Jumat, 29 Agustus 2014

TNI AL Butuh 48 Kapal Perang

 
KCR 60 M (photo bumn.go.id)
KCR 60 M (photo bumn.go.id)

Kementerian Pertahanan mencatat besaran kebutuhan ideal alat utama sistem senjata (Alutsista) untuk memperkuat keamanan perairan Indonesia sesuai rencana strategis mencapai 48 unit kapal, termasuk armada untuk perang.
“Dari puluhan kapal itu sebanyak 16 unit berupa kapal cepat rudal (KCR) 60 meter, 16 unit KCR 40 meter, dan 16 unit kapal patroli cepat,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ditemui usai menerima kapal pesanan TNI AL yang kedua, KCR 60 M dengan nama KRI Tombak-629, di Dermaga PT PAL Indonesia, di Surabaya, Rabu.
Mengenai pembangunan 16 unit KCR tersebut, ungkap dia, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi, sampai sekarang kapasitas produksi PT PAL Indonesia hanya tiga unit kapal per tahun.
“Total KCR yang kami pesan tergolong multirole karena dipersenjatai dengan rudal, meriam, dan software yang bisa digunakan untuk perang elektronik,” ujarnya.
Sementara, jelas dia, desain kapal yang dilengkapi sistem multirole itu diyakini mampu bertempur dengan mengantisipasi serangan udara, laut, maupun darat.
“Bahkan terhadap perang warfare sekalipun,” katanya.
Pada kesempatan serupa, KSAL Laksamana Marsetyo, menambahkan, pembangunan KCR 60 meter akan diserahkan ke PT PAL Indonesia sebagai Lead Integrator. Sementara, untuk KCR 40 meter nantinya akan dibangun di galangan kapal di Batam.
“Dengan demikian, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan produksi galangan kapal nasional,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin, mengemukakan, terkait pembangunan satu unit KCR 60 m tersebut membutuhkan dana Rp 125 miliar. Besaran tersebut hanya pembangunan fisik atau belum termasuk biaya persenjataannya.
“Kini KCR kedua pesanan TNI AL tersebut diberi nama KRI Tombak-629. Kapal itu dipesan di tempat kami dan hari ini diterima langsung Menhan, Purnomo Yusgiantoro,” katanya.
Sebelumnya, lanjut dia, Kemenhan telah menerima kapal pertama pada 28 Mei lalu yang diberi nama KRI Sampari. Rencananya, kapal terakhir pesanan Kemenhan diserahkan pada September tahun 2014 dan sekarang masih dalam proses.(Antara).

The Jupiter Maneuver, Monas

Aksi The Jupiters TNI AU
Aksi The Jupiters TNI AU

Tim aerobatik kebanggan TNI Angkatan Udara, Jupiters Aerobatic Team (JAT) / “The Jupiters”, akan tampil pada Independence Day Run yang rencananya dilepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Monas, Minggu 31 Agustus 2014.
Mulai Kamis, 28-30 Agustus jam 09.00 wib, The Jupiters akan melakukan latihan di sekitar Monas untuk pengenalan medan dan menyesuaikan kondisi terhadap gedung-gedung tinggi di sekitarnya, sedangkan pelaksanaannya pada Minggu (31/8).
The Jupiters menggunakan pesawat KT-1 Woong Bee buatan Korea Selatan, yang sehari-hari digunakan para instruktur penerbang TNI AU untuk melatih siswa penerbang di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta.
The Jupiters yang dipimpin oleh flight leader (Jupiter 1) Letkol Pnb Feri Yunaldi sedikitnya akan melakukan 15 manuver aerobatik yang serasi, menarik bahkan menegangkan selama sekitar 20 menit. Sedangkan Right Wing (Jupiter 2) Kapten Pnb Idham Satria, Wing Left (Jupiter 3) Kapten Pnb Apri Arfianto, Slot (Jupiter 4) Mayor Pnb Ari Susiono, Lead Synchro (Jupiter 5) Mayor Pnb Sri Raharjo dan Synchro (Jupiter 6) Mayor Pnb H.S Romas.
Aksi The Jupiters TNI AU
Aksi The Jupiters TNI AU

Pada setiap penampilan The Jupiters menyiapkan dua bentuk manuver sebagai alternatif, yaitu Hight Show apabila kondisi cuaca baik dan memungkinkan untuk manuver formasi aerobatik secara vertikal seperti manuver Jupiter Roll, Loop, Clover Leaf, Vulcan & Leader Benefit, Loop & Break Off, Tanggo to Diamond Loop, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Solo Spin, Five Card Loop, Jupiter Roll Back dan Loop and Boom Burst.
Sedangkan manuver Low Show dilaksanakan apabila base cloud rendah sehingga tidak memungkinkan melaksanakan vertikal manuver, sehingga manuver yang akan dilaksanakan meliputi Jupiter Roll, Hi “G” Turn, Vulcan & Leader Benefit Pass, Break Off, Jupiter Wheel, Tanggo to Diamond Pass, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Knife Edge, Five Card Pass, Jupiter Roll Back dan Boom Burst.
The Jupiters selain tampil pada event nasional, juga tampil go internasional pada 100 tahun penerbangan Thailand pada 2012, Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2013 (LIMA’13) Februari 2013, “The 4th Brunei Darussalam International Defence Exhibition” (BRIDEX 2013) Desember 2013 dan Singapore Air Show Februari 2014 yang merupakan perhelatan kedirgantaraan terbesar di Asia Tenggara. Direncanakan The Jupiters akan tampil kembali pada Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA’15) Februari 2015. (Dispenau / Poskota).

PT PAL Serahkan KCR Kedua Pesanan TNI AL

Upacara penyerahan Kapal Cepat Rudal (KCR)-60 Meter buatan PT PAL Indonesia kepada TNI AL, di Surabaya, Rabu (28/5)/Bisnis-Peni Widarti 
KRI Sampari-628

BUMN galangan kapal PT PAL Indonesia (Persero) akhirnya melakukan penyerahan kapal cepat rudal (KCR) 60 Meter kedua kepada TNI Angkatan Laut sesuai kontrak jual beli pemesanan kapal perang dari TNI AL pada 2011.
Kepala Departemen Humas PAL Indonesia Bayu Witjaksono mengatakan KCR 60 M bernama KRI Tombak 629 itu diserahkan Rabu 27 Agustus 2014. Sebelumnya PAL Indonesia juga telah merampungkan proyek KCR-60 M yang pertama dan  resmi menyerahkannya pada 28 Mei 2014.
“Penyerahan KCR 60 M ketiga rencananya akan dilakukan pada September mendatang,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/8/2014).
Bayu menjelaskan proses pembangunan KCR 60 meter tersebut berawal dari pengembangan produk PAL Indonesia sebelumnya yakni Fast Patrol Boat (FPB) 57 meter yang hingga kini masih digunakan oleh TNI AL.
“Pengembangan ukuran dan kemampuan KCR 60 M memang direncanakan dan didesain sesuai dengan kebutuhan masa dengan armada perang, dan ini merupakan karya perseroan yang berteknologi canggih,” ujarnya.
Tiga KCR 60 M senilai Rp375 miliar tersebut merupakan kapal perang pesanan TNI AL yang digarap sejak 2012 dan ditargetkan rampung pada semester II/2014. Kapal itu dibuat untuk memenuhi Minimum Esensitial Force (MEF) yang ada sesuai amanah Undang-Undang No.16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.
Kapal yang berfungsi sebagai kapal kombat dan kapal pemburu atau kapal sergap itu didesain dengan kemampuan bisa bersembunyi di antara pulau-pulau yang tersebar di Indonesia. Untuk itu kapasitas kapal tersebut memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, kecepatan maksimal 28 knots dan berat muatan penuh 460 ton.
Bayu menambahkan perkembangan kapal perang saat ini sangat diperlukan, baik dari segi persenjataan, desain dan kemampuan kapal yang dapat menyokong kinerja TNI AL. Setidaknya Indonesia harus memiliki minimal 16 unit KCR 60 meter, 16 unit KCR 40 meter, dan 12 unit kapal selam.
Dalam penyerahan dan peresmian KCR 60 M tersebut rencananya akan dihadiri Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian M.S Hidayat, Menteri pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pendidikan M. Nuh dan Kepala Staf TNI AL (KASAL) Laksamana Marsetio. (surabaya.bisnis.com)

Terus Berlatih Dengan Tank Leopard

Selain di Jerman, upaya mengawaki MBT Leopard 2 juga tengah berlangsung di Tanah Air. Buktinya sebanyak 30 personel Yonkav 8/ Tank Divif 2 Kostrad saat ini sedang mengikuti pelatihan mengemudi Tank Leopard yang dilaksanakan di Pusdikkav Pussenkav. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 2 minggu ini dibuka secara resmi oleh Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Mulyanto pada tanggal 18 Agustus 2014 bertempat di Gedung Serba Guna Susilo Sudarman, Pusdikkav Padalarang Jawa Barat.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program pengadaan 103 unit Tank Leopard yang dilaksanakan TNI AD, guna menyiapkan prajurit Kavaleri yang akan mengawaki Alutsista baru tersebut. Di samping sebagai langkah penyiapan dalam rangka penerimaan 24 unit Tank Leopard 2A4 dan 28 unit Tank Marder yang akan tiba di Indonesia padaawal bulan September 2014. Tank kebanggan TNI-AD tersebut seluruhnya akan digelar pada upacara memperingati Hari TNI  5 Oktober 2014 yang akan diselenggarakan terpusat di Dermaga Ujung Koarmatim TNI AL, Surabaya.
Dalam pelatihan tersebut prajurit Narasinga Wiratama yang bermarkas di Pasuruan, JawaTimur itu diberikan pengenalan dasar tentang otomotif serta teknik mengemudi dasar Tank Leopard di medan datar. Dalam pengarahannya pada saat peninjauan pelaksanaan kegiatan pelatihan, Danyonkav 8/2 Kostrad Mayor Kav. Valian Wicaksono berpesan agar setiap petatar dapat menimba ilmu yang diberikan selama pelatihan. Sehingga diharapkan mampu secara optimal mengawaki Alutsista baru tersebut, khususnya pada pelaksaan Upacara Hari TNI ke-69 Tahun 2014 ini.

Sumber : arc.web.id

Garuda Shield 2014

ICV Stryker US Army di Indonesia (jakartagreater.com).
ICV Stryker US Army di Indonesia (jakartagreater.com).

Latihan bersama Garuda Shield-8/2014 antara TNI AD dengan AD Amerika Serikat direncanakan akan diselenggaraan pada Bulan September 2014 di Malang dan Asembagus Situbondo. Sampai dengan saat ini telah dilaksanakan koordinasi dan rapat untuk persiapan, khususnya terkait dengan transportasi logistik dan armada perang dari Amerika Serikat yang akan menggunakan fasilitas Pelabuhan Tanjung Wangi.
image
ICV Stryker US Army di Indonesia (jakartagreater.com).
image
ICV Stryker US Army di Indonesia (jakartagreater.com).

PT Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Wangi yang telah memiliki terminal internasional yang comply dengan ISPS Code dialokasikan menjadi tempat bersandarnya bagi Kapal Cargo Ocean Giant untuk melaksanakan kegiatan bongkar muat, dengan kapasitas muatan berupa kurang lebih 22 jenis kendaraan perang, pesawat Helicopter AD Amerika Serikat dan perlengkapan lainnya yang dimuat dalam ± 40 dengan ukuran container 40 feat. Dalam rangka persiapan penyelenggaraan dimaksud, pihak Tim US Army telah melakukan survey secara langsung ke Dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi.
US Army di Indonesia (jakartagreater.com)
US Army di Indonesia (jakartagreater.com)

Merupakan suatu kehormatan bagi Pelabuhan Tanjung Wangi karena hal ini merupakan kunjungan perdana The United States Army (USA) melalui Pelabuhan Tanjung Wangi di saat Pelabuhan Tanjung Wangi sedang mempersiapkan diri untuk menjadi Pelabuhan Internasional dengan melayani kegiatan Petikemas, ungkap Bangun Swastanto General Manager Pelabuhan Tanjung Wangi saat ditemui setelah menghadiri Undangan Rapat koordinasi pelaksanaan Mid Exercise (MPC) Latma Garuda Shield-8/2014 di Jember. (pp3.co.id).

KRI Teluk Bintuni Siap Launching

KRI Teluk Bintuni (photo: Saibuni.com)
KRI Teluk Bintuni (photo: Saibuni.com)

Kesibukan kru PT DRU Lampung terus meningkat, tiga hari menjelang peluncuran kapal perang khusus pengangkut tank, KRI Teluk Bintuni ke laut.
“Dijadwalkan launching Kamis, 28 Agustus 2014. Semoga tidak terjadi apa-apa sehingga tidak mundur dan cuaca juga bersahabat saat acara peluncuran kapal tersebut ke laut bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Kepala Bagian Umum PT DRU Yahya kepada Saibumi.com.
Ia menyampaikan peluncuran kapal pesanan Kementerian Pertahanan dan Keamanan tersebut akan dilakukan malam hari. “Dimulai acaranya pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai dan rencananya juga akan ada kembang api,” ujarnya.
KRI Teluk Bintuni adalah kapal jenis Landing Shift Tank (LST) yang didesain mampu mendarat di pantai, khusus untuk angkut tank jenis Leopard yang didatangkan dari Jerman. Untuk tahap pertama, Angkatan Laut membuat tiga kapal angkut tank. Untuk kapal angkut tank 1 dan 2 dikerjakan oleh BUMN. Sedangkan pengerjaan kapal angkut tank 3 dipercayakan kepada PT DRU Lampung.
TKRI Teluk Bintuni dijadwalkan akan dipamerkan langsung di hadapan Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono. “Kapal ini direncanakan jadi maskot yang tampil pada pawai kapal perang yang dimiliki oleh Angkatan Laut saat Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada Oktober 2014 mendatang di Surabaya,” kata General Manager PT DRU Lampung Harryadi.
KRI Teluk Bintuni ini menjadi bukti bahwa galangan kapal milik Indonesia terutama swasta sanggup untuk membuat kapal untuk memenuhi keperluan alat utama sistem senjata (alutsista).
KRI Teluk Bintuni
KRI Teluk Bintuni

Keberhasilan pembuatan kapal perang khusus pengangkut tank ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa industri maritim Indonesia mampu membuat kapal perang sendiri.
“Sebelumnya kami sudah pernah dipercaya memperbaiki KRI Kala Hitam. Pernah juga perbaiki KMP Kelimutu, dan sebagainya. Kami juga sudah pernah membuat kapal tanker, kapal ferry, kapal kargo, kapal fiber (Fibre Reinforced Plastic Boat /FRP), kapal kontainer dan kapal pesiar jenis cruise. Pengalaman itu yang membuat kami, pihak swasta pertama di Indonesia, dipercaya Kemenhankam RI membuat kapal ini di Lampung,” pungkasnya.

Senjata KRI Teluk Bintuni
KRI Teluk Bintuni akan dipersenjatai. KRI Teluk Celukan Bawang-532 dari Satuan Kapal Amfibi Komando Armada RI Kawasan barat (Satfibkoarmabar), mengangkut senjata untuk diserahkan kepada kru KRI Teluk Bintuni-520 di dermaga PT. DRU, Jalan. Srengsem Panjang, Bandar Lampung, Senin (25/8).
Menurut Komandan KRI Teluk Celukan Bawang-532 Mayor Laut (P) Dimi Amri, senjata yang dibawa tersebut merupakan titipan dari Dinas Persenjataan dan Elektronika Angkatan Laut (Disenlekal). KRI Teluk Celukan Bawang-532 saat ini sedang melaksanakan operasi keamanan Laut dengan nama sandi Rakata Jaya. (Saibumi.com / Koarmabar) .

Indonesia Matangkan Pembangunan Simulator Sukhoi

Indonesia Matangkan Pembangunan Simulator Sukhoi

Beijing (Antara) – Indonesia kini sedang mematangkan rencana pembangunan simulator Sukhoi, kata Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Beijing, Selasa.
“Saat ini telah diinvetarisasi negara-negara mana saja yang akan terlibat dalam pembangunan simulator Sukhoi bagi pilot-pilot Sukhoi TNI Angkatan Udara. Setelah itu akan dipastikan kesesuaian dari simulator yang diajukan beberapa negara itu dengan spesifikasi yang akan digunakan penerbang Sukhoi TNI Angkatan Udara,” ungkapnya.
Berdasar catatan Antara, terkait rencana pembangunan simulator Sukhoi itu ada beberapa negara yang mengajukan termasuk Rusia dan Tiongkok, sebagai produsen dan juga pengguna pesawat jet tempur Sukhoi.
Dari11 negara yang mengajukan tersaring tiga negara yang sesuai spesifikasi teknik dan kebutuhan operasional TNI Angkatan Udara yakni Tiongkok, Kanada dan Slowakia.
Untuk memastikan spesifikasi teknik dan kebutuhan operasional yang dimiliki masing-masing perusahaan di tiga negara itu, tim dari Indonesia tengah melakukan peninjauan ke setiap perusahaan dari tiga negara itu.
“Dua negara sudah ditinjau yakni Kanada dan Slowakia, sedangkan Tiongkok dalam waktu dekat,” kata sumber Antara di Mabes TNI Angkatan Udara.
Para penerbang pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara melakukan pelatihan simulator Sukhoi di Tiongkok sejak 2007, dengan materi latihan simulator Sukhoi yang telah ditingkatkan dari materi dasar ke latihan simulasi tempur.
Hingga kini sudah ada delapan penerbang Sukhoi TNI Angkatan Udara yang mengasah keterampilan dan keahliannya di Negeri Panda. (id.berita.yahoo.com)