Selasa, 02 Februari 2016

Pindad Kembangkan Panser dan Tank Leopard

PARS 6x6 FNSS, Turki
PARS 6×6 FNSS, Turki
 
PT Pindad sedang bekerjasama dengan Turki melakukan peneletian dan pengembangan alutsista terutama jenis Panser. Menurut Dirut PT Pindad Silmi Karim, kerjasama dengan Turki ini bernilai lebih dari 40 juta dolar AS, 21/1/2016.
“Kita sedang melakukan kerjasama dengan Turki untuk pengembangan panser tempur dengan nilai lebih dari 40 juta dolar AS. Untuk tahap awal, kita telah menggelontorkan dana kurang lebih 80 milyar rupiah untuk kerjsama itu, yang biayanya dibagi dua 50:50 antara Pindad dengan Turki” ujar Silmy Karim.
Silmi Karim mengatakan, pengembangan panser dengan Turki, menjadi salah satu program Pindad hingga 2017 nanti.

“Ini program sampai 2017, di mana kalau telah selesai, kedua Negara bisa memproduksi sendiri untuk kebutuhan masing-masing negara maupun komersial untuk pembelir” ujarnya.
Pindad juga sedang melakukan modifikasi terhadap tank Leopard asal Jerman, yang kini unitnya telah berada di Pindad sebanyak 26 unit.
 
Jabarprov.go.id

Sikorsky S-61V: Menelusuri Jejak Helikopter Bung Karno Yang Hilang

Presiden RI Soekarno dengan Sikorsky S-61 saat meresmikan bendungan Jatiluhur 1965.
Presiden RI Soekarno naik Sikorsky S-61 saat meresmikan bendungan Jatiluhur di Purwakarta tahun 1965.

Setelah membatalkan pesanan AgustaWestland AW101 dari Italia, pemerintah kemudian melirik keluarga helikopter Super Puma atau Cougar rakitan PT DI (Dirgantara Indonesia) sebagai helikopter kepresidenan RI yang baru. Tentu jadi harapan agar Presiden RI dapat menumpangi helikopter terbaik, bahkan jika mungkin yang tercanggih untuk menunjang tugas kenegaraan.

Bila Presiden Jokowi kini masih menimbang-nimbang pilihan helikopter yang pas, maka di era era Bung Karno, tanpa banyak diketahui Presiden Pertama RI ini sempat menggunakan tipe helikopter tercanggih pada masanya, yakni Sikorsky S-61V, jenis helikopter angkut sedang dengan kemampuan multirole. Dari spesifikasinya, S-61 buatan Sikorsky Aircraft bisa disejajarkan dengan NAS-332 Super Puma. Namun Sikorsky S-61 hadir lebih dulu, dengan terbang perdana pada bulan Maret 1959. Bahkan varian militernya, SH-3 Sea King sampai saat ini begitu mendunia dengan predikat battle proven serta banyak digunakan untuk misi SAR di lautan.

1946958

maxresdefault

Dalam rekaman sejarah, Presiden Soekarno menjadi salah satu pemimpin negara yang cukup lengkap untuk urusan transportasi udara. Mau bicara pesawat kepresidenan, ada Lockheed C-140 Jetstar dan Ilyushin Il-14 Avia . Ingin sebut helikopter kepresidenan, Soekarno sudah menggunakan Hiller 360, Bell 4TJ, dan Sikorsky S-58. Ketiga helikopter peninggalan Bung Karno tersebut sampai saat ini masih bisa dijumpai sosoknya sebagai penghias museum atau monument. Tapi ada satu lagi helikopter kepresidenan di era Bung Karno yang tiada bekasnya di Tanah Air, tak lain adalah Sikorsky S-61.

Lantas kini, dimanakah sosok Sikorsky S-61 eks Bung Karno? Mengapa tidak diabadikan di museum oleh pemerintah sebagai kenangan sejarah? Faktanya justru beda dari anggapan bahwa helikopter eks Bung Karno sudah pensiun. Di tangan Siller Helicopters, perusahaan cargo dan jasa dukungan konstruksi via helikopter, S-61 eks Bung Karno masih awet dan aktif digunakan untuk kegiatan bisnis. Identitas lengkapnya adalah Sikorsky S-61V-1, dan oleh Siller Helicopters diberi nomer bodi N45917. Sadar akan sejarah dan silisilah S-61V, Siller Helicopters juga mempromosikan heli ini sebagai eks presidential.

22852391031_b5f1f674ed_bBK

Dari sejarahnya, Bung Karno memperoleh helikopter Sikorsky S-61 61 (turbine engine) sebagai hadiah dari Presiden John F. Kennedy. Otomatis menjadi helikopter Bung Karno kedua yang berasal dari ‘hadiah,’ sebelumnya pada tahun 1960, Soekarno telah memperoleh satu unit helikoper VIP jenis Sikorsky S-58 (piston engine) dari Presiden AS Dwight Eisenhower. Kedua helikopter, S-61 dan S-58 kemudian ditempatkan dalam satu skadron dengan helikopter raksasa legendaris AURI Mi-6 di Lanud Atang Sanjaya, Bogor.

Pada masa itu, AS tak hanya memberikan helkopter, tapi juga menugaskan seorang engineer, Arthur Wheller Loper yang akrab dipanggil Archie. Dia adalah ahli teknik pesawat helikopter kelahiran 24 Januari 1933 di Connecticut, Amerika Serikat. Dia bertugas di Indonesia sejak tahun 1960 dengan tugas utamanya menyiapkan Sikorsky kepresidenan agar selalu dapat berada dalam kondisi yang siap terbang. (Bayu Pamungkas)

Spesifikasi S-61V
– Kru: 2
– Penumpang: 26
– Mesin: 2 × General Electric CT58-140turboshafts
– Kapasitas bahan bakar: 2.650 liter Avtur
– Jarak tempuh: 833 km
– Kecepatan maks: 267 km per jam
– Kecepatan jelajah: 222 km per jam
– Ketinggian terbang maks: 3.810 meter
 

Misi Kemanusiaan Pertama KRI dr. Soeharso di Luar Negeri

  KRI dr. Soeharso-990. Foto: DOK.Dispenal
KRI dr. Soeharso-990. Foto: DOK.Dispenal
 
Kapal Perang RI (KRI) sekaligus kapal Rumah Sakit dr. Soeharso telah tiba di Dermaga Dili, Republic Democratic of Timor Leste (RDTL) sejak Jumat kemarin. Kedatangan kapal milik Angkatan Laut Indonesia ini bertujuan untuk misi kemanusiaan.
Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menjelaskan bahwa misi pelayanan kesehatan ini merupakan misi bakti sosial pertama yang dilakukan oleh KRI dr. Soeharso di luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan RI.
Dalam misi ini, KRI dr. Soeharso menyiapkan lima ruang operasi, enam poli, serta 51 dokter spesialis yang siap melayani lebih dari 2.000 pasien. KRI dr. Soeharso juga membawa satu helikopter Bell 412 EP milik Skuaron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal untuk evakuasi medis udara.

KRI dr. Soeharso merupakan kapal berjenis Landing Platform Dock (LPD) yang berfungsi sebagai kapal bantu rumah sakit di bawah jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim.
Misi Kemanusian Pertama KRI dr. Soeharso di Luar Negeri (2)
KRI dr. Soeharso awalnya bernama KRI Tanjung Dalpele, yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP) dan kapal bantu rumah sakit (BRS). Kapal ini kemudian dikukuhkan sebagai kapal rumah sakit pada tanggal 17 September 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Nama dr. Soeharso diambil dari nama seorang dokter ahli bedah tulang yang banyak membantu pejuang kemerdekaan.
Rencananya, KRI dr. Soeharso akan melakukan pelayanan kesehatan di Timor Leste sejak tanggal 30 Januari hingga 1 Februari esok.
 
Antara

Koarmabar Terima Dua KRI Repowering

  KRI Cucut 866
KRI Cucut 866
 
Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) menerima dua KRI hasil repowering Dinas Material Angkatan Laut (Dismatal) yang diserahkan Kepala Dinas Material Angkatan Laut, Laksamana Pertama Toto Prihantono kepada Asisiten Logistik Pangarmabar Kolonel Laut (T) Puguh Santoso, di Gedung Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban Kepulauan Riau, 27/1/2016.
Kedua KRI jajaran Koarmabar yang telah selesai di-repowering dan siap bertugas di wilayah Koarmabar, adalah KRI Tenggiri-865 dan KRI Cucut-866.
Kadismatal Laksma TNI Toto Prihantono mengatakan, kesiapan alutsista TNI Angkatan Laut terutama KRI sebagai bagian unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) merupakan faktor penentu keberhasilan tugas pokok TNI AL. Untuk itu perlu adanya penyiapan KRI secara baik yang salah satunya dengan melaksanakan repowering.
KRI Tenggiri 865
KRI Tenggiri 865

Repowering KRI Tenggiri-856 dan Cucut-866 dilaksanakan secara communality, untuk KRI Tengiri menggunakan main engine merk MTU Tipe 8 V 400 M 70 sama dengan yang digunakan untuk main engine Attack Class. Adapun KRI Cucut-866 menggunakan main engine combat boat.
Hasil dari repowering ini, KRI Tenggiri-856 dapat melaju dengan kecepatan 16 Knot, sedangkan KRI Cucut-866 hingga 12 knot.
 
Sumber : koarmabar.tnial.mil.id

Pindad Anoa 2 6×6 Amphibious: Saatnya Anoa “Serius” Jadi Panser Amfibi

anoa2

Berkecamuknya konflik Rusia vs Ukraina di tahun 2013 – 2014 berdampak pada pembatalan pembelian 50 unit pansam (panser amfibi) BTR-4 untuk Korps Marinir TNI AL. Padahal BTR-4 sudah dimasukkan dalam paket pengadaan strategis MEF (Minimum Essential Force) I TNI. Di tempat berbeda, PT Pindad menangkap peluang kebutuhan hadirnya pansam di lingkup TNI dengan merilis Anoa 2 6×6 Amphibious.

Meski masih dalam tahap prototipe dan kabarnya terus disempurnakan, hadirnya Anoa 2 6×6 Amphibious cukup membetot khayalak, pasalnya berangkat dari platform APC (Armoured Personnel Carrier) Anoa 6×6, tercipta ranpur amfibi yang mampu melaju lincah tak hanya di darat tapi juga cakap bermanuver di air, bahkan ranpur ini juga disasar mampu berenang di laut.

hqdefault-(1)maxresdefault

Untuk bisa berlaga amfibi seperti halnya pansam BTR-80A, sudah barang tentu Anoa perlu dilakukan sejumlah modifikasi, dari sisi bodi sudah ada perbedaan dibanding Anoa versi awal, ambil contoh tampilan bagian depan (hidung) yang dibuat lebih mancung, menyerupai desain ujung kapal, plus dilengkapi plat pemecah/penahan gelombang dan ombak. Tidak itu saja, penutup (hatch) pada komandan, sopir, dan dua gunner dibekalang dibuat cembung, mungkin tujuannya untuk memperkuat daya kedap.

Namun penekanan kata ‘amphibious’ terletak pada pemasangan water propeller yang berukuran besar di bagian belakang. Dengan water propeller ini panser dapat melaju lebih cepat dan dapat berputar 360 derajat. Bahkan panser di air dapat mundur dan mengerem. Kemampuan ini sudah dibuktikan dihadapan Menhan Ryamizard Ryacudu, dan telah diuji di kawasan waduk Jatiluhur, Jawa Barat 3 Desember 2015 lalu.

Anoa 2 dengan Water Propeller dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2014.
Anoa 2 dengan Water Propeller dipamerkan dalam ajang Indo Defence 2014.

Anoa Amphibious diciptakan agar panser untuk TNI bisa kokoh di darat, juga tangguh di laut. Pembuatan panser ini untuk menjawab kebutuhan tentara yang menginginkan kendaraan khusus seperti itu.Progres pembuatan prototipe Anoa Amphibious masih dalam tahap uji internal yang dimaksimalkan. Uji ngambang, tes maju di air (maju, mundur, ngerem), berputar 360 derajat. Belum lagi uji ketahanan terhadap ombaknya, hingga kedalaman berapa bisa bertahan, medan apa saja yang bisa dilalui, dan lain-lain.

Untuk bisa diluncurkan resmi, masih ada beberapa tahapan lagi yang harus dilalui. Pindad harus mendaftarkan sertifikasinya ke divisi penelitian dan pengembangan angkatan darat. Di situ dibentuk tim yang di dalamnya ada tim uji bidang peralatan, alat komunikasi, kemampuan khusus dan lain-lain. Bahkan jika kelak Anoa 2 6×6 Amphibious akan ditawarkan untuk Marinir TNI AL, maka besar kemungkinan Anoa harus mendapat sertifikasi dari Dislitbangal.

IMG_20141106_130544IMG_20141106_130452

Dengan baling-baling yang agak besar, Anoa Amphibious memiliki kecepatan 10 knot atau 18,52 km per jam. Sebagai pelindung komponen water propeller, dibuat semacam roll bar pada bagian atasnya, roll bar ini juga dapat difungsikan untuk tempat mengikat perbekalan. Desain Anoa yang mengacu ke rancangan panser VAB dari Renault Perancis, sejatinya memang punya kemampuan amfibi terbatas, seperti halnya VAB, Anoa APC Pindad juga pernah dipamerkan dengan dilengkapi dua unit mini propeller.

IMG_20141106_130517

Yang berkaitan dengan propeller untuk Anoa sampai saat ini masih di impor, termasuk juga mesin yang masih dipasok vendor lain. Berat panser ini dengan disertai peralatan lengkap tanpa orang sekitar 12 ton. Harga jualnya belum keluar. Namun, jika melihat harga jual Anoa standar saja sekitar Rp12 miliar per unit. (Gilang Perdana)
 

Jumat, 29 Januari 2016

Uji Dinamiss Roket R-Han 122 B

  Ujicoba roket R-Han
Ujicoba roket R-Han
 
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan kembali mengadakan penyempurnaan hasil produksinya berupa Roket R-Han 122 B. Beberapa penyempurnaan yang dilakukan dengan desain ulang warhead roket berat 16-18 kg, uji statis warhead dan uji fungsi roket.
Uji fungsi tahap pertama bulan Juni 2015 telah dilaksanakan antara Balitbang Kemhan dan PT Pindad. Kegiatan uji fungsi, bertujuan menguji konsistensi performansi roket setelah uji terbang roket.
Uji Roket R-Han 122 B tahap pertama dinyatakan baik dengan melakukan pengamatan dan perekaman data saat roket diterbangkan.  Tujuannya untuk mendapatkan data hasil uji dinamiss berupa prestasi terbang roket, perilaku terbang dan keandalan muatan (system telemetry) yang dibawa roket serta konsistensi performanya.
Uji fungsi/ uji Dinamis Roket R-HAN 122 B tahap kedua, dilaksanakan Konsorsium Roket Nasional bulan Agustus 2015 di Garut. Pada tahap ini dilakukan perbaikan minor menyempurnakan desain untuk memperbaiki trajectory atau lintasan stabilitas dan jarak capai roket. Uji Dinamis pertama dilaksanakan Juni 2015 sebagai implementasi dari pembentukan Konsorsium tahun 2014. Pada Uji Dinamis kedua,  dilakukan penembakan Roket R-Han 122B dengan desain Roket RM 70 Grad Marinir.
Uji Dinamis tahap tiga, dilaksanakan Konsorsium Roket Nasional tanggal 27 – 29 Januari 2016 di Lumajang Jawa Timur, yang dihadiri pejabat Balitbang Kemhan, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Pindad, PT.Dahana, LAPAN dan Kemristekdikti.

Pada uji coba ini,  25 buah roket diluncurkan. Metode yang digunakan adalah metode pengamatan, memantau kelancaran kerja dan Telemetry Recording.  Uji terbang roket juga untuk mencatat jarak capai dan evaluasi untuk validasi kemampuan dan kehandalan terhadap spesifikasi desain.
Roket R-Han 122 B 4
Seluruh kegiatan uji Fungsi / Uji Dinamis yang dilaksanakan Konsorsium Roket Nasional (Kemhan, Kemristek dan Dikti, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, PT. Krakatau Steel, ITB dan ITS) yang merupakan rangkaian program pengembangan dan penyempurnaan Roket R-Han 122 B dengan jangkauan > 25 km. Diharapkan kegiatan ini mendapatkan hasil maksimal, sehingga ke depan didorong untuk memenuhi kebutuhan TNI AL sebagai pengguna awal.
Bila program ini berhasil, Kementerian Pertahanan akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan Roket dari dalam negeri dengan berbagai spesifikasi teknik untuk memenuhi kebutuhan  ketiga matra angkatan. Pemerintah telah menetapkan tujuh Program Strategis Nasional di bidang Alutsista, salah satunya adalah Roket Pertahanan atau disingkat R-Han. Program Roket R-Han 122B ini merupakan Program Nasional Strategis yang dinanti-nantikan banyak pihak, karena keberhasilan program ini akan menorehkan sejarah hasil karya anak bangsa.
 
Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan RI.

Ditpalad TNI AD: Sulap Truk Unimog U1300L Jadi Kendaraan Amfibi

2

Meski tipe truk militer TNI terbilang banyak ragamnya, namun Unimog dari Mercedes Benz tetap punya tempat tersendiri. Mulai dari unit infanteri, artileri hingga Brimob Polri adalah pengguna setianya sejak dekade silam. Debutnya kini kalah nyaring dibanding merek-merek truk baru, ditangan Ditpalad (Direktorat Peralatan Angkatan Darat), truk Unimog U1300L tak hanya sanggup melahap medan off road, tapi juga mampu diajak berenang, alias jadi rantis amfibi.

Uji coba truk modifikasi ini belum berlangsung lama, yakni pada 14 Desember 2015 lalu di Danau Sunter, Jakarta Utara. Sebagai rantis amfibi, jelas kali ini Unimog mendapat modifikasi penuh pada bagian bawah bodi dengan modul kedap air, menjadikan Unimog laksanan perahu. Sayangnya dalam situs ditpal-tniad.mil.id/, belum ada penjelasan terkait uji coba Unimog amfibi ini. Selain bekal bilah propeller, gerakan putaran roda juga mampu mendorong laju Unimog saat melaju di air.

54

Dari sisi platform, Unimog U1300L yang panjang 5,54 meter dan tinggi 2,8 meter penjualannya di Tanah Air tergolong eksklusif dan harus melalui pemesanan khusus terlebih dulu. Di samping memiliki tubuh bongsor, pasokan tenaga sebesar 130 hp siap digelontorkan oleh mesin OM352 6-silinder buatan Mercy dan transmisi 8-percepatan menyempurnakan sosok Unimog 1300L sebagai truk militer yang tak gentar walau harus menghajar medan offroad.

13

Pada 21 Agustus 2014, Unimog U1300L namanya sempat jadi treding topic di Tanah Air, pasalnya truk 4×4 ini digunakan oleh massa Capres Prabowo – Hatta untuk menembus barikade kawat berduri Polisi jelang keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) di Jakarta.

Ibarat menjadi lomba kreativitas, masih di lingkup TNI AD, selain Ditpalad, Dislitbangad (Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat) juga telah meluncurkan prototipe truk amfibi. Basisnya menggunakan Mitsubishi Colt Diesel Turbo Intercooler dengan enam ban. Lewat kecerdikan Tim Dislitbangad, truk dengan bobot kosong 2,3 ton ini mampu berenang di sungai. Caranya dengan mengadopsi modul pelampung boat di sekeliling body truk, termasuk modul di bagian bawah body serta celah-celah ban dibuat rapat, alhasil tidak memungkinkan air masuk. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan pelampung inflate tube dengan sistem pompa otomatis valve. (Bayu Pamungkas)