Jam Digital

Kamis, 10 April 2014

Kasau : ASEAN Open Sky Policy 2015 Membawa Implikasi Terhadap Potensi Pelanggaran Wilayah Udara


Kasau : ASEAN Open Sky Policy 2015 Membawa Implikasi Terhadap Potensi Pelanggaran Wilayah Udara
Perkembangan lingkup regional membawa kompetisi kedaulatan wilayah dan akses ekonomi di kawasan Laut Cina Selatan yang dari waktu ke waktu cenderung meningkat, perlu mendapat perhatian dan kesiapan bersama. Demikian halnya dengan keamanan dirgantara di kawasan, dikarenakan Indonesia berada pada salah satu wilayah perlintasan transportasi dunia dan juga terkait dengan rencana pemberlakuan kebijakan ASEAN Open Sky Policy 2015. Kondisi ini membawa implikasi terhadap potensi pelanggaran wilayah udara yang harus kita sikapi dengan tingkat kewaspadaan tinggi. 
Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, dalam sambutannya pada Upacara Peringatan HUT ke-68 TNI Angkatan udara, di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (9/4). HUT TNI Angkatan Udara kali ini tidak melibatkan Alutsista yang biasanya selalu menunjukkan atraksi udaranya di Langit Jakarta, karena bertepatan dengan hajat Nasional berupa pemilihan Legislatif (Pileg).
Dirgantara nasional sebagai wilayah kedaulatan yang memayungi kelangsungan hidup bangsa harus dipertahankan dan diamankan. Karenanya, Angkatan Udara sebagai komponen utama Pertahanan Negara aspek dirgantara harus dapat menjadi kekuatan udara Nasional (National air power) yang handal.
Kosekuensinya, TNI Angkatan Udara  harus memiliki kesiapan operasional yang tinggi,  yang didukung Alusista modern serta prajurit profesional,  agar selalu pada posisi siap siaga setiap saat.  Program penambahan, penggantian dan modernisasi Alutsista yang sudah berjalan selama ini patut kita sambut dengan gembira. 

TNI.