Jam Digital

Jumat, 04 April 2014

Panglima: Dulu Ketidaknetralan TNI Itu Perintah

Dia minta masyarakat tidak pesimis dan curiga terhadap TNI.

Panglima TNI Jendral Moeldoko
Panglima TNI Jendral Moeldoko (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengumpulkan seluruh Panglima Komando Utama dan Panglima Komando Militer (Pangdam) seluruh wilayah Indonesia, Jumat 4 April 2014.

Dalam rapat yang digelar di Mabes TNI Cilangkap, Moeldoko memberikan arahan kepada seluruh panglima komando wilayah untuk menjaga netralitas dalam pemilu yang akan berlangsung pekan depan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut.

"Saya menegaskan kepada Pangkotama (Panglima Komando Utama) agar menjaga netralitas," kata Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, sebagai pemegang komando tertinggi TNI dirinya tak henti-hentinya memastikan bahwa pihaknya netral dalam pesta demokrasi kali ini. Ia juga berharap agar masyarakat percaya terhadap TNI yang tidak akan terlibat dalam pemilu.

"Dalam setiap kesempatan saya tekankan agar masyarakat tidak pesimis, tidak curiga terhadap kami," katanya.

Menurut Moeldoko, era sebelum-sebelumnya TNI tidak netral itu karena perintah pimpinan. Namun, kini di bawah kepemimpinannya TNI lebih terbuka dan tidak akan berpihak pada kekuatan politik tertentu.

"Kalau dulu ketidaknetralan TNI adalah perintah. Sekarang ini justru kenetralan lahir dari hati sanubari prajurit. Sekarang tidak ada lagi yang bisa dimain-mainkan, tidak bisa lagi ditutupi. Itulah perbedaan tentara zaman dulu dan tentara zaman sekarang," katanya.

Rapat dengan Pangkotama kali ini, lanjut Moeldoko, juga mengevaluasi kinerja TNI masing-masing angkatan.

"Dalam rapat evaluasi ini kami akan membahas kinerja masing-masing kesatuan dan perkembangan politik jelang pemilu," katanya.