Selasa, 13 Mei 2014

LIPI & Iran Elektronik Industri, pengembangan sistem radar

(sumber photo  : http://www.liniberita.com)

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Industri Elektronik Iran (IEI) akan bergabung untuk mengembangkan dan memproduksi sistem radar aktif dan pasif untuk kepentingan sipil dan militer.
Joint venture  yang pertama di bidang telekomunikasi, karena, Iran dianggap memiliki tepi di kemajuan teknologi dan transfer teknologi.
Kepala Divisi LIPI telekomunikasi Mashury Wahab kepada The Jakarta Post Baru saja di Batam, Kepulauan Riau, bahwa LIPI akan bekerja dengan IEI untuk mengembangkan dan manufaktur sistem radar dengan bekerja sama dengan perusahaan Indonesia PT Dirgantara Aviation Enterprise.
Mereka akan mengembangkan kedua sistem radar aktif dan pasif. Sistem radar pasif mendeteksi sinyal dari sebuah partikel yang berbeda, sedangkan sistem radar aktif memiliki kemampuan untuk melawan musuh.
“Iran dan Indonesia akan bekerja sama dalam mengembangkan dan memproduksi dua sistem radar . Mereka akan digunakan dalam kepentingan pihak militer Indonesia [TNI] sistem senjata utama serta penerbangan sipil di bandar niaga, “kata Mashury.
“Iran memiliki  teknologi dalam bidang ini, seperti kapasitas hingga 500 kilometer radius. Iran juga memiliki teknologi bagus dan komponen mereka digunakan oleh lebih dari 52 negara,”ujarnya di sela-sela konferensi internasional ke-3 pada Radar, antena, Microwave, elektronik dan telekomunikasi (ICRAMET) di Batam.
Menurut Mashury, kolaborasi ini diharapkan dapat terwujud tahun ini, sehingga PT Dirgantara Aviation Enterprise segera bisa menghasilkan sistem radar.
Produk akan dicap sebagai “made  in Indonesia”, sedangkan untuk penggunaan militer, LIPI akan menyampaikan masalah kepada Komite kebijakan industri pertahanan (KKIP) untuk dimasukkan dalam alat utama sistem senjata  TNI .
Sementara itu, perwakilan IEI Ali Nasheer Ahmadi pada konferensi ICRAMET, mengatakan bahwa teknologi dapat memberikan keamanan bagi Indonesia dan Iran.
“Indonesia dan Iran, negara-negara Muslim, dapat bekerja sama untuk mengembangkan berbagai teknologi telekomunikasi di masa depan,” katanya.
Berdasarkan pernyataan dari LIPI, IEI adalah perusahaan negara Iran yang terlibat dalam pengembangan teknologi dan mempekerjakan hingga 5.000 orang. (http://www.thejakartapost.com)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar