Jam Digital

Selasa, 07 Maret 2017

Korps Marinir Uji Fungsi Drone Backpack SWG Throw System




Dalam meladeni peperangan modern, unit pasukan infanteri pun sudah harus mahfum dengan kemampuan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dan menunjang kebutuhan taktis infanteri di medan tempur, dikenal drone dengan ukuran mini untuk menunjang pengintaian. Karena digelar dalam operasi taktis, drone untuk infanteri ini dapat dikemas di dalam tas ransel, dan tentunya dapat di rakit dengan cepat bilamana dibutuhkan.

Meski belum dirilis wujudnya, Korps Marinir TNI AL belum lama ini dikabarkan tengah melakukan pelatihan dan uji fungsi drone yang disebut UAV Backpack SWG Throw System. Dan saat tulisan ini dibuat, sejumlah prajurit Marinir sejak 28 Februari 2016 tengah melaksanakan uji fungsi drone di PT Bhimasena yang terlerak di kawasangan Jatinangor, Bandung, Jawa Barat. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala SUB Dinas Perbekalan (Kasubdisbek) Dinas Material Korps Marinir (Dismat Kormar) Letkol Marinir Hendy, Selaku penanggung jawab Kepelatihan.





“Pelatihan uji fungsi drone intai dengan kendali jarak jauh dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. untuk memberikan bekal dan meningkatkan kemampuan serta pengetahuan kepada prajurit Denjaka, Batalyon Taifib, dan Brigade Infanteri Korps Marinir. Sasaran dalam latihan ini adalah agar para peserta mampu mengawaki serta meningkatkan pengetahuan drone yang berfungsi untuk mengintai dengan kendali jarak jauh dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Supaya Korps Marinir bisa menghadapi perkembangan teknologi.

RQ-11 Raven
Nano drone PD 100 Black Hornet
Sembari menunggu kabar apa persisnya jenis drone yang digunakan Korps Marinir, sejatinya drone model backpack sudah lazim diterapkan di lingkungan sipil. Dikemas dalam ransel yang kompak dan terlindung, maka saat dibutuhkan drone dapat cepat digelar. Seperti contohnya pasukan infanteri AS di Irak dan Afghanistan menggunakan drone pesawat RQ-11 Raven. (Bayu Pamungkas)