Rabu, 10 Juni 2015

Truvelo .50: Long Range Sniper Rifle Intai Amfibi Marinir TNI AL

201003231915261
Selain Denel NTW-20, ada satu lagi senapan anti material asal Afrika Selatan yang digunakan oleh TNI, yakni Truvelo yang digunakan satuan elit Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL. Senapan heavy barrel besutan Truvelo Armory ini datang dengan tawaran beragam varian, selain yang kondang kaliber .50 BMG (12,7 x 99 mm NATO), Truvelo juga menawarkan kaliber lain yang lebih sangar, yakni 14,5 x 144 mm, 20 x 82 mm, dan 20 x 110 mm. Semakin besar kaliber yang diusung, daya hancur dan jangkauan tembaknya dipastikan kian menggetarkan.
Nah, yang digunakan Marinir TNI AL adalah Truvelo 12,7 x 99 mm yang memang dipersiapkan untuk misi counter measure sniper, alias melibas keberadaan dan eksistensi sniper lawan. Atau dalam tugas-tugas infanteri pantai khas Marinir, senapan anti material yang punya jarak tembak efektif hingga 1.800 meter ini mampu melubangi lambung kapal musuh.
530467d509a19_338_Lapua_2e729ae418c8451c6891db30d26dmaxresdefault
Truvelo mengusung sistem operasi bolt action dengan pasokan magasin berisi lima peluru. Untuk peluru yang dapat dimuntahkan tersedia pilihan FMJ (full metal jacket), ball, AP (armor piercing), tracer, dan API (armor piercing incendiary). Pada Truvelo, receiver dicetak utuh dari bagian depan sampai ke popor belakang, termasuk dengan rear grip/monopod yang dibangun menyatu ke receiver sehingga tidak bisa disetel. Untungnya, masih ada bantalan popor dan pipi yang masih bisa diatur ketinggiannya melalui kenop putar yang ada di sisi kanan receiver.
Sistem bolt action Truvelo sepertinya menganut model Mauser bolt dengan dua lug di depan dan satu lug di belakang. Bolt juga dirancang dengan flute spiral untuk mengurangi beban dan panas. Seperti halnya Hecate II yang dipakai Den Bravo Paskhas TNI AU, Truvelo juga dilengkapi muzzle brake standar untuk meredam efek tembakan hingga 50 persen.
Keunikan Truvelo yakni popor dapat dilipat.
Keunikan Truvelo yakni popor dapat dilipat.
Prajurit Taifib Marinir TNI AL berparede dengan membawa Truvelo dan SMG K-7 Daewoo.
Prajurit Taifib Marinir TNI AL berparede dengan membawa Truvelo dan SMG Daewoo K-7.
Marinir065998614_20131024115439
Sebagai senapan anti material yang digunakan pasukan dengan kualifikasi amfibi, wajar bila Truvelo harus tahan dalam kondisi ekstrim, contohnya pihak pabrikan melansir informasi bahwa Truvelo sanggup beroperasi pada suhu -40 hingga 70 derajat Celcius. Soal bobot, seperti halnya senapan anti material lainnya, Truvelo juga terbilang spektakuler, yakni punya berat antara 13 sampai 16 kg, tergantunbg pada panjang laras. Dengan bobotnya yang aduhai, maka idealnya gelar senjata ini lebih tepat untuk menghajar sasaran yang sudah pasti.
Panjang laras Truvelo dapat disesuaikan, mulai dari 686 mm dan 1.000 mm. Yang membedakan Truvelo dengan senapan anti material lain, terletak pada popor yang bisa dilipat. Lalu bagaimana dengan akurasi bidikan? Truvelo rupanya ada kemiripan dengan Zastava M-93 Black Arrow yang dipakai Kopassus TNI AD, yaitu punya akurasi 1 MoA pada jarak tembak 500 meter, tentu saja ini bergantung pada jenis amunisi yang digunakan. MoA (minute of angle) adalah satuan ukuran yang digunakan sniper untuk mengukur akurasi. MOA mengukur akurasi tembakan dengan menjadikan jarak sebagai pertimbangan. (Gilang Perdana)

Spesikasi
– Negara asal: Afrika Selatan
– Kaliber: 12,7 x 99 mm
– Amunisi: FMJ, Ball, AP, Tracer, API
– Panjang: 1.405 mm (popor dilipat)/ 1.720 mm (tergantung pada ukuran laras)
– Panjang laras: 686 mm/ 1.000 mm
– Berat kosong: 13 kg/ 16 kg (tergantung penggunaan laras)
– Jarak tembak efektif: 1.800 meter
– Magasin: 5 peluru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar