Jumat, 03 Oktober 2014

Dari Tomy Winata Hingga Militer Jadi Pembeli Helikopter Made in Bandung

//images.detik.com/content/2014/10/03/1036/helidi.jpg
Jakarta -Selain pesawat terbang, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga menjual helikopter berbagai varian. Salah satu varian terlarisnya adalah helikopter NBO 105.

Untuk penjualan dan perakitan NBO, PTDI menggandeng perusahaan helikopter asal Jerman, MBB. PTDI sudah mampu menjual varian NBO 105 sebanyak 122 unit. Pembeli helikopter buatan PT DI datang dari berbagai kalangan seperti pengusaha ternama Indonesia seperti Tomy Winata dan lainnya, lembaga militer.

"Itu paling tinggi demand. Itu yang paling Laris. Yang beli contohnya pemilik Sampoerna. Dia punya pesawat kita, terus Pelita Air juga. Termasuk institusi sipil, militer dan swasta," kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh kepada detikFinance Jumat (3/10/2014).

Varian NBO 105 saat ini sudah tidak lagi dijual oleh PTDI. Sebagai gantinya, PTDI menawarkan pesawat sejenis Fennec buatan Airbus Helicopter.
"Sekarang Airbus Helicopter rilis produk baru Fennec," sebutnya.

Helikopter NBO dahulu sering dipakai oleh TNI pernah mendukung misi-misi perang seperti di Timor Timur (sekarang Timor Leste). NBO dinilai memiliki kemampuan manuver yang baik. Meski sudah tidak dijual lagi di Indonesia, namun NBO 105 ini masih dipakai di negara-negara Eropa dan Afrika.

"Di Eropa dan Afrika masih banyak yang pakai," ujarnya.

Sebelumnya, pemilik Artha Graha Group Tomy Winata mengaku membeli helikopter dan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di 2008 dan 2009 lalu. Melalui bendera PT Trans Wisata Air (TWA), Tomy mengaku merasa sangat bangga dengan pelayanan PT DI. PT TWA pembeli helikopter Super Puma dan Casa 212-200.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar