Sabtu, 26 Juli 2014

KRI Teluk Bintuni Launching 14 Agustus

Landing Ship Tank KRI Teluk Bintuni
Landing Ship Tank KRI Teluk Bintuni

Pengerjaan kapal perang TNI AL, KRI Teluk Bintuni, terus dikebut dan kapal yang sudah masuk tahapan finishing itu, rencananya, dilaunching 14 Agustus 2014, di Srengsem, Panjang, Lampung.
“Lokasi launching juga di sini. Karena ini kapal perang perang pertama yang dihasilkan di Lampung tentu acara launchingnya akan berbeda,” ujar Kepala Bagian Umum PT Daya Radar Utama Shipyard Engineering (PT DRU) Lampung Yahya. Sebelumnya KSAL Laksamana Marsetio telah datang ke Lampung untuk meninjau langsung pembuatan kapal angkut khusus tank, 3 KRI Teluk Bintuni.
Kapal perang tersebut dibuat di galangan kapal PT Daya Radar Utama Shipyard & Engineering (PT DRU) di Srengsem Panjang Bandar Lampung. Serah terima dengan pihak Angkatan Laut akan dilakukan September 2014.
“Diprogramkan oleh KSAL Laksamana Marsetio untuk diikutsertakan dalam parade Hari Angkatan Bersenjata 5 Oktober 2014 mendatang di Surabaya,” jelas Yahya. Menurut Yahya, Kapal tersebut adalah kapal perang perdana yang dipercayakan oleh Kemenhankam untuk dibuat PT DRU.
“Pertama kali pihak swasta menang tender untuk membuat kapal perang untuk keperluan Angkatan Laut. Biasanya Angkatan Laut mempercayakan kepada PT PAL Surabaya dan PT KOJA Bahari Tanjung Priok,” kata Yahya. KRI Teluk Bintuni adalah kapal khusus pengangkut tank dengan bobot 60 ton.
Kapal ini digunakan untuk mengangkut tank jenis Leopard bermuatan sepuluh tank. Mempunyai landasan khusus untuk pendaratan helikopter. Seperti kapal perang lainnya juga dilengkapi dengan persenjataan standar medan pertempuran.
Pengerjaan KRI Teluk Bintuni (photo: kemhan)
Pengerjaan KRI Teluk Bintuni (photo: kemhan)

KRI Teluk Bintuni akan ditempatkan di jajaran Satuan Kapal Korvet Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).
“Selain tank, juga mampu mengangkut sekitar 450 orang prajurit dan 1 truk. Panjang 120 meter. Lebarnya 11 meter dengan kecepatan 16.000 knot,” tambah Yahya lagi.
KRI Teluk Bintuni boleh dikatakan sudah memasuki proses finishing. Bentuk kapal terlihat jelas dimana pada bagian perutnya akan menjadi tempat parkir tank yang diangkut.
Karena akan ditempatkan di Koarmabar, maka kapal ini sudah didesain khusus untuk medan lautan khas wilayah Barat yang banyak pulau-pulau kecilnya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar