Rabu, 22 April 2015

COMSUBGRU 7 AS dan Korps Hiu Kencana, Perkuat Kerjasama

 
image
COMSUBGRU 7 AS dan Korps Hiu Kencana Indonesia, perkuat kerjasama (photo: US Navy)

Komandan Submarine Group 7 (COMSUBGRU 7) Amerika Serikat, Laksamana Muda William R. Merz bertemu dengan perwakilan kekuatan kapal selam Indonesia di Surabaya, 14 April 2015, untuk memperkuat hubungan kerja yang dinamis antara kedua angkatan laut.
Fokus utama dari pertemuan ini, untuk mengintegrasikan keterlibatan kekuatan kapal selam Indonesia sebagai mitra dan sekutu di Pasifik dalam operasi rutin yang periodik di kawasan regional.
Keterlibatan ini akan mencakup kesempatan pelatihan antara kedua angkatan laut yang fokus pada pengintegrasian kemampuan kekuatan kapal selam Amerika Serikat dan Indonesia.
Pembicaraan ini ditindaklanjuti dengan simulasi kering Simulated Submarine Casualty Exercise (SMASHEX), di mana anggota COMSUBGRU 7, U.S. Navy Submarine Rescue Command, and International Submarine Escape and Rescue bekerjasama dengan pasukan Angkatan Laut Indonsia dalam melakukan latihan kapal selam penyelamat.
Angkatan Laut Indonesia adalah angkatan laut terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah personel aktif dan kapal yang dimiliki (US Navy).

Prajurit TNI dan Tentara Perancis Latihan Bersama di Lebanon

Prajurit TNI dan Tentara Perancis Latihan Bersama di Lebanon
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon)/Indobatt (Indonesian Battalion), menggelar Latihan Bersama tentara pasukan FCR (Force Commander Reserve) dari Kontingen Perancis. 
Latihan bersama antara Prajurit TNI dan Tentara Perancis yang melibatkan 60 personel tersebut, dibuka oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Indobatt Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P., S.IP, di Lapangan SoekarnoMarkas Indobatt, UN Posn 7-1, Adchit al Qusayr, Lebanon Selatan, kemarin.
 Menurut Dansatgas Indobatt, latihan ini bertujuan untuk mempererat persatuan antar kontingen pasukan perdamaian yang sedang melaksanakan tugas sebagai Peacekeepers dalam misi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di Lebanon. "Latihan ini juga untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan prajurit kedua negara", ujarnya. 
"Latihan ini melibatkan satu pleton dari masing-masing  negara,  dengan rincian 30 personel dari Kontingen Perancis di bawah pimpinan Komandan Unit Lt. Pidolot dan 30 personel dari Kontingen Garuda di bawah pimpinan Kapten Inf Anhar A.G.", kata Letkol Inf Andreas Nanang Dwi. 
Pelaksanaan latihan bersama ini diawali dengan Latihan Menembak di Lapangan Tembak Sektor Timur Unifil, Ebel Al Saki, Lebanon Selatan. Dalam sesi ini, Letda Inf Chonis selaku Danton Indobatt menjelaskan tentang karakteristik senjata SS-2 V4 kepada Tentara Perancis begitu juga Lt. Pidolot yang memberikan penjelasan tentang karakteristik senjata mereka kepada Prajurit TNI. 
Selain itu dilaksanakan pengenalan Alutsista yang digunakan dalam latihan,  meliputi persenjataan ringan satuan Infanteri, Aloptik, Alkom dan Ranpur, dimana terdapat Ranpur VAB Renault Perancis, dan disampaikan oleh Perwira Seksi Logistik Indobatt Kapten Inf Aries Munandar. 
Kegiatan latihan dilanjutkan dengan Patroli Bersama di Area Of Responsibility Markas Indobatt, olah raga bersama dan permainan militer yang menitikberatkan pada kerja sama tim, sehingga terwujud nuansakebersamaan dan keceriaan.
Pada akhir latihan, Dansatgas Indobatt mengucapkan terima kasih dan  penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para personel Kontingen Garuda maupun personel Kontingen Perancis yang sangat antusias dan semangat dalam melaksanakan latihan bersama. Latihan diakhiri dengan pelepasan tanda latihan serta pemberian sertifikat latihan "Make Peace Nothing Else" oleh Letkol Inf Andreas Nanang Dwi.

TNI. 

TNI Kawal Pemimpin Negara Peserta KAA

TNI Kawal Pemimpin Negara Peserta KAA
Kedatangan para Pemimpin Negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 Tahun 2015 dan peringatan ke-10 New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) di Assembly Hall 2, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan mendapatkan pengawalan ketat dari iringan kendaraan TNI, Rabu (22/4/2015). 
Ke-21 pemimpin pemerintahan beserta 116 delegasi negara tersebut menghadiri pembukaan secara resmi KAA ke-60 oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Turut hadir dalam acara tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko. 
Setiap rute yang dilintasi iring-iringan kendaraan tamu negara ditempatkan petugas Pengamanan VVIP, baik dari personel TNI dan Polri hingga tiba di pintu masuk gedung JCC, Senayan.    Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta yang memadati jalan menuju pintu masuk Balai Sidang Jakarta (JCC) untuk menyambut Pemimpin Negara juga diatur penempatannya dengan rapi dan tertib oleh petugas pengamanan VVIP. 
Mengenakan seragam putih biru dan pramuka para pelajar berbaris dan mengibarkan bendera di sepanjang Gerbang 7 GBK hingga ke Jakarta Convention Center tempat KTT Asia Afrika diselenggarakan. 
Kedatangan rombongan Pemimpin Negara disambut dengan lantunan lagu-lagu wajib nasional, sehingga suasana kompleks Gelora Bung Karno, Senayan menjadi meriah.   Dua bendera digenggam para siswa-siswi itu, yakni Merah-Putih dan bendera negara-negara peserta konferensi akbar ini dan mengibarkannya setiap mobil delegasi yang melintas. 
"Sebanyak 10 SMP khususnya di Jakarta Selatan, berdatangan untuk menyambut para kepala negara.  Setiap sekolah mengirimkan 200 siswa dan berbaris sesuai dengan titik yang ditentukan.   Anak-anak sangat antusias dan senang sekali ", tutur Wisnu salah seorang Guru Komputer SMP 257.

TNI. 

Selasa, 21 April 2015

Pindad Kembangkan Roket R-Han

  Ujicoba Roket R-Han 122 (photo: Viva)
Ujicoba Roket R-Han 122 (photo: Viva)

Produsen amunisi dan senjata PT Pindad, berhasil mengembangkan roket balistik bernama Rudal Pertahanan atau R-Han 122. Roket pertama buatan Indonesia diproduksi untuk memenuhi kebutuhan TNI, pasalnya selama ini masih diimpor dari sejumlah negara.
Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengungkapkan, R-Han 122 memiliki kemampuan tembak mencapai 15 kilometer. Proyek pembuatan roket ini menjadi awal dari rencana panjang perseroan untuk membuat peluru kendali (rudal) jarak jauh.
“Yang paling ultimate kita akan buat peluru kendali dan diawali dengan pembuatan roket ini,” kata Silmy saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (17/4/2015).
Peluru kendali ini dijelaskan Silmy dapat menempuh jarak tembak mencapai ratusan kilometer dengan pergerakannya dapat dikendalikan dari pangkalan tembak. Ini akan menjadi satu hal yang membanggakan mengingat saat ini Indonesia belum mampu memproduksi peluru kendali.
Dengan komitmen Presiden Jokowi untuk mendukung industri pertahanan tersebut diharapkan Silmy proyek peluru kendali tersebut dapat segera dipercepat pembuatannya.
Seperti diketahui, di penghujung Maret 2012 lalu, Kementerian Pertahanan melakukan uji coba penembakan Roket Pertahanan (R-Han) 122 di Pusat Latihan Tempur TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan.
R-Han 122 berfungsi sebagai senjata berdaya ledak optimal dengan sasaran darat dan jarak tembak sampai 15 kilometer.
R-Han 122. (Liputan6.com/Ilyas Istianur P)
R-Han 122. (Liputan6.com/Ilyas Istianur P)

Dengan semakin banyaknya produk dalam negeri yang semakin canggih tersebut diharapkan akan menjadi bagian dari kemandirian sistem pertahanan Indonesia, bahkan dapat di ekspor ke beberapa negara.
Saat ini, PT Pindad telah mengekspor sejumlah senjata ke beberapa negara di dunia seperti di Asia dan Afrika. Tak hanya itu, produk kendaraan tempur produksi Pindad seperti Panser Anoa juga laris manis dimintai negara-negara di Asean dan Timur Tengah. (Liputan6.com)

Usai Datangkan Bonanza G36, TNI AL akan Beli 6 Twin Engine

 
Usai Datangkan Bonanza G36, TNI AL akan Beli 6 Twin Engine
TNI AL bertekad meningkatkan kemampuan udaranya. Usai mendatangkan 4 unit pesawat latih dasar Bonanza G36, TNI AL akan kembali membeli pesawat latih jenis twin engine.
Menurut KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, pembelian pesawat latih twin engine, dalam program pengadaan alutsista pesawat latih sebagai bentuk upaya meningkatkan kemampuan prajurit agar berkelanjutan.
“4 unit pesawat latih Bonanza G36 kan single engine dan tahun ini akan ada pengadaan pesawat latih twin engine agar kemampuannya berkelanjutan,” kata KSAL usai penyerahan 4 pesawat latih Bonanza G36 ke Puspenerbal di Base Ops Lanudal Juanda, Senin (20/4/2015).
Dengan adanya pesawat latih dasar Bonanza G36, Ade mengaku sudah mempunyai 8 pesawat single engine dan berencana menambah 4 unit lagi. “Kita berharap kuota 12 unit pesawat latih single engine bisa terpenuhi dan twin engine 6 unit bisa terpenuhi sehingga mampu meningkatkan kemampuan pilot Angkatan Laut sebagai kepanjangan tangan dan deteksi kapal permukaan laut,” ungkap dia.
Ia juga berpesan kepada Komandan Puspenerbal, Laksamana Pertama Sigit Setiyanta agar menjaga dan merawat 4 unit pesawat latih dasar buatan Amerika Serikat yang dibeli seharga Rp 59 miliar.
Perlu diketahui dalam periode 2015-2019, TNI AL berkomitmen membangun kekuatan khususnya untuk pesawat udara yakni helikopter anti kapal selam 11 buah, helikopter anti kapal permukaan air sebanyak 8 unit, helikopter angkut taktis 4 unit.
Selain alutsista udara, TNI AL juga akan mengembangkan beberapa pangkalan udara Angkatan Laut (Lanudal) Kelas A sebagai antisipasi pengembangan Kogabwilhan Armada Timur, Tengah dan Barat. (detikNews)

AS565 MBe Panther TNI AL Akan Dibekali Teknologi HELRAS DS-100 dan Peluncur Torpedo

2
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam beberapa bulan kedepan bakal menerima order pekerjaan yang lumayan banyak, salah satunya adalah merakit sebelas unit helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AS565 MBe Panther dari Airbus Helicopters (d/h Eurocopter). Menurut informasi, PT DI akan mengirimkan kesebelas unit helikopter tersebut dalam kurun waktu tiga tahun. Dan, seperti kabar yang dinanti-nanti, akhirnya terkuak sistem senjata dan sensor AKS yang bakal melengkapi sang Panther Puspenerbal TNI AL.
Berdasarkan siaran pers dari Rotorcraft Service Group (2/3/2015), disebutkan PT DI dan Rotorcraft Service Group Inc. (RSG) telah mengadakan kontrak kesepakatan untuk adopsi pengembangan dan sistem integrasi ASW (anti submarine warfare) pada armada AS565 MBe Panther pesanan TNI AL. Dijelaskan lebih detail, nantinya heli AKS TNI AL akan dilengkapi perangkat integrasi yang mencakup L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sementara untuk misi menghancurkan kapal selam, dalam kesepakatan Panther TNI AL juga akan dipasang sistem peluncur torpedo, sistem peluncur ini disiapkan untuk menghantarkan jenis torpedo Raytheon MK46 atau Whitehead A244/S. Kedua torpedo tersebut kebetulan sudah sejak lama dimiliki TNI AL.
4
AS 565 Panther dengan torpedo MK46.
rp_panther-04.jpg
Meski kodrat utama AS565 MBe Panther adalah untuk melibas kapal selam, tapi basis heli ini adalah multirole. Oleh sebab itu, sistem yang di integrasikan RSG bersifat modular, saat sang Panther dibutuhkan untuk misi SAR (Search and Rescue), Medevac (Medical Evacuation), intai maritim, dan eksternal cargo, maka dengan cepat konfigurasi tempur heli dapat diubah ke non combat roles.
Selama ini teknologi HELRAS sudah banyak dipakai dalam platform AKS di negara-negara NATO. Sonar ini dapat beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam. HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pads sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mendeteksi keberadaan kapal selam dari jarak jauh.Khususnya dengan perangkat DS-100, dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dalam dan dangkal.
1
Konfigurasi elemen HELRAS.
Perangkat HELRAS setelah mengembang.
Perangkat HELRAS setelah mengembang.

Cara operasi HELRAS DS-100 dengan diturunkan dari helikopter hingga masuk ke permukaan air. HELRAS DS-100 terdiri dari tujuh elemen proyektor dan delapan lengan hidrolik yang dapat dibentangkan hingga 2,6 meter saat digunakan. DS-100 mampu beroperasi di kedalaman 500 meter dan memiliki Figure Of Merit (FOM) untuk mencapai konvergensi zona deteksi. DS-100 berjalan dengan frekuensi rendah 1.38 Khz menggunakan transduser eksklusif, mengurangi kontaminasi gema dari sinyal yang diterima, dan interoperabilitas dengan sonars kapal dan sonobuoys dalam pekerjaan bistatic atau multistatic.
RSG yang berbasis di FortWorth, Texas, AS, sudah mendapat pengakuan dari beberapa manufaktur helikopter ternama untuk melakukan instalasi sistem teknologi AKS. Diantara mitra RSG adalah Agusta Aerospace Corporation, Eurocopter Group, Enstrom Helicopter Corporation, Hafei Aviation Industry Co, Korea Aerospace Industries, MD Helicopters, PT Dirgantara Indonesia, Safran USA, Inc., Sikorsky Aircraft Corporation dan Sikorsky global Helicopters. (Gilang Perdana)

Senin, 20 April 2015

Panglima TNI : Intelijen TNI Harus Miliki Kapasitas dan Kapabilitas

 
IMG_4382
Intelijen TNI harus memiliki kapasitas dan kapabilitas, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional masih belum bisa memenuhi kebutuhan anggaran TNI secara utuh, untuk membangun arsitektur Intelijen TNI yang perkasa. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada pembukaan Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II Tahun  2015, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (20/4/2015).
 
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, dibentuknya Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI diharapkan dapat melakukan konsolidasi dan sinergitas seluruh jajaran Intelijen TNI, menuju transformasi Institusi Intelijen Militer yang modern dan memiliki kesadaran, serta analisis yang kuat terhadap setiap pergerakan lingkungan strategik.
 
“Manajemen dan Analisis Intelijen TNI  dituntut untuk menyediakan informasi, data, pengetahuan, yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan perencanaan, dan pengambilan keputusan, karena masukan Intelijen TNI yang baik, akan menghasilkan perencanaan yang baik, dan selanjutnya pengambilan keputusan yang tepat”, ujar Panglima TNI.
 
IMG_4440
“Tanpa masukan intelijen yang baik, tidaklah mungkin membuat suatu rencana, atau strategi raya, atau strategi keamanan nasional, yang memenuhi kriteria Feasible, Acceptable, Suitable.  Semua arsitek perencanaan strategik sangat paham apa arti  Knowledge is Power”, kata Jenderal TNI Moeldoko.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI memerintahkan kepada Komandan Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Dansatinduk Bais) TNI untuk mengembangkan Manajemen dan Analisis Intelijen TNI, yang sejalan dengan Short Cut dan Sapta Cipta Pokok-Pokok Kebijakan Panglima TNI, dalam upaya penguatan Intelijen TNI, Optimalisasi Interoperability TNI termasuk Interoperability Satuan Intelijen di jajaran TNI, dan mengeliminasi ego sektoral pada komunitas Intelijen TNI.
 
Panglima TNI juga menekankan kepada Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI dan seluruh perwira siswa, untuk mengarahkan segenap pemikiran pada upaya membangun arsitektur Intelijen TNI yang baru.   Langkah awal pada aspek manajemen adalah hilangkan dikotomi dengan adanya nama Intelijen Strategis, Intelijen Taktis dan Intelijen Teritorial, karena dikotomi tersebut telah menjadikan Intelijen TNI terkotak-kotak, yang berdampak pada tumbuhnya ego sektoral dan melemahkan kemampuan intelijen TNI.  “Manajemen harus mampu menata potensi Intelijen TNI dari seluruh matra menjadi kekuatan utuh, dengan menata kedudukannya sesuai arah kepentingan”, ujarnya.
 
Sementara pada aspek analisis, Intelijen TNI tidak boleh membatasi hanya pada dimensi pengamanan dan sektoral, tetapi lebih luas pada sektor ideologi, politik, sosial budaya ekonomi, perdagangan, perbankan dan sektor lainnya yang bersifat nasional dan internasional.
 
Sekolah Manajemen dan Analisis Intelijen TNI Angkatan II Tahun  2015, diikuti oleh 33 peserta terdiri dari Angkatan Darat 28 personel, Angkatan Laut 2 personel dan Angkatan Udara 3 personel.
 
Hadir dalam acara tersebut antara lain Kasum TNI Marsdya TNI Dede Rusamsi, Wakasad Letjen TNI M. Munir, Wakasal Laksdya TNI Widodo, S.E., M.Sc., Wakasau Marsdya TNI Bagus Puruhito, Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Dansesko TNI Letjen TNI Sony Wijaya, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya dan beberapa pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan.
.
 
AuthentikasiKadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.
.
Pengirim       :   Puspen TNI