Minggu, 18 Mei 2014

Panglima TNI Segera Bentuk Kogabwilhan


Dalam kunjungannya ke wilayah perbatasan, khususnya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) Jumat (16/5), Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko bersama rombongan sekitar 15 orang tiba di Tarakan sekitar pukul 7.30 wita, setelah bermalam di Balikpapan.
Panglima TNI berkunjung ke Satuan Radar 225 dan Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Tarakan. Kemudian, ia terbang menggunakan pesawat Helly Bell Seri 420, Helly Bell Seri 412 dan Helly Bell Seri 516  milik TNI AL ke Sebatik, Seimanggaris kemudian ke Sungai Nyamuk untuk melaksanakan ibadah sholat jumat. Selanjutnya, ke KRI Surabaya untuk makan siang di KRI sekaligus meninjau wilayah perbatasan di Karang Unarang Ambalat. Setelah itu, rombongan ke Tarakan untuk kembali ke Jakarta.
Usai berkunjung ke wilayah perbatasan di Kaltara, Panglima TNI mengungkapkan telah meresmikan rencana Operasi Garda Wibawa ke-14 menjadi operasi. Sebenarnya, rencana operasi ini telah dimulai tahun 2005, tapi operasi ini berdiri sendiri dari TNI AU, TNI AL dan TNI AD.
“Mulai sekarang, saya mengintegrasikan dan menginteroperability (sistem komando dan kontrol) menjadi satu satuan komando, satu kendali operasi. Untuk TNI AL dan TNI AU sudah menginteroperabilitykan Panglima Armada Timur (Pangmaritim) menjadi Panglima Komando Tugas Gabungan. Ke depan, TNI akan membentuk Komando Wilayah Pertahanan (Kolwilhan) atau Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan),” ujar Panglima TNI dikonfirmasi saat akan menaiki Pesawat Boeing milik TNI AU untuk kembali ke Jakarta.
Ia berkata, dibentuknya Komando Tugas Gabungan untuk menyatukan operasi, sehingga begitu ada Panglima Kogabwilhan semua akan berjalan dengan baik. “Alutista TNI cukup baik. Sekarang, belum terlalu kelihatan, jika ada penambahan alutista. Tapi, sampai Oktober 2014 nanti, akan mulai berdatangan terus alutista kita. Tahun 2015 sampai  2016, alutista akan semakin padat datangnya. Perkembangannya cukup baik,” jelas Panglima TNI.
Ia menjelaskan, alasan memilih Pangmaritim sebagai kepala komando, karena wilayah Kaltara ini merupakan wilayah kerjanya. Dalam struktur komando, Panglima TNI juga menempatkan Panglima Komando Sektor Makassar sebagai Wakil Panglima karena merupakan satu wilayah.
“Kita sudah cek Sukhoi terbang di atas air. Antara TNI AL maupun TNI AU dapat berkomunikasi dengan baik dan memberi input data, sehingga persoalan di laut begitu didapat, satuan udara memberi bantuan satuan di laut,” bebernya.
Disinggung permasalahan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia terkait wilayah perbatasan di perairan Karang Unarang, hal itu merupakan urusan politik dan diplomatik. Tugas TNI akan tetap menjaga kedaulatan RI. “Sudah saya katakan kepada semua prajurit, dalam menjaga keutuhan atau kedaulatan sangat jelas dan tegas sikap kita. Tapi, jangan berbuat yang provokatif, karena akan memberi penafsiran yang berbeda oleh negara-negara di sekitar kita, dan akan mengganggu sistem diplomatik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjend TNI Muhammad Fuad Basya juga menambahkan, wilayah perbatasan merupakan domainnya laut dan udara. Karena itu, menunjuk Panglima Armada Timur untuk menjadi Panglima Komando dalam rangka pengamanan perbatasan.
“Pengamanan perbatasan ini sebenarnya rutin dilakukan. Sebagai Kogabwilhan di bawah Panglima TNI, Kaltara masuk dalam Kogabwilhan 2. Karena itu, di bawah Pangmaritim. Kogabwilhan ini tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) turun, tapi semua pengajuan sudah masuk,” jelas Kapuspen TNI.
Di Nunukan sendiri, Panglima TNI Jendral TNI Dr Moeldoko membuka secara resmi operasi gabungan yang dilakukan oleh TNI AD, AL dan AU di perairan Karang Unarang Ambang Batas Laut (Ambalat) Indonesia-Malaysia. Ia juga menyempatkan diri berkunjung ke garis perbatasan di Pulau Sebatik yang berdampingan dengan Negara tetangga Malaysia. Fokus kunjungannya, yaitu melihat secara langsung patok-patok Indonesia yang terbentang di sepanjang garis perbatasan.
“Kunjungan Panglima TNI ke Nunukan dalam rangka mengawasi jalannya operasi gabungan dalam mempertahankan NKRI dengan berbagai kegiatan di dalamnya. Ia juga ingin melihat langsung wajah Indonesia di hadapan Negara tetangga Malaysia,” ujar Staff Humas dan Protokol Setkab Nunukan, Ayub kepada Koran Kaltara.
Beberapa daerah yang menjadi fokus operasi ini adalah Sebatik, Seimanggaris, Sebuku, Kecamatan Krayan yang merupakan wilayah Indonesia yang berhubungan langsung dengan Negara bahagian Sabah dan Serawak di bumi Malaysia.
“Kunjungan Pangliman TNI ditutup dengan upacara bendera di perairan Karang Unarang dan menuju Kota Tarakan mengikuti beberapa kegiatan lainnya,” terang Ayub.
Nunukan menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat termasuk unsur militer, karena tingginya peredaran narkoba di daerah ini, sehingga menjadi alasan diperketatnya pengawasan di wilayah perbatasan. Selain itu, bergesernya beberapa patok Indonesia juga menjadi perhatian serius dari TNI.
Sebut saja, beberapa kasus yang dilaporkan Satgas Pamtas Yonif 141/ AYJP beberapa waktu lalu saat diwawancara khusus oleh Koran Kaltara, yaitu ada sebagian patok Indonesia bergeser dan dilaporkan hilang. Beberapa penangkapan besar sabu-sabu terjadi di Pulau Sebatik dan Kecamatan Krayan.(www.korankaltim.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar