Senin, 20 April 2015

KSAD: Tahun ini 21 Fasilitas Kampus Dibakar Mahasiswa

 
KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo. ©buanaplus.wordpress.com
KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo. ©buanaplus.wordpress.com

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menyindir mahasiswa di Indonesia yang kerap melakukan aksi demontrasi lalu merusak dan membakar fasilitas kampus.
Dalam catatanya tiga tahun ini sudah ada 21 pembakaran fasilitas kampus yang dilakukan oleh mahasiswanya. Menurutnya perilaku tersebut sudah tidak lagi mencerminkan orang-orang terdidik.
“Mahasiswa tawuran atau berkelahi mungkin itu biasa, bisa karena rebutan pacar. Tapi kalau sampai bakar kampus? Apa ini namanya?” katanya saat menggelar dialog dengan aparat pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama dan tokoh pemuda di hotel Rich Yogyakarta, Senin (20/4).
Dia pun membandingkan perilaku mahasiswa tersebut dengan pasien rumah sakit jiwa. Menurutnya belum pernah ada orang gila yang membakar rumah sakit jiwa.
“Pasien gila saja tidak pernah membakar rumah sakitnya sendiri. Ini mahasiswa gimana? Tapi bukan saya sebut mahasiswa gila lho,” ujarnya.
Dari analisisnya, perilaku tersebut disebabkan karena Proxy War yang sudah berlangsung di Indonesia. Perilaku tersebut dipengaruhi dengan perubahan kebudayaan yang direkayasa oleh negara asing untuk merusak generasi muda di Indonesia.
“Salah satunya budaya kita disusupi dengan paham asing yang merusak,” ungkapnya.
Selain lewat kebudayaan, cara merusak generasi muda di Indonesia dilakukan dengan narkoba. Menurutnya saat ini Indonesia menjadi sasaran serta pasar empuk bagi gembong-gembong narkoba.
“Persebaran narkoba sasarannya adalah anak muda. Itu salah satu cara untuk merusak Indonesia. Kalau sudah kena narkoba, mereka bisa berkelahi, membunuh orang, merusak tanpa rasa bersalah,” tandasnya KSAD. (Merdeka.com).

KAA di Bandung, Perdana Menteri Ini Diincar Pembunuh Bayaran

Menlu Republik Rakyat Cina, Zhou Enlai, disambut oleh Perdana Menteri Indonesia, Aly Sasto-Amidjojo, saat tiba di Bandung untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika, 18 April 1955. KAA pertama ini berlangsung 18-24 April 1955. AFP/Getty Images

Perdana Menteri Cina Zhou Enlai menjadi pusat perhatian selama pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955. Setelah selamat dari ancaman peledakan pesawat yang dia tumpangi, rupanya ancaman terhadap Zhou Enlai tak benar-benar selesai.
Awalnya Panitia Konferensi Asia Afrika menyiapkan Hotel Savoy Homann sebagai tempat dia menginap. Namun, Zhou Enlai memilih tinggal di sebuah bungalow di Jalan Taman Sari, Bandung.
Dalam film Zhou Enlai’s Journey to Bandung yang rilis pada 2003 lalu, disebutkan alasan Zhou tak tinggal di Savoy terjawab. Zhou Enlai menghindar dari incaran pembunuh bayaran.
Panitia Konferensi Asia Afrika cemas mendengar berita pengeboman pesawat Kashmir Princess yang kabarnya ditumpangi Zhou Enlai. Menurut Roeslan Abdulgani, pengeboman ini bisa membatalkan pelaksanaan konferensi. “Sampai jauh malam saya tak bisa tidur, menunggu berita selanjutnya,” ucap Roeslan dalam bukunya, The Bandung Connection.
Pesawat Kashmir Princess meledak di atas perairan Natuna. Sebelumnya, Zhou Enlai dikabarkan berada di dalam pesawat. Namun berkat informasi intelejen, Zhou lolos dari ancaman pembunuhan dan pindah pesawat. Zhou Enlai akhirnya berangkat dari Rangon setelah diundang oleh Perdana Menteri Burma U Nu.(Tempo)

TNI AL Terima Pesawat Latih Bonanza G36

 
Pesawat latih Bonanza TNI AL (Foto: Zaenal Effendi)
Pesawat latih Bonanza TNI AL (Foto: Zaenal Effendi)
Surabaya – TNI AL terus meningkatkan kemampuan prajurit udaranya dengan menambah pesawat latih. Hari ini, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda mendapatkan 4 buah pesawat latih dasar Bonanza G36 yang diserahkan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.
Komandan Puspenerbal, Laksamana Pertama Sigit Setiyanta mengatakan, pesawat latih yang akan tergabung dalam skuadron 200 wing Udara I Puspenerbal di Surabaya merupakan bagian dari program pembangunan kekuatan TNI AL berdasarkan Minimum Essential Force hingga tahun 2024.
Bonanza G36
Bonanza G36
“Pesawat latih dasar ini akan digunakan untuk mendidik calon-calon penerbang TNI AL sebelum mengoperasikan pesawat operasional,” katanya di Base Ops Lanudal Juanda, Senin (20/4/2015).
Sigit menambahkan, penyerahan 4 pesawat yang mampu mencapai ketinggian maksimal 5.600 meter di atas permukaan laut ini untuk memenuhi pembangunan kekuatan penerbangan.
“Oleh karena itu, KSAL terus melakukan upaya untuk memenuhi pembangunan kekuatan dan mendorong pengadaan pesawat udara untuk memenuhi kebutuhan fungsi intai udara taktis, anti kapal selam serta dukungan logistik cepat dan pengamatan laut,” ungkap dia.
image
Perlu diketahui dalam periode 2015-2019, TNI AL berkomitmen membangun kekuatan khususnya untuk pesawat udara yakni helikopter anti kapal selam 11 buah, helikopter anti kapal permukaan air sebanyak 8 unit, helikopter angkut taktis 4 unit.
Selain alutsista udara, TNI AL juga mengembangkan beberapa pangkalan udara Angkatan Laut (Lanudal) Kelas A sebagai antisipasi pengembangan Kogabwilhan Armada Timur, Tengah dan Barat. (Detik.com).

PIRATE: Penjejak Target Berbasis Elektro Optik di Eurofighter Typhoon dan JAS 39 Gripen

oeps-typhoon
Meski berasal dari ‘dunia’ yang berbeda, ternyata ada beberapa persamaan antar kompetitor pengganti F-5 E/F Tiger II TNI AU. Para kontestan, yakni Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, JAS 39 Gripen NG dan Sukhoi Su-35BM memang sama-sama mengusung twin jet sebagai dapur pacunya, kecuali Gripen yang single engine.
Tapi selain itu, ada beberapa persamaan yang cukup unik dicermati, yakni keempatnya sama-sama mengusung penjejak target berbasis elektro optik. Meski bukan istilah yang populer, penjejak canggih ini mudah dilihat, pasalnya punya bentuk desain bola kaca yang disematkan di sisi luar depan kokpit.
squared_medium_IRST_s_01oeps-typhoon-1-ok
Di artikel terdahulu, Indomiliter.com pernah mengupas tuntas tentang penjejak target berbasis elektro optik OEPS-27 yang terpasang di jet tempur Sukhoi Su-27SK/Su-30MK Flanker TNI AU. Sementara, dari kubu Barat, Eurofighter Typhoon juga dibekali teknologi serupa, yakni PIRATE (Passive InfraRed Airborne Track Equipment) buatan Eurofirst yang merupakan konsorsium dari Sales EX, Thales Optronics, dan Tecnobit. Ketiganya adalah pemasok utama perangkat avionic Typhoon. Dari perannya, PIRATE di Typhoon sebagai pendukung sistem penjejak utama pada radar AESA. Dengan basis FLIR (Forward looking Infra Red), dalam suatu misi bisa saja pilot diharuskan harus melakukan radar silient, atau jaga-jaga bila radar mengalami error, maka PIRATE bakal menjadikan pilot percaya diri meladeni dog fight.
IRST pada Rafale.
IRST pada Rafale.
60369_sukhoi_buatan_rusia_663_382
OEPS-27, penjejak optik di Sukhoi Su-27 TNI AU.

Teknologi PIRATE dirancang untuk mencari dan melacak target berikut emisi infra merah, atau berdasarkan panas yang dihasilkan target. PIRATE masuk dalam golongan teknologi IRST (infra red search and track system). Secara umum IRST dapat menjangkau jarak hingga 50 kilometer. Soal cakupan (coverage), untuk sudut azimuth mulai dari -60 sampai +60 derajat, sementara sudut ketinggian mulai dari -60 sampai 15 derajat.
PIRATE beroperasi di dual band infra red, 3-5 dan 8-11 mikrometer. Saat digunakan bersama radar dalam peran udara-ke-udara, perangkat berfungsi sebagai pencari infra merah dan sistem tracking, dengan menyediakan deteksi target pasif. Sementara dalam peran udara-ke-permukaan, PIRATE melakukan identifikasi sasaran dan akuisisi. PIRATE juga memberikan bantuan navigasi dan pendaratan. Seperti halnya OEPS-27 di Sukhoi Su-27/30, PIRATE juga dapat langsung terkoneksi dengan dispay pada helm pilot lewat helmet mounted sight dalam FLIR mode, selain pastinya juga koneksi ke (HUD) Head Up Display.
PIRATE dapat melakukan deteksi otomatis ke 200 sasaran secara simultan dalam single dan multiple tracking. Dalam mendukung duel di udara, PIRATE akan mengambil peran untuk mengarahkan tembakan kanon Mauser BK-27 kaliber 27 mm. Kanon internal dengan laras tunggal pada Typhoon ini dapat melontarkan 1.000 proyektil per menit, sementara kecepatan luncur proyektilnya 1.100 meter per detik.
Tantangan penggunaan kanon ini adalah bekal amunisinya yang hanya 150 butir peluru. Nah, agar setiap tembakan dapat efektif mengenai sasaran, maka disinilah peran PIRATE untuk menjamin tingkat akurasi tembakan. Karena handal sebagai penjejak short range, PIRATE juga dapat mengambil peran dalam aksi penembakan rudal ASRAAM atau AIM-9 Sidewinder.

Mauser BK-27 di Typhoon.
Mauser BK-27 di Typhoon.

Uniknya, PIRATE dan kanon Mauser BK-27 juga dipasang pada sebagai kanon internal pada JAS JAS 39 Gripen (khusus di varian kursi tunggal). Tapi sayangnya, bekal amunisi yang dibawa hanya 120 peluru. Sejatinya keterbatasan amunisi juga menjadi momok pada Sukhoi Su-27/Su-30 dan Su-35MK. Untuk menghemat bobot pesawat, Sukhoi dengan kanon Gsh-30-1 hanya dibekali 150 peluru. Untuk itu pihak Sukhoi sengaja memasang OEPS-27 yang built in laser di Su-27/Su-30, sementara di Sukhoi Su-35BM dengan jenis OLS-35. (Haryo Adjie)

Spesifikasi PIRATE
Length : 680 mm
Width : 591mm
Height : 300mm
Weight : 48 Kg

Sabtu, 18 April 2015

Pengamat: retrofit pesawat murah tapi tidak efisien

Pengamat: retrofit pesawat murah tapi tidak efisien
Petugas menyiramkan cairan ke badan pesawat tempur F16 yang terbakar di ujung landasan pacu Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (16/4/15). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
 
Pengamat industri militer Asmui Cipta mengatakan bahwa peningkatan kemampuan atau retrofit pesawat bekas memang lebih murah dibandingkan dengan membeli pesawat baru, namun itu tidak efisien.

"Sepintas biaya retrofit murah, tapi sebenarnya tidak efisien karena hasil akhir yang didapat hanya 50 persen," kata Asmui di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan hal itu terkait insiden terbakarnya pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Block 52ID di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Kamis (16/4). Pesawat tempur hibah dari Amerika Serikat itu merupakan hasil retrofit dari tipe di bawahnya.

"Yang saya ketahui Indonesia sebenarnya akan membeli F-16 Block 52 baru sebanyak enam unit, tapi kemudian ditawari hibah 24 unit tipe di bawahnya yang bisa diretrofit," kata Asmui.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, berkaca pada berbagai kasus retrofit alutsista hibah, hasil akhir yang didapat tidak bisa optimal atau maksimal hanya 50 persen.

"Dilihat dari anggaran negara yang dikeluarkan, memang lebih murah retrofit. Tapi ini akan menjadi mahal karena alutsista hasil retrofit pastinya digunakan dalam jangka waktu lama, yang mana perawatannya juga membutuhkan biaya lebih besar," katanya.

Menurut dia, ke depan Indonesia harus berpikir dua kali lebih panjang untuk menerima alutsista bekas dari negara lain.

Dikatakannya, dalam kasus hibah F-16, AS tetap diuntungkan meski memberikan secara cuma-cuma, karena minimal bisa mengosongkan hanggarnya dari pesawat yang tak dipakai lagi.

"Dan juga harus dicatat, hibah ini harus dilihat sebagai upaya AS menjaga hubungannya dengan Indonesia yang belakangan rajin membeli pesawat tempur dari negara lain," katanya.

Ia mendukung keinginan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Agus Supriatna yang menolak masuknya alutsista bekas hibah dari negara lain di masa depan.

"Saya mendukung upaya peremajaan alutsista negara kita, tapi itu harus dengan yang baru. Jangan pertaruhkan nasib bangsa dan prajurit pengguna alutsista tersebut, hanya karena ingin mengeluarkan biaya yang murah," katanya.

Satu pesawat F-16 Fighting Falcon Block 52ID, Kamis (16/4) gagal take off dan terbakar di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kepala Staf TNI AU menyebut kejadian ini akibat "malfunction" dan pihaknya langsung melakukan evaluasi menyeluruh. 
 

Panglima TNI: ISIS tidak boleh hidup di Indonesia

Panglima TNI: ISIS tidak boleh hidup di Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Sungguh naif, hina dan tercela...jika Prajurit TNI dan PNS TNI maupun keluarganya terlibat dalam persoalan narkoba"
Bogor (ANTARA News) - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko mengatakan bahwa bangsa Indonesia termasuk TNI telah menyatakan Islamic State of Iraq Syiria (ISIS) tidak boleh hidup di negeri ini.

"Saya tekankan kepada segenap Prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada rekrutmen ISIS," katanya dalam sambutan tertulisnya pada upacara pengibaran bendera Merah Putih di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja di Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sendjaja (Lanud Ats) dipimpin langsung Danlanud Ats Marsma TNI Dedy Permadi, di Main Apron, yang diikuti seluruh personel Lanud Ats dan Wingdikum.

Hal pokok lainnya yang menjadi perhatian Panglima TNI adalah penyalahgunaan narkoba, karena itu Panglima TNI memerintahkan kepada unsur Pimpinan Satuan untuk melindungi para prajurit dan PNS-nya, dan begitu juga kepada segenap Prajurit dan PNS TNI untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman narkoba.

"Sungguh naif, hina dan tercela, jika Prajurit TNI dan PNS TNI maupun keluarganya terlibat dalam persoalan narkoba," katanya.

Berkaitan dengan rencana kenaikan tunjangan kinerja dalam waktu yang tidak terlalu lama, Panglima TNI mengharapkan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI bersyukur, serta mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah.

"Tidak hanya kenaikan tunjangan kinerja, Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI baik personel maupun materiil dan alutsista," katanya.

Besarnya atensi Pemerintah, tuturnya, harus dijawab dengan menunjukkan kinerja para Prajurit dan PNS TNI yang harus terus meningkat, baik dalam konteks tugas pokok, maupun dalam konteks tugas bantuan guna percepatan pembangunan nasional dan di daerah.
 

Pesawat tempur TNI-AU akan berpatroli di Kepri

Pesawat tempur TNI-AU akan berpatroli di Kepri
ilustrasi Satu dari dua Thunder flight Sukhoi Su-30MKI dari Skuadron Udara 11 TNI AU saat mengejar dan memaksa turun pesawat terbang Gulfstream IV, yang melanggar kedaulatan udara nasional, Senin (3/11). Peluru kendali Vympel R-73 Archer menjadi senjata penggentar utama dalam misi itu. (Dinas Penerangan TNI AU)
Kunjungan kali ini dalam melakukan patroli udara mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) di Kepri,"
Pesawat tempur TNI-AU pada Senin hingga Jumat pekan depan melakukan patroli di wilayah udara Kepulauan Riau, kata Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb Jajang Setiawan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

"Kunjungan kali ini dalam melakukan patroli udara mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) di Kepri," kata Jajang, setibanya empat pesawat tempur TNI-AU jenis Hawk 100/200 dan satu Hercules di Bandara RHF setelah terbang beberapa menit di wilayah udara Tanjungpinang.

Patroli itu mengerahkan 66 personei dengan 12 penerbang tempur.

Dia menambahkan operasi udara mulai dilakukan Senin-Jumat pekan depan. Operasi udara untuk pengamanan titik-titik sepanjang ALKI.

Komandan Lanud Tanjungpinang Letkol Pnb I Ketut Wahyu Wijaya mengharapkan kerja sama dengan satuan TNI lainnya dalam melakukan operasi pengamanan ALKI di Kepri.

"Operasi ini penting, karena Kepri merupakan salah satu pintu masuk Indonesia," ujarnya.

Kehadiran empat pesawat Hawk 100/200 dan satu Hercules ke Tanjungpinang mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Syahrul mengatakan operasi udara ini sebagai bentuk komitmen TNI AU dalam menjaga keamanan negara.

"Kami memberi apresiasi kepada TNI AU. Kami mendukung pelaksanaan operasi ini agar dapat memberikan motivasi bagi generasi muda," katanya.

Kondisi Bandara RAF yang masih belum menyediakan lokasi parkir pesawat tersebut, membuat pemerintah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang masih belum memadai, termasuk memperpanjang landasan pacu.