Jam Digital

Kamis, 23 Januari 2014

Marinir Unjuk Gigi di Natuna


FINAL PLANNING CONFERENCE MULTILATERAL NAVAL EXERCISE KOMODO 2014 (photo: marinir.mil.id)
FINAL PLANNING CONFERENCE MULTILATERAL NAVAL EXERCISE KOMODO 2014 (photo: marinir.mil.id)

Marinir unjuk gigi di Natuna. Tak tanggung-tanggung dalam latihan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2014, Maret hingga April 2014, Korps Marinir TNI-AL akan menjadi tuan rumah dari pasukan 18 Negara yang berlatih di Laut Natuna, Kepulauan Riau.
18 negara yang terlibat adalah yang tergabung dalam organisasi ADMM (Asean Defense Miniters Meeting) plus, diantaranya Philippina, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, Amerika Serikat, Australia, China, Russia, Jepang, India, Korea Selatan, dan Selandia Baru.
Mengkordinasikan pasukan dari belasan negara dalam sebuah latihan perang bersama, tentulah bukan perkara mudah. Semua pasukan harus bermanuver berdasarkan skenario yang ditentukan. Belum lagi unsur komunikasi, logistik, persenjataan, serta kendaraan tempur yang dibawa oleh masing-masing negara.
Marinir akan memimpin pasukan dari 18 negara dalam sebuah latihan perang. Jika latihan ini sukses, maka bisa dibilang kemampuan organisasi di tubuh Marinir, patut diacungi jempol. Profesional.
FINAL PLANNING CONFERENCE MULTILATERAL NAVAL EXERCISE KOMODO 2014 (photo: marinir.mil.id)
FINAL PLANNING CONFERENCE MULTILATERAL NAVAL EXERCISE KOMODO 2014 (photo: marinir.mil.id)

Hingga kini mungkin belum ada satuan lain di tubuh TNI yang melakukan latihan perang yang melibatkan perwakilan negara yang begitu banyak. Kurang lebih 18 negara. Blessing in disguise buat marinir adalah, semua negara-negara itu berkepentingan dengan keamanan Laut China Selatan.
Coba kalau latihannya pindah ke Situbondo atau Cilacap, mungkin banyak negara itu, tidak akan ikut serta. Jadi pilihan Marinir mengambil lokasi latihan di Natuna, sebuah terobosan yang brilian. China saja yang menjadi semacam “common enemy” dari negara-negara Asia Tenggara dan Timur dalam kasus Sengketa di Laut China Selatan dan Timur, memilih ikut dalam latihan ini.
Dengan demikian, faktor yang paling sulit adalah menentukan negara mana yang dianggap sebagai musuh bersama. Bisa ditebak musuh yang akan disimulasikan dalam latihan adalah kelompok teroris dari negara antah berantah.
marinir-3
Menjelang latihan bersama MNEK 2014 tersebut TNI Angkatan Laut menyelenggarakan rapat Final Planning Conference (FPC) yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 16-17 Januari 2014 di Swiss-bell hotel Batam. Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi Indonesia sebagai tuan rumah dan 18 negara yang tergabung dalam organisasi ADMM (Asean Defense Miniters Meeting) plus, diantaranya Philippina, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, Amerika Serikat, Australia, China, Russia, Jepang, India, Korea Selatan, dan Selandia Baru.
Rapat FPC dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio  dilanjutkan dengan pembahasan materi diskusi yang dipimpin Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlabar) Laksamana Pertama TNI Dr. A. Oktavian, sebagai Direktur Latihan.
Rapat dilanjutkan paparan dari masing-masing bidang serta session tanya-jawab. Paparan Encap disampaikan oleh Letda Marinir Suyudi. Usai paparan, masing-masing peserta delegasi negara sahabat menajamkan hasil Mid Planning Conference (MPC) MNEK 2014 yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 November 2013 di Jakarta.
FINAL PLANNING CONFERENCE MULTILATERAL NAVAL EXERCISE KOMODO 2014 (photo: marinir.mil.id)
FINAL PLANNING CONFERENCE MULTILATERAL NAVAL EXERCISE KOMODO 2014 (photo: marinir.mil.id)

Tim Encap Korps Marinir yang diketuai oleh Komandan Resimen Bantuan Tempur-2 Marinir (Danmenbanpur-2 Mar) Kolonel Marinir Tri Subandiana sebagai Dansatgas memimpin jalannya diskusi dengan memberikan penjelasan rinci kepada tiap-tiap delegasi negara sahabat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penempatan personel negara peserta di dua kepulauan besar yaitu Anambas dan Natuna, serta asset yang akan digunakan, akomodasi, dukungan logistik dan jenis-jenis proyek yang akan dikerjakan.
Kegiatan rapat ditutup oleh Pangarmabar Laksmana Muda Arief Rudianto dilanjutkan hari kedua survey lapangan. Hadir dalam kegiatan ini Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Denny Kurniadi, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso dan Asops Kormar Kolonel Marinir Purwadi. (sumber: marinir.mil.id).

JKGR.