Minggu, 01 Juni 2014

Kini Mercusuar Malaysia Berwarna Merah Putih

Tiang pancang mercusuar dicat merah putih di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Tiang pancang mercusuar dicat merah putih di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram

Bangunan mercusuar buatan Malaysia hingga kini masih berdiri di kawasan peraian Tanjung Datuk, Kalimantan Barat. Tiga tiang pancang 13 meter itu kokoh berdiri di perairan Indonesia.
Tapi ada yang berbeda dari bangunan mercusuar itu. Tiga tiang pancangnya sudah dicat warna merah-putih. Warna bendera Indonesia, karena tiang itu memang berdiri di atas wilayah Indonesia.
image
Tiang pancang mercusuar dicat merah putih di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Tiang pancang mercusuar dicat merah putih di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram

Sebanyak dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut disiagakan di kawasan tersebut, KRI 632 Lemadang dan KRI 352 Slamet Riyadi.
Supriyandi, warga Tanjung Datuk kepada VIVAnews, Jumat 30 Mei 2014, mengatakan sebelum ada kapal patroli TNI AL, tiga kapal milik Malaysia sering memasuki perairan Tanjung Datuk. “Tapi selama ada kapal perang milik TNI AL jarang terlihat lagi,” kata Supriyandi.
Menurut Supriyadi hingga kini masyarakat masih kesulitan melaut, karena sejak pembangunan mercusuar itu, nelayan masih takut dengan aparat Malaysia.
“Setiap nelayan melaut diusir sama aparat Malaysia. Padahal di wilayah itu banyak ikannya,” katanya.
Kapal KRI 632 Lemadang di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 632 Lemadang di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 632 Lemadang di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 632 Lemadang di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 632 Lemadang di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 632 Lemadang di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 352 Slamet Riyadi di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 352 Slamet Riyadi di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 352 Slamet Riyadi di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 352 Slamet Riyadi di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 352 Slamet Riyadi di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
Kapal KRI 352 Slamet Riyadi di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Jumat (30/5/2014). Foto: VIVAnews/Aceng Mukaram
image
image
Masyarakat setempat menyesalkan tindakan Malaysia membangun mercusuar di Perairan Tanjung Datuk. Farhad mengaku terkejut ada pembangunan mercusuar Malaysia di kampungnya. “Kenapa mercusuar ada di situ? Itu wilayah Indonesia, bukan Malaysia,” kata dia.
(Viva.co.id)

JKGR. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar