Jam Digital

Selasa, 28 Juli 2015

Mamba MK2 SWB: Rantis Serbu MRAP Sat-81/Gultor Kopassus TNI AD

Mamba1
Guna siap menjalankan misi-misi tempur khusus, prajurit andalan Sat-81/Gultor (Penanggulangan Teror) Kopassus memang harus siap tampil dengan wahana rantis (kendaraan taktis) yang juga mumpuni. Selain wahana dituntut punya proteksi lapis baja di seputaran bodi, menyikapi medan operasi yang dinamis, beberapa rantis Kopassus juga dibekali kemampuan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected).
Beberapa rantis Kopassus dengan kualifikasi MRAP yang telah dikenal seperti PMV Bushmaster, Casspir MK3, dan Mamba MK2. Bushmaster dan Casspir sebelumnya telah kami kupas di artikel terdahulu, dan kini giliran dikupas sekilas Mamba MK2. Dirunut dari kehadirannya, rantis Mamba bisa dibilang tidak terlalu baru di Indonesia. Sosok Mamba MK2 resmi diperlihatkan ke muka publik dalam Latihan Gabungan Anti Teror TNI-Polri tahun 2011. Menyandang gelar MRAP, Mamba dirancang dengan kelengkapan proteksi dari efek ledakan ranjau. Mamba menggunakan sasis monokok dan tameng ‘V-shaped’ dibawahnya, diciptakan untuk menahan efek ledakan ranjau IED (improvised exposive device) hingga 7 kg yang sengaja dipasang sepanjang jalan.
Mamba Kopassus TNI AD.
Mamba Kopassus TNI AD.
Tampil dalam Latihan Gabungan Anti Teror tahun 2011.
Tampil dalam Latihan Gabungan Anti Teror tahun 2011.
Namba diandalkan sebagai rantis Sat-81/Gultor.
Namba diandalkan sebagai rantis Sat-81/Gultor.
Seperti halnya rantis Casspir, Mamba dirancang atas dasar kebutuhan operasi militer Afrika Selatan guna menghadapi konflik di perbatasan yang sarat penggunaan ranjau darat. Varian awal Mamba dibangun oleh Mechmen Consultant, bagian dari Denel Group. Pada awalnya Mamba masih mengusung penggerak 4×2 (two wheel drive). Baru selanjutnya pada Mamba MK2 yang dikembangkan oleh Reumech OMC, rantis ini menggunakan penggerak four wheel drive (4×4) dan lapisan bajanya ditingkatkan 7 mm lebih kuat dari varian terdahulu (MK1).
Mamba MK2 SWB ikut andil dalam misi SFOR di Bosnia.
Mamba MK2 SWB ikut andil dalam misi SFOR di Bosnia.
Meski sosoknya garang dan serba baru, namun Mamba MK2 mengusung platform sasis truk Unimog yang legendaris. Baja pada hull dan kaca, dirancang untuk mampu menahan terjangan proyektil kaliber 5,56 dan 7,62 mm. konfigurasi Mamba tak beda dengan rantis APC (armoured personnel carrier) pada umumnya, sopir duduk berdampingan dengan komandan, dan dibekalangnya ada setting kursi untuk sembilan pasukan. Pada posisi komandan terdapat roof hatch yang dapat terkoneksi dengan dudukan senapan mesin atau pelontar granat otomatis.
__thumb_-2-mamba_1Alvis-4-SFOR1
1
Tak hanya sasis yang merujuk ke Unimog, untuk urusan sistem kemudi dan suspense, Mamba MK2 menggunakan Mercedes-Benz UNIMOG 416 (4×4) yang handal melahap medan off road. As roda depan dan belakang dilengkapi dengan pegas koil dan peredam hidrolik. Untuk urusan dapur pacu, Mamba MK2 ditenagai mesin diesel Mercedes Benz 352N 6-cylinder yang menghasilkan tenaga 123 HP, sehingga kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan 102 km per jam. Mesin diesel menggunakan empat kecepatan synchromesh gearbox penuh dengan rentang tinggi dan rendah, memberikan total delapan depan dan empat gigi mundur.

Mamba MK2 (Komanche)
Untuk tujuan komersial, Mamba dirancang sebagai kendaraan multi varian, sejak tahun 1993, hingga kini Mamba telah diproduksi sampai varian MK5 dan varian Taipan. Dari segi reputasi, keluarga Mamba terbilang ‘harum,’ selain wara wiri menjelajahi medan konflik di beberapa negara Afrika. Mamba yang secara lisensi diproduksi Inggris, ikut aktif mendukung pasukan NATO SFOR dalam Perang di Bosnia.
Mamba MK2 dengan sasis panjang.
Mamba MK2 dengan sasis panjang.
Beraksi dalam misi militer di Uganda.
Beraksi dalam misi militer di Uganda.
Mamba juga laris manis diandalkan sebagai rantis pasukan PBB.
Mamba MK2 (sasis panjang) juga laris manis diandalkan sebagai rantis pasukan PBB.
Sementara dirunut dari sejarahnya, produksi Mamba telah berganti-ganti pemilik. Reumech OMC yang menggarap Mamba MK2, kemudian diambil alih oleh Vickers Defence Systems dari Inggris, dan berganti nama jadi Vickers OMC. Dan di akhir tahun 2002, Alvis PLC membeli Vickers Defence Systems and Vickers OMC, yang selanjutnya namanya berganti menjadi Alvis OMC. Terakhir pada tahun 2004, Alvis PLC diambil alih oleh BAE Systems, dan kemudian Alvis OMC berganti nama jadi BAE Systems Land Systems OMC.
Mamba MK2 hadir dalam beberapa sub varian, salah satunya adalah Mamba MK2 Komanche. Berbeda dengan varian reguler yang tampil lebih panjang dan bisa membawa sembilan pasukan. Komanche tampil dengan sasis pendek, varian ini dikenal dengan sebutan short wheeled base (SWB). Varian inilah yang digunakan Kopassus, karena tampilan yang lebih kecil, pasukan yang dibawa pun lebih sedikit, yakni 7 orang. Ada lagi varian yang lebih kecil, yakni Sabre yang hanya bisa dimuati 4 orang pasukan. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi Mamba MK2
 Dimensions
 Overall Length: 5 460mm
 Overall Width: 2 205mm
 Overall Height: 2 495mm
 Wheel Base: 2 900mm
 Wheel Track: 1 790mm
 Engine
 Make: Mercedes Benz
 Model: 352 N
 Type: Liquid cooled, direct injection, four stroke, 6 cyl diesel
 Displacement: 5 675 cm3
 Maximum Power (DIN): 92 kw @ 2 800 Rpm
 Minimum Torque (DIN): 348 NM @ 1 900 Rpm
 Transmission
 Make: Mercedes Benz
 Type: 4 Speed synchromesh
 Axles
 Make: Mercedes Benz
 Type: Rigid, incorporating portal hub reduction with pneumatically operated differential locks
 Masses
 Tare: 5 710kg
 GVW: 6 800kg
 Crew: Driver + 10
 Sustained Road Speed: 90km/h
 Max Road Speed: 102km/h
 Road Range: 900km
 Brakes
 Dual hydraulic / air system
 Discs on front and rear
 Suspension
 Front: Single coil
 Rear: Double coil
 Shock absorbers: Double acting telescopic, hydraulic
 Road Wheels and Tyres
 Tyres: 12.5 x 20 Michelin XSL
 Steering System
 Hydraulically assisted recirculating ball
 Protection
 Ballistic Up to 7,62 x 52mm NATO Ball
 Mines 7kg TNT under any wheel

KRI Tanjung Kambani 971: Ini Dia! Kapal Feri Yang Dipersenjatai

kolinlamil-sub1
Keberadaan kapal feri jamak untuk memenuhi kebutuhan transportasi sipil. Contoh seperti ratusan armada kapal feri yang dikelola BUMN PT ASDP Indonesia Ferry. Sebagai negara kepulauan, keberadaan kapal feri amat vital sebagai penunjang urat nadi perekonomian, bisa dibayangkan apa jadinya bila akses transportasi Jawa – Sumatera tanpa keberadaan kapal feri.
TNI AL lewat Satuan Kapal Bantu (Satban) punya beberapa kapal BAP (Bantu Angkut Personel). Meski masuk dalam etalase kapal perang dengan label KRI, namun karena asasinya untuk misi angkut dan pergeseran pasukan, jenis kapal BAP aslinya adalah kapal angkut sipil yang akhirnya terkena “wajib militer.” Beberapa kapal TNI AL yang aslinya adalah kapal angkut sipil seperti KRI Tanjung Nusanive 973 dan KRI Tanjung Fatagar 974, keduanya adalah kapal penumpang eks PT Pelni. Lain dari itu, ada lagi satu kapal BAP yang punya ciri khas berbeda, yakni KRI Tanjung Kambani 971. Disebut beda dari yang lain karena KRI Tanjung Kambani 971 diciptakan dari platform kapal feri (ferry).
kri-tanjung-kambani-971Foto-KRI-Tanjung-Kambani-di
Sebagai kapal feri, KRI Tanjung Kambani 971 punya kemampuan serupa dengan kapal feri yang ada di lintasan Merak – Bakauheni. Layaknya kapal feri, yang dapat diangkut tak hanya penumpang, melainkan kendaraan bermotor. Beda dengan LST (Landing Ship Tank) yang hanya punya satu pintu rampa untuk keluar masuk kendaraan, maka kapal feri KRI Tanjung Kambani 971 dibekali dua pintu rampa pada haluan dan buritan. Dengan dua pintu rampa, maka kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri, bisa keluar dengan sendiri juga, sehingga jenis kapal ini disebut kapal roll on – roll off atau disingkat Ro-Ro. Bahkan untuk memudahkan mobilitas kendaraan, seperti halnya kapal LPD (Landing Platform Dock), KRI Tanjung Kambani 971 juga dilengkapi pintu rampa di sisi samping lambung.
KRI Tanjung Nusanive 973 dan KRI Tanjung Kambani 971
KRI Tanjung Nusanive 973 dan KRI Tanjung Kambani 971
Pintu rampa pada sisi lambung KRI Tanjung Kambani 971
Pintu rampa pada sisi lambung KRI Tanjung Kambani 971
KRI Tanjung Kambani 971 dilengkapi pintu rampa pada bagian buritan.
KRI Tanjung Kambani 971 dilengkapi pintu rampa pada bagian buritan.
Dirunut dari sejarahnya, KRI Tanjung Kambani 971 sebelumnya bernama Dong Yang No.6. Kapal ini dibuat oleh galangan kapal Sanuki Zosen Co Ltd Jepang dan diluncurkan pada bulan Maret 1982. Untuk memperkuat kebutuhan pergeseran pasukan dan perlengkapannya, TNI AL mengakuisisi kapal ini pada tahun 2000. Dengan masuk sebagai arsenal kekuatan TNI AL, maka kapal feri sipil ini pun perlu dilakukan modifikasi agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan militer.
Modifikasi kapal dilaksanakan di galangan Dae Sun Shipbuilding & Engineering di Busan, Korea Selatan. Modifikasi dilakukan selama lebih kurang 6 bulan, mulai 1 Mei hingga 9 November 2000. Dalam modifikasi ini ditambahkan fasilitas helipad tanpa hanggar, juga beberapa senjata ringan anti serangan udara (PSU) kaliber 20 mm dan 35 mm. Guna menampung jumlah pasukan dalam jumlah besar, dilakukan perubahan fungsi ruangan. Kemampuan angkut ideal KRI Tanjung Kambani 971 dengan kapasitas tempat tidur 460 orang. Namun dalam kondisi tertentu, kapal berbobot mati 7.138 ton ini dapat dimuati 1.500 orang. Secara resmi, KRI Tanjung Kambani 971 masuk dalam jajaran TNI AL pada 10 November 2000.
Piintu rampa utama pada bagian haluan
Piintu rampa utama pada bagian haluan
Suasana ruang anjungan
Suasana ruang anjungan
Bagaimana dengan kemampuan angkut? Mengutip dari Wikipedia.org, KRI Tanjung Kambani 971 dapat dimuati truk sekelas REO M35 sebanyak 38 unit, jenis truk ringan sekelas Unimog 45 unit, kendaraan minibus 65 unit dan sedan 60 unit. Selain itu, kapal ini dapat membawa muatan kargo 20,83 ton, dan helipad-nya dapat di darati helikopter berbobot 6,8 ton. Ini artinya, helikopter sekelas AS332 Super Puma tidak masalah mendarat di kapal ini. Pada 24 Agustus 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri sempat menumpangi KRI Tanjung Kambani 971 untuk menyaksikan Latihan Tempur TNI AL di Pulau Gundul, Karimunjawa. Dengan bekal helipad yang memadai, maka jika ada kondisi mendesak, helikopter Super Puma Kepresidenan dapat mendarat dengan mudah.
Kanon 2M3 25 mm twin gun pada KRI Tanjung Kambani 971
Kanon 2M3 25 mm twin gun pada KRI Tanjung Kambani 971
Untuk urusan persenjataan, bekal yang diusung memang sebatas PSU (Penangkis Serangan Udara), diantaranya adalah tipe 2M3 Twin gun kaliber 25 mm. Ini bukan tipe kanon baru, melainkan kanon lawas buatan eks Uni Soviet yang dahulu digunakan pada KCR (Kapal Cepat Rudal) Komar Class. Kanon 2M3 saat ini juga terpasang pada KRI Viper 820 dan KRI Piton 821. Mengingat punya geladak yang luas, bila keadaan mendesak, tentu tak sulit untuk menempatkan rudal MANPADS di KRI Tanjung Kambani 971.
Nama KRI Tanjung Kambani diambil dari nama sebuah tanjung di Pulau Peleng Propinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan daerah tempat berkumpulnya bagi Satuan Tugas Kapal – kapal Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang mengangkut pasukan selama Operasi Trikora pada tahun 1961. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi KRI Tanjung Kambani 971
– Negara asal: Jepang
– Galangan: Sanuki Zosen Co Ltd
– Awak: 119 orang
– Panjang: 114,5 meter
– Lebar: 19,8 meter
– Kedalaman: 6 meter
– Bobot mati: 7.138,9 ton
– Cargo palyload: 20,83 ton
– Endurance: 15 hari
– Kecepatan maksimum: 13 knots
– Kecepatan ekonomis: 11 knots

Selasa, 21 Juli 2015

LIAZ 251 4×4: Truk Taktis Tempur Marinir dari Ceko

8097327039_3eb973a1d2_b
Dalam jagad pasukan kombatan, keberadaan truk taktis untuk mendukung operasi tempur adalah hal yang mutlak. Di lingkup TNI, hampir di setiap angkatan sudah cukup lama mengadopsi truk taktis macam REO M35 dari Unimog yang namanya sangat legendaris. Tapi karena mengemban tugas yang khusus, Korps Marinir TNI AL tak hanya mengandalkan REO M35 dan Unimog, masih ada truk taktis Marinir yang juga punya tongkrongan lebih sangar dan gagah, yakni LIAZ 251.

8097336677_c5b9fe9083_b1311496069_LIAZ_Indonesia

600px-Indonesian_Marine_LIALIAZ_Indonesia
Sosok LIAZ 251 terbilang cukup familier sebagai ikon Marinir TNI AL, pasalnya selain punya bodi dan ukuran ban lumayan besar, truk ini di Indonesia ya memang hanya digunakan oleh Marinir TNI AL. Merujuk informasi dari situs tnial.mil.id (16/12/2014), truk LIAZ masuk dalam arsenal kekuatan Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur) Korps Marinir. Keberadaan truk ini mulai terlihat pada pertengahan dekade 90-an, berbarengan dengan periode kedatangan ranpur IFV BVP-2 dari Ceko.
LIAZ (LIberecké Automobilové Závody) adalah manufaktur truk asal Ceko yang sudah berdiri sejak era Perang Dingin, dan kala itu masih menyandang nama Cekoslovakia. Sejak tahun 1951, LIAZ mulai konsisten memproduksi berbagai varian truk untuk kebutuhan sipil dan militer, namun pada tahun 2003 LIAZ sudah menghentikan produksi truk. Bagi warga Ceko, keberadaan LIAZ merupakan suatu kebanggaan akan keunggulan industri otomotif negara Eropa Timur tersebut.
LIAZ 251 juga digunakan untuk pasar sipil.
LIAZ 251 juga digunakan untuk pasar sipil.
Ruang kemudi.
Ruang kemudi.
LIAZ 251 Marinir saat memperkuat Indo Batalyon UNIFIL di Lebanon.
LIAZ 251 Marinir saat memperkuat Indo Batalyon UNIFIL di Lebanon.
Dari beragam tipe truk yang diluncurkan, menyebutkan bahwa tipe yang digunakan Marinir TNI AL adalah LIAZ 251.154 RHD 4×4. Meski dapat digunakan untuk multi purpose, resminya LIAZ 251 adalah cargo bed truck. Truk ini mulai diproduksi pada periode 1994 – 1995, situs forum.valka.cz menambahkan jumlah yang diproduksi mencapai 72 unit. Punya kemampuan off road tinggi, truk berpenggerak 4×4 ini juga punya jarak roda (wheelbase) 3.750 mm, menjadikan truk cukup aman untuk melintas sungai kecil. Dari segi payload, ruang kargo dapat dimuati beban hingga 5.890 kg. Gross vehicle weight mencapai 15 ton dan Gross Combination Weight 31 ton.
5437978201_a12464eae6_b
Dapur pacu LIAZ 251 disokong mesin diesel M1.2B M640 enam silinder yang dilengkapi liquid cooled, turbocharged, dan direct injection. Mesin ini dapat menghasilkan tenaga 300 bhp (305 PS) pada 2000 rpm. Dari spesifikasi tersebut, truk ini dapat dipacu hingga kecepatan 105 km per jam di jalan raya. LIAZ 251 juga sempat digunakan sebagai elemen truk taktis untuk mendukung misi TNI dalam kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada tahun 2011. (Gilang Perdana)

Spesifikasi LIAZ 251 4×4:
– Tipe: LIAZ 251.154 RHD
– Kategori: cargo bed truck
– Panjang: 7,15 meter
– Lebar: 2,5 meter
– Tinggi: 3,1 meter
– Payload: 5.890 kg
– Gross vehicle weight: 15.000 kg
– Gross trailer weight: 16.000 kg
– Ground clearance: 350 mm
– Wheelbase: 3.750 mm
– Ukuran ban: 14R20 18PR
– Mesin: Diesel LIAZ M1.2B M640
– Gearbox: PRAGA 14 PS 150
– Emergency brake: pressure-air brake
– Parking brake: spring-type
– Auxiliary brake: engine brake, flap type exhaust brake
– Kecepatan max: 105 km per jam

Anggota DPR: Penyerangan Tolikara karena intelijen lemah

Anggota DPR: Penyerangan Tolikara karena intelijen lemah
Dokumentasi Kepala Badan Intelijen Negara, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Sutiyodo, dan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan), berjabat tangan seusai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/7/15). Sutiyoso menggantikan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Norman Marciano, yang belasan tahun lebih muda. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
... dari jauh-jauh hari setelah surat dikeluarkan pihak kemanan harus segera menindaklanjuti dan diantisipasi...
Anggota Komisi III DPR, Sufmi Ahmad, di Jakarta, Senin, menyatakan, penyerangan dan kerusuhan di Tolikara, Papua, pada hari pertama Lebaran 2015 ini karena intelijen lemah. 

"Kalau menurut saya, peristiwa ini menunjukkan ada kelemahan dalam intelejen kita, Seharusnya dari jauh-jauh hari setelah surat dikeluarkan pihak kemanan harus segera menindaklanjuti dan diantisipasi," kata dia.

Katanya, intelejen haru memiliki "mata" dan tindakannya juga harus kuat, karena Papua itu potensi konfliknya besar, dan ada potensi gerakan separatis juga bisa terjadi. 

"Ini tantangan buat Bang Yos. Kalau dia tidak bisa memenuhi tantangan ini dia mundur saja," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Sutiyoso sebagai kepala baru Badan Intelijen Negara sudah mencanangkan program pencetakan 1.000 agen intelijen, juga membuka kantor perwakilan BIN di Turki mengantisipasi penyebaran radikalisme sangat ekstrim NIIS/ISIS. 

Sedangkan anggota lain Komisi III DPR, Nasir Jamil, menyatakan, pelaku penyerangan di Tolikara, Papua, harus diberi hukuman.

"Ini negara hukum karena itu siapapun pelakunya harus diselesaikan secara hukum. Saya ingin agar polisi bisa menemukan dan menangkap siapa dalang dari peristiwa itu," katanya. 

" Jika dalang kerusuhan itu tidak berhasil ditemukan dan dihukum maka saya pesimis situasi di lapangan bisa kondusif," kata Kamil.
 

TNI AL Pesan 4 Tambahan Kapal Frigate Sigma

  Desain Frigate PKR Sigma TNI AL
esain Frigate PKR Sigma TNI AL
Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan akan mengganti seluruh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang usianya sudah tua . Langkah tersebut diambil guna meningkatkan kualitas persenjataan TNI.
”Jadi, yang lama diganti barang-barangnya. Laut yang usianya 40 tahun, udara 30 tahun. Nggak ada nambah nambah, cukuplah. Sudah kuat kita ini,” ujarnya di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Mantan KSAD ini mengakui, dengan pertahanan yang kuat, maka Bangsa Indonesia bisa mandiri di bidang ekonomi dan mampu menjaga sumber daya alam maritim.
Termasuk, mendukung Program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). ”Kita bisa berdaulat pangan di laut, pengembangan infrastruktur maritim dan kekuatan pertahanan maritim,” katanya.
Senada, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan, terkait dengan visi maritim, ada banyak alutsista milik TNI AL yang usianya sudah cukup tua sehingga perlu peremajaan dalam rencana strategi Minimum Essential Force(MEF). Ade mencontohkan, kapal-kapal patroli yang kondisinya sudah tua seperti fast patrol boat (kapal patroli cepat) serta kapal frigate dan korvet buatan Belanda.
”Ada beberapa alutsista yang usianya sudah tua yang harus diremajakan pada tahun ini. Contohnya, kapal frigate eks Belanda, itu kan buatan tahun 1967, ada enam kapal. Jadi, usianya kalau sekarang sudah 48 tahun,” kata Ade.
Pengerjaan PKR Sigma pertama TNI AL di Belanda
Pengerjaan PKR Sigma pertama TNI AL di Belanda
Dari sisi kelayakan, kata Ade, kapal tersebut masih dapat digunakan karena kemampuan apungnya masih bagus namun tetap harus mendapat perhatian. Karena itu, TNI AL sudah mengurangi tugas combat kapal tersebut. Ade mengakui, belum seluruhnya kapal frigate diremajakan.
Kendati demikian, dua kapal pengganti sedang dalam proses pembuatan oleh PT PAL. ”Kita juga sudah memasukkan tambahan empat. Karena itu, kita mengharapkan tidak berubah secara signifikan secara jumlah, tetapi kualitas. Jadi enam kapal ini, dua sudah dimulai, empat kita masukan dalam revisi MEF,” katanya.
Kapal yang juga kondisinya sudah tua adalah empat kapal korvet buatan Belanda. Kapal yang diproduksi pada tahun 1980 ini sudah berusia 35 tahun. Ade menyampaikan, dua dari empat kapal tersebut sedang mengalami perbaikan pada tahun ini. Perbaikan tersebut mencakup kemampuan apung, kemampuan tempur, dan sistem persenjataan, sehingga kapal tersebut bisa digunakan hingga 5–10 tahun ke depan. ”Kita membutuhkan 151 kapal, nantinya itu semua diisi oleh kapal-kapal baru sehingga posturnya utuh,” katanya.
Pengerjaan Kapal PKR Sigma kedua TNI AL di Surabaya
Pengerjaan Kapal PKR Sigma kedua TNI AL di Surabaya
Ade menambahkan, alutsista lainnya yang perlu diganti adalah pesawat udara untuk tactical maritime aircraft atau pesawat udara maritim taktis. Pesawat tersebut diperlukan untuk membantu kegiatan di laut. Termasuk, pengadaan 11 helikopter anti kapal selam (AKS).
”Kita ingin dihidupkan lagi skuadron pesawat AKS. Tahap pertama 11 helikopter. Apalagi, kapal kita konsepnya bahwa helikopter adalah bagian organik. Karenanya, semua kapal yang memiliki geladak akan dilengkapi helikopter sehingga punya kemampuan utuh untuk peperangan yakni, peperangan anti udara, peperangan anti kapal permukaan, dan peperangan anti kapal selam. Termasuk, dalam maritime surveilance dari kapalkapal itu sendiri,” ucapnya.
Begitu juga dengan kapal penyapu ranjau dan dua kapal selam milik TNI AL yang kini sudah tua. Ade menuturkan, dua kapal selam KRI Cakra 401 dan KRI Nanggala 402 sudah dioperasikan sejak 1980.

Koran-Sindo.com

Jet Tempur TNI Mig 21 Bikin Gentar NATO

 Mig 21 TNI AU

Mig 21 TNI AU
image
image
Jet tempur TNI MiG adalah pesawat tempur paling canggih pada masanya. Tahun 1960an, TNI AU menjadi Macan Asia dan sangat ditakuti.
Indonesia memiliki puluhan jet tempur MiG secara lengkap. Mulai dari MiG-15, MiG-17, MiG-19 hingga MiG-21.
Hal inilah yang membuat AS dan NATO terus menerus memonitor kekuatan TNI AU. Mereka khawatir karena kemampuan MiG jauh di atas jet tempur Blok Barat. (Merdeka.com).

Videonya:

TNI Pasang Jembatan Bailey di Calang

  image
image
image
image
image
image

Prajurit Bataliyon Zeni Tempur (Yon Zipur) TNI-AD dari Banda Aceh, mengerjakan pemasangan jembatan bailey di kawasan Mon Mata lintas Calang, Aceh Jaya, Sabtu (18/7/2015).
Jembatan bailey tni sepanjang 12 meter itu menggantikan jembatan gorong-gorong dan badan jalan yang putus dihantam banjir besar Rabu (15/7/2015) lalu menyebabkan transpotasi darat Banda Aceh ke barat selatan Aceh atau sebaliknya sempat lumpuh.
Meski suasana sedang Lebaran Idul Fitri 1436 Hijriah, puluhan prajurit TNI Zipur yang dikerahkan sejak Kamis (16/7/2015) lalu tetap semangat menuntaskan jembatan untuk menormalkan kembali arus transportasi darat terutama jelang arus balik di ruas jalan provinsi/nasional tersebut.

Serambinews.com

Kunjungan Panglima TNI ke Pulau Terluar

  image
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Pangdam I/Bukit Barisan, Asops Panglima TNI, Kapuspen TNI, Danrem 033/WP, beberapa waktu lalu mengunjungi Pulau Terluar NKRI tepatnya Wilayah Korem 033/WP di Pulau Sekatung Kabupaten Natuna. Kedatangan Panglima TNI dan rombongan di Pulau Sekatung disambut dengan jajar kehormatan dari regu jaga pengamanan Pulau Terluar dan Tari Sekapur Siri yang dipersembahkan oleh masyarakat setempat, 20 Juli 2015.
Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan rasa bangga karena dapat bersama-sama berkumpul dengan Prajurit TNI yang sedang bertugas di perbatasan, terutama pada Hari Raya Idul Fitri 1436 H.
image
image
image
Di sela-sela pengarahannya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menanyakan kepada anggota TNI AD dan TNI AL yang melaksanakan pengamanan di Pulau Terluar tersebut tentang masalah yang dihadapi. Salah satu anggota perwakilan dari yang tertua yaitu Serka Mar Sugeng mengatakan antara lain masalah air bersih, perumahan yang di tempati sudah mulai rusak, mushola untuk sarana ibadah, dan sarana tranportasi serta sarana alat komunikasi yang sulit. “Saya akan mengupayakan untuk mendukung masalah yang dihadapi prajuritnya di garis terdepan tersebut”, kata Panglima TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga memberikan dana untuk pembangunan Mushola di Pulau Sekatung yang diserahkan secara simbolis kepada Pak Camat, yang turut hadir dalam kunjungan Panglima TNI di Pulau Terluar tersebut.
image
image
Selanjutnya dengan menggunakan Pesawat CN-295, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Asops Panglima TNI, Dankormar dan Kapuspen TNI melaksanakan kunjungan ke pulau bagian paling utara NKRI Kabupaten Natuna. Kedatangan Panglima TNI dan rombongan disambut langsung oleh Komandan Lanud Ranai Letkol Pnb Mohammad Nurdin dan para SKPD (Satuan Kerja Pemerintahan Daerah) baik militer dan sipil Kabupaten Natuna di Apron Base Lanud Ranai.
Panglima TNI dalam pengarahannya dengan ratusan Prajurit TNI, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU di Hanggar Barat Lanud Ranai mengatakan, Saya bahagia bisa berlebaran dengan para prajurit di Pulau Sekatung dan prajurit di Natuna. “Saya bisa melihat wajah-wajah ceria disini yang baru merayakan Lebaran dan baru menerima gaji ke-13. Saya juga ucapkan selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Bathin”, ujar Panglima TNI.
image
image
image
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan turut berduka cita atas kecelakaan pesawat Hercules beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, bagaimana mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Secanggih apapun peralatan kita kalau ada oknum yang merusak kebersamaan TNI dengan TNI atau TNI dengan Polri atau TNI dengan rakyat, itu sama saja melumpuhkan diri kita sendiri, karena kekuatan suatu bangsa adalah kebersamaan, kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh negara manapun juga”, tegas Panglima TNI. (Puspen TNI).

Autentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.