Senin, 02 Desember 2013

3365 Prajurit TNI Latihan Perang di Hutan Simalungun


Danko Diklat Mabes TNI AD Letjend TNI Lodewijk bersama prajurit
Sebanyak 3.365 prajurit TNI Angkatan Darat Brigade VII Rimba Raya melakukan latihan perang di daerah Desa Dolok Merawa Kecamatan Silau Kahean di Kabupaten Simalungun.Latihan dengan menggunakan alat berat selama 14 hari.

Latihan perang ini juga melibatkan unsur Satuan Tempur Kodam I/BB serta senjata berat dan helikopter terlibat dalam latihan gabungan. 

Danko Diklat Mabes TNI AD Letjend TNI Lodewijk kepada wartawan seusai acara penutupan latihan ini mengatakan merupakan ajang ujian bagi prajurit untuk meningkatkan profesional dalam menjalankan tugasnya. Tidak hanya mahir bertempur dan menyerang musuh, akan tetapi prajurit juga mahir dengan beragam kemampuan dan managerial lainnya selama menjadi prajurit TNI AD.

Diutarakannya, latihan Brigade VII Rimba Raya ini adalah suatu bentuk latihan dalam operasi yang mengadopsi combain up artinya brigade diperkuat dengan unsur satuan tempur maupun bantuan administrasi nah dalam konteks ini maka brigade ini diujicobakan bagainana aspek kodal taktis dan teknis sesuai dengan kecabangan masing-masing dalam suatu operasi.
Kegiatan latihan yang berlangsung selama 14 hari ini, para penerbat atau para penerbangan ini mampu menguasai Simalungun Militery Training Area, yang merupakan salah satu kawasan tempur baru.

Lodewijk juga memaparkan latihan setingkat Brigade ini dilakukan tiga tahun sekali dimana mekanisme harus melewati standarisasi dimulai dari tingkat regu, pleton, kompi dan batalion serta unsur administrasi. Selain itu juga Danko Diklat Mabes TNI AD juga terlihat senang melihat kemampuan prajurit Kodam I/BB dalam latihan penyerangan terhadap garis musuh dengan sasaran dan metode yang telah ditentukan.


Menyambung latihan ini nantinya akan menggandeng TNI-AU, Danko Diklat Mabes TNI AD ini mengatakan tidak tertutup kemungkinan sebab lokasi ini sangat baru dan strategis terlebih jarak eks Bandara Polonia yang kini Menjadi Pangkalan TNI-AU tidak terlalu jauh sehingga latihan gabungan TNI AD maupun TNI AU bisa dilaksanakan.

Latihan yang digelar selama 14 hari para prajurit mendapatkan pelatihan mengempur pertahanan musuh sesuai dengan peta lokasi penyerangan. 





MI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar