Selasa, 24 Februari 2015

Militer Indonesia Nomer 12 Terkuat di Dunia

 
Prototype Tank SBS Pindad (JKGR)
Prototype Tank SBS Pindad (JKGR)

Sebagai salah satu negara yang mempunyai luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar di dunia, Indonesia sudah sewajarnya berusaha melakukan modernisasi peralatan militernya agar ketika digabungkan dengan semua potensi dan sumber daya lain, bisa menjadi sebuah kekuatan militer yang diandalkan untuk menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesua dari gangguan dan ancaman negara lain.
Berikut perhitungan beberapa variabel kekuatan militer Indonesia yang dihitung oleh sebuah lembaga pemeringkat kekuatan militer dunia Global FirePower military dimana Indonesia berada di urutan 12 dengan Power Index: 0.5231

TENAGA KERJA
Melampaui Total peralatan militer yg ada dimana ketersediaan jumlah tenaga kerja yg sewaktu waktu siap untuk melayani negara dalam sebuah keadaan perang jumlahnya cukup besar. Hal ini mendorong kekuatan militer indonesia ke arah kesiapan tempur pada titik tertentu.
Jumlah penduduk: 253,609,643
Tenaga kerja : 129,075,188
Personil aktif :  476.000
Personil aktif Reserve: 400.000
Reaching military age annualy : 4.455.139

KEKUATAN DI DARAT
Tank tempur utama, light tank dan tank penghancur Termasuk jg pengangkut personel lapis baja (APC) dan Infantry Fighting kendaraan (model APC).
TanK: 468 UNIT
Lapis baja (AFVs): 1,089
Self-propelled senjata (SPGs): 37
Artileri: 80
MLRS: 86

KEKUATAN UDARA
Jumlah pesawat tempur termasuk pesawat sayap tetap dan rotary.
Jumlah pesawat: 405
Pesawat tempur/sergap: 30
Pesawat bersayap tetap: 52
Pesawat Transportasi : 187
Pesawat latih: 104
Pesawat lain: 148
Helikopter serbu : 5

KEKUATAN ANGKATAN LAUT
Jumlah kapal perang dan beberapa material yg lainnya.
Kapal perang: 171
Kapal induk: 0
Fregat: 6
Kapal perusak: 0
Kapal Corvette: 26
Kapal selam: 2
Pertahanan pantai : 21
Mine Warfare: 12

SUMBER DAYA (MINYAK)
Minyak tetap nyawa dari kekuatan dalam suatu perang.
Produksi minyak: 983,000 bbl/hari
Konsumsi minyak: 1,355,000 bbl/hari]
Proven oil reserves : 4,030,000,000 bbl/hari

LOGISTIK
Salah satu variabel penting untuk memenangkan sebuah peperangan adalah  logistik. Jumlah Tenaga kerja yang mencerminkan juga sebuah kekuatan memanfaatkan industri untuk perang secepat mungkin.
Angkatan kerja: 120,000,000
Merchant Marine strength: 1,340
Pelabuhan utama : 9
Cakupan jalan: 437,759km
Cakupan Kereta api: 5,042km
Jumlah Bandara: 673

KEUANGAN (dalam USD)
Terlepas dari kekuatan memanfaatkan militer dalam jumlah, perang masih didorong oleh pembiayaan sebanyak  apapun.
Anggaran pertahanan: $6,900,000,000
External debt : $223,800,000,000
Reserves of foreign exchange and gold : $83,450,000,000
PPP: $1,285,000,000,000

GEOGRAFI (km)
Nilai-nilai geografis terutama keaslian angka ke dalam perang defensif-berpikiran (berlaku invasi).
Luas wilayah : 1,904,569 km
Pantai: 54,716 km
Panjang Perbatasan: 2,958 km
Waterways : 21,579 km

Berikut Urutan Lengkap :
1. USA               Pwrindx     0.1661
2. Rusia                                0.1868
3. China                                0.2341
4. India                                 0.2695
5. Inggris                             0.2743
6. Prancis                            0.3065
7. Korsel                              0.3098
8. Jerman                            0.3505
9. Jepang                            0.3836
10. Turki                               0.4335
11. Israel                              0.4074
12. Indonesia                      0.5231
13. Australia                        0.5281
14. Canada                          0.5625
15. Taiwan                          0.5671
16. Italia                              0.5735
17. Pakistan                       0.6122
18. Mesir                             0.6214
19. Polandia                       0.6688
20. Thailand                       0.6833

Sumber GFP 2015.
By. Alden

Pengamanan perbatasan Indonesia-negara Timor Timur harus penuh

Pengamanan perbatasan Indonesia-negara Timor Timur harus penuh
Ilustrasi-Prajurit TNI berjaga di Pos Perbatasan Indonesia - Timor Leste di Atapupu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/7). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
 
Panjang perbatasan Indonesia dan negara Timor Timur di Provinsi NTT adalah 278 kilometer yang secara fisik dijaga Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Timor Leste Markas Besar TNI. 

Menurut Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Banguntoro, pengamanan perbatasan sampai saat ini telah dapat ditangani dengan baik, tetapi harus tetap menjadi perhatian penuh. 

Adalah Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigadir Jenderal TNI Brigadir Jenderal TNI Achmad Yuliarto, pada acara syukuran peringatan HUT ke-54 jajarannya, di Kupang, NTT, yang mengutip pendapat itu. 

Yuliarto mengatakan, panglimanya itu tetap menaruh atensi terhadap masalah pelanggaran lintas batas, penyusupan serta pelintasan imigran gelap sekaligus meminta jajaran Korem 161/Wira Sakti meningkatkan koordinasi dengan satuan pengamanan perbatasan negara Timor Timur. 

Terdapat 38 pos pengamanan perbatasan di sepanjang 278 garis perbatasan Indonesia-negara Timor Timur itu. Semua pos itu menginduk pada lima kompi satuan tugas itu, yang pelaksananya selalu berganti saban tahun. 

Dari sisi Indonesia, terdapat tiga kabupaten yang berbatasan darat dan laut langsung dengan negara itu, yaitu Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara (dengan Distrik Oekusi), Kabupaten Belu dengan Distrik Suai dan Distrik Maliana.

Indonesia dorong universalisasi traktat uji coba nuklir

Indonesia dorong universalisasi traktat uji coba nuklir
Ilustrasi. Rudal permukaan-ke-permukaan Agni V diluncurkan dari Pulau Wheeler di lepas pantai negara bagian Odisha di timur India, Kamis (19/4). India melakukan uji luncur rudal jarak jauh yang dapat menjangkau China dan Eropa, mendorong kekuatan Asia yang baru muncul ke klub elit bangsa-bangsa dengan kemampuan senjata nuklir antar benua. Seorang ilmuwan di lokasi peluncuran mengatakan peluncuran tersebut berhasil, beberapa menit setelah tayangan televisi memperlihatkan roket dengan daya jangkau lebih dari 5.000km meluncur menembus awan dari Pulau Wheeler. (REUTERS/Indian Defence Research and Development Organization/DRDO/Handout)
 
Indonesia menegaskan perlunya meratifikasi Traktat Pelarangan Komprehensif Uji Coba Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty / CTBT), dan mendorong agar Traktat segera diberlakukan.

Hal ini ditegaskan Duta Besar Rachmat Budiman sebagai Co-President Article XIV Process, yang memimpin serangkaian pertemuan konsultasi sejak bulan November lalu, termasuk mempersiapkan Konferensi mengenai universalisasi dan pemberlakuan CTBT yang akan diselenggarakan di New York September mendatang.

Counsellor/korfung Pensosbud Protkons KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Selasa mengatakan konferensi yang akan dilaksanakan di New York merupakan pelaksanaan dari amanat Pasal XIV Traktat, dan guna mendorong universalisasi dan implementasi Traktat.

Konferensi diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk mendorong ratifikasi Traktat oleh negara-negara, khususnya negara yang tercantum dalam Lampiran 2 Traktat. Sesuai ketentuan Traktat, ratifikasi oleh seluruh negara yang tercantum dalam Lampiran 2 Traktat merupakan syarat utama bagi berlakunya Traktat tersebut.

Saat ini masih terdapat delapan negara dalam Lampiran 2 yang belum melakukan ratifikasi, yaitu Amerika Serikat, China, India, Pakistan, Mesir, Iran, Israel dan Korea Utara. Indonesia sebagai Co-President Article XIV Process menegaskan dalam berbagai kesempatan perlunya negara-negara tersebut segera melakukan ratifikasi Traktat.

Kepemimpinan Indonesia dan Hongaria sebagai Co-President Article XIV Process sudah dilaksanakan sejak September 2013, dan akan berakhir pada bulan September 2015. Estafet kepemimpinan akan beralih ke Jepang dan Kazakhtan, yang akan menjadi Co-President Article XIV Process hingga 2017.

Dubes Rachmat Budiman menegaskan pemberlakuan Traktat merupakan masalah prinsip bagi Indonesia karena peranan Traktat dalam menciptakan perdamaian dunia.

Untuk itu Indonesia terus mendorong aksi nyata dari negara-negara dengan melakukan ratifikasi Traktat meskipun setelah September 2015 Indonesia tidak lagi menjadi Co-President Article XIV Process.

Kepemimpinan Indonesia dalam Article XIV Process, dan ratifikasi Indonesia terhadap Traktat pada tahun 2012 merupakan wujud konkret dukungan Indonesia bagi berlakunya Traktat tersebut.

Indonesia merupakan salah satu negara yang tercantum dalam Lampiran 2 Traktat yang telah menyelesaikan kewajiban ratifikasi Traktat. Sebagai salah satu negara pihak, kini Indonesia mendorong agar negara-negara lain segera menunaikan langkah nyata melalui ratifikasi Traktat.

Selain kepada kedelapan negara yang belum melakukan ratifikasi, Indonesia juga mendorong agar negara lain, khususnya di kawasan seperti Myanmar dan Thailand, segera melakukan ratifikasi Traktat. Dorongan ini telah dilakukan Indonesia melalui berbagai kesempatan, termasuk dengan menyelenggarakan Regional Conference on CTBT di Jakarta pada bulan Mei 2014.
 
 

Senin, 23 Februari 2015

Peringatkan Australia, TNI Siagakan Pasukan Khusus & Sukhoi

Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (ist)

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko memperingatkan Australia untuk tidak mengganggu proses eksekusi dua terpidana mati kasus narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Menurutnya, para prajurit TNI sudah siap untuk mengawal jalannya hukuman cabut nyawa tersebut.
“Berkaitan pada konteks itu, militer kita sudah siap, jadi jangan coba-coba ada skenario yang mengganggu jalannya eksekusi,” ujar Moeldoko usai menerima Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor di Mabes TNI, Cilangkap, Senin (23/2/2015).
Moeldoko menambahkan, saat ini ia telah memanggil pasukan khusus serta menyiapkan tiga pesawat tempur Sukhoi SU-30 guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu juga mengingatkan Brasil, untuk tidak main-main dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih soal ancaman negeri samba itu atas eksekusi warganya, Rodrigo Gularte yang tengah menanti eksekusi mati karena persoalan narkoba.
“Saya sudah panggil pasukan khusus, ada tiga Sukhoi juga untuk mengawal, itu disiapkan saja, Panglima TNI harus keras, kalau politik bukan urusan tapi kedaulatan jangan main-main dengan saya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua GP Anshor, Nusron Wahid menyatakan pendapat senada. Kader NU itu bahkan mengaku untuk berdiri di belakang TNI dalam memperjuangkan kedaulatan NKRI. “Anshor siap di belakang TNI,” ujar Nusron.
Untuk itu, secara khusus Nusron mengirim pesan kepada Perdana Menteri negeri Kanguru, Tony Abbot. Menurutnya, rakyat Indonesia akan membantu secara tulus jika negeri tetangga dilanda musibah.
Ia menambahkan, pemerintah tidak akan mengintervensi segala bentuk bantuan luar negeri. Namun, Nusron juga mengungkapkan kesiapannya jika Australia meminta kembali bantuannya terkait tsunami Aceh 2004.
“Kami sebagai rakyat terima kasih pada Pak Tony atas bantuan dalam tsunami Aceh, tapi kalau Australia ada bencana kita akan tulus, tidak akan intervensi dan kalau bantuan itu diminta, kita akan kembalikan bantuannya,” pungkasnya. (Okezone)

Tiga pesawat sukhoi mulai kontrol di perbatasan Indonesia-Australia

pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU. (ist)
Tidak tanggung-tanggung yang diterapkan oleh pucuk pimpinan tertinggi di TNI untuk memperketat wilayah perbatasan di selat Bali-Autralia. Tiga pesawat tempur yang standby di Lanud Ngurah Rai, Denpasar sudah mulai melakukan latihan sekaligus pengawasan di daerah perbatasan sisi selatan pulau Bali.
Sejak pagi tadi Senin (23/2) sekitar pukul 09.00 Wita, secara bergilir pesawat tempur Sukhoi mengudara. Di awali dari jenis tipe TS-3007, dilanjutkan pesawat TS-3004. Untuk kemudian 2 menit berselangnya TS-303 menyusul menuju sisi arah barat laut.
“Kita lakukan pelatihan sekaligus sesuai perintah pucuk pimpinan untuk memantau wilayah perbatasan,” ungkap Kolonel AU Sugiarto BW, Danlanud Ngurah Rai Denpasar Bali, Senin (23/2).
Dia juga meyakinkan bahwa, pengawasan ini terkait akan dilakukannya pemindahan ‘Dua Bali Nine’ ke Nusa Kambangan. “Ya nanti bagaimana petunjuknya saja. Kita siap, apa yang kita laksanakan sekarang operasi cap, hari ini ada perintah hari ini kita laksanakan,” ungkapnya.
Untuk pengontrolan dikatakannya tidak bisa ditentukan jamnya. “Bisa dua kali mengudara bahkan lebih, tergantung situasi saja,” terang Sugiarto. (Merdeka)

Indonesia "pertimbangkan" beli arsenal Brazil

Indonesia
Dokumentasi empat EMB-314 Super Tucano saat tiba di Halim Perdanakusuma, jakarta, September 2013. Spesifikasi Super Tucano EMB-314 di antaranya: kemampuan manuver 3,5 g sampai 7 g , kecepatan maks 590 km/jam, ketinggian maks 31.000 kaki dpl. Persenjataan AIM-9 Sidewinder, AAM-1 Piranha, bom MK-81 dan MK-82, roket FFAR. Sistem navigasi digital, sistem kendali terintegrasi HOTAS, bisa dipakai intai taktis karena memiliki pod FLIR dan DLIR, bisa beroperasi mandiri dgn dukungan minimal dan cocok dgn topografi serta kontur/iklim tropis basah.
 
Buntut dari pembatalan Presiden Brazil, Dilma Roussef, untuk menerima surat kepercayaan duta besar Indonesia untuk Brazil, Indonesia "mempertimbangkan" pembelian arsenal militer dari Brazil. 

Tercatat, Indonesia membeli satu skuadron (16 unit) pesawat terbang turboprop counter-insurgence multi peran EMB-314 Super Tucano dari Brazil untuk TNI AU. Belum semua unit Super Tucano itu diterima Indonesia. 

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di kantornya, di Jakarta, Senin, mengatakan, "Sedang kita pertimbangkan pembelian alutsistanya."

Rousseff menolak menerima Duta Besar Indonesia untuk Brazil, Toto Riyanto, hanya beberapa menit sebelum upacara penerimaan surat kepercayaan itu dilakukan. Riyanto telah diatur secara protokoler kenegaraan untuk memberikan surat kepercayaan itu bersama lima duta besar lain di Brazil.

Megalitek-1: Wahana TNI Penembus Medan Berawa

IMG_20141106_153133
Tak mudah bagi regu pasukan patroli pemantau perbatasan untuk menjangkau patok-patok batas wilayah. Diantara perbatasan propinsi Papua dan Papua Nugini misalnya, satgas TNI harus menembus lebatnya hutan dan rawa-rawa untuk melihat dan mendatangi patok perbatasan. Maklum, patok batas wilayah harus secara berkala dipantau, entah karena faktor alam atau disengaja, titik patok bisa bergeser yang berdampak pada eksistensi luas wilayah teritori Indonesia.
Dalam kondisi apa pun, lebatnya hutan dan sungai berawa-rawa harus disambangi regu patroli TNI. Ironisnya, masalah transportasi lagi-lagi jadi kendala. Untuk menjangkau rawa-rawa, pasukan TNI tak jarang harus menyewa perahu sampan kayu dari penduduk lokal. Selain manuver yang terbatas, perahu tradisional hanya bisa menjangkau titik tertentu, selanjutnya pasukan harus turun di air rawa, yang tak jarang berpenghuni ular dan buaya. Tak hanya di Papua, tantangan alam dan ketersediaan wahana transportasi juga potensial dihadapi saat melihat patol batas wilayah di Kalimantan.
IMG_20141106_153144Air_boat
Nah, guna menjangkau medan yang berat, khususnya rawa-rawa yang ditumbuhi aneka tumbuhan, jelas dibutuhkan wahana khusus. Dan jawaban yang paling tepat untuk peran ini adalah swamp boat atau air boat. Wujud dan tampilan perahu ini dijamin sudah akrab dimata orang Indonesia, pasalnya swamp boat kerap tampil di film-film action Hollywood, khususnya film yang mengambil latar di kawasan Amerika Serikat bagian selatan, seperti di New Orleans.
Sayangnya, swamp boat masih terasa asing di Indonesia, baik kalangan militer dan sipil nyaris tidak pernah menggelar wahana ini. Bagi sipil, umumnya swamp boat diperankan untuk misi wisata. AS sendiri menggunakan swamp boat dalam misi patroli saat berlangsungnya Perang Vietnam. Menyadari potensi penggunaan swamp boat dalam misi operasi TNI, Dinas Peneltian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) pada Indo Defence 2014 lalu memperkenalkan Megalitek-1, prototipe swamp boat yang telah dilengkapin dudukan senjata FN MAG 7,62 mm.
Pasukan AS dengan swamp boat di Perang Vietnam.
Pasukan AS dengan swamp boat bersenjata M-60 di Perang Vietnam.
stab03
Pasukan Filipina juga memanfaatkan swamp boat.
Pasukan Filipina juga memanfaatkan swamp boat.
Swamp boat juga kondang untuk tujuan wisata di AS.
Swamp boat juga kondang untuk tujuan wisata di AS.

Keunggulan swamp boat pada dasarnya mampu beroperasi tanpa memerlukan dukungan mekanis dari lingkungan, seperti air untuk pendingin , tidak memerlukan dukungan pendorong (waterjet propulsion), serta tidak membutuhkan kedalaman air untuk mengakomodir propeller. Karena itulah, swamp boat dapat melaju di air yang amat dangkal dan keruh. Selain rawa-rawa, swamp boat juga cocok dioperasikan di danau dan sungai. Bisa juga di pantai dengan ketinggian gelombang minimal.
Khusus untuk Megalitek-1, ditenagai mesin diesel Steyr Marine SE 286E40 Lyncoming atau Continental Cyl-4 AVI Stroke Petrol. Dari situ dapat dicapai tenaga hingga 279 HP/ 4000 RPM belt drive reduction. Baling-baling (blade) terdiri dari 3 bilah Airbot Propeller. Propeller memiliki diameter 1,98 meter. Megalitek-1 dapat membawa 5 pasukan dan dikendalikan oleh seorang juru mudi. Dalam menunjang mobilitas, swamp boat umumnya dipindahkan dengan di tarik lewat mini trailer. (Gilang Perdana)

Spesifikasi Megalitek-1
Panjang : 5,8 meter
Lebar : 2,4 meter
Tinggi : 2,5 meter
Sarat air : 0,2 meter
Mesin : Diesel Steyr Marine SE 286E40 Lyncoming atau Continental Cyl-4 AVI Stroke Petrol