Senin, 08 Desember 2014

Anoa 6×6 Armoured Recovery Vehicle: Ranpur Reparasi Pertama Buatan Dalam Negeri

url
Hingga tulisan ini dibuat, sekitar 300 ranpur lapis baja Anoa 6×6 buatan PT Pindad dalam berbagai varian tengah dan telah berhasil di produksi. Sebagian besar dibuat untuk memenuhi kebutuhan Yonif Mekanis TNI AD, sementara sisanya dibuat untuk memenuhi pesanan dari Malaysia, Brenei, dan Oman. Sebagai flagship ranpur buatan industri Dalam Negeri, Anoa cukup membanggakan, pasalnya pihak PT Pindad menghadirkan Anoa 6×6 dalam berbagai varian.
Meski pesanan paling dominan adalah varian APC (Armoured Personnel Carrier), namun untuk melengkapi gelar operasional Yonif Mekanis TNI AD, khusus 3 Yonif Mekanis di lingkup Kodam Jaya, Anoa 6×6 juga di datangkan berupa varian komando, kanon, logistik amunisi, ambulance, dan ARV (Armoured Recovery Vehicle). Nah, melengkapi tulisan sebelumnya, dimana TNI telah mengoperasikan jenis AMX-13 ARV dan BREM-L ARV Marinir TNI AL, kini kami kupas Anoa 6×6 ARV, yang juga di daulat sebagai ranpur recovery pertama yang dibuat oleh Indonesia. Dari pesanan gelombang pertama, yakni 150 Anoa pada tahun 2008, diketahui ada 4 unit diantaranya merupakan varian recovery.
Anoa-ready-for-specialist-roles-_ID14D1_
anoa-6-x-6-recovery2IMAG0237image7
Dari spesifikasi standar, Anoa 6×6 Recovery tak ada beda dengan Anoa varian lainnya. Namun, karena punya fungsi khusus, maka ruang pasukan di bagian belakang disulap menjadi tempat crane. Sekilas ya memang karena crane inilah yang membuat Anoa 6×6 Recovery beda tampilan dengan saudara-saudaranya. Sebagai ranpur recovery, peran utamanya adalah memperbaiki, menderek (towed), dan merawat Anoa lain yang sedang mengalami kerusakan. Kelengkapan utama yang digadang adalah hydraulic crane yang mampu mengangkat beban hingga 12,6 ton. Sementara berat crane mencapai 2,1 ton yang bisa dipanjangkan hingga 10 meter. Agar seimbang selagi mengangkat beban, pada tiap sisi Anoa disematkan dua kaki hidrolik yang menunjang bodi ranpur. Selain crane, untuk menuntaskan misi bantuannya, Anoa 6×6 Armoured Vehicle Recovery juga dibekali perlengkapan lain, seperti mesin chain saw, pemotong baja, dan genset 2 KVA.
Meski berlaku sebagai unit bantuan di pertempuran, namun Anoa 6×6 Recovery juga dibekali persenjataan, meski pilihannya hanya terbatas di senapan mesin kaliber 7,62 mm dan pelontar granat asap untuk self defence. Untuk proteksi lapisan baja 8-10 mm juga sama dengan Anoa lainnya, termasuk kaca tahan proyektil kaliber 7,62 mm. Dengan banyaknya perkakas yang dijejali di ranpur ini, maka ruang untuk awak hanya disediakan untuk tiga orang saja.
Selain rajin dipamerkan oleh Pindad di berbagai pameran, Anoa 6×6 Recovery belum lama ini juga telah tampil di medan pengabdian yang sebenarnya. Pada hari Senin (27/7/2014), sebuah Anoa APC terlihat mogok di sekitar pintu keluar tol Kebon Jeruk di KM 03+400, Jakarta Barat. Akibat mogoknya kendaraan berat ini lalu lintas dari Kebon Jeruk mengarah ke Tomang tersendat. Nah, sebagai aksi pertolongan, di datangkan dua unit Anoa ke TKP, dan salah satunya diketahui adalah Anoa 6×6 Recovery dari Kodam Jaya. (Heru Baskoro)
105057_pansermogok_luar4020615_20140721111124

Spesifikasi Anoa 6×6 Armoured Recovery Vehicle:
  • Crew : 3
  • Dimension : 6 x2,5 x 2,17 meter
  • Crane : Hydraulic capacity 12,6 ton
  • Wheel Base : 1.510 mm
  • Empty Weight : ± 12.500 kg
  • Power to Weight Ratio : > 20 Hp/ton
  • Max Speed : ± 80 km/h (flat road),± 40 km/h (offroad)
  • Turning Radius : < 10 m
  • Fuel Tank : ± 200 Liter
  • Maximum Range : ± 600 km
Indomil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar