Minggu, 08 Februari 2015

Kopassus Bantu Pengembangan Senjata PT Pindad

Pada akhir Januari lalu, Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen TNI Doni Monardo, dengan jajarannya mengunjungi fasilitas produksi PT Pindad yang selama ini telah memenuhi quota Minimum Essential Forces (MEF) TNI.
TNI, khususnya Kopasus telah menggunakan senjata buatan Pindad dan akan memberikan masukan untuk pengembangan produk-produk unggulan berikutnya.Kerjasama yang terjalin antara Pindad dan Kopassus akan menjadi tolok ukur bagi Pindad dalam penyempurnaan produk unggulan mereka. Diantaranya seri senapan serbu SS-2, amunisi hingga senapan penembak runduk SPR-2 yang telah digunakan oleh satuan khusus tersebut.
SS-2
Senapan serbu Pindad SS-2 yang saat ini menjadi andalan Kopassus merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS-1. Dibanding pendahulunya, SS-2 memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, bobot lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. SS-2 memiliki kemampuan rata-rata tembakan 700 butir peluru per menit yang melesat 710 meter per detik dalam jarak efektif 450 meter. Meskipun pengembangan dari SS-1, seorang prajurit dengan SS-2 mudah melakukan tembak jitu pada jarak-jarak tertentu. Sebab SS-2 dibekali pisir putar berbentuk O yang dapat diatur sesuai sasaran (100 m, 200m, 300m, dan seterusnya), mudah menentukan posisi pipi, dan mata pada lubang pisir, serta bisa dipasangi teleskop close quarter/tactical.
Senapan dengan panjang laras 460 mm ini menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg. Senapan ini juga digunakan oleh Kopaska dalam operasi militer mereka. Saat ini lebih dari 25.000 pucuk SS-2 sudah ada di tangan TNI. Kopassus tercatat sebagai kesatuan pertama yang menggunakan SS-2, tepatnya pada tahun 2006. SS-2 dibangun dari kombinasi dari keunggulan desain beberapa senjata serbu andalan dunia. Sebut saja bagian moncong laras yang mengacu pada AK-47, popornya layaknya SS-1, dan magasin yang menyerupai model M-16 Keberadaan SS-2 juga merupakan torehan emas untuk Pindad, pasalnya senapan serbu ini telah beberapa kali menjuarai beberapa ajang menembak, seperti Asean Armies Rifle Meet (AARM).
Bagian ujung laras SS-2 mencomot desain AK-47.
Bagian ujung laras SS-2 mencomot desain AK-47.
All varian dari SS-2
All varian dari SS-2

Senapan besutan Pindad satu lagi yang jadi andalan Kopassus adalah jenis senjata anti material SPR-2. Senapan Penembak Runduk ini memiliki daya hancur serta jangkauan proyektil yang lebih jauh. Senapan sniper berkaliber besar ini mampu menembus rantis, personel yang berlindung dibalik dinding gedung, atau bahkan ranpur lapis baja ringan.
SPR-2 menggunakan magasin yang terdiri dari 5 peluru. Pindad juga telah menyiapkan alat peredam, sehingga bisa mengurangi efek bunyi tembakan hingga 60%. SPR-2 punya panjang keseluruhan 1755 mm, sementara panjang laras 1055 mm. Untuk memdidik sasaran, SPR-2 dibekali alat bidik teleskopik dengan pembesaran hingga 10 kali. Proyektil yang dimuntahkan dari laras SPR-2 dapat melesat dengan kecepatan 900 meter per detik.
Pindad SPR-2
Pindad SPR-2

Bahkan saat ini Pindad telah memproduksi SPR-3. Ia memiliki fitur sama dengan SPR-2 tetapi senapan runduk berkaliber 7,62 mm ini mempunyai kemampuan jarak tembak sejauh 700 meter dengan kemampuan penetrasi pada plat baja setebal 3 cm. Bila ditambahkan teleskop, jangkauan tembak efektifnya bisa mencapai 900 meter.
Produk senjata dan amunisi Pindad juga telah di ekspor ke sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, Australia, Filipina, Laos, Timor Timur dan juga misi perdamaian PBB. Pindad mempu memproduksi sampai 30 ribu pucuk per tahun, untuk amunisi kaliber kecil dengan tambahan modal dari negara tahun 2012 kini mencapai 150 juta butir per tahun. (Deni Adi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar