Jam Digital

Selasa, 07 Maret 2017

FNSS : Tank Medium-Berat Indonesia Diluncurkan Tahun 2017

 

Model Tank Medium FNSS-Pindad

Produksi Prototipe pertama sebagai bagian dari Program Tank Medium Modern Indonesia dilakukan di Triwulan I tahun 2017.

FNSS Turki membuat kemajuan yang signifikan dengan mitra Indonesia mereka, mengenai proyek tank kelas berat medium yang dilakukan di bawah naungan Undersecretariat Industri Pertahanan, ujar Direktur Program dan Pengembangan Bisnis FNSS, Aybars Küçük dalam Seminar 3rd Annual Land Platforms yang diselenggarakan Undersecretariat for Defense Industries di Ankara, 7-8 November 2016 yang dihadiri oleh 870 peserta.

Küçük melanjutkan : “Di sini, kami sedang mengembangkan sebuah tank dengan berat sekitar 32-35 ton. berat badan tank akan menyesuaikan berdasarkan konfigurasi armor di atasnya. Kami sedang mengembangkan sebuah tank dengan berat yang sesuai dengan kontur wilayah tertentu. Turret untuk tank langsung dipilih oleh Kementerian Pertahanan Indonesia. Tank itu memiliki turret dengan kanon 105 mm dan memiliki sistem sendiri di dalamnya. Kami bertujuan untuk mengembangkan sistem turret kami sendiri bersama perusahaan pertahanan Turki dan kami ingin memulai serial produksinya dengan turret kami sendiri”.

“Turret kami dipilih oleh Indonesia ada pada prototipe saat ini. Insinyur dari mitra kami di Indonesia PT PINDAD telah berkolaborasi dengan kami sejak awal proyek dan di semua tahapan pengembangan dan produksi. Kami akan memproduksi prototipe pertama di fasilitas FNSS. Saat ini kami telah memulai produksi dan produksi prototipe pertama akan selesai pada kuartal pertama tahun 2017, dan kemudian para insinyur yang dilatih di sini dan terlibat dalam semua proses akan memproduksi prototipe kedua dengan dukungan kami di fasilitas PT PINDAD. Prototipe kedua yang diproduksi di Indonesia akan ditampilkan dalam acara Hari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada 5 Oktober tahun 2017 dan setelah itu tes penerimaan oleh pengguna (user acceptance tests) akan diluncurkan dan Tentara Nasional Indonesia akan menerima sertifikasi”.