Sabtu, 25 Januari 2014

Wamenhan Arab Saudi Ingin Kerjasama Pertahanan Indonesia-Arab Saudi Meningkat

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Kerajaan Arab Saudi Pangeran Salman bin Sultan bin Abdul Aziz, dalam kunjungannya ke Indonesia menyatakan harapannya hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Arab Saudi khususnya kerjasama di bidang pertahanan yang sudah terjalin dengan baik selama ini terus meningkat.
“Saya berharap dan sangat berharap hubungan Indonesia – Arab Saudi akan selalu maju, untuk kepentingan kedua negara dan rakyatnya. Kami sangat dekat dan menghargai Indonesia, dan kami berharap Indonesia selalu maju”, ungkap Wamenhan Arab Saudi dalam kunjungannya di Mako Kopassus, Kamis (23/1) di Cijantung, Jakarta Timur.
Dalam kunjungan ke Mako Kopassus tersebut, Wamenhan Arab Saudi diterima Wakil Kepala Staff Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Munir dan Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo didampingi jajaran Kopassus.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari serangkaian kunjungan ke Indonesia dalam rangka memenuhi undangan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro dan Wamenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin berkunjung ke Kemhan RI.
Selama di Mako Kopassus, Wamehan Arab Saudi menyaksikan secara langsung kesigapan dan uji latihan pasukan Penanggulangan Teror (Gultor) dalam pembebasan sandera. Selain itu, juga melihat kemampuan kendaraan tempur panser Anoa dan berkesempatan mencoba senjata-senjata buatan industri pertahanan dalam negeri, PT. Pindad. 
Usai kunjungan ke Mako Kopassus, dalam sela-sela kunjungan singkatnya ke Indonesia, Wamenhan Arab Saudi juga berkesempatan meninjau Statis Display Pesawat TNI Angkatan Udara produksi dalam negeri PT. DI antara lain pesawat CN 235, CN 295 dan helikopter Bell 412 di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Sebelumnya, Wamenhan Arab Saudi juga telah bertemu dengan Menhan RI Purnomo Yusgiantoro dan Wamenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin serta menandatangani Defense Coorporation Agreement (DCA) atau Persetujuan Kerjasama Pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Arab Saudi di kantor Kemhan RI.
Kunjungan Wamenhan Arab Saudi ke Indonesia yang mewakili Kementerian Pertahanan Arab Saudi ini merupakan yang pertama sejak tahun 1950. Arab Saudi juga merupakan negara pertama di Timur Tengah yang menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan dengan Indonesia.
Hal ini menjadikan kunjungan tersebut sebagai suatu tonggak sejarah bagi hubungan kedua negara dalam aspek pertahanan. Perjanjian kerjasama pertahanan yang telah ditandatangani kedua negara juga menjadi fondasi bagi implementasi kerjasama pertahanan, agar lebih erat, produktif dan konstruktif sebagai tindakan meningkatkan kapasitas bagi pertahanan Indonesia – Arab Saudi kearah yang lebih konkrit.

DMC. 

Kogabwilhan TNI dan Ancaman Luar Negeri


Tank Leopard 2A4 TNI AD
Tank Leopard 2A4 TNI AD

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai mendaptkan ancaman yang meningkat dari negara lain, sehingga TNI mempercepat usahanya dalam memperkuat daya tangkal dengan merombak struktur agar bisa lebih cepat menggelar dan menempatkan pasukan, termasuk mengembangkan korps marinir serta pengadaan persenjataan ofensif jarak jauh.
Tindakan ini akan menjadi salah satu terobosan kebijakan militer Presiden Susilo Yudhoyono, yang aturannya akan diterapkan Juni 2014, untuk pembentukan formasi komando gabungan wilayah pertahanan regional yang disingkat Kogabwilhan.
Rencana ini akan mengintegrasikan kekuatan regional: Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara ke dalam kelompok pertahanan terpadu, yang akan diposisikan di flashpoint pertahanan tertentu, untuk menjaga integritas teritorial dan kedaulatan negara.
“Tapi fungsi Kogabwilhan tidak sebatas hal itu. Kogabwilhan juga berfungsi memberikan deterrence/ daya gentar terhadap negara-negara lain karena perintah komandonya fleksibel, dan memiliki sumber daya untuk dengan cepat menggerakkan pasukan”, ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Setiap kelompok Kogabwilhan akan dilengkapi armada kapal perang sendiri, skuadron jet tempur dan unit Angkatan Darat. Komandan setiap kelompok, seorang jenderal bintang tiga, akan diberikan wewenang untuk merespon tanpa harus melalui birokrasi dari markas TNI di Jakarta .
Dalam struktur yang ada saat ini, TNI tidak bisa langsung menanggapi sebuah insiden, misalnya ada serangan asing ke wilayah timur, sampai komando pusat menugaskan seorang perwira bintang tiga sebagai commanding officer dan menyusun penempatan pasukan dan perintah pengadaan logistik.
“Kami selalu waspada atas ancaman di masa depan dari negara lain. Tapi struktur dan Komando yang ada, tidak cukup untuk melakukan respon dengan segera. Kogabwilhan akan menambal lubang tersebut,” ujar Dirjen Renhan, Kementerian Pertahanan Marsda TNI FX Bambang Sulistyo.
Pemerintah berencana memiliki empat kelompok Kogabwilhan mencakup beberapa Flashpoint, yang menurut pejabat kementerian adalah: Aceh, Natuna Kepulauan Riau, Papua dan Attambua Nusa Tenggara Timur.
Aceh termasuk dalam rencana, karena kekhawatiran munculnya gerakan separatis lain, dan juga karena letaknya yang strategis di mulut Selat Malaka yang super sibuk .
Sementara itu, Natuna terletak dekat Laut Cina Selatan, di mana negara China sengketa perbatasan dengan beberapa negara ASEAN yang sebagian besar didukung Amerika Serikat. Indonesia tidak terlibat dalam sengketa teritorial. Papua dipilih karena adanya konflik separatis dan Attambua karena kedekatan wilayahnya dengan Timor Timur (Timor Leste) dan Australia.
Rudal Krypton Kh-31 diusung Fighter Sukhoi Indonesia (photo: FB Jiwa Merah Putih)
Rudal Krypton Kh-31 diusung Fighter Sukhoi Indonesia (photo: FB Jiwa Merah Putih)

Markas (HQ) dari masing-masing kelompok Kogabwilhan tidak harus berada di lokasi penempatan pasukan/deployment. Misalnya, untuk mengkover Natuna, Komandonya bisa saja dibentuk di ibukota Kalimantan Barat, Pontianak atau di ibukota Riau Pekanbaru.
“Kami belum memutuskan apakah akan memiliki tiga atau empat kelompok Kogabwilhan. Jika kita memiliki empat maka harus mencakup bidang timur, barat dan tengah Indonesia. Komando untuk pulau Jawa akan berdiri sendiri, ” ujar Menteri Pertahanan.
Untuk mendukung kebijakan tersebut kementerian sedang melakukan apa yang disebut “right-sizing” dalam penugasan personilnya, di mana prioritas ditujukan bagi pasukan pemukul daripada pasukan pendukung.
“Tidak akan ada penambahan jumlah pasukan. Apa yang kita lakukan adalah memilih dan menugaskan kembali prajurit ke dalam divisi-divisi yang prioritas,” ujar Purnomo. Pada tahun 2013, Indonesia memiliki sekitar 460.000 personil dan setiap tahun ada 13000 yang pensiun.
Sebagai bagian dari restrukturisasi, Kementerian Pertahanan sedang melakukan proses pengembangan satuan Marinir, dengan penambahan terbaru, Batalyon Marinir ke-10 di Pulau Setokok, sekitar 4 kilometer sebelah tenggara dari Pulau Batam, Kepulauan Riau. Presiden Yudhoyono dijadwalkan meresmikan batalion yang ditugaskan dengan 600 personil, pada bulan Maret 2014.
Tanda-tanda bahwa TNI serius dalam menyusun cara memandang dunia luar, baru-baru ini disetujui pembelian selusin kapal selam Kilo Class Rusia. Sebuah tim dijadwalkan terbang ke Moskow pada akhir bulan untuk memproses pembelian melalui fasilitas kredit ekspor Rusia, yang disertai suku bunga rendah.
“Apa yang akan menjadi game changer bukanlah kapal selam kilo, tetapi rudal jelajah Club- S yang diangkut kapal selam tersebut,” ujar Purnomo. Ia menambahkan bahwa rudal itu bisa mencapai target sejauh 400 km.
Indonesia ini juga sedang menunggu pengiriman 30 pesawat tempur F-16 yang diperbaharui (refurbished) dan selusin helikopter serang Apache dari AS, yang dimulai tahun ini, serta 103 Tank Tempur Utama Leopard refurbished dari Jerman.
Anggota DPR Komisi Pertahanan, intelijen dan urusan luar negeri Susaningtyas Handayani Kertopati mengatakan, TNI harus memperkuat pendekatan “outward looking” pada saat tanda-tanda ancaman meningkat.
“Ancaman terbesar jelas akan berasal dari Australia, ” katanya.
Baru-baru ini, Australia meminta maaf kepada Indonesia setelah kapal patroli perbatasan mereka, memasuki perairan Indonesia tanpa izin dalam upaya menghentikan migran/ manusia perahu.
Seorang pejabat Departemen Pertahanan telah memperingatkan bahwa kebijakan “tow-back” Australia akan menyulut konflik. Kebijakan tersebut mencakup tindakan Angkatan Laut Australia yang mencegat kapal manusia perahu menuju Australia dan memaksanya kembali ke perairan Indonesia.
“Sekarang kami memiliki tiga frigat di perbatasan, bentrokan bisa saja terjadi ketika Angkatan Laut kita mencegah towing- back yang dilakukan Australia”, ujar pejabat yang tidak mau disebutkan namanya, terkait isu sensitif tersebut .
Selama empat dekade TNI telah berhasil memadamkan ancaman dalam negeri -terutama, konflik separatis di Aceh dan Papua, serta kekerasan komunal dan sektarian di Kalimantan dan Maluku. Sumber daya pasukan dan struktur komandonya sebagian besar disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Tapi setelah ancaman dalam negeri surut dalam delapan tahun terakhir, TNI secara bertahap mengalihkan fokusnya untuk membangun kemampuan daya tangkal/ deterrent dan mulai mengambil pendekatan yang lebih serius terhadap ancaman dari pihak asing. (thejakartapost.com).

Jumat, 24 Januari 2014

DUA ELANG MUDA KHATULISTIWA CAPAI TERBANG SOLO PERTAMA


 Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga memberikan ucapan selamat kepada para penerbang yang meraih terbang solo pesawat Hawk 100/200.

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga menyiramkan air kembang di kepala dua Elang Muda Khatulistiwa yaitu Letda Pnb Yasrul Ardya Nugraha,S.S.T.Han dan Letda Pnb M. Teguh E.P,S.S.T.Han dalam upacara tradisi setelah melaksanakan terbang solo pertama dalam fase General Flight dengan pesawat Hawk 100/200 di Skadron Udara 1, Jumat (24/1).
Danlanud Supadio dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya acara tradisi ini akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi pribadi, keluarga maupun satuan. Pencapaian tersebut bagi seorang penerbang merupakan prestasi yang gemilang dan tentunya dinanti - nantikan oleh setiap penerbang serta menjadi bekal motivasi kepada para siswa agar dapat melaksanakan pendidikan lanjutan lebih baik dan lebih confident.
Sedangkan sasaran yang dicapai agar para siswa dapat melaksanakan seluruh program pendidikan dengan baik dan lancar dengan mengutamakan zero accident. Disamping itu juga agar para siswa bisa belajar, berlatih sebaik mungkin mengikuti apa yang disampaikan oleh para instruktur dan harus berprestasi dengan baik.
Upacara tradisi terbang solo ini menandai bertambahnya kekuatan jajaran penerbang di Skadron Udara 1 Lanud Supadio yaitu Elang 44 dan Elang 45. Terbang solo sendiri merupakan tahapan pertama yang harus dilalui oleh para penerbang dari rangkaian Pendidikan Transisi XIII penerbang Hawk 100/200 Skadron Udara 1.
Letda Pnb M. Teguh E.P,S.S.T.Han merupakan anak semata wayang yang lahir di Jakarta, 28 September 1988 sedangkan Letda Pnb Yasrul Ardya Nugraha,S.S.T.Han lahir di Malang, 20 Mei 1989. Keduanya merupakan lulusan Akademi TNI Angkatan Udara tahun 2011 dan Sekolah Penerbang Angkatan Ke-83 Lanud Adi Sucipto tahun 2013.
”Dalam menjalani fase transisi sesuai dengan Silabi Pendidikan Transisi XIII seorang penerbang baru wajib melaksanakan 132 jam ground school (bina kelas), latihan terbang pre transisi (pengenalan pesawat Hawk 100/200) sebanyak 10 jam, latihan simulator 33 jam dan 18 fase latihan penerbangan” jelas Letda Pnb M. Teguh E.P disela – sela temu dengan wartawan. Kedua penerbang ini dibina langsung oleh Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Radar Suharsono dan Instruktur Penerbang dari Skadron Udara 1.

Tatap Muka Pangdam XVII/Cenderawasih Dengan Daniel Kogoya


Tatap Muka Pangdam XVII/Cenderawasih Dengan Daniel Kogoya

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua MM melakukan tatap muka dengan Daniel Kogoya yang merupakan salah satu tokoh sentral Tentara Perjuangan Nasional Organisasi Papua Merdeka Papua Barat (TPN OPM PB),  dengan  jabatan terakhir  Kepala Staf (TPN OPM PB) Pimpinan Kelly Kwalik, bertempat di ruang Cycloop Kodam XVII/Cenderawasih. Rabu (22/01)
Kegiatan tatap muka tersebut merupakan bentuk jalinan hubungan yang baik antara Kodam dengan tokoh masyarakat di papua. Dalam pertemuan itu, Pangdam  menyampaikan agar Daniel Kogoya dapat mengajak rekan-rekan yang masih berada di hutan untuk turun dan bersama-sama membangun Papua.
Pangdam juga menyampaikan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh Kodam selalu didasari dengan hati dan untuk kepentingan seluruh masyarakat.  Pangdam akan menindak tegas terhadap setiap masyarakat sipil yang bersenjata dan selalu meresahkan masyarakat di Papua. Seperti yang terjadi disekitar area freeport diamana dua orang kelompok kriminal bersenjata tewas dalam operasi pengamanan.
Dalam tanggapannya, Daniel Kogoya menyatakan dirinya bersedia mengajak rekan-rekanya yang masih berada di hutan untuk turun dan membangun Papua seperti yang menjadi harapan kita semua. Daniel akan berupaya melakukan komunikasi secara perlahan untuk memberikan pengertian kepada mereka sehingga mereka turun dan kembali ke pangkuan NKRI. Daniel Kogoya selanjutnya mengatakan bahwa dia telah melihat dan merasakan langsung hasil pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mensejahterakan rakyat Papua. Selanjutnya dia akan mengajak masyarakat yang lain  yang masih bersenjata untuk menyerahkan senjata dan menciptakan kedamaian sehingga semua orang dapat merasakan hasil pembangunan yang semakin meningkat di Papua.
Pertermuan antara Pangdam dan Daniel Kogoya dilanjutkan makan siang bersama di ruang makan Cycloop Makodam XVII/Cenderawasih. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asops Kodam Kol Inf Frengky dan Waaster Kodam Letkol Kav Edward.

Pasukan Serbia dan Pasukan Kontingen Garuda Perkuat Amankan di Blue Line Lebanon

Panglima Angkatan Bersenjata Serbia Jenderal Dikovic didampingi Brigjen Glisovic beserta Staff mengunjungi Sektor Timur UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon). Dalam kunjungan tersebut beliau diterima langsung oleh Komandan Sektor Timur (Dansektor Timur) Brigjen Fransisco Jose Dacoba Cervinho, Wakil Komandan Sektor Timur (Wadansektor Timur) Kolonel Inf Kemal Hendrayadi dan Kepala Staff Sektor Timur Kolonel Fernando Rosa Lamora beserta Staff terkait berkaitan rotasi pergantian pasukan bertempat di UN 7-2, Blate, Lebanon, Jumat (24/1/2014).
Keberadaan Pasukan Serbia dalam UN Mission ini, baik secara administrasi ataupun komando pengendalian berada di bawah kendali langsung Pasukan Spanyol sebagai Main Body Sector East HQ.
Pada kesempatan tersebut juga, Beliau berkesempatan meninjau gelar Pasukan Serbia di lapangan baik yang berupa Permanent Check Point dan Temporary Check Point yang berada di sepanjang sektor tanggung jawabnya Area Of Responsibility (AOR), termasuk meninjau Panorama Point yang berada dalam wilayah tanggung jawab Kontingen Garuda sebagai pasukan tetangga terdekat .
Wilayah tanggung jawab Indonesia yang terletak satu poros dengan Serbia, membuat kedekatan koordinasi pada level taktis di lapangan untuk menghindari duplikasi tugas dan tanggung jawab masing-masing, Oleh karena itu diawali pada koordinasi level atas, maka pengaturan deployment pasukan di tata sedemikian rupa di staff Seceast HQ, baik dari segi waktu, tempat dan jenis kegiatan di lapangan.

TNI. 

Kasum TNI Buka Latsatgultor TNI 2014


Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E., secara resmi membuka Latihan Satuan Penanggulangan Teror (Latsatgultor) TNI tahun 2014, dengan sandi, "Waspada Nusa V", di Batalyon Komando 461 Paskhas Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (24/1). Latihan ini untuk mengantisipasi dan merespon kemungkinan terjadinya kontijensi aksi teror yang mengancam kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama menghadapi pelaksanaan Pemilu 2014.
Latihan ini diselenggarakan tidak sekedar memenuhi kalender program dan kegiatan yang telah ditetapkan, namun lebih dari itu bahwa Latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Satuan Gultor TNI, dihadapkan kepada kecenderungan kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme saat ini dan di masa yang akan datang. Disamping itu, penyelenggaraan Latihan ini, untuk meningkatkan kemampuan unsur Pimpinan dan Staf Satuan Penanggulangan Teror TNI dalam merumuskan Rencana Operasi serta tercapainya kesiapsiagaan operasional, baik dalam sistem penangkalan dan penindakan yang handal dalam rangka penanggulangan aksi terorisme.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang dibacakan Kasum TNI, antara lain mengatakan, bahwa ancaman terorisme bukanlah hal baru, namun terorisme tetap menjadi hal yang aktual dan terus berkembang seiring dengan perkembangan pemikiran manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta perkembangan tingginya pergerakan manusia antar Negara. "Latihan ini tidak saja mengembangkan kemampuan taktis dan teknis penanggulangan terorisme, namun Latihan ini perlu dikembangkan kearah manajemen pencegahan dan penanggulangan yang komprehensif termasuk manajemen analisa informasi karena perkembangan tersebut akan menentukan skenario Latihan", kata Panglima TNI.
"Pola aksi terorisme bisa dicermati, telah terjadi perubahan pola aksi terorisme dari pola tradisional ke pola baru dan modern.  Hal tersebut ditandai dengan aksi terorisme secara mandiri, struktur organisasi lokal dan linier terpisah, struktur yang tidak jelas, komando pengendalian yang flat (tidak bersifat atas bawah namun mendatar)", ujar Jenderal TNI Moeldoko.
Sementara itu, Dankorpaskhas TNI AU Marsda TNI M. Harpin Ondeh, S.H., selaku Direktur Latihan menyampaikan, bahwa Latihan dibagi dalam dua tahap, yaitu: Latihan Posko yang dilaksanakan mulai tanggal 24 s.d. 25 Januari  2014, di Batalyon Komando 461 Paskhas, Jakarta, sedangkan  Latihan Lapangan dilaksanakan dari tanggal 27 s.d 29 Januari 2014.  Peserta latihan yang terlibat sebanyak 507 orang, terdiri dari : 35 orang Penyelenggara, 55 personil Sat-81 TNI AD, 37 personil Denjaka TNI AL, 38 personil Satbravo 90 TNI AU, 5 (lima) personil Bais TNI, dan 337 orang Unsur Pendukung.

TNI. 

Wamen Pertahanan Saudi Jajaki Kerjasama Kendaraan Tempur dengan Indonesia

Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Salman bin Sultan bin Abdul Aziz As-Saud, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia dan bertemu dengan Wamen Pertahanan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Mereka menandatangani kerjasama Defence Cooperation Agreement.

Keduanya kemudian mengadakan jumpa pers di gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus, Kamis (23/1/2014). Sjafrie mengenakan setelan jas hitam sedang Wamen Arab Saudi mengenakan baju gamis berwarna putih dan penutup kepala shemagh.

"Sejak tahun 1950 baru saat ini kita menerima kunjungan Wamenhan Arab Saudi yang mewakili Kementerian Pertahanan Arab Saudi. Ada 2 hal penting dari pertemuan ini. Pertama, peningkatan kapasitas dan kemampuan dalam profesionalitas dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa pada prajurit muslim kita," kata Sjafrie.

"Kedua, untuk kerjasama industri seperti join assessment dalam kendaraan tempur. Beliau saat ini sedang melihat kendaraan tempur panser Anoa yang sudah digunakan oleh Kopassus," lanjutnya.

Pangeran Salman juga akan meninjau alutsista milik TNI seperti pesawat CN 235, CN 295 dan helikopter Bell 412. Pihak Arab Saudi juga menyetujui memberikan pelatihan bahasa Arab untuk persiapan kontingen PBB Indonesia yang akan berangkat ke Libanon di pusat bahasa di Shanti Dharma Sentul, Jawa Barat.

Kedua pejabat juga membahas mengenai terorisme yang kerap dikaitkan dengan agama Islam. "Akan ada kerjasama dengan kedua pasukan khusus RI dan Arab Saudi untuk menanggulangi terorisme. Yang perlu digarisbawahi dari kedua Wamenhan sudah sepakat bahwa terorisme tidak terkait dengan satu ideologi jadi tidak bisa dikaitkan dengan Islam," ucapnya.

Sebagai pertanda kerjasama dimulai, Sjafrie memberikan senjata SS 2 Pindad 1 yang biasa digunakan pasukan TNI kepada Pangeran Salman. Pangeran Salman kemudian berkunjung ke markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur