Jumat, 01 November 2013

Nostalgia Supremasi Militer Indonesia Di Era 60-an

Mikoyan-Gurevich MiG-21 Fishbed AURI
1960-an, Era Presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Soviet.
1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda. Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat "Trikora" di Yogyakarta, dan isinya adalah :
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Soviet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Salah satu kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah kapal perang terbesar, tercepat, dan tercanggih di dunia buatan Soviet kelas Sverdlov, dengan 12 cannon raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebanyak 1270 orang termasuk 60 perwira. Soviet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
KRI Irian kelas Sverdlov, bobot 16.640 ton, kapal perang terbesar
yang pernah dimiliki Indonesia.
KRI Irian adalah salah satu kapal kelas Cruiser paling berbahaya di dunia dan hampir sebanding kekuatannya dengan kapal-kapal tempur terbaik Amerika, USS Iowa, USS Wisconsin, dan USS Missouri dari kelas Battleship yang lebih besar. Pertahanan anti serangan udaranya pun sangat kuat, karena dilengkapi 4 Buah triple gun Mk5-bis turrets kaliber 20 mm, dan 32 buah Kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm. Sabuk lapis bajanya pun tebalnya mencapai 100 mm, yang nyaris tidak mungkin ditembus oleh kapal-kapal perang Belanda terbaik saat itu, termasuk Hr. Ms Evertsen.
Kedatangan kapal ini segera membuat Belanda mengurangi secara drastis keberadaannya di Papua. Kapal induk terbesar kebanggan Belanda, HNLMS Karel Doorman langsung diperintahkan meninggalkan Papua begitu KRI Irian bergerak meninggalkan Admiralty Yard di Leningrad menuju Surabaya, Indonesia.
HNLMS Karel Doorman Aircraft Carrier milik belanda yang meninggalkan papua, karna takut akan keganasan kekuatan militer Indonesia di kala itu.
Angkatan udara Indonesia juga menjadi salah satu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 10 pesawat supersonic MiG-19.
3. 30 pesawat MiG-15.
4. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
MiG-21 Fishbed AURI
MiG-19 Farmer AURI
MiG-15 Fagot AURI
MiG-17 Fresco AURI
Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawatsupersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.
Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis (Strategic Bomber), yaitu Amerika, Inggris, Uni Soviet, dan Indonesia. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
TU-160B Badger AURI Meluncurkan Anti Ship Missile AS-1 Kennel
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.
RI Tjakra kelas Whiskey milik ALRI
Ini semua membuat Supremasi militer Indonesia sangat ditakuti. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia.
Begitu kuatnya supremasi militer Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, yang membuat indonesia sangat ditakuti kekuatan barat di kala itu, itu pula yang membuat Uni Soviet ingin mengadakan kerja sama lebih erat lagi dengan Indonesia, namun Indonesia terbilang netral dikala itu, sehinga menjadi rebutan kedua blok. Namun apa daya Indonesia saat ini ditengah maraknya kasus korupsi oleh petinggi-petinggi negara, kekisruhan politik Indonesia, rasa nya sangat sulit mengembalikan citra Indonesia di kancah Dunia seperti saat dulu, dimana semangat juang dan nasionalisme bangsa ini masih sangat kental sekali.

Militer Indonesia Paling Ditakuti di Dunia

Indonesia adalah salah satu negara dengan militer terbesar dan terkuat di dunia. “Jika SBY yang berstatement begitu, itu bisa dipastikan HOAX. Tapi kalo Sukarno yang ngeluarin statement tersebut, itu adalah kenyataan.. Dulu Indonesia adalah negara yang disegani dan ditakuti oleh negara-negara lain termasuk negara sekelas Amerika Serikat. Kalau nggak percaya silahkan baca penjelasan berikut:

Sukarno




Saat era presiden Sukarno, kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.





KRI Irian tempoe doeloe



KRI Irian sekarang

KRI Irian


Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat itu, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.


Ini adalah salah satu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi.
Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).




Pilot Indonesia dengan mig21nya



Pesawat MiG-21

Pesawat MiG-21


Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salah satu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2.
Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.


Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.



Kapal Selam Pasoepati yang sekarang menjadi monumen


Kapal Selam Pasoepati


Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey (salah satunya dinamai KS.Pasopati, yang sekarang menjadi monumen kapal selam satu2 nya di Indonesia, tepatnya di Surabaya), puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.


Ini semua membuat Indonesia menjadi salah satu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.


Itu adalah cuplikan fakta sejarah keemasan militer Indonesia. Jika dibandingkan dengan sekarang, kemampuan Alutsita Indonesia sangat jauh dibandingkan teknologi yang dipakai Sukarno, yang merupakan teknologi terbaik di zamannya.

Sekedar Wawasan.

UAV Akan Jadi Andalan Militer China, AS dan Jepang di Kawasan Asia

UAVs RQ-4 Global Hawk (foto : hizook.com)

Pemerintah Jepang semakin serius menanggapi ulah militer China, yang telah mengirimkan kapal perangnya untuk mengontrol dan menekan kapal perang pasukan bela diri Jepang dari kelompok pulau-pulau tak berpenghuni di Laut China Timur yang dikenal sebagai Senkaku (di Jepang) dan Diaoyu (di China). Selain itu Jepang juga mengharapkan memiliki pesawat pengintai tanpa awak (UAVs/drone) untuk memonitor pergerakan kapal AL China. Bukan tidak mungkin justru China kini yang sudah mengirimkan pesawat intai tanpa awaknya di kawasan tersebut untuk memata-matai AL Jepang.
Jepang dilaporkan oleh media setempat merasa sangat terganggu dan terancam dengan tindakan militer China yang terus bertindak sewenang-wenang, dan setiap saat akan dapat menimbulkan situasi yang tidak terduga.  AU Jepang terus mengawasi pesawat peringatan dini China yang terbang di atas perairan internasional antara selatan pulau Okinawa Jepang dan luar pulau yang relatif dekat dengan wilayah sengketa. Dalam waktu yang bersamaan, Jepang Coast Guard melaporkan munculnya empat kapal penjaga pantai China yang bersenjata didekat pulau Senkaku dan Diaoyu.
Menghadapi ancaman China, Jepang tidak berdiam diri. Kyodo News/AP (26/7) melaporkan bahwa Pemerintah Jepang mengatakan dalam buku putih pertahanan, Jepang akan meningkatkan kemampuan pesawat intai tanpa awak (UAVs) atau unmanned aerial vehicles jarak jauh, yang dapat terbang tinggi serta kemampuan amfibi pasukan marinir pertahanan pulau.
AS dalam mengoperasikan beberapa macam jenis UAV, dalam praktek pertempurannya telah  memberikan wewenang kepada CIA untuk mengendalikan skadron bersama-sama US Air Force. Operasi intelijen (pulbaket, pengumpulan bahan keterangan, serta serangan udara UAV) yang dilakukan AS di Afghanistan, Pakistan, Yaman, Iran dan bahkan di Korea Utara dilakukan dengan beberapa type UAV/drone seperti Predator, Sentinel dan Shadow.
Kelebihan pesawat intai tanpa awak ini selain mampu terbang berjam-jam, dapat menyadap saluran telpon, dan bahkan dengan teknologi terbarunya Sentinel dapat memonitor dan menterjemahkan gerakan manusia dibawahnya. Di sisi lain UAV ini sukses sebagai pesawat penyerang,  dibuktikan dalam operasi counter teroris di Afghanistan dan Pakistan, UAV sukses menyerang dan membunuh tokoh-tokoh teroris Al-Qaeda dan Taliban dengan peluru kendali Hellfire yang dilekatkan pada UAV.
Di kawasan Asia Tenggara, AS akan menempatkan UAV (RQ-4 Global Hawk) di Coocos Island untuk memonitor hingga kawasan Laut China Selatan. Data spesifik Global Hawk. Cruise speed : 404 mph (351 kn; 650 km/h), Range (jarak jelajah) : 15,525 mi (13,491 nmi; 24,985 km), Endurance (Lama terbang) : 36 hours, Service ceiling (ketinggian terbang) : 65,000 ft (19,812 m). Pesawat tanpa awak ini dapat melakukan pengintaian (survei) ke kawasan seluas 40.000 mil persegi (103.600 kilometer persegi) dalam sehari.
Dari beberapa jenis UAV, kelebihannya  dapat dioperasikan dari jarak beberapa puluh km dan bahkan dari jarak ribuan kilometer. Type terakhirnya milik AS yang paling modern adalah RQ-170 Sentinel yang termasuk berkemampuan anti radar (teknologi stealth). Selain dilengkapi dengan kamera video, pesawat hampir dipastikan membawa peralatan komunikasi untuk menyadap, serta dilengkapi dengan sensor yang dapat mendeteksi sejumlah kecil isotop radioaktif dan bahan kimia lainnya yang dapat memberikan petunjuk adanya kegiatan penelitian nuklir.
Menilai perkembangan UAV AS, China nampaknya tidak hanya berdiam diri. China.org.cn melaporkan pada tanggal 23 Oktober 2013,  bahwa Pemerintah China akan membangun basis industri di wilayah Daxing (Beijing Selatan) , yang di dedikasikan untuk mengembangkan  UAV. Kawasan industri seluas 134 ha tersebut dijadwalkan akan memulai operasinya  dalam beberapa tahun ke depan . Menurut pejabat dari China Academy of Aerodinamika Aerospace, badan pembangunan UAV tersebut bagian dari China Aerospace Science and Technology Corporation ( CASC ) milik negara.
Rencana pemerintah China menunjukkan pertumbuhan  bisnis UAV yang  terkait di sektor militer dan komersial China. Kata laporan itu perkiraan nilai output industri akan menjadi sekitar CNY10 milyar pada 2015 ( USD16 miliar ) , CNY 30 milyar (USD48 milyar) pada 2020 dan lebih dari CNY 100 milyar (USD 160 Milyar) pada 2025. Sebuah jumlah yang sangat fantastis.
Upaya tak kenal lelah para agen intelijen industri serta pejabat China dalam menembus pengamanan baik militer maupun industri Amerika nampaknya berbuah hasil. Pada bulan Januari 2011, ketika Menhan AS Robert M. Gates, berkunjung ke China, Beijing meluncurkan sebuah prototipe pesawat jet tempur siluman  J-20.  Dari beberapa informasi yang beredar termasuk foto-foto yang beredar, menunjukkan bahwa China kini mempunyai pesawat terbang tempur siluman. Pesawat yang mampu menyembunyikan diri dari intersepsi radar dan rudal lawan.
Pesawat J-20 desainnya sangat mirip dengan pesawat siluman AS, F-22 Raptor, hanya ukurannya lebih besar, sehingga diperkirakan mampu membawa persenjataan yang lebih banyak  dibandingkan F-22. Para analis intelijen mengatakan bahwa China telah berusaha untuk mendapatkan teknologi tersebut dengan cara sembunyi-sembunyi selama bertahun-tahun. Dapat diperkirakan kemungkinan besar China sudah mampu menembus pabrik UAV milik AS dan akan membangun pesawat dengan teknologi serupa.
Dari beberapa informasi tersebut, terlihat  trend akan meningkatnya persaingan antara China disatu sisi yang bersaing dengan AS dan Jepang dilain sisi dalam pengoperasian pesawat tanpa awak. Keandalan UAV telah dibuktikan dalam operasi clandestine CIA dalam menyerang tokoh-tokoh Al-Qaeda dan Taliban, oleh karena itu kini China  sangat serius dalam menapaki persaingan memonitor senyap dari udara.
Indonesia dalam Renstra 2009-2019 akan membangun sebuah skadron UAV yang akan dioperasikan oleh TNI AU, dislokasinya berada di Lanud Supadio, Pontianak. Walau mungkin teknologi yang dimiliki belum secanggih UAV milik AS, paling tidak pemikiran strategis sudah diwujudkan dan sewaktu-waktu dapat dikembangkan lebih lanjut apabila kemampuan ekonomi mendukung. Semoga bermanfaat.

Kedubes AS Jakarta, Salah Satu Stasiun Penyadap NSA

Stasiun  NSA di Asia Tenggara (Grafik: themalaymailonline.com)

Para pejabat Indonesia mendadak terkejut dengan pemberitaan harian Australia, Sydney Morning Herald tanggal 29 Oktober 2013 yang menuliskan secara rinci penyadapan dari National Security Agency (NSA) di 90 posnya di dunia termasuk di Jakarta. NSA adalah produsen utama dan manajer sinyal intelijen Amerika Serikat. Diperkirakan menjadi salah satu badan intelijen AS terbesar dilihat dari jumlah personil dan anggaran. NSA beroperasi di bawah kewenangan Departemen Pertahanan dan melaporkan hasilnya kepada Direktur Intelijen Nasional AS. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menlu Marty Natalegawa menyatakan akan meminta klarifikasi dari Dubes AS di Jakarta. Informasi tersebut awalnya berasal dari majalah Der Spiegel Jerman yang mendapat copy bocoran dari mantan kontraktor CIA/NSA, Edward Snowden yang kini bermukim di Rusia.
Dalam setiap pemberitaan dokumen dari Snowden, dunia menjadi tegang, banyak yang kemudian menjadi khawatir, menjadi resah negaranya telah menjadi target penyadapan. Beberapa waktu lalu diberitakan sebuah dokumen menyebutkan sebanyak 35 kepala negara sistem  komunikasinya juga disadap. Tidak bisa dibayangkan perasaan sebuah negara yang tanpa disadari/diketahuinya telah ditelanjangi oleh NSA, disitulah kekuatan dan kehebatan sebuah organisasi intelijen yang dibiayai dan dilengkapi dengan teknologi canggih.
Edward Snowden, whistleblower intelijen  menyampaikan bahwa Amerika Serikat melakukan  penyadapan telepon dan jaringan komunikasi pemantauan dari fasilitas pengawasan elektronik melalui Kedutaan dan Konsulat AS di Asia Timur dan Selatan–Timur.  Dislokasi pos penyadapan di ungkapkan oleh Der Spiegel berupa peta surveilans, dimana  terdaftar 90 fasilitas NSA di seluruh dunia . Termasuk juga fasilitas monitoring komunikasi  intelijen di kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta , Kuala Lumpur , Bangkok , Phnom Penh dan Yangon (Rangoon) .
Menurut peta yang diterbitkan oleh majalah Der Spiegel Jerman pada hari Sabtu, yang dimodifikasi oleh banyak media,  langkah CIA bersama NSA  itu dikenal sebagai "Special Collection Service" yang melakukan sweeping operasi pengawasan serta operasi rahasia terhadap target intelijen khusus (terpilih). Dari  90 lokasi inatalasi penyadapan di seluruh dunia , terdiri dari 74 fasilitas berawak, 14 fasilitas yang dioperasikan dari jarak jauh dan 2 stasiun  dukungan teknis.
Kedubes AS di Bangkok adalah stasiun dukungan teknis dan pelaksanaannya berada di konsulat AS di  provinsi Chiang Mai. Di Asia Timur , upaya pengumpulan intelijen AS difokuskan pada China , dengan fasilitas stasiun terletak di kedutaan besar AS di Beijing dan Konsulat AS di Shanghai serta di Chengdu  provinsi Sichuan di Barat Daya China. Fasilitas pemantauan lainnya terletak pada kantor diplomatik AS di Taipei .
Selain itu terdapat  delapan fasilitas di Asia Selatan termasuk di kedutaan AS di New Delhi dan Islamabad.  Untuk operasi di Timur Tengah dan Afrika Utara dikendalikan  oleh tidak kurang 24 fasilitas stasiun, sedangkan sub-Sahara Afrika dikendalikan oleh sembilan stasiun  lainnya .
Untuk pos monitoring di benua Amerika, dokumen menyebutkan, terdapat 16 fasilitas pengumpulan khusus yang terletak di ibukota Amerika Latin dan kota-kota termasuk Mexico City , Panama City , Caracas , Bogota , La Paz , Brazilia dan Havana. Karena AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Kuba, AS menggunakan  Kedutaan Besar Swiss di Havana seksi AS sebagai stasiun.
Salah satu pejabat Departemen Pertahanan Australia mengatakan kepada Fairfax, "Pengungkapan operasi pengumpulan dengan metodologinya yang sangat sensitif tersebut akan merusak kemampuan intelijen Australia, disamping adanya  resiko komplikasi serius dalam hubungan kita dengan tetangga kita," kata pejabat tersebut yang tidak mau disebut namanya.
Peta stasiun pemantau yang dibuat pada tanggal 13 Agustus 2010 tersebut  tidak menunjukkan adanya fasilitas  pos/stasiun  penyadap  di Australia , Selandia Baru , Inggris, Jepang dan Singapura, disebutkan negara-negara tersebut sebagai sekutu terdekat AS . Dalam komunitas intelijen dibawah kepemimpinan AS, sandi “5-Eyes” (lima mata) dari NSA adalah lima negara yang bekerja sama dalam pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) klandestin terdiri dari AS, Inggris, Kanada, Australia dan New Zealand.
Menurut dokumen yang dibocorkan oleh  Edward Snowden , NSA mulai mencari akses langsung ke server milik perusahaan internet Amerika dalam skala luas sejak tahun 2007.  James Clapper , State Director of National Intelligence telah mengonfirmasi tentang adanya program pengawasan skala besar tersebut.
Dalam dokumen rahasia , program pengawasan NSA disebut  dengan nama "Prism." Prism memonitor melalui kabel serat optik. Presentasi internal NSA menunjukkan data streams melakukan perjalanan dari Eropa ke Asia , wilayah Pasifik atau Amerika Selatan. "Sebuah panggilan telepon target, email atau chatting akan mengambil jalan termurah , bukan jalan fisik yang paling langsung , " tulis dokumen tersebut (AP).
Kemampuan penyadapan NSA jauh melebihi kemampuan internet di AS, dimana ulah Snowden telah membongkar beberapa kasus NSA juga memonitor negara sahabat, Jerman misalnya. Direktur NSA, Jenderal (bintang empat) Keith Alexander , secara teratur menerima delegasi dari Jerman di markasnya di Fort Meade. NSA merupakan pemimpin dan badan intelijen Jerman (BND) lebih sebagai asistennya. NSA banyak menerima informasi dari BND, tetapi banyak memberikan informasi intelijen, misalnya tentang ancaman serangan kelompok teroris (Sauerland) yang dapat digagalkan pada tahun 2007 di Jerman. Dilain sisi ternyata diketahui NSA juga menyadap sistem komunikasi Kanselir Jerman. Disini terlihat bahwa intelijen tetap mendudukan kepentingan nasional AS jauh diatas nilai kerjasama antar dua negara.
Menurut Washington Post, pada satu hari, kemampuan operasi khusus cabang NSA telah mengumpulkan sebanyak  444,743 buku alamat email dari Yahoo, 105,068 alamat email Hotmail dari , 82,857 acount dari Facebook , 33,697 dari Gmail dan 22,881 dari penyedia lain yang tidak ditentukan sebelumnya. Angka-angka tersebut adalah daftar internal  rahasia NSA yang dibocorkan oleh Edward Snowden.

Analisis

Dari fakta-fakta tersebut, maka semakin terkuak rahasia yang selama ini hanya dimiliki oleh badan intelijen AS serta kelompok 5-Eyes dalam langkahnya melakukan penyadapan. Sebenarnya sejak mainland-nya berhasil diserang dan menara kembar WTC diruntuhkan oleh teroris Al-Qaeda pada 11 September 2001, terjadi pergeseran kebijakan pemerintah Amerika. Disebutkan, “Kampanya melawan terorisme global merupakan tujuan utama kebijakan luar negeri dan pertahanan Amerika Serikat, dan tujuan-tujuan internasional lainnya akan berada di bawah tujuan besar ini” (Stephen M.Walt).
Maka sejak ini pemerintah AS menugasi badan intelijen untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan dengan segala caranya agar dapat meniadakan ancaman teroris terhadap negaranya. AS sejak perang dunia pertama tidak pernah berperang di negaranya, peperangan terjadi jauh diluar negaranya. Oleh karena itu runtuhnya menara WTC telah membuat bangsa AS menjadi demikian benci dan takut terhadap teroris. Mereka faham ini adalah perseteruan ideologis yang sulit dikalahkan tanpa terkumpulnya informasi dan langkah militer. Dalam perkembangannya, untuk menghadapi ancaman terorisme yang merupakan cabang keilmuan dari disiplin intelijen, AS memainkan kartu intelijen. NSA diperkuat dan CIA menjadi ujung tombak upaya peniadaan ancaman (operasi lawan teror), dengan langkah preemtive strike.
NSA yang pada awalnya mendapat tugas monitoring, menyadap ancaman teror kemudian berkembang menjadi badan penyadap bagi kepentingan AS dibidang lainnya, politik, ekonomi dan militer. Secara diam-diam NSA mendapat black budget sebesar USD52,6 miliar untuk tahun fiskal 2013 (Edward Snowden). Disebutkan, “Lembaga mata-mata AS telah dibangun menjadi sebuah organisasi intelijen raksasa sejak serangan 11 September 2001, tapi tetap dapat memberikan informasi penting lain tentang berbagai ancaman terhadap keamanan nasional.” Disinilah kunci berkembangnya penyadapan dengan dibangunnya 90 stasiun NSA di dunia, termasuk di Jakarta. Dengan demikian dapat diperkirakan bahwa penyadapan sudah terjadi cukup lama, diperkirakan aktif sejak tahun 2007.
Bagaimana kita melihat dan menilai penyadapan terhadap Indonesia? Apabila diketahui Amerika Serikat menyadap baik pemerintah, pejabat, komunikasi perbankan, politik, dan memonitor semua saluran internet, maka jelas tidak ada rasa aman bagi bangsa Indonesia. Persoalannya, ini  bukan hanya penyadapan belaka, tetapi hal tersebut  merupakan masalah yang sangat sensitif, karena menyangkut masalah martabat dan keamanan bangsa. Dapat dikatakan ini adalah sebuah kejahatan besar dari sebuah negara. Sudah tepat apabila Menlu Marty mengundang Dubes AS di Jakarta dan apabila terbukti dapat membuat langkah yang berlaku di dunia diplomasi, mempersona non gratakan, sebagai penanggung jawab. Persoalannya apakah Indonesia mampu membuktikan? Informasi penyadapan saja di dapatkan dari harian Australia SMH.
Sayangnya kita belum mampu mendapatkan informasi secara pasti kebocoran sebagai akibat dari  penyadapan, mengingat teknologi NSA sudah demikian maju. Yang perlu dipertimbangkan, apabila kita akan membeli alat sadap/anti sadap dari Amerika Serikat dan kelompok lima mata lainnya (Inggris, Canada, Australia, dan NZ). Dapat dipastikan mereka akan mampu memonitor apabila kita gunakan.Yang akan jauh lebih rumit dan berbahaya, apabila terjadi adanya orang perorangan ataupun organisasi yang tanpa ijin kemudian ikut memiliki alat sadap tersendiri, ini akan jauh lebih berbahaya pastinya.

Kesimpulan

Dari informasi dokumen Snowden yang diberitakan media, kemungkinan besar sudah terjadi penyadapan dari stasiun NSA yang berada di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Gambir Jakarta. Dapat diperkirakan upaya penyadapan arus komunikasi baik saluran telpon maupun internet mereka lakukan pada awalnya untuk memonitor perkembangan sel terorisme yang memang sudah ada di Indonesia sejak pemboman Bali-1 tahun 2002. Kemudian penyadapan target berkembang kearah lainnya (politik, ekonomi dan militer).
Selain memonitor perkembangan sel teroris di Indonesia, penyadapan yang seperti juga dilakukan terhadap Kanselir Jerman, Angela Merkel serta 34 kepala negara lainnya , kemungkinan besar alat komunikasi Presiden SBY, Wapres Boediono, serta beberapa pejabat penting lainnya bukan tidak mungkin juga termasuk yang disadap. Target yang sangat mungkin dimonitor dan disadap lainnya adalah arus handphone, telpon, internet, termasuk para pengguna Gmail, Yahoo, Hotmail, Face Book, Twitter dan media komunikasi lainnya.
Ancaman penyadapan  jelas akan merugikan bangsa Indonesia. Jawabannya adalah adanya kesadaran sekuriti. Sulit mengatasi penyadapan dengan teknologi canggih tanpa peralatan canggih. Jelas sulit mengantisipasi langkah NSA sebagai badan intelijen dengan anggaran USD52,6 miliar. Para pejabat sebaiknya membatasi penggunaan telpon pribadi untuk membicarakan masalah khusus dan sifatnya rahasia negara, lebih baik apabila dilakukan personal meeting. Kita tidak perlu marah dan bertindak yang tidak baik. Yang perlu diingat, menghadapi serangan intelijen serupa, harus diatasi dengan kecerdasan dan kecerdikan.
Yang harus sangat disadari, bahwa kini terbukti tidak ada alat komunikasi yang aman bila kita berbicara menggunakan tilpon atau HP, BB dan internet, nun dekat ataupun jauh disana ada yang menguping dan merekamnya.  Tetapi untuk mengingatkan kesadaran sekuriti bagi pejabat  jelas sulit. Kalau sudah memegang telpon, rasanya aman-aman saja, karena berbicaranya dengan berbisik-bisik. Waspada pak pejabat.
Oleh : Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net

BIN Panggil Counterpart Dalami Berita Penyadapan

Badan Intelijen Negara (BIN) telah melakukan pendalaman atas maraknya pemberitaan di media massa terkait penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat. BIN juga mengambil langkah untuk memanggil counterpart BIN dari Amerika Serikat yang ada di Jakarta guna memberikan klarifikasi. Sejauh ini, hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat masih berada dalam kondisi baik. Demikian pernyataan Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman ditemui selepas membuka 8’th World Taekwondo Federation Poomsae Championship Bali 2013 di Bali Internasional Convention Centre, Nusa Dua, Bali, 31 Oktober 2013.
“Pemanggilan tersebut adalah untuk memberikan klarifikasi terkait penyadapan tersebut,” ungkap Marciano.
Kepala BIN mendukung langkah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dengan meminta penjelasan dari Kedutaan Amerika Serikat yang ada di Jakarta. Selain itu, Kemenlu juga turut melakukan pendalaman dan mengoptimalkan semua sarana yang dimiliki dan bekerjasama dengan pemangku kepentingan untuk memastikan kebenaran penyadapan itu, agar masyarakat Indonesia mendapatkan jawaban yang pasti dan tidak ada keragu-raguanan bahwa semua kegiatan kita disadap oleh negara lain.
“Jika benar penyadapan itu terjadi, tentu akan mempengaruhi kedaulatan Indonesia sebagai negara karena tidak dibenarkan negara manapun menyadap negara lain. Bahkan suatu negara pun tidak dapat menyadap warga negaranya karena ada undang-undang yang mengatur,“ ungkap Marciano.
Kepala BIN menghimbau agar masyarakat tidak menyimpulkan secara cepat bahwa penyadapan itu memang benar. Marciano meminta agar masyarakat memberikan kesempatan kepada BIN dan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan pendalaman, sehingga kita dapat melakukan pendalaman yang pasti agar masyarakat tidak terlalu terombang-ambing oleh pemberitaan yang ada.
“Tidak usah risau, tetapi beri kesempatan kepada kami semua untuk melakukan pendalaman,” himbau Kepala BIN.
Marciano menambahkan kalau terbukti disadap, maka pihaknya perlu mendorong Kemenlu untuk melakukan langkah-langkah diplomatik kepada negara tersebut.
“Untuk menjaga keamanan informasi dari pejabat negara, semua pejabat negara telah diberikan alat komunikasi yang ada unsur pengamannya, sehingga tidak mudah disadap oleh kelompok-kelompok yang tidak berwenang,“ ujar Marciano Norman(*).
BIN. 

KSAU: Udara Natuna Kini Milik Singapura

KSAU: Udara Natuna Kini Milik Singapura
Kapala Staf Angkatan Udara, I B Putu Dunia. TEMPO/Dasril Roszandi

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia mengatakan bahwa Pulau Natuna merupakan salah satu dari 12 pulau terluar milik Indonesia. Natuna memang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam.

Karena berada di Laut Cina Selatan, posisi Natuna juga terbilang strategis. "Untuk menjaga Natuna, TNI AU punya Landasan Udara Rinai dan juga radar pengawas," kata Putu Dunia kepada wartawan di Lanud Rinai, Natuna, Rabu, 30 Oktober 2013.

Meski begitu, Putu Dunia menyebut ada fakta unik dari Natuna. Berdasarkan wilayah darat, Natuna memang milik Indonesia. Namun, wilayah udara Natuna masuk dalam kontrol Singapura.

Bahkan, ketika TNI AU mengadakan latihan tempur bertajuk Angkasa Yuda 2013, mereka harus melaporkan kegiatan udara ke Singapura. Tujuannya agar lalu lintas pesawat-pesawat tempur Indonesia tidak bersinggungan dengan pesawat komersil yang diatur oleh Singapura.

Putu Dunia sendiri optimistis hal ini bukanlah gangguan latihan TNI AU. Sebab, koordinasi antara Indonesia dan Singapura cukup lancar.

Meski begitu, dia tetap punya harapan suatu saat nanti pengaturan wilayah udara di Natuna dan sekitanya berada di bawah Indonesia. "Sebab, dari sisi pertahanan juga lebih aman untuk kita," kata dia.

Dihubungi terpisah, Panglima Komando Operasi TNI AU I Marsekal Muda M. Syaugi  menjelaskan bahwa saat ini sudah ada aturan berupa FIR atau flight information regions untuk memperjelas batas kewenangan Indonesia dan Singapura di langit Natuna. "Intinya udara milik Indonesia tetap menjadi kuasa Indonesia. Begitu pula dengan negara Singapura. Jadi ada batas antarnegara," kata dia.

Menurut Syaugi, istilah pengendali udara Natuna dan sekitarnya di tangan Singapura hanya masalah radar semata. Singapura, kata dia, punya radar udara, baik militer maupun komersil hingga wilayah Natuna. "Jadi, intinya tetap NKRI harga mati," kata dia.

Meski begitu, Syaugi berharap pemerintah lebih memperhatikan Natuna. Semisal dengan memperbaiki infrastruktur dan bandar udara. "Supaya makin banyak yang datang ke sini, biar makin ramai Natuna," kata dia.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro tak mau berkomentar banyak soal kekuasaan Singapura di wilayah udara Natuna. Dia hanya mengatakan bahwa untuk urusan penerbangan komersil sepenuhnya urusan Kementerian Perhubungan.

Menurut Purnomo, Kementerian Perhubungan belum siap mengatur lalu lintas udara di sekitar Natuna, baik dari sisi sumber daya manusia hingga peralatan. "Itu yang kami tangkap dari Kementerian Perhubungan," kata dia. "Tapi kalau dari sisi kedaulatan, Natuna kami jaga setiap waktu."

TNI AD minta izin Jokowi pasang meriam di gedung tinggi


TNI AD minta izin Jokowi pasang meriam di gedung tinggi
Rudal anti pesawat terbang. shutterstock
 
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tri Budiman mengatakan pihaknya akan memasang sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) atau Senjata Penangkis Serangan Udara di atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.

"Pada gedung tinggi bisa digunakan. Gedung yang ditentukan tempatnya bisa buat rata, sehingga bisa ditempatkan senjata penangkis udara," ujar Jenderal Budiman dalam acara operasi katarak dan bibir sumbing gratis memperingati hari Juang Kartika di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (01/11).

Namun tidak hanya Senjata Penangkis Serangan Udara, Budiman berharap di gedung-gedung tertentu dapat juga digunakan sebagai zona pendaratan helikopter logistik yang membawa alat berat seperti radar dan sebagainya.

"Sehingga gedung tinggi ini harus dibuat kokoh, bisa dilandasi helikopter radar dan penembakan penangkis serangan udara," kata dia.

Menurut dia, sistem pertahanan nasional bukan hanya di daerah-daerah perbatasan dan daerah-daerah hutan tetapi daerah pada penduduk seperti DKI Jakarta juga harus dijaga ketat. Alasannya, Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian nasional.

"Jadi perang masa depan tidak seperti dulu, di hutan atau ditentukan di suatu daerah. Oleh sebab itu, Jakarta sebagai pusat pemerintahan perlu dijaga," kata dia.

Budiman menambahkan saat ini TNI AD telah melakukan kerjasama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait tata ruang wilayah pertahanan di Jakarta. Selain itu, TNI AD juga akan menempatkan alat pertahanan di kota-kota besar sesuai dengan demografis wilayahnya.