Sabtu, 24 Mei 2014

Polda Papua Dalami Penyelundupan Senjata dari Filipina Selatan

Ilustrasi Penyeludupan Senjata (IST)

Kepolisian Daerah Papua masih mengembangkan kasus penyelundupan senjata dari Filipina Selatan dan Papua Niugini yang diungkap Tim Khusus Polda Papua, Februari hingga awal Mei lalu.
Kapolda Papua Irjen Polisi Tito Karnavian menjelaskan, terungkapnya jaringan perdagangan senjata dari Mindanao, Filipina Selatan melalui Pulau Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, ketika seorang pria berinisial JM tertangkap membawa ratusan amunisi bersama 3 pucuk senjata, jenis Armalite AR-15, Revolver dan FN di Pelabuhan Sorong, 6 Mei lalu.
Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa tersangka JM diduga merupakan jaringan kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya.
“Saya belum dapat menyebutkan nama kelompok tersebut, karena kami masih mengembangkan kasus ini. Yang pasti JM sudah mengetahui jalur perdagangan senjata melalui Pulau Sangihe Talaud ke Philipina Selatan karena sebelumnya ia berhasil menyelundupkan 3 atau 4 pucuk senjata. Saat ini kasus ini sudah ditangani bersama Mabes Polri,” urai Tito di Jayapura, Kamis (22/5/2014).
Polda Papua juga sedang mengusut dugaan keterlibatan oknum pejabat salah satu Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua dan diduga mendanai pembelian senjata tersebut.
“Kami baru memiliki satu alat bukti, dan kami masih mencari bukti lain keterlibatan oknum pejabat tersebut,” jelas Tito.
Sebelum pengungkapan kasus penyelundupan senjata dari Philipina Selatan, Tim Khusus Polda Papua, menangkap RT yang membawa puluhan amunisi dari Papua Niugini di Pelabuhan Jayapura, 26 Februari lalu.
Dari pengungkapan kasus tersebut, menurut Tito untuk membuktikan bahwa pasokan senjata kepada kelompok-kelompok sipil bersenjata diwilayah Pegunungan Tengah Papua tidak hanya dari hasil rampasan namun juga melalui perdagangan ilegal dengan pihak asing.
“Kelompok sipil bersenjata yang sering melakukan aksi kriminal penembakan umumnya mendapat senjata dari rampasan terhadap aparat yang lengah seperti di Pos Kulirik, Puncak Jaya. Selain itu, mereka juga sudah mulai memasok persenjataan dari luar negeri melalui jalur perdagangan senjata ilegal,” ungkap Tito.

Sumber: Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar