Kamis, 27 Februari 2014

Roket Pertahanan Indonesia RX-320

 
roket-rx-lapan
Roket RX Lapan

Setelah keberhasilan Roket R-Han 122 mengisi alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI, Lapan kembali mencoba mengembangkan roket pertahanan lainnya, dengan daya jelajah 70 hingga 100 km. Untuk roket pertahanan ini, pengembangannya diambil dari roket RX-320 dan RX-450 seperti yang disampaikan Kapusroket Lapan, Dr. Rika Andiarti saat berbincang.

“R-Han tersebut akan dipenuhi oleh RX-320 untuk jangkauan 70 km dan RX-450 untuk jangkauan 100 km,”

RX-320 saat ini sedang dikembangkan oleh tim konsorsium roket yang terdiri dari Kemenristek, Kemenhan, PT DI, PT Dahana dan PT Pindad. Untuk RX-450 masih perlu uji statis kembali, karena saat peluncuran pertama hasilnya hanya ditingkat 75%, belum maksimal.
Sayangnya, rencana memperbanyak roket tidak didukung oleh pemantapan pembuatan pabrik propelan tanah air. Selama ini propelan masih menggunakan bahan baku dari negara lain.
Roket Lapan (photo: Audrey)
Roket Lapan (photo: Audrey)

PT Dahana mengaku sudah berhasil membuat propelan dari bahan baku lokal dengan nilai komponen sebesar 20 persen. Setelah pabrik ada, pengembangan komponen lokal akan dinaikkan. Koordinator Proyek Khusus PT Dahana Yusep Nugraha mengaku pembangunan pabrik ini masih terkendala pada anggaran.
“Kalau merujuk kemandirian dan kebutuhan pertahanan, kita ingin pabrik propelan dibangun mulai tahun 2014, tapi pada akhirnya pemerintah yang akan menentukan kapan anggaran untuk propelan bisa dialokasikan,”.
rx-lapan-3
Roket RX Lapan

Seperti yang kita ketahui, R-Han 122 dibagi menjadi dua versi, yaitu untuk TNI AL dan TNI AD. Untuk TNI AD hasil pengembangan roket RX-1210 berdiameter 120 mm dengan panjang propelan 1 meter. R-Han varian pertama ini memiliki berat 38 kg dan menjangkau sejauh 14 km.
Sedangkan Roket TNI AL atau R-Han 122b ini memiliki ukuran yang lebih panjang dari varian pertama. Selain memiliki panjang yang berbedan daya jangkau lebih jauh, bisa mencapai 25 km. (by Jalo)

Maret 2014, Lapan Tembakkan Roket 100 km

Rhan-Lapan
Roket Rhan Lapan, siap tembus jarak 100 km

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang terlibat dan mengembangkan proyek roket canggih yang jarak tembaknya hingga 100 Kilometer.
Deputi Bidang Teknologi Lapan, Soewarto Hardhienata mengatakan, pengembangan roket ini merupakan kerja sama lanjutan yang pernah dilakukan sebelumnya, yakni pembuatan roket dengan jarak tembak sekitar 40 Kilometer.
“Konsorsium roket dengan PT DI, bersama dengan Bahana mengembangkan roket pertahanan. Tanggal 5 atau 6 Maret kita uji coba dan ini di atas 100 Km,” ucap Soewarto di kantor pusat Lapan, Jakarta, Selasa (25/2/2014).
Soewarto menyebutkan, roket ini diberi label RHAN 320, RHAN 420 serta RHAN 520. Roket sebelumnya yang pernah dikembangkan Lapan bersama PT DI adalah RHAN 122.
“Ini untuk roket pertahanan dan untuk Kementerian Pertahanan. Sekarang sudah ada RHAN 122 itu jarak tembak baru 40 Km,” tegasnya.

Pengembangan Pesawat
Selain mengembangkan roket, LAPAN dan PT DI juga mengembangkan dan membuat pesawat terbaru yaitu N245 dan N270. Proyek ini akan dikerjakan setelah proyek pesawat ringan N219 selesai dikerjakan tahun 2016.
“Setelah ini akan ada N245 dan N270 yang segera dimulai pada pertengahan tahun 2016 kita buat desain. N245 itu untuk 45 penumpang, N270 untuk 70 penumpang dan kedua pesawat ini pakai 2 mesin. Diharapkan cita-cita kita adalah R&D (penelitian dan pengembangan) ada di LAPAN, produksinya ada di DI,” ujar Kepala Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Gunawan S Prabowo  di Kantor LAPAN Rawamangun Jakarta, Selasa (25/02/2014).
Saat ini, LAPAN menganggarkan Rp 400 miliar untuk mengembangkan pesawat N-219 yang diserahkan kepada PTDI. Namun apabila pesawat itu sudah jadi dan dijual secara komersial, LAPAN tidak mendapatkan keuntungan penjualan.
n-2130
PT DI dan Lapan siapkan N245 dan N270, sebelum ke N2130

“LAPAN itu hanya kembangkan design center. Hasil penjualan itu nggak masuk ke kita. Kita berhenti hanya sampai prototype saja,” ungkapnya. Dana sebesar Rp 400 miliar akan dikucurkan selama 2 periode yaitu tahun 2014 sebesar Rp 310 miliar dan tahun 2015 sebesar Rp 90 miliar.
LAPAN sebagai lembaga yang dimiliki negara hanya mengambil keuntungan dari hak cipta pesawat dan keterlibatan 30 tenaga ahli LAPAN untuk bekerjasama membuat pesawat N219 dengan PTDI. (merdeka.com/finance.detik.com)

Rabu, 26 Februari 2014

Pesawat N219 Buatan PT DI Akan Ganti Skuadron Nomad TNI AL

PT Dirgantara Indonesia (PT KAI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menargetkan pesawat N 219 mengudara pada 2016. Itu artinya, pesawat buatan anak negeri tersebut ditargetkan lolos sertifikasi paling lambat tahun tersebut.

TNI AL Akan Ganti Skuadron Nomad Dengan Pesawat N219 Buatan PT DI
Pesawat N 219 Rancangan PT DI dan Lapan

Kepala Program N 219 Lapan Agus Aribowo mengatakan walau masih dalam tahap pengembangan, pesawat tersebut sudah banyak di pesan. Pemesannya beragam, mulai dari maskapai penerbangan, pemerintah daerah, hingga negara tetangga.

Menurut Agus, Lion Air telah berkomitmen memesan 100 pesawat, Nusantara Buana Air (NBA) sebanyak 30 pesawat. Lalu, pemda Papua dan Papua Barat sebanyak 15 pesawat.

"Pemda Aceh dalam negosiasi ada 6 pesawat, Sulawesi (6), Riau (4). Thailand (Nomad) itu pengawas pantai (18 plus cadangan 2), serta TNI AL (Nomad) 1 skuadron 9-15 pesawat," kata Agus di Lapan, Jakarta, Selasa (25/2)

Direktur Pengembangan Teknologi PT DI Andi Alisjahbana menambahkan, Merpati Nusantara Airlines (MNA) juga memesan 20 pesawat. "Tapi ini sudah 8 bulan yang lalu," katanya.

Pesawat Nomad TNI AL
Pesawat Nomad TNI AL
Khusus pemda pembeli pesawat, menurut Andi, pihaknya masih mencari cara agar mereka mendapat Air Operation Certificate (AOC). Salah satu opsinya, pemda bisa bekerja sama dengan maskapai penerbangan yang sudah memiliki izin terbang.

"Nanti mungkin Pemda yang memiliki, kita kerjasamakan dengan operator yang memiliki AOC, mereka menyediakan pilot, teknisi, operasi menggunakan perusahaan daerah," tegasnya.

Selain itu, Pemda juga diusulkan menggunakan dana non-APBD untuk membeli, mengoperasikan, dan merawat pesawat tersebut.

"Menggunakan perusahaan financing mungkin bank daerah dan nanti kita cari jalan. Sekarang kita coba kerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk cari jadi satu solusi."


Kemampuan dan Spesifikasi Pesawat N219

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terus mengebut penyelesaian pembuatan pesawat N219. Pesawat buatan anak bangsa tersebut telah menyelesaikan tahap preliminary design dan akan memasuki detail design dan kemudian akan memasuki pembuatan komponen.

Rencananya, integrasi komponen pesawat akan dilaksanakan pada 2015 ditandai dengan roll out pesawat pertama. N219 akan terbang perdana pada 2016. Namun, bagaimana spesifikasi pesawat buatan putra putri Indonesia itu?

Pesawat N219 berkapasitas 19 tempat duduk dan cocok untuk penerbangan perintis. Pesawat ini tergolong mudah dan sederhana dalam proses perawatannya.

N219 memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat, biaya operasi rendah, bersertifikasi dasar CASR 23 dan menggunakan sepasang mesin PT6A-42 yang masing-masing berkekuatan 850 daya kuda.

Dari keterangan yang diperoleh merdeka.com, pesawat ini dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu yang fleksibel.

N219 mampu lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek atau hanya memerlukan landasan 500 hingga 600 meter. Pesawat ini juga dilengkapi dengan alat bantu navigasi sehingga mampu lepas landas dan mendarat di bandara bandara perintis dengan peralatan minimal.

Unjuk kerja dan berat
Max. Cruise Speed : 215 Kts
Max. Range @available playload : 831 nm
Stall Speed : 59 Kts
Takeoff distance : 435 m
Landing distance : 485 m
Max. Take off weight : 7.030 Kg
Operaring empty weight : 4.305 Kg
Maximum payload : 2.318 Kg
Usefull load : 2.750 Kg
Max. Fuel capacity : 1.588 Kg
Available payload with maximal fuel : 1.157 Kg
Cruise Altitude : 10.000 ft
Max. Ceiling altitude : 24.000 ft
 

Kasad Lepas Tim Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014


Kasad Lepas Tim Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman memberikan pembekalan sekaligus melepas tim Ekspedisi NKRI koridor Maluku dan Maluku Utara 2014, bertempat di Aula Pusdikpassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/2).
Pada kesempatan tersebut Kasad berpesan kepada  para peserta agar selalu ikhlas, gembira dan tidak mudah menyerah dalam pelaksanaan tugas di lapangan sehingga hasil yang didapat benar benar memuaskan.
Tim Ekspedisi NKRI koridor Maluku dan Maluku Utara 2014 berjumlah 574 orang yang terdiri dari personil TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, Mahasiswa serta Tim Ahli (peneliti).
Dalam pelaksanaan tugas dilapangan peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok/ tim yaitu Tim Penjelajah, Tim Geologi, Tim Komsosbud, Tim Flora Fauna dan Tim Kehutanan.
Rencana pemberangkatan akan dibagi tiga gelombang mulai tanggal 24 sampai dengan tanggal 26 Februari 2014 dengan menggunakan pesawat hercules dari bandara Husein Sastranegara, Bandung dan akan bertugas di Maluku dan Maluku Utara lebih kurang sekitar 4 (empat) bulan dan akan kembali tanggal 26 Juni 2014.
Turut hadir dalam acara pembekalan dan pelepasan tersebut Dankodiklad, Pangdam III/ Siliwangi, Asops Kasad, Aspers Kasad, Danpusterad, Kaskostrad, Danjen Kopassus, para Kabalakpus, Kapolda Jabar, Pejabat dari Kemenko Kesra dan Pejabat Kementrian Kehutanan. (Dispenad)

16 Jet Tempur F-16 Segera Bermarkas di Pekanbaru



Pembangunan Skuadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin TNI-AU di Pekanbaru, Riau, hampir rampung. Tak lama lagi, 16 unit pesawat tempur F-16 yang baru saja dibeli dari Amerika Serikat akan datang.

"Pembangunannya hampir selesai. Dengan begitu 16 unit F-16 siap didatangkan karena pangkalannya hampir selesai," kata Panglima Komando Operasi Angkatan Udara Satu Marsekal Muda M Syaugi di Pekanbaru, Selasa (25/2/2014).

Syaugi datang ke Pekanbaru menggunakan pesawat angkut VIP milik TNI AU jenis Foker 28. Ia menyempatkan berkeliling di pangkalan udara bersama Danlanud Riau Kolonel Pnp Andyawan.

Syaugi menjelaskan, Skuadron Udara 16 di Pekanbaru sudah dibangun sejak Juni 2013. Bangunan yang menampung pesawat legendaris asal Amerika itu didirikan diatas lahan seluas 7 hektare.

"Skuadron akan dilengkapi hanggar beserta ruang perawatan, kantor operasional, mess, dan infrastruktur pendukung lainnya. Secara keseluruhan cukup baik. Kalau ada kekurangan, akan segera benahi," ujar Perwira bintang dua itu.

Pembangunan skuadron bersumber dari alokasi dana Kementerian Pertahanan melalui APBN. "Kalau besarannya saya tidak tahu," tegas Syaugi.

Pemilihan Riau sebagai penempatan 16 unit F-16, sebut Syaugi, karena teritorialnya yang berdekatan dengan Selat Malaka dan beberapa negara tetangga. Pelanggaran udara sering dilakukan negara tetangga.

"Untuk menjaga keamanan udara Indonesia, dibutuhkan armada tempur kuat. Kita sengaja memilih Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin ini untuk pembangunan skuadron Udara 16. Karena jaraknya tidak jauh dari Selat Malaka dan negara tetangga lainnya," pungkas Syaugi.

Indonesia sebelumnya mendatangkan 24 pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat. Pengiriman pesawat dilakukan bertahap.

Untuk Skuadron 16, bakal ada 16 unit pesawat F-16 yang akan bermarkas di Pekanbaru. Selebihnya bakal ditempatkan di Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur.

Sebanyak 24 pesawat F-16 blok 25 sudah dibekali senjata seperti rudal. Kedatangan F-16 diharapkan mampu memperkuat pengamanan wilayah udara Indonesia, khususnya kawasan barat dan utara, termasuk kawasan Selat Malaka. (Ali/Eks)

Prototype Tank Medium Nasional Selesai 2016


Salah satu desain Tank Pindad
Salah satu desain Tank Pindad

PT Pindad dan FNSS Turki rencananya akan menyelesaikan pengembangan prototipe tank medium nasional, pada awal tahun 2016. Pengembangan design tank ini tidak mengacu pada ACV-300 atau tank-tank buatan Turki lainnya seperti yang disampaikan Kadispen TNI AD Brigjen Andika Perkasa.
“Sedangkan design-nya tidak merujuk ke tipe ACV-300 tapi di design sendiri oleh PT Pindad dengan mempertimbangkan kebutuhan user (TNI AD),”
Pindad dan FNSS akan merampungkannya dalam Forum Intergrated Planing Team Meeting. Dari situ juga akan dilakukan riset dengan TNI AD agar bisa digunakan sesuai dengan kondisi geografis negara Indonesia.
Prototype Tank Pindad hull-nya mirip BMP2
Prototype Tank Pindad hull-nya mirip BMP2

Berat tank medium ini akan berada di kelas 20-25 ton. Kanon yang digunakan berkaliber 105 mm bukan 120 mm. Dalam road map yang dibuat, chasis tank ini untuk kavaleri dengan silhouette maximum 2.5 meter.
Light Tank Anders 105 mm
Light Tank Anders Polandia dengan turret CT CV 105 mm Belgia

Chasisnya untuk tank ini, termasuk tinggi turret dan kanonnya. Nah, yang menarik chasis tank ini dapat dikembangkan menjadi amphibious, sehingga bisa dipakai oleh marinir Indonesia.
disain-tank-pindad
Desain artistik Tank Pindad/ Nasional

Untuk kerjasama dengan Jerman dalam Transfer of Technology tank, hingga kini pemerintah masih melakukan pembicaraan. Rencana kerjasama dengan Jerman akan berkaitan dengan kontrak pengadaan Tank Marder yang dibuat bersamaan dengan kontrak tank Leopard oleh Kementrian Pertahanan. (by Jalo).



JKGR.

Rusia Tawarkan Reaktor Nuklir dan Industri Pesawat Terbang

 
skb-rusia-2
Menko Perekonomian Hatta Rajasa bersama Deputi Perdana Menteri Rusia, Dmitry o Rogozin menghadiri Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-9 Indonesia-Rusia 25/02/2014 (photo: inilah.com/Wirasatria)

Delegasi Federasi Rusia berkunjung ke Indonesia menghadiri Sidang Komisi Bersama ke-9, untuk penguatan kerja sama bilateral di lima sektor. Beberapa proyek unggulan yang jadi pembahasan utama: Pembangunan smelter bauksit, Kereta batu bara, Pengembangan industri pesawat terbang, hingga proposal proyek pembangkit nuklir.
Pemimpin delegasi Rusia Wakil Perdana Menteri Dmitry O. Rogozin menilai, pengusaha  negerinya  sangat antusias menanamkan modal di Indonesia. Kerja sama bisa dikembangkan ke sektor teknologi tinggi, karena persahabatan kedua negara sangat erat.
“Tidak ada persaingan di bidang apapun antara Rusia-Indonesia, kita bukan merupakan lawan dalam perkembangan geopolitik di Asia Pasifik,” ujarnya dalam jumpa pers usai sidang komisi di Jakarta, Selasa (25/2/2014).
Atas dasar itu, Rusia tidak keberatan bila diminta menanamkan modal di sektor yang butuh alih teknologi. Rogozin mengingatkan, Rusia bersedia mengalihkan sebagian industri strategis mereka di Indonesia, seperti alat navigasi hingga tak terkecuali pengembangan instalasi nuklir untuk energi.
“Federasi Rusia memiliki teknologi aman di bidang energi nuklir. Artinya pihak kami bersedia menawarkan sejauh pihak Indonesia menerima usulan-usulan kami,” kata Rogozin.
Rogozin juga  mengundang investor Indonesia untuk menanamkan modal di negaranya.  “Pemerintah kami membuka bagian timur Rusia untuk kerja sama dari negara-negara Asia Pasifik. Di kawasan industri itu, bisa dikembangkan bisnis agro maupun manufaktur,” tandasnya.
Sementara dalam pertemuannya dengan Kementerian Keuangan, delegasi Rusia  membicarakan kemungkinan dilakukan pertukaran cadangan devisa (bilateral swap).
pabrik Aluminium Rusal (photo by drugoi.livejournal.com)
pabrik Aluminium Rusal (photo by drugoi.livejournal.com)

Rusia ke Kalimantan
Pemerintah Kalimantan Timur akan bekerja sama dengan perusahaan Russian Railways untuk membangun jalur transportasi kereta api di Kalimantan. “Pada prinsipnya proyek kereta api yang kami bangun dari PT Kalimantan Railways itu sudah kami persiapkan dengan baik sepanjang 191 kilometer,” ujar  Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak di Jakarta, Selasa (25/2/2014).
Jalur kereta akan dibangun mulai dari Kutai Barat melintasi Balikpapan hingga Penajam Pasir Utara. Kereta api itu untuk mengangkut batu bara.
“Tetapi saya juga sedang meminta bisa untuk mengangkut minyak sawit, komoditas hutan tanaman produksi, karet, ataupun hasil bumi lain,” kata Awang.
Transportasi kereta api diharapkan  dapat memperlancar pengiriman barang logistik ke daerah pedalaman. “Kami sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Russian Railways dan Kalimantan Railways,” papar Awang.
Pengusaha Rusia juga berinvestasi di Kalimantan Barat dengan membuka pengolahan tambang (smelter) untuk bauksit. Kehadiran Russian Alumina, akan meningkatkan nilai tambah bagi komoditas bauksit menjadi alumina. Nilai investasinya diperkirakan sebesar 2,5 miliar dollar AS.
Tahun lalu, perdagangan kedua negara baru mencapai nominal USD 3,34 miliar. Kedua delegasi sepakat menggenjot volume perdagangan agar mencapai USD 5 miliar pada 2015.
sukhoi super jet 100(3)
Sukhoi Super Jet 100

Industri Pesawat Terbang
Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry O. Rogozin juga menemui Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, sebelum Rogozin menghadiri Sidang Komite Bersama ke-9 Indonesia – Rusia.
Dmitry O. Rogozin membenarkan dia sempat membahas potensi kerja sama bidang militer dengan Menhan, namun enggan merinci apa saja detail pembicaraan yang dibahas kedua pihak.
“Memang kita mengadakan pertemuan dengan Menhan Purnomo, tapi tentu saja kerja sama militer bukan suatu isu yang mudah diumumkan kepada masyarakat,” ujarnya saat jumpa pers.
“Di bidang industri penerbangan kita siap mendirikan pusat pelayanan pesawat terbang bersama, juga siap bekerja sama dengan perusahaan nasional dalam hal produksi suku cadang. Dalam hal kerja sama militer memang ada prospek sangat cerah, dalam alih teknologi terutama yang punya makna berganda. Artinya bisa dimanfaatkan baik untuk tujuan militer maupun sipil,” kata Rogozin.
Selain alat tempur, Rusia juga punya sistem pertahanan lain, mulai dari teknologi mikorelektronik, detektor bawah air, sampai wahana antariksa. Semuanya siap dikembangkan bersama, bila memang pemerintah Indonesia tertarik.
(Ardyan Mohamad / Merdeka.com).