Jam Digital

Jumat, 10 Januari 2014

"Ledakan ATM di Malang: Permainan Intelijen Gelap"

Lokasi Peledakan ATM (ist)
Lokasi Peledakan ATM (ist)

Teror ledakan di bilik ATM Bank Mandiri, Karangploso, Malang, Kamis (09/01), merupakan produk intelijen gelap dengan motif sebagai warming up pengamanan Pemilu 2014.
Salah satu point analisis itu disampaikan pemerhati kontraterorisme, Harits Abu Ulya, kepada intelijen (09/01). “Saya condong menduga ini adalah permainan intelijen gelap. Dan dari bahan material bom, digabung dengan konteks isu belakangan yang berkembang tentang ancaman keamanan, maka ‘teroris’ bisa menjadi kambing hitam kembali,” tegas Harits.
Sejumlah analisis soal peledakan ATM di Malang, disampaikan Harits. “Teror di Malang itu bukan upaya perampokan, tapi lebih pada bentuk teror. Bisa jadi pelakunya orang yang tidak puas terhadap kasus tertentu,” jelas Harits.
Kemungkinan lain, kata Harits, teror ledakan ATM Malang ditujukan untuk mengalihkan isu terkait terpojoknya posisi Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam kasus penindakan terorisme. Aksi Densus 88 dan BNPT dinilai tidak proporsional dan melanggar HAM.
“Dari TKP terlihat indikasi-indikasi bahwa ledakan ini tidak disengaja untuk mengambil uang atau brankas. Dan juga tidak dengan target yang bisa menimbulkan korban sipil maupun aparat,” pungkas Harits.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, menyatakan, peledakan ATM Bank Mandiri Malang dilakukan oleh pihak-pihak teroris. “Dengan media dan bahan yang digunakan kemungkinan itu adalah upaya yang dilakukan pihak-pihak teroris,” kata Adi Deriyan, seperti dikutip BBC.