Senin, 31 Maret 2014

LHD dan peran strategisnya guna mendorong kekuatan Maritim TNI AL

mistral-warships
Mistral Perancis, pilihan utama bagi TNI AL. Selain sudah teruji, TNI punya pengalaman bertransaksi dengan Perancis.

About LHD
Amphibious Assault Ship atau lebih asyik disebut Landing Helicopter Dock (LHD) adalah sejenis kapal perang yang dilihat dari bentuknya mirip seperti Alter Ego nya Kapal Induk/AirCraft Carrier. Kapal jenis ini dirancang dengan kemampuan serbaguna (multipurpose) seperti mengangkut kendaraan-kendaraan amfibi, Helikopter ,pesawat tempur berkemampuan STOVL seperti AV-8 Harrier,F-35B Lightning II hingga helikopter kawin silang MV-22 Osprey. Tak banyak negara yang mengoperasikan LHD di angkatan lautnya, jumlahnya masih bisa dihitung jari, semisal Amerika (Wasp Class), Perancis (Mistral Class), Korea Selatan (Dokdo Class), Jepang (Hyuga Class), Spanyol (Juan Carlos Class) dan Australia (Canberra Class).
Dalam perkembangan ditubuh AL Amerika Serikat, LHD dapat dimodifikasi menjadi Landing Helicopter Assault (LHA) dimana LHD jenis ini lebih dikhususkan untuk mengangkut alutsista berstatus otensif (menyerang). Untuk pertahanan diri, LHD dapat dilengkapi dengan sejumlah Defensive System misalnya Anti-Torpedo Towed Defense System (Nixie), Close in Weapon Sytem dan Active missile decoy system (ex Nulka) atau bisa juga mendapatan kawalan (escort) dari beberapa Frigate dan Kapal selam layaknya Carrier.

Why Need LHD?
Berkat Pesona yang dipancarkan LHD pulalah, membuat Rusia mengambil keputusan yang mengejutkan dunia militer saat itu. Rusia negara pengekspoer senjata terbesar didunia justru untuk pertama kalinya membeli alutsista diluar negaranya yakni LHD Mistral buatan Perancis. Kabar pembelian ini sempat menghebohkan sekutu Perancis di Nato dan Amerika serikat. Bukan tanpa alasan Rusia memlih Mistral, selain meningkatkan kekuatan armada laut hitam Rusia, Mistral juga memangkas waktu pergelaeran pasukan amfibi dari hitungan jam ke hitungan menit.
Selain disebut sebagai kapal induk helikopter, LHD juga termasuk Bâtiments de Projection et de Commandement (BPC), kapal komando dan proyeksi kekuatan. kapal BPC akan dilengkapi dengan fasilitas komunikasi canggih yang membuat kapal BPC bisa menjadi kapal komando dan mampu menjalankan operasi gabungan multinasional.
LHD dengan kekuatan penuh, kehadirannya bak monster laut.
LHD dengan kekuatan penuh, kehadirannya bak monster laut. Lihatlah alutsista yang diangkut, ngeri.

Menilik apa yang dilakukan AL Rusia dalam memodernisasi armada lautnya, Indonesia sebagai negara kepulauan juga sudah semestinya memilki tujuan mengembangkan kekuatan AL dengan memakai Alutsista yang sangat strategis. Apalagi kini, Nusantara tengah terkepung pangkalan militer asing yang menyebar melingkar bak sebuah cincin, ditambah negara tetangga selatan yang sebentar lagi akan mengoperasikan LHD Canberra Class dan sejumlah kapal Destroyer maka sebagai negara terbesar di kawasan, Indonesia khususnya TNI AL senantiasa mewaspadai setiap gerakan modernisasi dikawasan dengan berbagai bentuk dan tujuannya. Berikut beberapa keunggulan bila TNI Angkatan Laut bila memiliki kapal LHD dalam jajaran Alutsistanya :
  • Meningkatkan daya pergelaran kekuatan TNI secara umum, dimana sebuah LHD dengan bobot 20.000an ton mampu mengangkut ribuan personil, Helikopter, watercraft termasuk dengan semua senjata, amunisi, kendaraan dan logistik. Sehingga jika dilakukan Operasi Amfibi atau pendeployan pasukan marinir dapat di lakukan secara masif dalam waktu yang tak terlalu lama. Sangat cocok dengan kondisi geografi dan geopolitik wilayah NKRI yang terdiri dari banyak pulau sebagai sebuah medan laga.
  • Mendukung poin diatas, LHD dapat menjadi pusat komando operasi gabungan TNI AL dengan teknologi yang lebih canggih sesuai perannya sebagai BPC (Bâtiments de Projection et de Commandement )
  • LHD juga sangat luar biasa untuk mengemban misi kemanusiaan, kemampuan angkut yang luar biasa besar ,Tim penyelamat dan pasokan logistik untuk para korban bencana dapat didistribusikan dengan lebih efektif.
  • Memberikan efek penangkal / Deterens sehingga tugas pengawasan dan pengamanan perairan nusantara berserta ZEE lebih bertaji serta menjadi prestige tersendiri jika memilikinya.
LHD spanyol, JuanCarlos beserta akesorisnya yang memukau.
LHD spanyol, JuanCarlos beserta akesorisnya yang memukau.
Tantangan untuk memiliki kapal LHD bagi TNI AL :
  • Ketersediaan anggaran dan prioritas kebutuhan, untuk saat ini mungkin peran kapal komando dan penanganan bencana (non perang) bisa ditambal oleh kapal jenis LPD yang sudah dioperasionalkan TNI AL.
  • Selain problem klasik anggaran, siapun tahu bahwa LHD adalah Alutsista yang sangat strategis, bila sudah memiliki dana belum tentu ada negara produsen LHD yang memberikan lampu hijau. Pilihan negara produsen LHD yang mungkin masih bisa ditembus adalah Perancis dan Spanyol, bisa tidaknya tergantung kemampuan berdiplomasi yang cerdas dan strategis tanpa merugikan salah satu pihak.
  • Reaksi negara kawasan yang terhadap upaya Indonesia memiliki kapal LHD, apalagi bila masih dalam tahap penjajakan muncul reaksi memanas dari negara tetangga, maka perlu upaya khusus untuk meredam gejolak ini sehingga tidak melebar menjadi ajang perlombaan senjata dikawasan (Arm Race).
  • ‘amunisi’ LHD yang harus dimiliki, seperti helikopter tempur, ASW, transport dan kendaraan amfibi menjadi beban tersendiri, apalagi bila ‘amunisi’ ini masih belum dipersiapkan dengan matang seperti merk helikopter yang dipilih, dsb.
  • The Last, Biaya Operasionalnya yang tentu saja akan sangat mencengangkan, dalam hal ini semua kembali pada kondisi ekonomi dan keuangan negara.
At least, meski terlihat sulit diwujudkan untuk saat ini, tetapi memiliki sebuah kapal LHD beserta isinya bukanlah Kemustahilan. Berharap saja, Kemhan dan TNI AL akan melirik dan mewacanakan pembelian LHD dalam daftar MEF mendatang mengingat teknologi dan ancaman militer terus berkembang dinamis. Kita tunggu saja penerus pemerintahan Presiden SBY kelak, semoga akan tetap konsisten untuk meneruskan program modernisasi Alutsista ini, termasuk terus berupaya meningkatkan kemandirian Alutsista bersama BUMN strategis negeri ini.
Bersama LHD, Jales veva Jaya mahe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar