Senin, 15 Juni 2015

TNI Bertarung di Olimpiade Militer Dunia 2015

  HUT TNI. ©AFP PHOTO/juni kriswanto
HUT TNI. ©AFP PHOTO/juni kriswanto

Para atlet dari kesatuan TNI mendapatkan penghargaan dalam kejuaraan Multi Events Panglima TNI dalam rangka peningkatan prestasi pada 6th Cism Word Military Games 2015. Pada penutupan kejuaraan tersebut, atlet TNI mendapatkan mendali yang diserahkan kepada para juara.
“Kejuaraan ini ditujukan untuk penyiapan atlet-atlet kita yang akan bertarung dalam pertandingan olahraga militer dunia, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 di Korea Selatan,” kata Irjen TNI, Letjen Syafril Mahyudin pada acara penutupan Kejuaraan Multi Events Piala Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/6).
Menurutnya, pada kejuaraan tersebut akan diikuti oleh angkatan bersenjata diseluruh dunia. Mereka berpartisipasi saling unjuk kebolehan.
“Kejuaraan ini akan diikuti oleh kurang lebih 134 negara, dari angkatan senjata se-dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syafril Mahyudin mengatakan ini merupakan ajang prestasi yang bisa memberikan peluang bagi TNI untuk menunjukkan prestasi-prestasi, diplomasi dan kapasitas. Hal itu merupakan tujuan dari dilaksanakannya kejuaraan tersebut.
Dia juga berharap TNI bisa masuk dalam 10 besar, karena menurutnya persiapan telah dilakukan secara matang dan latihan yang teratur kepada para atlet TNI setiap hari.
“Harapan kita bisa masuk 10 besar mudah-mudahan dengan persiapan matang kita harapkan prajurit kita bisa berhasil,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama Sekjen Komite Olah Raga Militer Indonesia (KOMI), Brigen TNI Adang Shodiq mengatakan sudah menyiapkan atlet-atlet TNI secara intensif. “Kesehariannya sudah kita siapkan melalui program kegiatan. Pada Sea Games 2015 di Sigapura lalu kita ikut, ada cabang olahraga Yudo, dan paralayang dapat emas,” ungkapnya.
Dengan latihan setiap hari menurut Shodiq para atlet TNI akan terasah mentalitas bertarungnya. Pada cabang atletik akan diprioritaskan pada kejuaraan menembak. “Kita akan prioritaskan menembak atletik,” bebernya.
Ada 5 cabang atletik yang menjadi prioritas TNI. Kendati demikian cabang-cabang lain pun bakal serius untuk diikuti.
“Atletik menembak, terjun payung orientering dan paralayang. Lima cabang ini yang kita harapkan menjadi unggulan,” papar Shodiq.
Shodiq menjelaskan orientering adalah lintas medan navigasi darat. Sebuah olahraga militer sambil berlari dengan navigasi, yang akan diikuti di Mongyong, Korea Selatan pada bulan Oktober 2015. Para atlet tersebut diambil dari kesatuan TNI terutama dari anggota Kopassus.
“Kita menggunakan SDM TNI. Latihan hampir 1 tahun. Sepanjang tahun atlet-atlet kita ini sudah kita siapkan,” katanya.
Menurutnya, jika para atlet tersebut masuk 10 besar saja sudah hebat karena persaingan kejuaraan itu di ikuti oleh seluruh negara. Dia menuturkan untuk memperkuat atlet TNI pihaknya sudah bekerjasama dengan KONI.
“KOMI sudah bersinergi dan berkolaborasi dengan KONI untuk memperkuat atlet-atlet kita,” tutupnya.

Merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar