Jam Digital

Kamis, 02 Maret 2017

TNI AD Tambah Satu Batalyon Armed CAESAR Self Propelled Howitzer


Puas dengan performa Howitzer Swa Gerak atau Self Propelled Howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm, TNI AD dipastikan akan menambah satu Batalyon Armed (Artileri Medan) dengan kekuatan Howitzer CAESAR besutan Nexter, manufaktur persenjataan asal Perancis. Saat ini setidaknya 36 unit CAESAR 155 mm telah melengkapi kekuatan dua Yon Armed, yakni Yon Armed 9 di Purwakarta, Jawa Barat dan Yon Armed 12 di Ngawi, Jawa Timur. Keduanya adalah Yon Armed dalam jajaran Kostrad. Dan ada satu unit CAESAR untuk pelatihan di Pusdik Armed.

Bakal bertambahnya satu batalyon CAESAR 155 mm TNI AD diketahui setelah pihak Nexter Group merilis informasi dalam ajang IDEX 2017 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, disebutkan bahwa Nexter telah menandatangani kontrak baru dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk pengadaan 18 unit Howitzer SPH CAESAR 155 mm. Satu Yon Armed dengan komponen CAESAR terdiri dari 18 unit ransus (kendaraan khusus) pembawa meriam 155 mm. Selain sistem artileri, Nexter dikabarkan juga akan menyediakan fire control system (FINDART) dan simulator CAESAR untuk pelatihan dan lebih dari 50 kendaraan tambahan artileri medan yang akan dirakit di Indonesia oleh mitra lokal PT Pindad.
Sebagai operator, Yon Armed TNI AD di kawasan Cipatat dan Lumajang telah melakukan serangkaian uji coba penembakkan Howitzer CAESAR untuk jarak tembak sasaran 18 km, 20 km, 30 km, sampai 40 km.

Unit AD Perancis sedang menembakkan CAESAR pada posisi Taliban – Agustus 2009
CAESAR 155 mm dipasang pada platform truk Renault Defense Sherpa 5 dengan penggerak 6×6. Dengan platform truk, baik meriam, kru, dan amunisi bisa dibawa dalam satu unit, sehingga bisa digelar lebih cepat. Truk Sherpa 5 sudah dirancang khusus dengan penguatan chasis, bahkan ada teknologi yang diterapkan pada ranpur beroda yakni CTIS (Central Tire Inflation Systems) untuk mengatur tekanan ban dari dalam kabin juga disematkan, sehingga CAESAR bisa berjalan di beragam medan berat.
Dalam gelar operasinya, CAESAR membawa 6 awak, dimana untuk urusan kabin sudah dilengkapi perlindungan anti Nubika (nuklir, biologi, dan kimia). Lapisan body truk ini pun sudah dibuat kebal untuk menahan proyektil peluru kaliber 7,62 mm dan pecahan mortar kaliber 80 mm.

Jarak tembak maksimum CAESAR adalah 42.000 meter dan jarak tembak minimum 4.500 meter. Kecepatan tembak meriam ini dapat memuntahkan 6 proyektil untuk setiap menitnya. Hebatnya sistem pemuatan amunisi sudah mengaplikasikan jalur otomatis ala revolver, pengisi tinggal menaruk proyektil ke rak, dan pengisi akan memasukkannya langsung ke dalam kamar peluru.
Sistem manajemen penembkkan CAESAR sudah tergolong canggih dan akurat, mengadopsi teknologi FAST buatan Nexter EADS yang dibekali ROB4 muzzle velocity radar systems, SAGEM SIGMA 30 navigation systems, dan tentunya GPS (Global Positioning Systems). SIGMA 30 merupakan intertial guidance system pertama di dunia yang langsung ditempelkan ke landasar meriam, menjadikan akurasi maksimal karena berada dekat dengan laras. Untuk urusan amunisi, ada jenis LU211HE, LU211M, Ogre, SAMPRASS, BONUS MK.2 dan SPACIDO.

CAESAR saat sedang embarkasi ke perut C-130 Hercules

CAESAR 155 mm secara keseluruhan memiliki bobot 18,5 ton, keunggulan lain dari sista ini adalah dalam mobilitas. Bila CAESAR jadi dibeli TNI AD, maka 1 unit CAESAR dapat dibopong oleh pesawat angkut berat C-130H TNI AU. Sedangkan untuk Airbus A400M dapat membawa 2 unit CAESAR siap tempur. (Gilang Perdana)

Indomil.