Rabu, 10 Februari 2016

Bell 204B: Lintasan Sejarah Tiga Dekade Helikopter Utility TNI AU

Bell 204B

Bila kavaleri udara Puspenerbad TNI AD hingga kini masih melestarikan Bell 205 A-1. Maka TNI AU juga mengoperasikan saudara kembarnya yang lebih dulu berlaga di angkasa Indonesia, yakni Bell 204B yang hadir sejak awal tahun 60-an. Beda dengan Bell 205 A-1 TNI AD yang sudah di-‘militerisasi’ dengan kemampuan menggotong senjata, sejatinya Bell 204B TNI AU masih berstatus sebagai helikopter ‘sipil’ tanpa modifikasi usungan senjata.

Sebagai informasi awal, Bell 204B adalah helikopter yang terpajang di halaman depan Museum Satria Mandala, Jakarta. Dalam versi militernya yang disebut UH-1B Iroquois (Huey), helikopter ini terbilang laris manis digunakan dalam Perang Vietnam. Antara Bell 204 dan Bell 205 pun bentuknya bisa dibilang mirip, sama-sama menggunakan mesin tunggal dengan dua bilah baling-baling pada rotor utama. Letak perbedaanya, Bell 205 dimensinya lebih panjang dengan sliding door lebih lebar. Jika Bell 205 bisa mengangkut 14 penumpang, maka Bell 204 maksimum hanya bisa dimuati 10 penumpang.
Bell 204B di Museum Satria Mandala, Jakarta.
Bell 204B di Museum Satria Mandala, Jakarta.

Dirunut dari sejarahnya, Bell 204B hadir sebagai upaya perkuatan militer Indonesia jelang Operasi Trikora. Awalnya Bell 204B ditempatkan Skadron Udara 6 Lanud Atang Senjaya, Bogor. Di awal tahun 60-an, Bell 204B yang didatangkan sebanyak 20 unit tergabung dalam skadron yang sama dengan helikopter angkut sedang Mi-4 dan helikopter angkut berat Mi-6 dari Rusia (Uni Soviet). Baru setelah 1965, Bell 204B dipindahkan ke Skadron Udara 7 Lanud Atang Senjaya, Bogor. Namun, secara bertahap pada 17 April 1989 Skadron Udara 7 dipindahkan dari Lanud Atang Sendjaya, Bogor ke Lanud Suryadarma, Kalijati. Secara resmi menjadi kekuatan Lanud Suryadarma sejak 1 januari 1991, dengan kekuatan Bell 204B, Bell 47G Sioux, Bell 47G Soloy (modifikasi Bell 47G Sioux) dan EC 120B Colibri.

indonesia-002


UH-1Cdimensions

Meski sudah tak tampil lagi di muka publik, sejatinya belum ada pengumuman resmi pensiunnya Bell 204B TNI AU. Malahan Bell 204B TNI AU sempat ikut ambil bagian dalam film Djakarta 1966. Kabarnya di masa Presiden Soekarno, satu unit Bell 204B ikut disiagakan untuk kepentingan operasional Istana. Di masa Orde Baru, pemerintah propinsi NAD (d/h Daerah Istimewa Aceh) dan propinsi Irian Jaya pernah mendapat hibah masing-masing satu unit Bell 204B dari TNI AU.

Sejak periode 1965 hingga awal tahun 80-an, Bell 204B Skadron Udara 7 terbillang kenyang pengalaman operasi. Tercatat Bell 204B dan Mi-4 terjun dalam Operasi Penegak di daerah Jawa Barat dan Operasi Mental di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Operasi ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut untuk menghancurkan sisa-sisa kekuatan G-30s/PKI.

Bell 204B juga pernah digunakan oleh maskapai Airfast di Papua.
Bell 204B juga pernah digunakan oleh maskapai Airfast di Papua.

VH-UTW3

Periode 1971 sampai 1975 Skadron Udara 7 turut berpartisipasi pada operasi Wisnu, yang merupakan tindak lanjut Operasi Samber Kilat untuk menumpas gerombolan bersenjata PGRS/Paraku, di daerah Kalimantan Barat. Operasi ini dimulai pada bulan September 1972, yang pada awalnya menggunakan pesawat Bell 204B Iroquois, baru pada bulan Mei 1973 diperkuat dengan tiga buah pesawat tambahan UH 34D Sikorsky milik Skadron Udara 6. Tahun 1975 pesawat Iroquois ditarik total dari operasi tersebut untuk kemudian digantikan Sikorsky.

Varian militer UH-1B milik El Salvador tampil ekstrim dengan membawa bom MK82.
Varian militer UH-1B milik El Salvador tampil ekstrim dengan membawa bom MK82.

UH-1B Huey Gunship yang digunakan dalam Perang Vietnam.
UH-1B Huey Gunship yang digunakan dalam Perang Vietnam.

Hasil operasi helikopter -helikopter ini berhasil menembak mati tokoh G30S/PKI daerah Kalimantan Barat, yaitu Sofyan. Sebelum ditembak, dilakukan pengejaran dari Pontianak sampai Tarenteng. Jenazahnya kemudian diangkut ke Pontianak menggunakan Bell 204B Iroquois. Jejak pengabdian Bell 204B pun tak lepas dari Operasi Seroja di Timor Timur.

Prototipe Bell 204 (XH-40) terbang perdana pada 20 Oktober 1956. Bell kemudian membangun enam (disusul sembilan) XH-40 yang diberi desainasi YH-40 untuk uji coba. Semua pra produksi ini menggunakan mesin T53-L-1A dengan kemampuan 700 tenaga kuda. Walau sebagai uji coba, heli ini langsung diterjunkan di Perang Vietnam. (Bayu Pamungkas)

Bell 204B (UH-1B)
– Crew: one-two
– Capacity (Payload): 1.360 kg including up to eight-nine passengers, or equivalent cargo-
– Panjang: 12,69 meter
– Rotor diameter: 14,63 meter
– Tinggi: 4,5 meter
– Empty weight: 2.085 kg
– Max. takeoff weight: 4.310 kg
– Powerplant: 1 × Lycoming T53-L-11A turboshaft, 1,100 shp (820 kW)
– Maximum speed: 220 km/h
– Cruise speed: 205 km/h
– Range: 533 km
– Service ceiling: 5.910 meter
– Rate of climb: 8,9 m/s
 

Roket R-Han 122 Sukses Meluncur dari MLRS RM70 Grad Marinir TNI AL

RM70 Grad

RM70 Grad Batalyon Roket Pasukan Marinir (Pasmar) TNI AL memang alutsista yang kondang, selain kerap tampil dalam show parade militer, seperti penembakkan salvo spektakuler di HUT TNI ke-70 lalu, RM70 Grad juga rajin diikutkan dalam operasi latihan tempur, termasuk digelar dalam operasi di Poso, Sulawesi Tengah belum lama ini. Letalitas yang maksimal, bisa menghancurkan area 3 hektar dalam tembakkan salvo, menjadikan MLRS (Multiple Launcher Rocket System) digadang pas sebagai sista artileri medan unggulan.


Dengan basis roket kaliber 122 mm, kedepannya RM70 Grad Marinir tak melulu harus bergantung pada stok roket dari Cekoslovakia yang jumlahnya kian berkurang. Nah, kabar baiknya RM70 Grad yang dipasang pada platform truk Tatra 813 Kolos berpenggerak 8×8 kini dikabarkan telah sukses meluncurkan roket R-Han 122 mm yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhan RI sejak tahun 2007.

Bila selama ini uji coba peluncuran dinamis R-Han 122 mm dilakukan dari platrom truk 6×6 buatan PT Alam Indomesin Utama, tapi pada pada tanggal 27-29 Januari 2016 bertempat di Pantai Tempursari Lumajang, Jawa Timur, sebanyak 25 unit roket R-Han 122 mm berhasil ditembakkan dari peluncur RM70 Grad. Uji fungsi ini dilakukan untuk menguji konsistensi performansi roket setelah uji terbang tahap pertama yang dilakukan pada Oktober 2015 lalu, dinilai telah berjalan dengan baik, yang melakukan pengamatan dan perekaman data perilaku terbang roket pada saat diterbangkan.

105563dmc

Uji dinamis yang dilakukan kali ini untuk mendapatkan data hasil uji dinamis berupa prestasi terbang roket dan keandalan muatan yang dibawa roket, serta konsistensi performansi roket. Dalam pengujian kali ini juga dilakukan pencatatan jarak capai dan kehandalan terhadap spesifikasi desain.

Pengujian dinamis kali ini bersifat ground to ground dengan menggunakan beberapa jenis muatan warhead yaitu 4 unit inert atau dummy, 9 unit asap, 8 unit tajam dan 4 unit telemetry. Muatan dummy dan asap diluncurkan untuk melihat titik jatuhan, muatan tajam diluncurkan sebagai penggambaran kondisi realroket R-Han 122B yang akan diproduksi dan digunakan untuk user, dan muatan telemetry digunakan untuk mengetahui trajectory roket. Dari hasil pengujian, area jatuhan roket berhasil dipantau oleh pengamat berada pada kisaran 22-23 km untuk sudut elevasi 30 derajat dan kisaran 25-26 km untuk sudut elevasi 50 derajat. Hasil ini dinilai memuaskan dan salah satu hal yang harus dilakukan adalah konsistensi dalam menjaga proses dan kualitas agar menghasilkan satu desain yang freeze dan sesuai dengan yang diharapkan oleh user.

Pada platform truk 6x6
Pada platform truk 6×6

Pada platform tank ringan SBS Pindad
Pada platform tank ringan SBS Pindad

Kegiatan pengembangan roket R-Han 122B dengan berat 59,6 kg ini merupakan kerjasama tim Konsorsium Roket Nasional dengan Balitbang Kemhan yang memiliki tujuan utama menghentikan ketergantungan terhadap produk asing dengan menjadikan roket R-Han 122B sebagai alutsista yang digunakan prajurit TNI sebagai senjata utama untuk mensubtitusi persenjataan yang selama ini diperoleh dari luar negeri. Diharapkan, Indonesia berhasil mewujudkan kemandirian dalam produksi roket nasional.

Inilah sosok roket RM70
Inilah sosok roket RM70

Sebagai perbandingan, roket RM70 Grad Marinir asli yang buatan Cekoslovakia punya bobot 66 kg. Komponennya terdiri dari hulu ledak seberat 18,3 kg, lalu ada motor roket dengan double base solid propellant seberat 20,5 kg. Sisanya adalah cangkang roket. Dimensi panjang roket keseluruhan adalah 2,88 meter dan lebar rantang sirip 0,226 meter. Dengan kecepatan jelajah 2.516 km per jam, maka jarak jangkau roket bisa mencapai 20,75 km. Saat terdetonasi, hulu ledak bisa menghamburkan 3.150 serpihan kecil baja yang terserak hingga radius 28 meter.

Loading roket ke tabung peluncur
Loading roket ke tabung peluncur

Dalam sebuah defile
Dalam sebuah defile

Meski usia operasionalnya sudah tergolong tua, peluncur RM70 Grad dikenal lebih handal dan bandel ketimbang buatan lokal. RM70 Grad kaliber 122 mm punya 40 tabung peluncur. Bobot tiap peluncur tipe 9P-152 sekitar 23 kg dengan panjang sekitar 3 meteran. Lebar tiap jajar yang berisi 10 peluncur adalah 1,45 meter. Sementara tinggi total empat jajar peluncur adalah 0,576 meter. Dengan menytertakan sistem perangkai, bobot total rangkaian peluncur RM70 dalam kondisi kosong adalah 2,31 ton.

Selain punya mobilitas tinggi, peluncur roket tadi dapat diputar hingga membentuk sudut 70 derajat (kanan) dan 102 derajat (kiri) terhadap garis sumbu karoseri truk. Dalam operasionalnya, tabung peluncur dioperasikan dengan sistem kendali penembakan Kapustnik B dan perangkat picu tembakan 9V-170. Kedua sistem tersebut berada di dalam kabin pengemudi. Tapi sistem peluncur dapat pula dioperasikan dari jarak jauh dengan dukungan remote control yang terhubung dengan kendaran pengangkut senjata lewat kabel pemicu tembakan sepanjang 64 meter.Untuk itu tenaga listriknya dipasok dari dua unit akumulator (aki) bertengangan 24 volt. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi Teknis Roket R-Han 122mm
– Tipe roket : Balistik permukaan ke permukaan
– Tipe fin : Wrapped arround
– Tipe propelan : Propelan komposit
– Panjang propelan : 2.000 mm
– Propelan star : 400 mm
– Propelan roket : 2.750 mm
– Berat propelan : 23,20 kg
– Berat motor roket : 44 kg
– Berat roket : 59,60 kg
– Kecepatan max : 1.8 Mach
– Jarak tembak : 24 Km pada sudut elevasi 50 derajat
– Waktu terbang : 80 detik
– Tipe hulu ledak : Inert/dummy, smoke, dan tajam aktif (live).
 

Selasa, 02 Februari 2016

Pindad Kembangkan Panser dan Tank Leopard

PARS 6x6 FNSS, Turki
PARS 6×6 FNSS, Turki
 
PT Pindad sedang bekerjasama dengan Turki melakukan peneletian dan pengembangan alutsista terutama jenis Panser. Menurut Dirut PT Pindad Silmi Karim, kerjasama dengan Turki ini bernilai lebih dari 40 juta dolar AS, 21/1/2016.
“Kita sedang melakukan kerjasama dengan Turki untuk pengembangan panser tempur dengan nilai lebih dari 40 juta dolar AS. Untuk tahap awal, kita telah menggelontorkan dana kurang lebih 80 milyar rupiah untuk kerjsama itu, yang biayanya dibagi dua 50:50 antara Pindad dengan Turki” ujar Silmy Karim.
Silmi Karim mengatakan, pengembangan panser dengan Turki, menjadi salah satu program Pindad hingga 2017 nanti.

“Ini program sampai 2017, di mana kalau telah selesai, kedua Negara bisa memproduksi sendiri untuk kebutuhan masing-masing negara maupun komersial untuk pembelir” ujarnya.
Pindad juga sedang melakukan modifikasi terhadap tank Leopard asal Jerman, yang kini unitnya telah berada di Pindad sebanyak 26 unit.
 
Jabarprov.go.id

Sikorsky S-61V: Menelusuri Jejak Helikopter Bung Karno Yang Hilang

Presiden RI Soekarno dengan Sikorsky S-61 saat meresmikan bendungan Jatiluhur 1965.
Presiden RI Soekarno naik Sikorsky S-61 saat meresmikan bendungan Jatiluhur di Purwakarta tahun 1965.

Setelah membatalkan pesanan AgustaWestland AW101 dari Italia, pemerintah kemudian melirik keluarga helikopter Super Puma atau Cougar rakitan PT DI (Dirgantara Indonesia) sebagai helikopter kepresidenan RI yang baru. Tentu jadi harapan agar Presiden RI dapat menumpangi helikopter terbaik, bahkan jika mungkin yang tercanggih untuk menunjang tugas kenegaraan.

Bila Presiden Jokowi kini masih menimbang-nimbang pilihan helikopter yang pas, maka di era era Bung Karno, tanpa banyak diketahui Presiden Pertama RI ini sempat menggunakan tipe helikopter tercanggih pada masanya, yakni Sikorsky S-61V, jenis helikopter angkut sedang dengan kemampuan multirole. Dari spesifikasinya, S-61 buatan Sikorsky Aircraft bisa disejajarkan dengan NAS-332 Super Puma. Namun Sikorsky S-61 hadir lebih dulu, dengan terbang perdana pada bulan Maret 1959. Bahkan varian militernya, SH-3 Sea King sampai saat ini begitu mendunia dengan predikat battle proven serta banyak digunakan untuk misi SAR di lautan.

1946958

maxresdefault

Dalam rekaman sejarah, Presiden Soekarno menjadi salah satu pemimpin negara yang cukup lengkap untuk urusan transportasi udara. Mau bicara pesawat kepresidenan, ada Lockheed C-140 Jetstar dan Ilyushin Il-14 Avia . Ingin sebut helikopter kepresidenan, Soekarno sudah menggunakan Hiller 360, Bell 4TJ, dan Sikorsky S-58. Ketiga helikopter peninggalan Bung Karno tersebut sampai saat ini masih bisa dijumpai sosoknya sebagai penghias museum atau monument. Tapi ada satu lagi helikopter kepresidenan di era Bung Karno yang tiada bekasnya di Tanah Air, tak lain adalah Sikorsky S-61.

Lantas kini, dimanakah sosok Sikorsky S-61 eks Bung Karno? Mengapa tidak diabadikan di museum oleh pemerintah sebagai kenangan sejarah? Faktanya justru beda dari anggapan bahwa helikopter eks Bung Karno sudah pensiun. Di tangan Siller Helicopters, perusahaan cargo dan jasa dukungan konstruksi via helikopter, S-61 eks Bung Karno masih awet dan aktif digunakan untuk kegiatan bisnis. Identitas lengkapnya adalah Sikorsky S-61V-1, dan oleh Siller Helicopters diberi nomer bodi N45917. Sadar akan sejarah dan silisilah S-61V, Siller Helicopters juga mempromosikan heli ini sebagai eks presidential.

22852391031_b5f1f674ed_bBK

Dari sejarahnya, Bung Karno memperoleh helikopter Sikorsky S-61 61 (turbine engine) sebagai hadiah dari Presiden John F. Kennedy. Otomatis menjadi helikopter Bung Karno kedua yang berasal dari ‘hadiah,’ sebelumnya pada tahun 1960, Soekarno telah memperoleh satu unit helikoper VIP jenis Sikorsky S-58 (piston engine) dari Presiden AS Dwight Eisenhower. Kedua helikopter, S-61 dan S-58 kemudian ditempatkan dalam satu skadron dengan helikopter raksasa legendaris AURI Mi-6 di Lanud Atang Sanjaya, Bogor.

Pada masa itu, AS tak hanya memberikan helkopter, tapi juga menugaskan seorang engineer, Arthur Wheller Loper yang akrab dipanggil Archie. Dia adalah ahli teknik pesawat helikopter kelahiran 24 Januari 1933 di Connecticut, Amerika Serikat. Dia bertugas di Indonesia sejak tahun 1960 dengan tugas utamanya menyiapkan Sikorsky kepresidenan agar selalu dapat berada dalam kondisi yang siap terbang. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi S-61V
– Kru: 2
– Penumpang: 26
– Mesin: 2 × General Electric CT58-140turboshafts
– Kapasitas bahan bakar: 2.650 liter Avtur
– Jarak tempuh: 833 km
– Kecepatan maks: 267 km per jam
– Kecepatan jelajah: 222 km per jam
– Ketinggian terbang maks: 3.810 meter
 

Misi Kemanusiaan Pertama KRI dr. Soeharso di Luar Negeri

  KRI dr. Soeharso-990. Foto: DOK.Dispenal
KRI dr. Soeharso-990. Foto: DOK.Dispenal
 
Kapal Perang RI (KRI) sekaligus kapal Rumah Sakit dr. Soeharso telah tiba di Dermaga Dili, Republic Democratic of Timor Leste (RDTL) sejak Jumat kemarin. Kedatangan kapal milik Angkatan Laut Indonesia ini bertujuan untuk misi kemanusiaan.
Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menjelaskan bahwa misi pelayanan kesehatan ini merupakan misi bakti sosial pertama yang dilakukan oleh KRI dr. Soeharso di luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI.
Dalam misi ini, KRI dr. Soeharso menyiapkan lima ruang operasi, enam poli, serta 51 dokter spesialis yang siap melayani lebih dari 2.000 pasien. KRI dr. Soeharso juga membawa satu helikopter Bell 412 EP milik Skuaron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal untuk evakuasi medis udara.

KRI dr. Soeharso merupakan kapal berjenis Landing Platform Dock (LPD) yang berfungsi sebagai kapal bantu rumah sakit di bawah jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim.
Misi Kemanusian Pertama KRI dr. Soeharso di Luar Negeri (2)
KRI dr. Soeharso awalnya bernama KRI Tanjung Dalpele, yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP) dan kapal bantu rumah sakit (BRS). Kapal ini kemudian dikukuhkan sebagai kapal rumah sakit pada tanggal 17 September 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Nama dr. Soeharso diambil dari nama seorang dokter ahli bedah tulang yang banyak membantu pejuang kemerdekaan.
Rencananya, KRI dr. Soeharso akan melakukan pelayanan kesehatan di Timor Leste sejak tanggal 30 Januari hingga 1 Februari esok.
 
Antara

Koarmabar Terima Dua KRI Repowering

  KRI Cucut 866
KRI Cucut 866
 
Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) menerima dua KRI hasil repowering Dinas Material Angkatan Laut (Dismatal) yang diserahkan Kepala Dinas Material Angkatan Laut, Laksamana Pertama Toto Prihantono kepada Asisiten Logistik Pangarmabar Kolonel Laut (T) Puguh Santoso, di Gedung Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban Kepulauan Riau, 27/1/2016.
Kedua KRI jajaran Koarmabar yang telah selesai di-repowering dan siap bertugas di wilayah Koarmabar, adalah KRI Tenggiri-865 dan KRI Cucut-866.
Kadismatal Laksma TNI Toto Prihantono mengatakan, kesiapan alutsista TNI Angkatan Laut terutama KRI sebagai bagian unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) merupakan faktor penentu keberhasilan tugas pokok TNI AL. Untuk itu perlu adanya penyiapan KRI secara baik yang salah satunya dengan melaksanakan repowering.
KRI Tenggiri 865
KRI Tenggiri 865

Repowering KRI Tenggiri-856 dan Cucut-866 dilaksanakan secara communality, untuk KRI Tengiri menggunakan main engine merk MTU Tipe 8 V 400 M 70 sama dengan yang digunakan untuk main engine Attack Class. Adapun KRI Cucut-866 menggunakan main engine combat boat.
Hasil dari repowering ini, KRI Tenggiri-856 dapat melaju dengan kecepatan 16 Knot, sedangkan KRI Cucut-866 hingga 12 knot.
 
Sumber : koarmabar.tnial.mil.id

Pindad Anoa 2 6×6 Amphibious: Saatnya Anoa “Serius” Jadi Panser Amfibi

anoa2

Berkecamuknya konflik Rusia vs Ukraina di tahun 2013 – 2014 berdampak pada pembatalan pembelian 50 unit pansam (panser amfibi) BTR-4 untuk Korps Marinir TNI AL. Padahal BTR-4 sudah dimasukkan dalam paket pengadaan strategis MEF (Minimum Essential Force) I TNI. Di tempat berbeda, PT Pindad menangkap peluang kebutuhan hadirnya pansam di lingkup TNI dengan merilis Anoa 2 6×6 Amphibious.

Meski masih dalam tahap prototipe dan kabarnya terus disempurnakan, hadirnya Anoa 2 6×6 Amphibious cukup membetot khayalak, pasalnya berangkat dari platform APC (Armoured Personnel Carrier) Anoa 6×6, tercipta ranpur amfibi yang mampu melaju lincah tak hanya di darat tapi juga cakap bermanuver di air, bahkan ranpur ini juga disasar mampu berenang di laut.

hqdefault-(1)maxresdefault

Untuk bisa berlaga amfibi seperti halnya pansam BTR-80A, sudah barang tentu Anoa perlu dilakukan sejumlah modifikasi, dari sisi bodi sudah ada perbedaan dibanding Anoa versi awal, ambil contoh tampilan bagian depan (hidung) yang dibuat lebih mancung, menyerupai desain ujung kapal, plus dilengkapi plat pemecah/penahan gelombang dan ombak. Tidak itu saja, penutup (hatch) pada komandan, sopir, dan dua gunner dibekalang dibuat cembung, mungkin tujuannya untuk memperkuat daya kedap.

Namun penekanan kata ‘amphibious’ terletak pada pemasangan water propeller yang berukuran besar di bagian belakang. Dengan water propeller ini panser dapat melaju lebih cepat dan dapat berputar 360 derajat. Bahkan panser di air dapat mundur dan mengerem. Kemampuan ini sudah dibuktikan dihadapan Menhan Ryamizard Ryacudu, dan telah diuji di kawasan waduk Jatiluhur, Jawa Barat 3 Desember 2015 lalu.

Anoa 2 dengan Water Propeller dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2014.
Anoa 2 dengan Water Propeller dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2014.

Anoa Amphibious diciptakan agar panser untuk TNI bisa kokoh di darat, juga tangguh di laut. Pembuatan panser ini untuk menjawab kebutuhan tentara yang menginginkan kendaraan khusus seperti itu.Progres pembuatan prototipe Anoa Amphibious masih dalam tahap uji internal yang dimaksimalkan. Uji ngambang, tes maju di air (maju, mundur, ngerem), berputar 360 derajat. Belum lagi uji ketahanan terhadap ombaknya, hingga kedalaman berapa bisa bertahan, medan apa saja yang bisa dilalui, dan lain-lain.

Untuk bisa diluncurkan resmi, masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilalui. Pindad harus mendaftarkan sertifikasinya ke divisi penelitian dan pengembangan angkatan darat. Di situ dibentuk tim yang di dalamnya ada tim uji bidang peralatan, alat komunikasi, kemampuan khusus dan lain-lain. Bahkan jika kelak Anoa 2 6×6 Amphibious akan ditawarkan untuk Marinir TNI AL, maka besar kemungkinan Anoa harus mendapat sertifikasi dari Dislitbangal.

IMG_20141106_130544IMG_20141106_130452

Dengan baling-baling yang agak besar, Anoa Amphibious memiliki kecepatan 10 knot atau 18,52 km per jam. Sebagai pelindung komponen water propeller, dibuat semacam roll bar pada bagian atasnya, roll bar ini juga dapat difungsikan untuk tempat mengikat perbekalan. Desain Anoa yang mengacu ke rancangan panser VAB dari Renault Perancis, sejatinya memang punya kemampuan amfibi terbatas, seperti halnya VAB, Anoa APC Pindad juga pernah dipamerkan dengan dilengkapi dua unit mini propeller.

IMG_20141106_130517

Yang berkaitan dengan propeller untuk Anoa sampai saat ini masih di impor, termasuk juga mesin yang masih dipasok vendor lain. Berat panser ini dengan disertai peralatan lengkap tanpa orang sekitar 12 ton. Harga jualnya belum keluar. Namun, jika melihat harga jual Anoa standar saja sekitar Rp12 miliar per unit. (Gilang Perdana)