Selasa, 18 November 2014

Prajurit TNI Banteng Rider Siap Tumpas Gerakan Sparatis di Papua

Tentara Banteng Rider berangkat ke perbatasan Papua. ©2014 Merdeka.com/Fariz

Ratusan prajurit dari kesatuan Yonif 400 Raider segera diberangkatkan untuk mengamankan tapal batas negara Indonesia-Papua Nugini di Kabupaten Keerom, Papua. Prajurit Banteng Raider, juga diminta mengantisipasi gangguan keamanan dari serangan gerakan sparatis yang bercokol di sana.
Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Laksma Darwanto, mengatakan ratusan prajurit Yonif 400/Raider harus mampu membantu meningkatkan keamanan di Kabupaten Keerom, Papua, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Bila ada gerakan separatis bersenjata, mereka harus mampu menumpasnya.
“Jadi, kalau ada gerakan separatis bersenjata yang berbahaya, mereka harus ikut menumpas,” ujar Darwanto, usai memantau kesiapan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400 Raider, di Markas Yonif 400 Raider Srondol Semarang, Selasa (18/11).
Tak hanya itu saja, anak buahnya juga harus mengantisipasi penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ke Papua Nugini sekaligus mencegah masuknya barang-barang ilegal lainnya. Darwanto menekankan bila ada prajurit terlibat illegal logging, maka akan dicopot.
Pemberangkatan ratusan prajurit Banteng Raider bakal dilakukan serentak pada akhir November 2014. Para prajurit bakal disebar di 19 pos penjagaan di Kabupaten Keerom. Mereka akan dibantu tenaga medis dan peralatan tempur lainnya.
Menurut Darwanto, pengiriman pasukan untuk menjaga tapal batas negara di Papua kali ini juga didukung kemampuan bertempur memadai serta pengetahuan lain di bidang pendidikan dan penguatan infrastruktur jalan serta jembatan.
“Mereka juga dibekali keahlian keimigrasian dan hukum militer untuk mengawasi para pelintas batas negara. Apalagi, saat ini masalah HAM masih disoroti di sana,” kata Darwanto, sembari menambahkan bahwa tugas menjaga tapal batas negara di Papua akan dilakukan selama sembilan bulan.

Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar