Kamis, 13 Maret 2014

Pembangunan dermaga Pangkalan TNI AL Balikpapan mendesak



 Seorang anggota provos TNI AL melintas di dekat KRI Cakra-401 yang berlabuh di Pangkalan TNI AL Palu, Watusampu, Sulawesi Tengah, Minggu (12/5), dalam rangka mengisi bahan bakar dan perbekalan. Pangkalan ini diproyeksikan menjadi pangkalan khusus kapal-kapal selam TNI AL. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Tokoh masyarakat Kalimantan Timur, Ichlas Hasan, menyatakan, pembangunan pelabuhan dermaga TNI AL di Balikpapan, Kalimantan Timur, bersifat mendesak segera diwujudkan

"Perlu gerak cepat dalam menjaga kedaulatan dan keamanan NKRI di perbatasan," kata dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta Kamis.

Balikpapan merupakan daerah perbatasan yang strategis terkait menjaga kedaulatan dan keamanan negara kesatuan Indonesia, sehingga diharus didukung berbagai hal, di antaranya dermaga khusus militer untuk mempercepat pergerakan kapal TNI AL.

Dermaga ini, kata dia, tidak bisa digabung dengan dermaga pelabuhan sipil. 

"Terlebih TNI AL memerlukan latihan dengan ruang lebih besar," ujar calon legislator DPRPartai Demokrat Daerah Pemilihan Kalimantan Timur itu.

Pangkalan TNI AL memiliki empat fungsi dasar, yaitu tempat mereparasi kapal dan peralatan pendukung, penggantian suku cadang, amunisi, dan personel, rekreasi, serta pengisian bekal ulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar