Jam Digital

Minggu, 12 Juni 2016

Pabrik Senjata dan Ranpur Pindad di Timur Tengah

ss3 pindad

PT Pindad sedang menjajaki pembangunan fasilitas produksi di dua negara Timur Tengah, untuk memproduksi kendaraan tempur dan senapan.

Direktur Utama Pindad, Silmy Karim, mengungkapkan rencana ini setelah BUMN PT Pindad ditawari untuk menjadi ‘operator’ produksi peralatan militer di dua negara yang masih dirahasiakan.

“Ada dua negara Timur Tengah yang ingin kita buat pabrik senjata Pindad di sana. Jadi kita ditawari manfaatkan fasilitas produksi di sana,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, (9/6/2016).

Fasilitas pabrik nantinya akan ditanggung oleh dua negara bersangkutan. Pihak Pindad hanya memberikan lisensi dan bantuan teknis dalam proses pembuatan senjata seperti senapan dan kendaraan lapis baja.


“Mereka yang investasi, kita hanya kasih license, sistem kerja, prosedur, maupun sumber daya manusianya. Ini baru pertama kalinya, negosiasi pertama juga dibantu Kementerian Pertahanan karena ada kerjasama G to G,” ujar Dirut Pindad.

Silmy Karim mengungkapkan, untuk kontrak tahap pertama, dua negara Timur Tengah tersebut akan menginvestasikan modal sebesar US$ 300 juta.

“Itu baru tahap pertama saja dari pembuatan komponen sampai perakitan yang besar, dari amunisi sampai kendaraan,” tutup Silmy Karim.

Sumber : Detik.com