak sehebat  Xanana Gusmao?…Dulu, Pomdam V Jaya diserahi menahan Teroris Imron pembajak pesawat terbang Garuda saja tidak mampu!…KABUR!, sampai Dan Pomdamnya dicopot dari jabatannya!……Apa kamu yakin Nurhana mampu beresin Xanana?…..Sangat mengagetkan semua pihak adalah Pangdam IX Udayana dengan tegas dan yakin berkata:  Kolonel CPM Nurhana pasti sanggup menyelesaikan tugas rahasia ini, saya yang bertanggung jawab kalau GAGAL! ”
Nur: “Lanjut pak, seru juga yah!”
HB:”Pangab tambah bingung, para petinggi Badan Intelijen Strategis  no Comment, karena juga takut gagal kalau diserahkan pada Bais…… kemudian Pangab panggil aku, aku lalu ditanya:
He Hadibaroto, dulu kamu Dan puspom, tentu kamu tahu kemampuan Nurhana! Bagaimana saran kamu!?, apa betul menurut kamu Nurhana mampu menangani tugas berat ini dengan baik?….”
Nur: “Terus, apa saran bapak?”
HB: “Wah aku terpojok, serba salah, terus terang aku takut kamu gagal nanganin Xanana Gusmao yang terkenal sangat hebat dan sakti, kami para Jendral saja dilabrak sama Xanana, kalo kamu gagal, CPM yang kena getahnya, dan kamu bisa dihukum juga!…..Tapi aku malu kepada Pangdam IX Udayana Mayjen Soewardi, kok demikian yakin akan kemampuan kamu!…Masa aku yang mantan Dan Puspom, tidak yakin pada kemampuan mantan anak buahnya sendiri?!….Terpaksa aku dukung saran Pangdam IX Udayana!…..Pangab akhirnya berkata: Baik, saya setujui usul Pangdam IX Udayana, Nurhana diberi waktu 7 hari mendapatkan Pernyataan Pro Integrasi dari Xanana, setelah itu Xanana diserahkan ke Badan Intelijen Strategis Jakarta!…Kalau ada kegagalan, Pangdam IX Udayana dan Aspam Kasad ikut Bertanggung jawab!….”
Nur:”Sekarang ini, Setelah Pangab dan para petinggi ABRI mendapat laporan dari Pangdam IX Udayana bahwa Mission Impossible Pomdam IX Udayana Sukses!, apa kesan dan komentar mereka?”
HB: “Waduh Nur, aku betul betul bersukur pada Tuhan, mereka semua memberi selamat pada aku, seakan akan aku yang sukses! Padahal sebenarnya aku sendiri takut gagal, bayangkan Nur kalau Xanana kabur dari tahanan kamu seperti teroris Woyla,  Imron,  di  Pomdam V Jaya, Jakarta, mau dikemanain muka kita Nur?…Mereka sangat surprise dan sangat kagum pada kemampuan dan profesionalisme Corps Polisi Milter Kodam IX Udayana, apalagi kamu bereskan tugas hanya dalam 3 hari, dibawah batas waktu 7 hari yang diminta Pangab!…Aku menjadi lebih bangga jadi Mantan Dan Puspom, aku tak akan lepaskan Badge Corps Polisi Militer dari lengan bajuku Nur, walau sudah jadi Aspam Kasad!”
Nur: “Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan moril bapak, saya langsung pamit nih pak, mau tidur dulu, sudah 4 hari 3 malam saya puasa tidur nih pak, menghadapi Xanana, Hehe!”
HB:”Terima kasih Nur, hanya Tuhan yang bisa balas jasa kamu terhadap bangsa dan negara, apalagi ini Tugas Rahasia Negara, Brigjen TNI Memet/Dan Puspom pun gak tahu apa apa sebelum aku beritahu, dia cuma kaget dan ketakutan!….semoga Pernyataan Xanana Pro Integrasi berhasil meloloskan Pemerintah RI dari ancaman Sanksi Pelanggaran HAM dari PBB dalam sidang PBB bulan Desember 1992 nanti.”
Itulah rekaman ulang dialog saya dengan almarhum Mayjen TNI Hadi Baroto, Aspam Kasad pada saat peristiwa penugasan rahasia ini terjadi, yang menjelaskan alasan mengapa sampai Xanana Gusmao dititipkan secara rahasia selama 4 hari 3 malam, di Ma Pomdam IX Udayana Denpasar Bali dari tgl 21 November s/d 24 November malam hari, untuk “Diproses secara khusus agar Xanana mau membuat Pernyataan Pro Integrasi ke NKRI”……
Selanjutnya akan diceritakan proses “Menundukan Mental Pemberontak Xanana menjadi Tahanan yang mau membuat pernyataan Pro Integrasi .
Proses penaklukan Mental Pemberontak Xanana…
Xanana Gusmao
Xanana Gusmao

HARI PERTAMA (Sabtu , 21 Nov 1992)
Xanana diserahkan ke Ma Pomdam IX Udayana oleh Asintel Kodam IX Udayana, Kolonel Inf Soentoro, dikawal oleh dua orang anggota Satgas Intel Kolak Ops Tim Tim yang terlibat langsung dalam  penangkapan Xanana di Dilli (Xanana ditangkap pada hari Kamis 19 November 1992).
Xanana ditempatkan di sel tahanan Ma Pomdam IX Udayana, pada sore hari, setelah para tahanan terpidana Kasus Tragedy Santa Cruz 12 November Dilli dipindahkan ketempat lain. Juga setelah beberapa tempat tertentu dipasangi “Penangkal Ilmu Kesaktian Xanana yang dimitoskan bisa menghilang”
Para terpidana kasus Santa Cruz 12 November Dilli, berpesan agar Dan Pomdam extra hati hati, karena menurut mereka, Xanana pasti akan ditolong oleh kesaktian ilmu gaib gurunya dari Tim Tim berupa hujan besar disertai kilat/halilintar, lalu begitu hujan badai berhenti, Xananapun akan ikut menghilang juga! Itulah fenomena yang selalu terulang terjadi di daerah Operasi Tim Tim selama 16 tahun, sehingga Xanana selalu lolos dari sergapan para Pasukan Pemburu Xanana! Sehingga dimitoskan bahwa Xanana Sakti mandraguna, kebal peluru dan bisa menghilang!
Dari jam 10 pagi sampai sore, Xanana diterima di Ruangan Dan Pomdam IX Udayana, ditemui oleh Kasdam IX Udayana BrigjenTNI Sulatin, ditemani Dan Pomdam Kol CPM Nurhana dan para pengawal dari Satgas Intell KolakOps Tim Tim.
Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Sulatin berusaha melakukan wawancara dan pendekatan emosional kepada Xanana Gusmao, tapi selalu dijawab: “I will not give any  political statement, I am ready to die!”
Setelah Kasdam IX Udayana pulang, Xanana dengan saya hanya berdua saja diruangan kerja saya, pintu dikunci dari luar, penjaga juga berada diluar pintu ruangan kerja, saya coba melakukan pendekatan dengan menawarkan minum kopi, rokok, makanan kecil sambil menyaba ramah dan menanyakan hal hal tentang kondisi kesehatan dll,
Pada awalnya, Xanana tetap menolak semua tawaran baik dan selalu menjawab ketus: “ I am ready to die!!!”, sambil memelototkan pandangan matanya kemata saya dengan tujuan untuk menghipnotis saya. Saya mulai merasakan ada serangan enerji jahat dari mata Xanana Gusmao untuk menundukan saya. Lalu saya berfikir: “Wah ini kesempatan baik mengadu kekuatan ilmu dengan seorang Panglima Perang Pemberontak Tim Tim”
Bukannya saya takut, bahkan saya sangat enjoy menikmatinya, adrenaline dalam diri mengalir deras, membangkitkan semangat, karena sudah lama tidak ketemu lawan berimbang!
Melihat dia melotot mengerahkan enerji sihirnya, saya justru ketawa mengejek Xanana sambil berkata: “What are you doing? Try to qonquer me? I know your Magic Power, but you donot know my Magic Power!”
Xanana tetap tak mengedipkan matanya yang dipelototkan pada mata saya!
Setelah sekitar 30 menit adegan ini berlangsung, akhirnya saya bentak Xanana: “ Dont try to beat me, your magic power is NOTHING  FOR ME! EVEN YOUR TEACHER’S MAGIC POWER!”
Xanana sangat kaget justru saya bentak dia, akhirnya dia melunak dan mau minum kopi, merokok dan makan kueh yang dihidangkan….
Kemudian terjadilah hujan besar dan kilat badai menyambar nyambar Markas Pomdam IX Udayana di Denpasar Bali, sampai halaman kantor kebanjiran! Mulai dari sekitar jam 13.00 -18.00, nonstop!
Tapi sesuai janji Allah, Kekuatan ilmu gaibnya yang berasal dari kekuatan jin, setan, iblis, tidak akan mampu mengalahkan enerji Allah Sang Penguasa Jagat Raya! Kalau Allah melindungi kita, ilmu kesaktian sehebat apapun akan tak berdaya dan sirna, bagai hujan diterpa sinar matahari! Hilang bersama angin berhembus!….
Hujan badai disertai kilat berlalu, Xanana masih tetap duduk kebingungan dihadapan saya di  ruangan kantor Dan Pomdam !!!
Hehe, Xanana sejak hujan deras turun, sampai hujan selesai, saya sibukan dengan mengadu kekuatan ilmu gaib masing masing, hanya berdua saja didalam kamar kantor, pintu dikunci dari luar dan Xanana dalam kondisi dibuka borgolnya! Bebas kalau dia mau menyerang saya! (Hehe! Kapan lagi saya punya peluang beradu ilmu gaib dengan tokoh pemberontak yang katanya sakti mandraguna, bisa menghilang? ).
Saya betul betul nekad uji coba Ilmu Tuhan yang saya pelajari dan amalkan puluhan tahun! Hanya sekitar satu jam saja Xanana bisa bertahan ganas seperti macan dihadapan saya, setelah pertarungan gaib selesai, Xanana berubah jadi Kucing Angora yang manis !!!
Setelah saya rubah Xanana menjadi kucing Angora yang manis, barulah pada jam 18.00, saat hujan lebat sudah reda, Xanana saya bawa sendiri ke kamar sel dan dimasukan kekamar selnya dengan borgol dipasang kembali! Lalu saya tugasi Letkol CPM Sugianto (Almarhum) Dan Denpom Denpasar, untuk memimpin tugas pengamanan  Xanana dengan berbagai pesan khusus yang mutlak harus dilakukan, baik secara teknis kepolisian militer, intelijen, maupun metafisik!
Pada malam harinya, saya ditemui dokter gigi Mayor Hertoto, personil Kesdam IX Udayana, merangkap “Penasihat Spiritual Pribadi Pangdam!”, beliau lapor pada saya diperintahkan Pangdam untuk membantu Dan Pomdam bila ada yang perlu dibantu!
Asalnya saya kaget, emangnya Xanana sakit gigi?…Dr Hertoto ketawa, …..”Bukan pak, bukan Xanana, bantu bapak Nurhana!”….saya bilang: “Saya gak sakit gigi lho!”
Akhirnya dia cerita panjang lebar bahwa Pangdam itu sudah dapat masukan dari Dr Hertoto, bahwa pak Nurhana adalah murid spiritual dari Profesor DR Singgih, Tokoh Pejuang Nasional, Pemuda anggota Peta( Shodanco) yang mimpin penculikan Bung Karno agar mau membacakan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus (Kasus Rengas Dengklok),keturunan dari Sunan Kalijaga (salah satu dari Wali Sanga)!.
Saya baru mengerti kenapa Pangdam demikian berani nekad menjamin saya pada Pangab, utk tangani Xanana!
Dr. Hertoto minta maaf bahwa dia sudah terlanjur banyak cerita kepada Pangdam tentang masalah ilmu Wali Sanga yang dipelajari Dan Pomdam. Karena Pangdam yang orang Jawa Tengah adalah pengagum Wali Sanga, Sunan KalijagaI
Dr. Hertoto memang pernah saya ajak belajar ilmunya Sunan Kalijaga, untuk menajamkan kemampuan Supersense Mata Ketiga, alias melihat mahluk halus dengan mata batin, sekaligus membersihkan ilmu hitam yang pernah dipelajarinya dulu!
Akhirnya mulai malam itu Dr Hertoto bantu saya mendeteksi enerji/kekuatan jin yang dikirim dari Tim Tim oleh Gurunya Xanana. Dia bertugas sebagai “Radar Indera Keenam”, untuk mengetahui situasi kondisi medan tempur ghaib di Ma Pomdam, sedangkan tugas membendung dan penghancurannya tugas saya.
Dr, Hertoto berperan sebagai pesawat radar pengintai dan deteksi (Pesawat Radar Hawk Eye), saya berperan sebagai pesawat pembom tempur, penghancur sasaran!
Xanana Gusmao setelah ditangkap TNI
Xanana Gusmao setelah ditangkap TNI

HARI KEDUA ( 22 November 1992):
Pada tanggal 22 November pagi, Tim Kesehatan dari Kesdam IX Udayana melakukan pemeriksaan kesehatan Xanana Gusmao di kamar tahanannya.
Xanana ditemukan mengidap penyakit tertentu, lalu diobati secara intensif oleh Tim Dokter.
Siang hari, tim investigasi gabungan Intel Kodam dan Pomdam mencoba membongkar rahasia para pendukung klandestin/operasi rahasia Xanana, di Tim Tim, khususnya Dilli, tapi  Xanana belum kooperatif, masih bungkam!
Pada tgl 22 malam, Xanana tertangkap CCTV Indera keenam yang saya pasang di sel Xanana, Xanana sedang membaca mantera utk mengakses enerji jin dari gurunya, yang sudah standby diradius 50 meter sekeliling kamar tahanannya tapi terblokir oleh “penangkal” yang saya pasang! Sebelum akses tersambung. Signal datang kepada saya lewat indera keenam yang memang dipertajam selama tugas berlangsung!
Segera saya datang ke kamar sel tahanan Xanana sekitar jam 24.00 malam, sendirian, lalu saya sapa Xanana dengan nadabersahabat, inilah dialog saya dengan Xanana pada tengah malam itu:
Nur: “ Hello, How are you, fine?”
Xanana: “No! Your member always disturb me, I have no time to CONCENTRATION!”
Nur: “Why my member disturb you, did you do someting wrong?!
Xanana: “No, I obey your regulation, no illegal action!”
Nur: “Why you try to contact your Teacher!?”
Xanana:”No! I Have no phone to contact my teacher!!!”
Saya tersenyum bersahabat dan berkata: “ Dont tell me a lie, I really know what did happen here!…You try to contact your teacher magic power with your “Pray”…..Didnt you?!”
Xanana: “No! I didnt!…”
Saya mulai keras dan berkata: “My member disturb you because you try to contact your teacher magic power, with your Concentration and Magic Pray!…..Dont you know that my magic power always work for me to know what are you doing here?!”
Xanana terdiam agak terkaget kaget!
Saya lanjutkan tekanan psikologis saya pada Xanana: “ Did you remember, what did you do when a soldier of Indonesian Army  came to your house and you could not do anything except confuse and surrender without fight at all, even your weapon allready standby to use in your bunker!?”
Xanana bengong mendengar ucapan saya!
Saya lanjutkan: “As a hero, as a commander, as a general of  Fallantil Troops of Fretilin Party, as a human that famous has a great magic power!, What did you do that time ?!…You do not able todo anything !!! Didnt you???!…You just like a rat that was trapped!…Do you know why?…Do you know why?…I SENT MY MAGIC POWER TO CATCH YOU!!!…..Do you understand know? Do you understand know why you was sent here to my hand?!, to my Office?!”
Xanana tambah bengong dan matanya yang galak jadi nanar, hancur sudah kepercayaan dirinya, karena apa yang saya katakan itu semua The Truth!, itulah kenyataan sebenarnya!…
Lalu saya lanjutkan: “ You was sent here because you was programed to be saved! I am The Commander Of Military Police! I am The Law Enforcement in Indonesian Military  System!…I did not get mission TO KILL YOU!!!…I have mission to make a joint aggrement with you! I will safe your life if you also safe the political Will of Indonesia Goverment!!!”
Xanana betul betul hancur pertahanan mentalnya, kesombongannya punah sudah, ia  berkata dengan lirih: “ WILL YOU SAFE MY LIFE …???!!!”
Dengan spontan dan tegas saya jawab: “ Of course, I promise, If you help me to make a deal, agreement that I need, I WILL SAFE YOUR LIFE!!!…Believe me that  I have a spesial contact with President Of Indonesia! This is Indonesian President Type Order!, I do for President RI’S Mission!….”
Xanana matanya mulai bersinar cerah, muncul harapan untuk hidup, muncul kepercayaannya kepada saya, bahwa saya akan betul betul memenuhi janji saya untuk menyelamatkan nyawanya!
Lalu dengan lirih dia berkata dengan sendu:” Ok I will!, but let we discuss about agreement that Your Presiden ask,  before we sign it, this night!….OK?!”….
img3
Xanana Gusmao bersama Kolonel CPM Nurhana Tirtaamijaya (All Photos: Kolonel CPM Purn. H Nurhana Tirtaamijaya)

Saya berseru dalam hati: “Alhamdulillah ya Allah, aku bersukur atas Taufik dan Hidayah yang engkau berikan padaku!……Aku mohon, proses selanjutnya akan berjalan lancar sesuai hasil diskusi malam ini dengan Xanana Gusmao….!!!”
Selanjutnya mulai jam 24.00  sampai jam 04.00, saya dengan Xanana Gusmao berdiskusi panjang lebar tentang Latar Belakang politik Pemerintah RI invasi Ke Tim Tim th 1976, tentang Menlu AS Henry Kissinger yang membujuk Presiden Soeharto pada tahun 1976 utk invasi ke Tim Tim yang dikuasai oleh Fretillin yang berfaham Komunis!
Pemerintah AS yang pada tahun 1975 kalah di Vietnam dan Vietnam Selatan menjadi Negara Komunis, membuat AS takut efek Domino akan menjalar sampai ke Asia Tenggara!
Saya jelaskan bahwa Pemerintah RI tidak memusuhi rakyat Tim Tim, tapi memusuhi Faham Komunis yang dianut Fretillin yang berkuasa di Tim Tim atas penunjukan Pemerintah Portugal!
Banyak sekali pembahasan tentang politik dalam dan luar negeri Indonesia, termasuk peristiwa Pemberontakan G 30 S PKI di Indonesia yang membuat TNI sangat memusuhi Komunisme! Termasuk tentang Pahlawan Revolusi yang disiksa dan dibunuh PKI di Indonesia tahun 1965!
Xanana, bengong lalu berkata: “I am not a comunism! I am a Christian, I am not the leader of Fretillin anymore!, I am a commander of Fallantill, the troops of Timor Leste!….”
Diskusi panjang lebar adalah untuk membangun OPINI BARU dalam MINDSETnya Xanana, bahwa Pemerintah RI bukan musuh rakyat Timor Leste!, tapi justru saudara yang ingin menolong mereka dari cengkeraman Komunisme Dunia yang saat itu masih berjaya!
Akhirnya Xanana berjanji, kapan diminta, Xanana akan membongkar rahasia semua klandestine perjuangan pemberontak Fretillin, menyuruh anak buahnya turun gunung dan menyerah pada TNI disana”
Waktu jam 04.00 pagi, sudah tanggal 23 November 1992, hari ketiga Xanana di Ma Pomdam, saya pamit untuk pulang, Xanana masih memeluk erat badan saya agar jangan dulu pulang, masih ingin CURHAT!….(bayangin Xanana minta curhat pada Nurhana? Hehe!..sekarang Xanana adalah Presiden dan Perdana Menteri yang dihormati presiden RI!!! Hehe!)….
Permintaan Xanana saya tolak, karena hal essensial sudah tercapai, yaitu menghancurkan Mental Blocking Xanana dan memasukan opini/persepsi yang menguntungkan pemerintah RI!….juga saya sudah cape banget, dua hari dua malam tidak tidur sama sekali!!!

HARI KETIGA (23 November 1992)
Hari ketiga, Xanana siangnya berteriak teriak sambil menangis sambil berkata: “ OK, I will make a political statement, I will sign the agreement what Idonesian president ask!, I will tell all information about Fretilin Klandestine and member in Timor Leste!, too many many magic power here!…”
Mendengar pernyataan Xanana tgl 23 siang tersebut, saya lapor Pangdam IX Udayana. Pangdam perintahkan saya lapor ke Bais ABRI tentang perkembangan situasi tersebut.
Saya lapor ke Bais ABRI, diterima oleh Mayjen TNI Hendro Priyono, Dir A Bais.
Dir A Bais menyatakan bahwa Bais akan mengirimkan Tim dibawah pimpinan Brigjen TNI Farid Zainudin, Dan Sat Intel Dir A Bais utk memproses pembuatan Pernyataan Politik Xanana tersebut, sekaligus menjemput Xanana ke Jakarta, pada besok harinya, tanggal 24 November 1992!
Pangdam IX Udayana juga memanggil Dan Satgas Intel Kolak Ops Tim Tim beserta Tim untuk datang ke Ma Pomdam pada tgl 24 pagi untuk melakukan investigasi ulang, membongkar jaringan klandestine/operasi intel Fretilin di Tim Tim, sekaligus membantu proses pembuatan “Pernyataan Politik yang akan dibuat dan ditandatangani Xanana Gusmao di Ma Pomdam IX Udayana pada tgl 24 malam!
Pangdam IX Udayana juga memerintahkan Kapendam IX Udayan Letkol Anton untuk mempersiapkan semua alat peralatan untuk melakukan dokumentasi peristiwa sangat penting tersebut!

HARI KEEMPAT (24 November 1992)
Pada hari itu, Tim Satgas Intel Kolak Ops Tim Tim dipimpin oleh Dan Satgas Intelnya melakukan investigasi ulang terhadap Xanana Gusmao dan Xanana membuka semua rahasia tentang Siabidibame kekuatan Klandestine pemberontak Fretilin di Timtim secara tuntas.
Xanana Gusmao (All Photos: Kolonel CPM Purn. H Nurhana Tirtaamijaya)
Xanana Gusmao (All Photos: Kolonel CPM Purn. H Nurhana Tirtaamijaya)

Brigjen TNI Farid Zainudin dengan Tim Bais yang akan melakukan supervisi proses pembuatan Pernyataan Politik Xanana, tiba di Denpasar Bali pada siang hari, langsung lapor Pangdam untuk mendapat pengarahan langsung.
Malam harinya, setelah shalat Isa, baru dilakukan Dokumentasi Pernyataan Politik Xanana Gusmao secara tertulis dan lisan dengan dilakukan rekaman video oleh Ka Pendam IX Udayana dan Pomdam IX Udayana.

Isi pernyataan Xanana adalah:
MENGAKU BERSALAH TELAH MELAKUKAN PEMBERONTAKAN TERHADAP PEMERINTAHAN RI YANG SYAH DAN BERDAULAT ATAS TIMTIM.
MINTA MAAF ATAS KESALAHAN PEMIMPIN PEMBERONTAKAN BERSENJATA TERHADAP PEMERINTAHAN RI YANG BERDAULAT ATAS TIMTIM.MENYATAKAN MENGAKUI KEDAULATAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA ATAS TIMTIM DAN MENYATAKAN PRO-INTEGRASI DENGAN NKRI!
Pernyataan ini dibuat diatas kertas bermaterai lengkap, dibacakan sendiri oleh Xanana Gusmao didampingi oleh Kolonel CPM Nurhana/Dan Pomdam IX Udayana dan As Intel Kasdam IX Udayana Kolonel Inf Soentoro, sambil direkam menggunakan alat rekaman video milik Pendam IX Udayana, dilakukan di dalam kantor Dan Pomdam IX Udayana Denpasar Bali, disaksikan oleh Pangdam dan pejabat teras Kodam IX Udayana, Tim Satgas Intel Kolak Ops Tim Tim serta Tim Bais dipimpin Brigjen Farid Zainudin,pada jam 20.00.
Proses pembuatan pernyataan didokumentasikan oleh Pendam, selesai tuntas sekitar jam 22.00, setelah istirahat sejenak, Brigjen Farid minta izin Pangdam pamit pulang ke Jakarta malam itu juga menggunakan pesawat Herkules Khusus, milik TNI AU.
Ternyata Pangdam IX Udayana memerintahkan Kolonel CPM Nurhana, Dan Pomdam IX Udayana yang harus membawa Xanana sampai ke dalam sel tahanan Xanana di kantor Bais di Jakarta, diserah terimakan antara Kodam IX Udayana denga Bais ABRI atas tanggung jawab penahanan Xanana, harus di sel tahanan kantor Bais Jakarta, bukan di Denpasar! Kawatir Xanana hilang diperjalanan antara Denpasar-Jakarta!
Walau dalam kondisi sudah 3 hari 3 malam saya tidak tidur sama sekali, saya tetap melaksanakan tugas mulia dan kepercayaan demikian tinggi dari Pangdam kepada saya, membawa, mengawal dan menyerahkan Xanan di kantor Bais di Jakarta!. Saya perintahkan Letkol CPM Sugiyanto mendampingi saya mengawal Xanana sampai selesai serah terima di kantor Bais, Pejaten, Pasar Minggu jakarta.
Pesawat Hercules yang digunakan rombongan pembawa Xanana tiba di lapangan terbang Halim jakarta sekitar tengah malam, diatas jam 24 malam. Disambut dengan pengawalan ketat dari Kopasus, seperti mengawal rombongan presiden RI! Hehe!
Sampai di kantor Bais di Pejaten Pasar Minggu, langsung dimasukan sel tahanan khusus Bais ABRI dengan pengawalan ekstra ketat dan metoda khusus dari saya!
Pada saat bertemu dengan Mayjen Hendro Priyono, Dir A Bais saat serah terima Xanana Gusmao, Hendro Priyono berdialog dengan saya sebagai berikut:
HP: “Bang Nurhana ( HP adalah alumni AMN 1967, adik angkatan saya, 1965), bagaimana caranya kok bisa menundukan Xanana demikian cepat???!”
Nur: “Wah panjang ceritanya!”
HP:”Cerita intinya saja Bang, saya ingin belajar!”
Nur:”Saya BIUS GHAIB!”
HP:”Apa Bang? Bius Ghaib? Apa itu dan bagaimana caranya???!”
Nur: “Caranya seperti cara pawang binatang buas di Sirkus yang mampu menjinakan Macan, Singa, Gajah dll, padahal semua binatang itu tetap masih ganas dan bunuh orang lain yang bukan pawangnya! Tapi dengan belajar ilmu Pawang, semua binatang buas tunduk! Gitu caranya!, hehe! Manusia buaspun kalau punya ilmu pawangnya, bisa ditundukan! Hehe!”
HP:”Bisa saya belajar Bang?”
Nur: “Hehe, bisa saja, tapi harus berbakat dan ada izin Allah, juga berisiko tinggi ! Kapan kapan kalau sudah siap, hubungi saya! Hehe!”
HP: “ Janji ya Bang!…”
Nur: “Hehe…Iya!!!”
Kemudian saya pamit pulang setelah memberikan petunjuk khusus agar Xanan tetap masih dalam pengaruh BIUS GHAIB saya!
Semua petunjuk saya dicatat dan ternyata kemudian mereka berhasil mengendalikan Xanana dalam waktu lama!

PENUTUP
Pada tanggal 26 November 1992, Waka Bais Mayjen TNI Ary Sudewo didampingi Brigjen TNI Hendro Priyono, lapor kepada presiden Soeharto tentang sukses penangkapan Xanana Gusmao dan pernyataan Pro Integrasi NKRI oleh Xanana Gusmao. Presiden puas dan memerintahkan agar pernyataan Xanana Gusmao segera dipublikasikan ke dunia internasional secepat mungkin, agar sempat merubah keputusan PBB untuk menghukum pemerintah RI akibat Tragedy Berdarah Santa Cruz Dilli, pada tanggal 12 November 1991 di Dilli, yang akan dijatuhkan di sidang Konvensi Komisi HAM PBB di Jenewa, bulan Desember 1992.
Sekitar 2 minggu kemudian, Xanana ditampilkan di semua Televisi di Indonesia, menyampaikan pernyataan Pro Integrasi. Dunia kaget dan geger!. Akhirnya PBB tidak jadi menjatuhkan sanksi internasional kepada pemerintah RI dalam konvensi di Jenewa Desember 1992. Xanana disidang secara terbuka, di Pengadilan Negeri Dilli Tim Tim, dihadiri oleh media Internasional, pada tahun 1993, divonis seumur hidup!.
Sekian dulu uraiannya, terima kasih atas perhatiannya!.
Bogor, Mei 2014
H.Nurhana Tirtaamijaya
Kolonel CPM Purnawirawan
Pengirim: Adninn Odjzie.

Kenang Jasa Mantan Presiden Soeharto, Keberhasilan 'Sang Jenderal Tersenyum'

Mantan Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto
Mantan Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto wafat pada tanggal 27 Januari 2008, tepat pukul 13.10 WIB. Soeharto meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Kemudian sekitar pukul 14.35 WIB, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulans yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawalan yang ketat.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa Menteri yang sedang mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua H Muhammad Soeharto.
Untuk diketahui, Soeharto adalah Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer ‘The Smiling General’ yang artinya ‘Sang Jenderal yang Tersenyum’ karena raut mukanya yang selalu tersenyum.
Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.
Harus diakui bahwa wafatnya mantan Presiden Soeharto membuat kita mencoba merefleksikan ulang, bahwa negeri ini pernah berada pada titik puncak keberhasilan pembangunan. Jujur kita akui bahwa di zamannya alm Soeharto memerintah, bangsa kita pernah menikmati betapa mudahnya hidup kala itu.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Soeharto bisa mengubah wajah Indonesia. Pada tahun 1984, Indonesia berhasil mengubah diri dari negara terbesar dalam mengimpor beras, akhirnya menjadi negara berswasembada pangan. Lebih dari 3 juta ton padi dihasilkan setiap tahunnya. Bandingkan dengan sekarang yang justru defisit lebih dari 1 juta ton setiap tahun.
Meski bukan lulusan sekolah ekonomi, mantan Presiden tersebut dikenal lihai memotivasi para petani dan nelayan. Mereka dikunjungi dan diberikan motivasi untuk bisa memajukan pekerjaannya, sehingga menjadi petani adalah kebanggaan. Bahkan beliau dikenal suka memperkenalkan diri sebagai ”anak petani”, untuk meningkatkan gairah dan harga diri para petani.
Tak hanya dalam bidang pertanian, salah satu sukses besar Orde Baru adalah dalam bidang kesehatan dan KB. Karena adanya kesadaran bahwa daya pembangunan akan terserap oleh jumlah penduduk, maka mantan Presiden Soeharto membangun dan menggalakkan program KB. Ia mencanangkan berbagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui berbagai upaya yang pada gilirannya berhasil mengerem laju pertumbuhan penduduk kita.
Di bidang kesehatan, upaya meningkatkan kualitas bayi dan masa depan generasi ini dilakukan melalui program kesehatan di posyandu, sebuah upaya yang mengintegrasikan antara program pemerintah dengan kemandirian masyarakat. Di jamannya, program ini memang sangat populer dan berhasil. Banyak ibu berhasil dan peduli atas kebutuhan balita mereka di saat paling penting dalam periode pertumbuhannya.
Yang tidak kalah penting yakni, karena Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, terutama dalam menjaga kawasan baik di Asia Tenggara dan Asia, serta masa depan Indonesia yang dianggap sebagai ‘macan Asia’, Soeharto dan bangsa Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri. Negara lain yang kini terang-terangan berani ”mengganggu” keberadaan kita seperti Malaysia dan Singapura, dulu tidak pernah menganggap Indonesia serendah sekarang.
Jujur kita sampaikan bahwa dulu, kita sangat bangga karena kita punya banyak kiprah dalam memajukan wilayah ini.(Aktual)

Konspirasi Untuk Menjatuhkan Jokowi

jokowi koalisi 2
Mencermati perkembangan situasi politik beberapa waktu terakhir, tergelitik rasa keinginan menjawab pertanyaan pokok dalam konteks terkait intelijen pengamanan. Yaitu, apakah ada upaya berupa sebuah konspirasi untuk menjatuhkan Jokowi sebagai presiden? 
Dalam mencermati fungsi intelijen Lid, Pam dan Gal, maka pembacaan situasi harus di dasari dari pertanyaan, fakta atau indikasi upaya conditioning (penggalangan) berupa penciptaan kondisi terkait pertanyaan tersebut diatas. Ini sangat penting bagi timsus inner circle Jokowi, untuk dapat dilakukannya tindakan penyelidikan lebih lanjut serta langkah pengamanan atau counter yang harus dilakukan. Siapa inner circlenya? Dalam masalah politik dan hukum, Menko Polhukkam justru dimusuhi banyak pihak. 
Inti pertanyaan, dimana kekuatan Jokowi hingga menarik simpati konstituen pada saat pilpres? Titik ini yang akan diserang dengan paket wajar tetapi menghancurkan dan mematikan. Kekuatan pokok Jokowi diharapkan rakyat akan membawa perubahan berupa kebaikan dan kemajuan kehidupan berbangsa, karena kejujurannya. Kemudian semuanya dikemas, maka menanglah dia. Nah, kini untuk menghancurkannya, yang harus diwaspadai adalah serangan di titik kejujuran itu. Apabila diterjemahkan, komitmennya dalam pemberantasan korupsi harus tetap kuat, jangan sampai cacat. Terlepas dari dinamika politik yang menyebut adanya upaya kriminalisasi dan dinamika hukum yang menyebut politisasi, kekuatannya ada di rakyat, tetapi lawan yang mematikannya ada di Senayan.

Pemakzulan Gus Dur
(Sebagai BDI) BDI (Basic Descriptive Intelligence) adalah sebuah informasi dasar atau bisa disebut sebagai “the past”, yaitu kejadian masa lalu yang biasa dipergunakan oleh analis intelijen sebagai dasar analisa, dikaitkan dengan kejadian masa kini, agar analis dapat membuat sebuah ramalan intelijen (the future). Semua hanya disampaikan kepada user disamping disampaikannya juga saran tindakan atau counter yang harus diambil. Pemakzulan terhadap Gus Dur sebagai presiden adalah kejadian penting bagi Presiden Jokowi yang perlu dicermati, untuk menghindarkan dirinya dijatuhkan sebagai presiden. Mari kita bahas. 
Beberapa bulan lalu penulis diundang ke BIN (Badan Intelijen Negara), diminta untuk mengkritisi buku yang ditulis oleh Kepala BIN (Letjen Pur Marciano Norman), yang berjudul “Mengawal Transformasi Indonesia Menuju Demokrasi Yang Terkonsolidasi.” Penulis menilai buku tersebut (Intelijen Dari Masa Ke Masa) adalah karya tulis yang sangat baik untuk dibaca masyarakat karena diterbitkan oleh pimpinan Badan Intelijen Negara. Akurasinya sangat tinggi. Dari buku tersebut, penulis tertarik fakta terkait pelengseran Gus Dur yang ditulis oleh Marciano. Setelah Habibie jatuh (oleh DPR), KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kemudian yang terpilih menjadi presiden. Tokoh ini didukung oleh poros tengah yang mampu menumbangkan dominasi perolehan suara oleh PDIP yang saat itu sebenarnya berpeluang besar menang. Megawati akhirnya gagal menjadi presiden, dan kemudian menjadi Wapres bukan karena dicalonkan oleh PDIP, tetapi oleh Ketua Umum PKB (Alm.Matori Abdul Djalil), yang pasang badan dan kemudian bahkan dipecat oleh Gus Dur Ketua Dewan Syura PKB. 
Pada awalnya Gus Dur, yang memiliki latar belakang personifikasi yang beragam yaitu sosok agamawan, budayawan, intelektual, reformis, dan lain-lain, ketika menempati posisinya sebagai pemegang tertinggi kekuasaan eksekutif negara, mempunyai keinginan kuat untuk mereformasi sektor keamanan di Indonesia. Pada saat yang sama ia harus menghadapi sekian tantangan hingga tekanan dari sebagian pimpinan militer yang berusaha untuk menghambat reformasi politik total yang ingin diperjuangkannya. 
Salah satu langkah penting yang dilakukan oleh Presiden Gus Dur di lingkungan intelijen dan militer Indonesia adalah menempatkan pejabat militer reformis di kalangan militer. Akibatnya Gus Dur menjadi kurang populer bahkan dimusuhi oleh sebagian perwira militer. Upaya Gus Dur untuk merealisasikan niatnya dalam melakukan perubahan fundamental dalam organisasi TNI berhadapan dengan resistensi yang kuat oleh aliansi kelompok nasionalis di parlemen dan kalangan militer yang tidak senang dengan campur tangannya dalam upaya realisasi reformasi total. Dalam waktu bersamaan Gus Dur juga menghadapi eskalasi konflik di Aceh, Maluku, dan Poso, dimana timbul kerusuhan dan konflik. 
Dengan menggunakan teori nalar konflik dan nalar konspirasi, saat itu muncul dugaan yang berkembang di kalangan kritis bahwa kerusuhan dan konflik itu sebenarnya telah di-setting pihak tertentu yang ingin Indonesia tidak stabil. Dalam keadaan seperti ini nyaris tidak ada catatan impresif dalam masalah keamanan di masa pemerintahan Gus Dur. 
Gus Dur harus menghadapi kenyataan politik dimana ia harus lengser dari jabatannya karena tekanan-tekanan berat yang dilakukan oleh faksi-faksi di parlemen yang menghendaki pelengserannya. Sebagai penggantinya sebagai presiden, Megawati Soekarnoputri kemudian dilantik, yang sebelumnya adalah wakil presiden. Intinya Gus Dur yang demikian popular dimata rakyat, akhirnya lengser karena keputusannya menyentuh titik rawan terlalu dalam.

Indikasi dan Sarana Konspirasi Masa Kini 
Secara umum teori konspirasi atau persekongkolan (conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik (Wiki). 
Konspirasi adalah bagian dari sebuah operasi penggalangan, merupakan ilmu intelijen yang memerlukan beberapa sarana. Penggalangan (conditioning) menggunakan beberapa sarana seperti sabotase, riot (kerusuhan), teror yang melaksanakan aksinya secara klandestin (tertutup). Dimana tujuan akhirnya untuk merubah dan menciptakan opini, agar target mau berfikir, berbuat dan memutuskan seperti apa yang dikehendakinya. 
Dari perkembangan politik yang berlaku, dimana dalam kasus kemelut penggantian Kapolri, proses hukum kini justru menjadi sentral kerawanan presiden, di titik inilah Jokowi harus hati-hati dan waspada terhadap upaya pelengseran. Apakah kasus pemilihan Komjen Pol Budi Gunawan oleh Jokowi merupakan awal dari pelemahan KPK? 
Pembacaannya rasanya bukan seperti itu. Dimainkannya isu Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang tidak bersih, munculnya laporan tidak bersihnya para pimpinan KPK serta penetapan sebagai tersangka hanyalah sebagai trigger. Ini entry point yang akan menyudutkan presiden kearah pengambilan keputusan berbahaya dengan istilah “maju kena, mundur kena.”Institusi Polri, KPK dan DPR hanya dipergunakan sebagai sekedar alat yang tanpa mereka sadari akan merusak kredibilitas Jokowi sebagai Presiden. 
Dinilai dari BDI, Polri dan KPK sudah dua kali terlibat konflik, mereka emosional, suka berebut pengaruh, mudah digosok. DPR yang heterogen banyak diterjemahkan merupakan kumpulan politisi yang lebih sering mementingkan kelompok atau pribadinya. Kini citra Jokowi sebagai pemimpin yang kurang bermutu (maaf), kurang pandai, kurang pantas, tergantung, dan banyak penjatuhan nilainya, itulah sasarannya. Beberapa keputusan sulit memang di setting merupakan keputusannya. 
Pembacaannya dari sisi “sense of intelligence” sederhana. Indikasi pertama, dari penjelasan Ketua Tim Independen, Buya Syafii Maarif, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1) menyatakan pencalonan BG bukan atas inisiatif Jokowi. "Jujur, itu sebetulnya pengajuan BG bukan inisiatif presiden. Ini benar, saya mendapat informasi yang cukup bagus," tegasnya. Buya menolak menyebut inisiator pencalonan. "Saya tak mau menyebut nama. Itu sudah rahasia umum, Anda harus tahu itu, kata Buya. 
Indikasi kedua, yaitu proses fit and proper test BG di DPR. Fraksi PDIP mendukung proses uji kelayakan BG di Komisi III dan paripurna DPR RI. Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Junimart Girsang (ahli hukum) menyatakan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/1/2015), "Fit and proper test tidak ada hubungannya dengan penetapan tersangka.” Junimart mengingatkan seluruh pihak untuk mengedepankan azaz praduga tidak bersalah. "Sampai nanti ada keputusan hakim," ‎katanya. Sementara KPK pada hari yang sama menetapkan BG sebagai tersangka kasus Tipikor. 
Indikasi ketiga, suksesnya uji kelayakan BG di DPR, Rabu (14/1/2015) tanpa banyak masalah. Dalam rapat pleno Komisi III, Ketua Komisi III, Aziz Syamsuddin menyatakan Komisi III secara aklamasi menyetujui pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Selanjutnya Komisi III menyetujui untuk memberhentikan Kapolri Jenderal Sutarman. Dalam rapat paripurna DPR yang dilaksanakan hari Kamis (15/1/2015), yang dihadiri 411 anggota DPR (PDIP 80 anggota, Golkar 65, Gerindra 57, Demokrat 41, PAN 35, PKB 35, PKS 27, PPP 25, NasDem 34, dan Hanura 12). Dari 10 fraksi di DPR, hanya Demokrat yang menolak Budi Gunawan menjadi Kapolri. 
Indikasi keempat, munculnya laporan terhadap komisioner KPK. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri. BW sempat ditangkap untuk diperiksa kemudian dilepaskan. BW dijerat kasus pengarahan pemberian kesaksian palsu di sengketa pilkada Kotawaringin, Kalimantan Tengah. 
Selain BW, sisa tiga pimpinan KPK lainnya juga dilaporkan ke Mabes Polri. Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dilaporkan karena kasus pengambilan secara ilegal saham sebuah perusahaan daerah. Kemudian menyusul Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Zulkarnain. Indikasi lain yang memperkuat, elit PDIP, Effendi Simbolon, menegaskan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Jokowi. "Jika ingin melakukan impeachment sekaranglah saatnya. Karena banyak celah yang bisa dilakukan (untuk memakzulkan Presiden)," katanya saat diskusi publik bertajuk Evaluasi 100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Senin, 26 Januari 2015. 
Efendi menegaskan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2015), "Kalau seperti ini keadaannya dan dia tidak membenahi, ini jadi peluang lawan politiknya, bisa didorong untuk dijatuhkan. Maksud saya, saya tidak rela kalau hanya Jokowi yang jatuh. Dua-duanya. Saya ingatkan, ini politik lho. Mana mungkin kelompok tertentu nunggu 5 tahun,” tegasnya. Kritik-kritik ini, sambung Effendi, bukan karena sakit hati. Bukan juga karena suruhan Megawati. Dia menganggap Jokowi belum berpengalaman sehingga belum memberikan kinerja maksimal. 
Dia juga mengkritik perekrutan menteri Jokowi yang dianggap tidak sesuai sistem. Wapres JK pernah tersentuh dalam menilai Jokowi, dalam wawancara yang ditayangkan di Youtube 25 Mei 2014. Saat ditanya soal capres muda dan kaitannya dengan Jokowi, JK menjelaskan, Presiden Republik Indonesia cuma satu. Bangsa ini 240 juta. Jangan presiden itu dipilih karena pikiran mau uji coba, dengan pikiran karena umur. Harus karena kemampuan. Ada kemampuan, dengan kemampuan itu, hampir semua kemampuan itu diperoleh dengan pengetahuan dan pengalaman. Jokowi adalah Gubernur DKI, Tapi jangan tiba-tiba karena dia terkenal di Jakarta tiba-tiba dicalonkan presiden. Bisa hancur negeri ini, bisa masalah negeri ini (republika.co.id). Saat itu JK meragukan dan mengkhawatirkan bila Jokowi menjadi presiden. Nah, dari beberapa indikasi yang diantaranya dapat dinilai sebagai fakta, jelas harus diuji oleh inner circle presiden, terlihat bahwa ada arah yang menyudutkan dan menurunkan kredibilitas serta citra Jokowi sebagai presiden. Jokowi bukan diuji dalam pengambilan keputusan, tetapi dia harus mengambil keputusan berbahaya karena menghadapi pressure beberapa pihak yang mana dukungan politik terhadap dirinya semakin menurun.

Analisis dan Kesimpulan 
Dari beberapa analisis indikasi serta fakta diatas, sangat terasa bahwa bau konspirasi tercium semakin menyengat untuk melengserkan Jokowi. Konflik Polri-KPK hanya dipergunakan sebagai awal penurunan kredibilitas dan citranya. 
Pengajuan Komjen Budi Gunawan yang informasinya bukan kebijakannya, pelemparan bola panas keputusan DPR ke tangannya, dukungan tidak realistis parpol pendukung, ungkapan impeachment dari kader tempat dia bernaung, keputusan penerbitan kepres pemberhentian komisioner KPK, semuanya hanya mengarahkan Jokowi ke jurang dalam dan gelap yang suatu saat akan sulit ditolong. Sebuah pertanyaan dan indikasi, apakah mulai terbentuk kolaborasi antara elit KMP dengan elit KIH (terbatas) tentang penilaian terhadap Jokowi? Jokowi yang terpaksa menunjuk tim Sembilan untuk membantu memecahkan masalah konflik Polri-DPR akan dinilai banyak pihak sebagai pemimpin yang lemah, tidak tegas dan kurang smart. Dalam teori konspirasi pengalangan, konspirator sadar bahwa dukungan rakyat terhadap Jokowi kuat, masih diatas 50 persen. 
Ini langkah awal yang harus dirusaknya. Oleh karena itu kini dia meyakinkan bahwa Jokowi ternyata sosok yang salah untuk di dukung. Kesalahan mencalonkan Kapolri yang tersentuh masalah tipikor merupakan titik rawan dan fatalnya. Si perencana kini menggunakan pakem intelijen penggalangan yang sangat terkenal “Let them think, let them decide.” Yang pengertiannya, biarlah rakyat berfikir dan biarkan rakyat memutuskan. Nah, kini mulai muncul demo skala kecil tetapi menggigit, survey negative, dan semua akan mengarah ke satu titik, rakyat dibuat berfikir, memang Jokowi pantas di impeach. 
Apabila mereka memakzulkan dia, rakyat akan tidak keberatan. Itulah jahatnya sebuah tindak konspirasi, pihak yang menjadi sasaran dan target utama biasanya tidak menyadarinya. Menyesal setelah terjadi. Solusi penyelamatan Jokowi, hanya satu. Jokowi mesti berani agak nekat, seperti perintahnya “tenggelamkan kapal pencuri ikan”, “tidak akan mengampuni hukuman mati bandar narkoba.” Daripada jatuh memalukan nanti seperti Gus Dur dilengserkan DPR, Jokowi bisa nekat sedikit, batalkan pelantikan Budi Gunawan, tata kembali institusi Polri, tunjuk Kapolri baru, selesaikan masalah komisioner KPK. Intinya Jokowi harus menunjukkan sikap pro pemberantasan korupsi. 
Blusukan adalah masa lalu, kini rakyat membutuhkan keputusan Jokowi yang berpihak kepada mereka dan menenteramkan situasi. Tidak usah ragu Pak Presiden, bapak adalah Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, Panglima Tertinggi Angkatan Perang. Jabatan hebat yang kalau tegas akan di dukung rakyat. Kalau sudah berniat baik membangun negara dan mensejahterakan rakyat, lurus, anti korupsi, masih tetap mau di lengserkan DPR, ya dipastikan Senayan akan di geruduk rakyat. Coba saja kalau berani itu DPR. Sebagai penutup, “Kemana saja itu wapres dan pembantu-pembantu presiden? Kesannya Jokowi hanya solo karir!.” Atau memang konspirasi itu semakin kuat? 

Penulis : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, Pengamat Intelijen www.ramalanintelijen.net