Minggu, 03 Mei 2015

Cessna O-1 Bird Dog: Pesawat Observer TNI AD Dengan Sentuhan “CAS”

birdog-ADI-1001
Bagi yang melihatnya, pesawat ini menyiratkan kesan pesawat baling-baling yang sederhana. Desainnya cenderung mengarah ke rancangan pesawat latih mula bagi kadet penerbang. Tapi jangan salah, reputasi pesawat yang bentuknya ‘culun’ ini cukup mendunia. Di babak awal Perang Korea dan Vietnam, militer AS banyak mengandalkan pesawat ini sebagai FAC (forward air control) untuk mengarahkan serangan lanjutan dari elemen CAS (close air support). Inilah Cessna L-19 atau kondang dengan identitas Cessna O-1 Bird Dog.
Sebagai negara yang lumayan dekat dengan AS, Indonesia pun sempat mengoperasikan Bird Dog. Mengutip informasi dari Wikipedia.com, pada tahun 1963 Detasemen Penerbad TNI AD menerima dua unit Cessna L-19 Bird Dog lewat US Military Assistant Program. Hadir dalam masa pergolakan di dalam negeri, setahun sejak diterima, yakni pada tahun 1964, pesawat ini sudah diterjunkan dalam Operasi Kilat untuk menumpas pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Meski kodratnya, Bird Dog sebagai observation aircraft, namun TNI juga menggunakan pesawat ini melakukan tembakan udara.
Cessna O-1-Birddog Penerbad di PusdiklatPenerbad, Semarang.
Cessna O-1-Birddog Penerbad di PusdiklatPenerbad, Semarang.
Bird Dog TNI AD di SMK Penerbangan di Semarang.
Bird Dog TNI AD di SMK Penerbangan di Semarang.

Mengenai bantuan tembakan udara, jangan bayangkan yang ‘berat-berat,’ karena bobot pesawat hanya 700-an Kg, tembakan yang dilancarkan sebatas dari senapan serbu AK-47 dan stengun. Bagi Sintong Panjaitan, perwira senior TNI AD yang berperan penting dalam Operasi Woyla, pada awal karirnya pernah menjatuhkan peluru mortir 60 mm kea rah perkubuan lawan dalam Operasi Kilat. Saat itu, Sintong Panjaitan masih menyandang taruna Akademi Militer Nasional (AMN) tingkat akhir.
bird-dog-cessna_l19_3v
Meski dalam spesifikasinya tak disebutkan bisa membawa senjata, tapi saat digunakan AS dalam Perang Vietnam Bird Dog sering terlihat dibekali senjata, yakni berupa roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) di bawah kedua sayap. Dengan bekal FFAR, pesawat ini dapat melakukan dukungan tembakan ke permukaan secara terbatas. Di kancah Perang Vietnam, Bird Dog mulai digunakan sejak tahun 1962, karena lamban dalam hal kecepatan, pesawat ini lumayan banyak berhasil dijatuhkan pasukan Vietnam Utara. Tercatat 469 Bird Dog yang dioperasikan US Army, USMC (United State Marine Corps) dan US Air Force hancur dalam perang Vietnam. Belum lagi Bird Dog yang dioperasikan kubu Vietnam Selatan. Umumnya pesawat ini hancur akibat terjangan rudal panggul SAM (surface to air missile). Kiprah O-1 Bird Dog kemudian digantikan Cessna O-2 Skymaster dan OV-10 Bronco.
O-1A Bird Dog US Air Force dalam misi di Vietnam.
O-1A Bird Dog US Air Force dalam misi di Vietnam.
Cessna L-19 AD Kanada.
Cessna L-19 AD Kanada.

Personel sedang mengecek roket FFAR di sayap Bird Dog,.
Personel sedang mengecek roket FFAR di sayap Bird Dog.
Bird Dog dilengkapi peluncur FFAR dalam operasi di perbatasan Vietnam - Laos.
Bird Dog dilengkapi peluncur FFAR dalam operasi di perbatasan Vietnam – Laos.
Dari sejarahnya, pesawat ini dirancang pasca Perang Dunia II, Cessna melakukan uji terbang perdana pesawat ini pada 14 Desember 1949, dan resmi diperkenalkan ke publik pada tahun 1950. Karena saat itu sedang bergejolak Perang Korea, Bird Dog pun cukup aktif beroperasi dalam konflik salama periode 1950 – 1953. Pihak pemesan perdana, yakni AD AS, awalnya membutuhkan tipe pesawat yang dapat digunakan untuk memantau dan menyesuaikan arah tembakan dari artileri di permukaan.
Syarat yang diajukan AD AS untuk kebutuhan tersebut, pesawat harus bermesin tunggal, diawaki dua orang kru, punya bobot ringan, komponen all metal, mudah dalam pemeliharaan, dan dapat beroperasi STOL (short take off and landing). Tidak ada informasi sampai kapan Puspenerbad TNI AD menggunakan pesawat ini, ada yang menyebut Bird Dog masih digunakan TNI AD hingga tahun 1987.
Tampilan kokpit Bird Dog.
Tampilan kokpit Bird Dog.
Untungnya kejayaan Bird Dog masih dilestarikan, sekarang monumenya dapat dilihat satu unit di pasang di depan markas PusdikPenerbad, satu unit lainnya ada di SMK Penerbangan di semarang dengan cat putih dan biru muda. Sementara AS terakhir mengoperasikan Bird Dog pada tahun 1974. Populasi pesawat ini total mencapai 3.431 unit dengan puluhan negara sebagai operatornya. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi Cessna L-19/O-1 Bird Dog
– Crew: one/two
– Length: 7,88 meter
– Wingspan: 10,97 meter
– Height: 2,23 meter
– Empty weight: 734 kg
– Max. takeoff weight: 1.105 kg
– Powerplant: 1 × Continental O-470-11 flat six piston, 213 hp (159 kw)
– Maximum speed: 185 km/hours
– Cruise speed: 167 km/hours
– Range: 853 km
– Service ceiling: 5.640 meter
– Rate of climb: 5,8 m/seconds
– Take-off distance to (15 m): 170 meter
– Landing distance from 50 (15 m): 180 meter

Jumat, 01 Mei 2015

Kopassus Tidak Mencari Pujian Tapi Haus Pengabdian

 
Kopassus Tidak Mencari Pujian Tapi Haus Pengabdian
Prestasi Kopassus sangat banyak. Discovery Channel Military menobatkannya sebagai pasukan elit terbaik ketiga di dunia setelah Special Air service (SAS) Inggris dan Mossad Israel pada tahun 2008. Di pertemuan Elit Forcesin Tactical, Deploymen, and Assault di Wina, Austria, Kopassus dinilai sebagai pasukan terbaik kedua di dunia dalam hal keberhasilan operasi intelijen, setelah Delta Force As.
“Prestasi Kopassus banyak, tapi tidak kami ungkap. Sebab, begitu berhasil kopassus langsung sembunyi. Dia seperti angin. Kalaupun terlihat hanya bayang-bayang saja.” Jelas Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Mengapa tak mau mengumumkan kehebatan Kopassus kita? 
Dalam menjankan tugas, motto Kopassus, janganlah mengharapkan pujian, tapi harus mencari pengabdian. Kalau ada Kopassus yang minta dipuji, itu kopassus-kopassusan. Kopassus yang sebenarnya saat berhasil menyelesaikan tugas, dia bersembunyi. Prajurit Kopassus bermain di sarang musuh, tidak melempar senjata, sebab senjatanya adalah otak. Inilah mengapa, prestasinya tidak kita buka. Kemampuannya unggul. Mereka harus mampu melipatgandakan kekuatan. Dari 10 prajurit Kopassus, bisa menjelma menjadi 1.000 prajurit. Saat melaksanakan tugas jumlah Kopassus tidak perlu banyak, hanya tiga, empat, atau 10 orang. Tapi bisa. menghancurkan musuh.

Di wilayah mana saja Kopassus menjalankan operasi? Dan apa prestasi terbaiknya?
Operasi terakhir di Aceh ada, di Papua juga ada. Prestasi yang paling gemilang adalah saat operasi di Bandara Don Muong, Thailand Saat itu Kopassus melakukan operasi di negara lain, dan berhasil. Operasi Don Muang dilakukan pada 1981 untuk membebaskan 48 penumpang dalam pesawat Garuda Indonesia GA 206 yang dibajak teroris. Kopasandha (cikal bakal Kopassus) berhasil membebaskan sandera. Selain itu, ada sederet prestasi Kopassus lainnya. Di antaranya, berhasil membebaskan awak Kapal MY Sinar Kudus yang disandera di Somalia pada 2011, tujuh kali berturut turut menang lomba tembak tingkat Asia Tenggara, dan memecahkan rekor Asia untuk terjun payung susun sebanyak 18 orang.
Jenderal Gatot diangkat menjadi warga kehormatan Kopassus September 2014. Dia satu-satunya bintang empat yang mengikuti seluruh prosesi pembaretan seperti yang dijalani prajurit Kopassus. Gatot mengikuti proses latihan selama lima hari. Mulai dari senam pagi pukul 2 dini hari, jalan kaki, berkubang, mendaki gunung, menerobos hutan, berendam, sampai berenang tengah malam dari Cilacap sampai Nusakambangan.

Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo merumuskan ciri khas prajurit Kopassus yaitu 3S (senyum, sapa dan salaman) serta menghindari 3M (melotot, marah, memukul). Bagaimana tanggapan Anda?
Tugas Kopassus itu melipat gandakan kekuatan dan bertempur di belakang musuh, jadi, apa harus melotot? Kopassus harus memahami keinginan orang lain, lalu membawa keinginan tersebut menjadi keinginan kita Jadi, tegur sapa sudah mendarah daging di Kopassus. Memang, tampilan Kopassus itu gagah dan sepertinya galak. Tapi, saat menjalankan tugas apa harus seperti itu? Tidak Dia harus memahami keinginan musuh dan mengubah keinginannya. Yang tadinya musuh marah, mengajak bertempur maka prajurit Kopassus harus bisa membunuh kemauan itu.
Saat ini, perang tradisional atau melawan musuh di lapangan nyaris tak pernah terjadi. Ancaman global adalah perang era modern, seperti cyber war. Begaimana kesiapan Kopassus dan cara mengedukasi prajuritnya untuk menghadapi hal ini?
Itu perang kekinian, terjadi di berbagai kehidupan bangsa dan negara. Di dalam keluarga aja ada perang, Misalnya, ada anak yang izin kepada ibunya mau mengerjakan tugas di warnet, Ibunya bangga. Tapi, sampai di warnet anak itu malah membuka situs-situs berbahaya. Kopassus harus menyesuaikan diri dengan perang di era seperti itu. Kopassus saat ini sudah bergerak di dunia cyber war. Itu khusus. Dan kami harus bersiap menghadapinya.
Dalam sebuah kesempatan, Jenderal Gatot mengatakan, saat ini dunia menghadapi perang proxy. Proxy war adalah sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung. Alasannya mengurangi resiko konflik yang berpotensi kehancuran fatal, perang yang mahal dan berdarah. Perang proxy biasanya digunakan pihak ketiga, dan yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang bisa “non state actors” berupa LSM, Ormas, kelompok masyarakat atau perorangan. Saat perang proxy, tidak dapat dikenali siapa kawan dan siapa lawan. Bagaimana menghadapi Proxy War? Menurut Jenderal Gatot, upaya terbaik dan paling sederhana adalah back to basic. Cinta dan peduli terhadap kepentingan negara dan menempatkannya tertinggi di atas segala-galanya. Semua pemimpin dari semua strata harus banyak berbuat dan beraksi, bukan hanya berbicara.

Apa Kopassus dilibatkan dalam penanganan terorisme dan gerakan-gerakan radikalisme?
Sejak 1981 TNI AD membentuk satuan khusus anti teror. Komandan pertamanya Pak Luhut Panjaitan (saat ini Kastaf Kepresidenan), Satuan itu didesain untuk menghadapi terorisme. Lalu, seiring perkembangannya, dan aturan undang-undang, tugas teroris ditangani lembaga khusus. (Saat ini ada Densus 88 Polri dan BNPT atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Namun demikian kami terus melatih diri. Kami selalu siap. Diminta tidak diminta, kami siaga. Kami terus mengamati jenis teror-teror yang terjadi saat ini. Kami latihan, kami simulasikan. Belajar, berlatih, belajar dan berlatih.

Apakah ada ketentuan, kapan Kopassus diterjunkan untuk membantu menangani suatu aksi terorisme?
Itu yang menentukan panglima tertinggi (Presiden). Yang jelas kami selalu siap, Kami haus tugas. Dikasih tugas apa saja kami senang. Bahkan, menjalankan tugas pertanianpun senang. Menghadapi teroris juga kami senang, Kalau Kepolisian memerlukan bantuan dan panglima tertinggi memerintahkan, kami siap bantu polisi. Karena tugas itu berarti kehormatan bagi kami.

Untuk acara syukuran HUT ini, Kopassus mengundang mantan petinggi GAM, OPM, dan Falintil, Bagaimana anda menyikapi ini?
Begini, tentara sejati itu cinta damai. Saking cinta damainya, di rela berperang untuk mewujudkan perdamaian. Jadi, berperang bukan kemauan tentara sendiri, tapi kemauan negara untuk mewujudkan perdamaian. Begitu perang selesai, maka selesailah semua. Tidak boleh lagi ada dendam antara kami. Kita sama-sama patriot, maka saat berperang ya perang, tapi ketika selesai y selesai. Dulu memang bermusuhan, tapi sekarang, berdasarkan keputusan politik, kita sudah berdamai. Masak, kita mau perani terus. Tujuan mengundang mereka tentu merupakan bagian diplomasi. Yaitu mengutamakan soft diplomacy.

Harapan Anda untuk Kopassus di usianya yang ke-63 ini?
Saya berharap Kopassus lebih profesional, lebih disiplin, lebih hebat dan lebih termotivasi untu maju. Kopassus tidak mencari pujian tapi harus haus dengan pengabdian. (tniad.mil.id)

Panglima harapkan Wanita TNI jadi penerbang tempur

Panglima harapkan Wanita TNI jadi penerbang tempur
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Peran baru yang kita pikirkan agar positioning Wanita TNI menjadi lebih maksimal,"
Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengharapkan Wanita TNI ke depan, khususnya para Taruni, akan mampu mencari peran-peran baru seperti menjadi penerbang pesawat tempur, penerbang helikopter, komandan peleton atau kepala unit cyber war atau unit intelijen.

"Peran baru yang kita pikirkan agar positioning Wanita TNI menjadi lebih maksimal," kata Panglima TNI saat menghadiri acara Pembinaan Wanita TNI di Aula A.H Nasution Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis.

Peran Wanita TNI ke depan hendaknya melakukan perubahan, inovasi, jangan menjadi organisasi yang stagnan, tidak sensitif terhadap lingkungan.

"Wanita TNI harus membangun sebuah soliditas dan solidaritas karena soliditas dan solidaritas adalah kondisi yang semestinya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Bentuk seperti ini yang seharusnya menjadi bagian dari organisasi. Menjadikan organisasi Wanita TNI yang berprestasi yang memiliki dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi serta bisa menjalankan tugas secara profesional," ucap Moeldoko.

Meskipun Wanita TNI merupakan sebuah organisasi nonstruktural yang dipimpin secara "ad hoc"oleh yang dituakan, namun di dalamnya perlu ada upaya yang kuat karena disini tempatnya wadah berkumpul para Korps Wanita TNI.

"Wanita TNI harus menjadi organisasi yang maju, dinamis, dan kuat menghadapi kondisi lingkungan. Memposisikan organisasi yang sensitif adaptif terhadap lingkungan, bila organisasi yang kebal maka akan sulit organisasi berkembang, oleh karenanya sensitifitas sangat diperlukan," katanya.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI berpesan agar Wanita TNI pandai menjaga fisik, kesehatan dan penampilan yang baik dan menarik, karena Wanita TNI adalah sosok prajurit yang perlu menjaga penampilan dan menjaga kondisi dengan baik.

Acara yang dihadiri oleh lebih kurang 613 Wanita TNI di jajaran Garnisun-I Jakarta mengambil tema "Dengan Semangat RA Kartini, Wanita TNI Siap Meningkatkan Profesionalisme, Soliditas dan Solariditas Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok".

Rangkaian acara yang sebelumnya telah dilaksanakan antara lain donor darah, ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Bhakti Sosial kepada 256 Pejuang Veteran Seroja di perumahan Komplek Seroja Bekasi Utara dengan pemberian sembako dan tali kasih.

Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Raksa Tri Anggana Tantri Koes Moeldoko sebagai Ibu Asuh Wanita TNI dengan didampingi oleh Panglima TNI yang diberikan kepada atlet Wanita TNI berprestasi.

Prestasi itu diukir oleh antara lain Sertu (K) Wulandari (juara II Word Yongmodo championship kelas 52 kg di Korea Selatan), Kapten Laut Retna Ayu Dwi (Atleit Taewondo medali Emas Indonesia Open), sedangkan potongan tumpeng terakhir kepada Serda Wara Anggraena juara - II atletik ASEAN Junior di Colombo Srilanka.
 

TNI AL tingkatkan pengawasan peredaran narkoba

TNI AL tingkatkan pengawasan peredaran narkoba

ilustrasi Menko Maritim Indroyono Soesilo (kiri) didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait pelayaran Kartika Jala Krida World Expo Milano 2015 di KRI Banjarmasin-592 di Dermaga Ujung Armatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta (ANTARA News) - Walau jumlahnya tidak banyak, namun TNI AL tidak ingin semakin banyak anggotanya yang terlibat jaringan narkoba.

"Tidak sampai angka 100-lah, mereka cuma pengguna atau konsumen. Bahaya narkoba ini sudah darurat negara," kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, di Jakarta, Kamis. 

Pada kesempatan itu, Kasal memimpin upacara serah terima jabatan komandan Pusat Polisi Militer TNI AL, dari Brigadir Jenderal (Marinir) Gunung Heru kepada Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad. Hadir juga banyak sesepuh dan senior TNI AL, di antaranya Laksamana TNI (Purnawirawan) Bernard Sondakh dan Laksamana TNI (Purnawirawan) Slamet Soebiyanto. 

Sejauh ini, ada 2.450 personel Korps Polisi Militer TNI AL dengan 80 orang di antaranya perempuan. "Jumlah itu sangat kurang, karenanya didukung dengan anggota provost di satuan masing-masing," kata Heru, secara terpisah. Sebagai gambaran, TNI AL saat ini memiliki sekitar 58.000 personel dari berbagai korps. 

Jumlah itu juga menjadi hal relevan dengan tantangan membasmi peredaran narkoba di lingkungan TNI AL, kata Supandi. TNI AL juga mencanangkan pencegahan penyelundupan narkoba lewat laut. 

"Ini susah karena kita harus periksa satu per satu kapal, harus masuk ke setiap ruangan kapal. Kami butuh personel yang pahami selukbeluk konstruksi kapal. Ini operasi yg tergantung cuaca juga, makanya intensitas operasi bukan cuma di laut tapi di pelabuhan resmi dan pelabuhan tikus juga, saat bongkar muat," kata dia. 

Di lingkungan internal, kata Supandi, mereka juga mengetatkan razia yang juga sampai ke dalam kompleks perumahan anggota TNI AL.

"Termasuk perumahan pensiunan agar tak jadi sarang narkoba. Walaupun biasanya perumahan ada ronda dari pangkalan utama TNI AL," kata dia. 

Mengingat modus jaringan pengedar narkoba ini semakin inovatif, dia juga menyatakan, sudah menjalin kerja sama dengan BNN untuk membekali personel Polisi Militer TNI AL tentang berbagai jenis narkoba baru yang terus dikembangkan berikut pemakaian alat-alat penguji agar penegakan hukum bisa semakin maksimal. 

Pada sisi lain, Supandi mengemukakan “efek lain” dari peningkatan penghasilan prajuritnya melalui renumerasi itu. 

"Mereka banyak sekali yang punya motor, ini bagus-bagus saja. Tapi masalahnya beda kalau sudah menyangkut perilaku berkendar. Ini masalahnya, banyak juga yang terpancing emosi, lalu kecelakaan di jalan. Ini yang juga pasti dicegah semaksimal mungkin. Kuncinya disiplin di jalan," kata dia. 

Tentang itu, Heru menyatakan, "Memang paling banyak menyangkut kecelakaan lalu-lintas. Selama saya menjabat, ada 100-an kasus dan semuanya sudah dilimpahkan ke Oditurat Militer, dan kebanyakan tentang lalu-lintas ini. Pelanggaran susila, sebagai misal, menurun jauh," kata dia.
 

Kamis, 30 April 2015

HUT Kopassus dan Panglima TNI

 
2(1)
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, namun lebih mencintai kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dalam konteks nasional, regional dan internasional. Upaya bangsa Indonesia dalam membangun kekuatan TNI secara signifikan adalah konsep negara, sebagai suatu keniscayaan, seiring dengan kecintaan bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan dan perdamaian, dan TNI senantiasa memposisikan dirinya secara profesional sebagai garda terdepan dalam penjagaan kedaulatan negara dan perdamaian. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada sambutannya saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Kopassus, di Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Rabu, (29/4/2015).
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, dalam konteks kehidupan pada komunitas internasional atau regional, pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI merupakan bentuk apresiasi terhadap negara lain, yang selama ini telah dengan penuh kepercayaan membangun kebersamaan dengan Indonesia. Alutsista TNI harus terus ditingkatkan dan para prajurit TNI dibangun jiwa dan raganya, untuk menjadi prajurit yang bermoral dan profesional, tetapi juga prajurit yang sejahtera hidupnya.
1(1)
3(1)
4(1)
Prajurit-prajurit TNI dilatih untuk menjadi prajurit pejuang bagi rakyatnya, menjadi prajurit rakyat dalam menjaga integritas negaranya, serta menjadi prajurit profesional dalam setiap pelaksanaan tugasnya. “Kesemua itu dilakukan agar setiap prajurit TNI senantiasa siap melaksanakaan tugas politik negara, dengan segenap jiwa militansi dan pengorbanan jiwa raga, dalam rangka mempertahankan kedaulatan, serta melindungi segenap tanah tumpah darah, namun juga tetap humanis dalam membangun kebersamaan untuk menciptakan perdamaian”, tegas Panglima TNI.
Jenderal TNI Moeldoko juga mengutarakan bahwa, Kopassus sebagai Komando Utama Operasional TNI, agar terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas yang menjadi kekhususannya, serta memelihara sikap humanisme yang menjadi karakternya, dihadapkan kepada pergeseran dan perubahan paradigma perang serta paradigma operasi militer di era globalisasi, yang secara tradisional tidak hanya menempatkan negara sebagai ancaman kedaulatan dan perdamaian. Bentuk ancaman perdamaian bukan lagi peperangan militer, perkembangan ideologi ISIS dan terorisme adalah salah satu aktor baru yang mengancam kedaulatan dan keamanan negara, serta perdamaian.
5(1)
6(1)
“Gerombolan ISIS dan teroris pun menjadi entitas baru yang mampu memberikan teror-terornya bukan hanya melalui tindakan langsung namun juga melalui berbagai media. “Guna pengembangan kemampuan dan optimalisasi operasionalisasi Kopassus dan pasukan khusus TNI lainnya, TNI akan membentuk Komando Operasi Pasukan Khusus TNI, sebagai bagian dari optimalisasi Interoperability TNI, sekaligus sebagai kekuatan stand by force TNI dalam penanggulangan terorisme”, jelas Jenderal TNI Moeldoko.
7(1)
8(1)
Selain itu, keberadaan Komando Operasi Pasukan Khusus TNI tidak mereduksi atau bahkan melikuidasi keberadaan Kopassus secara struktural, sebagai bagian dari pembinaan Angkatan Darat. Keberadaan Kopassus pada Komando Operasi Pasukan Khusus TNI, direpresentasikan oleh Satuan Delapan Satu, untuk menjadi kekuatan Trimatra terpadu, bersama Detasemen Jalamangkara TNI AL dan Detasemen Bravo TNI AU, yang diformat dalam satuan tugas atau task force, dengan paket rotasi periodisasi penugasan. Adapun Staf struktural permanen hanya pada tingkat Komando Operasi yang berkedudukan di bawah Markas Besar TNI.
Panglima TNI juga berharap Kopassus dan segenap prajurit Kopassus, untuk terus mengembangkan kepemimpinan lapangan, serta senantiasa menjaga soliditas, disiplin dan loyalitas yang tinggi, karena soliditas, disiplin dan loyalitas yang tinggi adalah karakter prajurit Komando Pasukan Khusus TNI. Kembangkan kreativitas dalam peningkatan kapabilitas dan keterampilan keprajuritan, dengan jiwa dan semangat juang kebangsaan, karena kita tidak ingin memiliki prajurit TNI seperti boneka dalam etalase, yang baik di raga tetapi kosong di jiwanya. (Puspen TNI)

Authentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. HP.

DHC-5 Buffalo: Pesawat Angkut Multipurpose Yang “Kontroversial”

dhc5carriboudu4
Dengan wilayah operasi yang luas, adalah wajar bila ketiga matra TNI membutuhkan pesawat angkut taktis untuk beragam keperluan (multipurpose). Untuk itu pun, TNI terbilang kaya ragam, khususnya di segmen pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter). Dan salah satu yang cukup berkesan namun jarang terdengar adalah varian DHC-5 Buffalo buatan pabrik de Havilland Canada.
Merujuk ke ‘sejarahnya’ di Indonesia, DHC-5 Buffalo hadir untuk melengkapi armada Puspenerbad TNI AD dan Puspenerbal TNI AL. Berbeda dengan alutsista lain yang di datangkan atas kebutuhan TNI, maka untuk Buffalo lain ceritanya. Berawal ketika Uni Emirat Arab membeli tujuh pesawat CN-235 dari IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) pada tahun 1990-an. Sebagai negara kaya, Uni Emirat Arab akan membayar tunai ketujuh pesawat tersebut, namun sebagai syaratnya Indonesia harus membeli pesawat bekas paka AU Emirat Arab, yakni lima unit DHC-5D Buffalo dan pesawat angkut ringan NC-212-200 buatan CASA Spanyol. Akhirnya, BJ Habibie selaku Dirut PT IPTN saat itu memutuskan membeli lima Buffalo dan empat NC-212 dengan harga murah, untuk kemudian dilakukan re-build.
DHC-5 Buffalo milik TNI AL.
DHC-5 Buffalo milik TNI AL.
DHC-5 Buffalo milik TNI AD.
DHC-5 Buffalo milik TNI AD.
Nah, kelima Buffalo yang dibeli PT IPTN, cerita selanjutnya disalurkan kepada pihak TNI, dalam hal ini TNI AD dan TNI AL. Pesawat-pesawat itu diterima oleh Puspenerbad dan Puspenerbal pada saat yang sama, yakni Jumat, 4 Juli 1997. Jatahnya, Puspnerbad menerima tiga pesawat, sementara Puspenerbal menerima dua pesawat.
Di Puspenerbal TNI AL, Buffalo dimasukkan ke dalam Skadron Udara 600 yang merupakan skadron angkut, yang juga menjadi induk skadron untuk pesawat angkut ringan NC-212 Aviocar produksi IPTN, lisensi dari CASA. Di Skadron 600, Buffalo mendapat peran sebagai pesawat angkut taktis. Sementara di lingkungan Puspenerbad TNI AD, Buffalo dioperasikan oleh Skadron 2/Bantuan Umum yang berpangkalan di Lanud Pondok Cabe, Jawa Barat. Skadron ini adalah skadron campuran yang mengoperasikan jenis pesawat transpor dan helikopter.
unnamed-(4)
unnamed-(8)
Buffalo A-9122 yang diterima Puspenerbad digunakan sebagai transpor VIP yang berkapasitas 20 orang. Jenis Buffalo angkut VIP ini adalah tipe DHC-5D Super Buffalo Sementara dua Buffalo lainnya adalah versi angkut personel yang dapat membawa 40 pasukan bersenjata lengkap. Dua Buffalo tersebut diberi registrasi A-9120 dan A-9121.
Ditilik dari kemampuan, Buffalo bukan pesawat angkut sembarangan, pesawat ini aslinya memang dilahirkan untuk kebutuhan misi militer. Sebagai bukti, US Army (AD AS) langsung mendaulat Buffalo sebagai pesawat angkut sedang guna pada tahun 1962. Di AS, Buffalo diberi label CV-7A yang prototipe-nya dipamerkan pada Paris Air Show 1965. Saat itu, AD AS membutuhkan pesawat angkut yang punya kapasitas angkut sepadan CH-47A Chinook, namun sebagai syarat utama, pesawat harus mampu melakukan STOL (short take off and landing). Buffalo pun cukup aktif berlaga dalam Perang Vietnam.
Konfigurasi bangku untuk pasukan.
Konfigurasi bangku untuk pasukan.
Ramp door.
Ramp door.

Sejak digunakan AS, popularitas Buffalo terus meroket, ada puluhan negara yang mengoperasikan Buffalo baik untuk kepentingan sipil dan militer. DHC-5 Buffalo terbang perdana pada 9 April 1964. Dan diproduksi secara komersial pada tahunn 1965. Produksinya berjalan di rentang periode 1965 – 1972 dan 1974. Dalam berbagai varian, total DHC-5 Buffalo yang diproduksi mencapai 122 unit.
Di Indonesia, spesifikasi Buffalo bisa disejajarkan dengan C-295 dan CN-235. Ketiganya sama-sama pesawat angkut sedang yang dibekali fasilitas ramp door di bagian belakang. Sementara dari sisi desain, Buffalo mirip dengan Fokker F-27 Troopship TNI AU, pasalnya posisi area rumah mesin jadi ‘tumpuan’ bagi roda pendarat. Posisi serupa juga dianut pesawat anti COIN OV-10F Bronco TNI AU.
Prototipe CV-7A, Buffalo varian AD AS, ditampilkan saat Paris Air Show 1965.
Prototipe CV-7A, Buffalo varian AD AS, ditampilkan saat Paris Air Show 1965.
unnamed-(14)
Sayangnya, karir Buffalo di Indonesia tidak moncer, meski diakui aslinya pesawat bagus, tetapi mengandung kontoversi, karena jalur produksinya sudah ditutup oleh pabriknya de Havilland Canada, maka saat digunakan timbul ke khawatiran akan pasokan suku cadang. Ada keluhan lain, ketika berada di Uni Emirat Arab, pesawat-pesawat Buffalo terlalu lama dijemur di lapangan terbuka. Akibatnya ketika pesawat diterbangkan ke Indonesia, mulai ditemui persoalan, antara lain kebocoran pada seals saluran bahan bakar. Selama digunakan oleh TNI, untuk jaminan perbaikan dan perawatan dilakukan oleh teknisi dari PT IPTN.
Dari catatan, selama digunakan di Indonesia, tidak ada insiden kecelakaan yang terkait Buffalo. Namun, karena usia yang sudah tua plus suku cadang yang langka. DHC-5 Buffalo, bersama F-27 Troopship dan OV-10F Bronco telah resmi di grounded pada tahun 2009. Besar harapan, sekiranya pihak TNI AU dapat memasukkan Sang Buffalo sebagai etalase di museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta atau boleh juga dijadikan monumen seperti halnya Ilyushin Il-14 Avia di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur. (Gilang Perdana)

Spesifikasi DHC-5 Buffalo
– Crew: Three (pilot, co-pilot and crew chief)
– Capacity: 41 troops or 24 stretchers
– Payload: 8.164 kg
– Length: 24,08 meter
– Wingspan: 29,26 meter
– Height: 8,73 meter
– Empty weight: 11.412 kg
– Max. takeoff weight: 22.316 kg
– Powerplant: 2 × General Electric CT64-820-4 turboprop, 3,133 hp (2,336 kW) each
– Maximum speed: 467 km/h
– Stall speed: 124 km/h
– Range: 1.112 km at 3,050 meter (max payload)
– Service ceiling: 9.450 meter
– Rate of climb: 11,8 meter/second

Rabu, 29 April 2015

CIWS Baru KRI Sultan Thaha Syaifuddin

 
image
Asisten Logistik Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Aslog Pangarmabar) Kolonel Laut (T) Puguh Santoso mengunjungi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Thaha Syaifuddin-376 di PT. PAL, Ujung Surabaya, baru-baru ini.
Menurut Aslog Pangarmabar Kolonel Laut (T) Puguh Santoso, salah satu KRI Koarmabar yang tergabung dalam jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkor Koarmabar) itu merupakan KRI pertama sebagai project percontohan bekerjasama dengan perusahaan Tiongkok memasang meriam berkaliber 30 mm dengan 7 laras buatan Tiongkok yang mampu melontarkan peluru hingga 4000 butir per menit. Senjata ini dipasang untuk menggantikan meriam 30 mm lama AK 230 buatan Rusia.
Pada kesempatan itu, Kolonel Laut (T) Puguh Santoso mengatakan, selama pemasangan senjata ini pihak kapal melakukan pengawasan penuh agar mendapatkan hasil yang maksimal serta tetap melaksanakan pemeliharaan kapal sesuai dengan Sistem Pemeliharaan Terencana (SPT).
CIWS tipe 730 Tiongkok (foto: Ario Sasongko)
CIWS tipe 730 Tiongkok (foto: Ario Sasongko)

Pada kunjungan itu, Aslog Pangarmabar disambut Komandan KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 Letkol Laut (P) Ario Sasongko, S.E., M.P.M., M.M. (GSC) didampingi Kadepsin Mayor Laut (T) M. Irwan Ridwan, S.E., Kadepekaban Lettu Laut (E) Andri Irawan, dan Perwirastaf KRI yang lain. Aslog Pangarmabar melanjutkan peninjauan di antaranya ruangan di mana peralatan pendukung meriam 30 mm 7 Barrel tersebut dipasang,.
Kunjungan diakhiri dengan foto bersama seluruh Perwira KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 beserta tim teknis dari Tiongkok dan PT. PAL Indonesia.
(Dispenarmabar)