Jam Digital

Kamis, 02 Maret 2017

Setelah Pesawat N-219, PTDI-LAPAN Garap Pesawat N-245


Mock up pesawat N-245 PTDI di International Maritime & Aerospace (LIMA) exhibition, Malaysia. (credit photo :Ainonline)

Dunia industri penerbangan Indonesia terus bergerak mengejar kemandirian di bidang pembuatan pesawat. Kendaraan udara ini sangat dibutuhkan oleh negara kepulauan seperti Indonesia, di mana penduduk membutuhkan transportasi yang cepat. 

Untuk itu PT Dirgantara Indonesia atau PTDI berencana membuat pesawat baru berkapasitas kurang lebih 50 penumpang. Pesawat N-245 itu akan dikerjakan PTDI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau Lapan, dengan model hampir sama dengan pesawat N-235.
Direktur Utama PTDI, Budi Santoso mengatakan, PTDI saat ini mulai merencanakan proyek pengerjaan pesawat yang dilengkapi teknologi Short Take-Off and Landing (STOL) atau mampu tinggal landas dan mendarat di landasan pendek, yakni 800 meter, seperti yang dilansir oleh Viva.co.id , 28/2/2017.

“Hanya 25 persen baru lainnya enggak. Kami akan ambil sayap pesawat N-235, yang dipakai N-295. Engine pakai N-295 tapi dikurangi. Dari N-235 lebih panjang 1,8 meter. Perubahan penting di bagian belakang pesawat,” ungkap Budi kepada Viva.co.id di PTDI, Bandung, Jawa Barat, Senin 27 Februari 2017.
PTDI tak ingin bersaing dengan perusahaan pesawat raksasa dunia seperti Airbus dan Boeing. Karenanya yang disasar adalah pasar pesawat dengan kapasitas 50 penumpang. Rencananya pesawat itu akan diperkenalkan kepada publik, usai pesawat N-219 terbang perdana pertengahan tahun 2017.
Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan setelah pengembangan pesawat N219 yang sudah memasuki tahap akhir, diharapkan dapat terus berlanjut ke pesawat N245 dan N270.

Viva.co.id dan Antara