Minggu, 14 Juni 2015

Menjaga Ambalat dengan Pesawat F16

Menjaga Ambalat dengan Pesawat F16
Kapten Fery Rahman dari Skadron 3 Madiun, tengah berpatroli di atas Ambalat, menggunakan pesawat tempur F16 (VIVA.co.id/Siti Ruqoyah)

Pagi itu, pangkalan udara Tarakan, Kalimantan Utara terlihat berbeda. Pangkalan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Namun, cuaca kembali cerah setelah tiga puluh menit kemudian.
Belasan prajurit dari satuan angkatan udara mulai bersiap. Mereka akan menggelar operasi rutin selama satu tahun yang diberi sandi Perisai Sakti 2015.
Tiga pesawat tempur F16 milik TNI AU juga sudah terparkir di tempatnya. Hari itu, Kamis 11 Juni 2015 jadwal prajurit patroli menggunakan pesawat tempur tersebut. Tujuannya, untuk mengamankan kawasan Ambalat yang masih menjadi sengketa. Tarakan merupakan kawasan yang paling dekat dengan daerah yang menjadi perbatasan RI dengan Malaysia.
Dua pilot F16 dari Skadron Udara III Madiun mulai mendekati pesawat yang akan mereka tunggangi. Dengan berbagai persiapan sebelumnya, keduanya mulai menaiki pesawat menggunakan tangga bantuan yang sudah disediakan oleh crew pesawat.
Menggunakan helm dan perlengkapan lainnya, pesawat siap dioperasikan. Mesin pesawat tempur dinyalakan dan berjalan ke runway selanjutnya lepas landas.
Selama kurang lebih satu jam, pesawat buatan Amerika ini mengelilingi Ambalat. Kali ini tak ada pesawat pengintai dari Malaysia yang masuk ke daerah sengketa. Salah satu pilot F16, Kapten Ferry Rahman mengatakan, setelah dilakukan patroli tidak ditemukan ada pesawat maupun kapal yang sengaja melintas di kawasan itu.
"Hasilnya nihil, meski demikian kami tetap melakukan patroli selama satu tahun penuh," ujar Ferry saat ditemui VIVA.co.id usai patroli di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara.
Selama patroli, kata Ferry, pantauannya tidak lepas dari hal-hal kecil. Meski hanya lewat udara tetapi gangguan tidak boleh masuk sedikitpun. Tak hanya F16, patroli saat itu juga dibantu dengan pesawat tempur Sukhoi dari markas pertahanan Makassar. Namun pesawat buatan Rusia itu tidak mendarat di Tarakan, hanya melintas saja.
Komandan Pangkalan Udara Tarakan, Letkol Penerbang Tiopan Hutapea mengatakan, sepanjang tahun 2015 sejak Januari hingga Mei 2015 sudah ada sembilan pesawat Malaysia yang masuk ke daerah sengketa.
Pesawat yang melanggar dari militer, sipil maupun pesawat tanpa awak. Modus yang mereka gunakan juga biasanya mengaku patroli, sengaja melintas namun bukan jalur semestinya dan masih banyak lagi. Dia sudah melaporkan kasus tersebut ke Mabes AU untuk selanjutnya diserahkan ke pemerintah.

Vivanews. 

Anti Serangan Udara Batalyon Arhanudri 1/1 Kostrad

target-drone-1
Sudah seharusnya seluruh Prajurit Batalyon Arhanudri 1/1 Kostrad mengucap syukur atas keberhasilan melaksanakan kegiatan demonstrasi Kekuatan Militer TNI AD di Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, karena Prajurit Rajawali dapat menghancurkan 2 pesawat musuh yang di simulasikan dengan menggunakan Target Drone.
Dalam unjuk kemampuan Militer yang menggabungkan seluruh kecabangan TNI AD, prajurit Rajawali menerima peritah dari Komandan Brigade untuk menghancurkan pesawat terbang musuh yang mengintai. Pada saat pelaksanaan Gladi Kotor kedua kemarin (12/6), prajurit Rajawali berhasil menghancurkan 2 Pesawat musuh.
Pada saat pelaksanaan Gladi Kotor kedua pagi hari Satbak 1 di bawah komando Lettu Arh Angga T.N. dan Kapten Arh M. Nanang R, tembakan meriam 23 mm/Giant Bow berhasil mengenai badan pesawat yang diterbangkan. Tembakan tersebut meninggalkan bekas lubang peluru yang berkaliber 23 mm di badan pesawat.
target-drone-2
Setelah mendapatkan pengarahan dari Komandan Batalyon, Mayor Arh Samujiyo untuk melaksanakan kalibrasi dan penjajaran ulang bidikan Meriam 23 mm/Giant Bow, pada saat latihan sore hari, tembakan meriam 23 mm/Giant Bow berhasil mengenai Elevator Pesawat dan prajurit Rajawali berhasil menembak jatuh pesawat musuh.

Gladi Kotor sore hari yang disaksikan oleh Kepala Staf TNI AD, Pangkostrad dan Danpussen Arhanud TNI AD ini membuktikan ketangguhan Meriam 23 mm/Giant Bow.
Hari ini pada saat Gladi Bersih (13/6/2015), dan pada saat hari pelaksanaan (15/6) seluruh prajurit Yonarhanudri 1/1 Kostrad diharapkan mampu melaksanakan tugas lebih baik lagi untuk membuktikan kepada TNI AD dan Rakyat Indonesia bahwa prajurit Rajawali selalu siap untuk mengawal angkasa dari serangan udara musuh demi keutuhan NKRI.

Batalyonarhanudri1.mil.id

Kunci Kemenangan Perang Adalah Semangat, Bukan Alutsista

menhan-ryamizard
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengunjungi Prajurit Raider

Alat utama sistem pertahanan (Alutsista) hanya faktor tambahan dalam memenangkan perang. Faktor utama kemenangan perang adalah semangat pantang menyerah.
Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di depan prajurit Brigade Infanteri 13 Galuh di Nyantong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/02) malam.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mencontohkan kemenangan Vietnam dalam melawan Amerika. Lanjut Ryamizard, prajurit Vietnam hanya memiliki semangat pantang menyerah dan hanya memiliki senapan laras pendek, dibandingkan Amerika Serikat yang dipersenjatai dengan peralatan canggih
“Dia (tentara Vietnam) pake senjata pendek, itu semangat. Jadi semangat itu yang memenangkan perang,” ujarnya.
menhan-raider-2
Satuan Raider adalah Prajurit yang dibentuk atas inisiatif Jendeal Ryamizard Ryacudu

Lebih jauh, Ryamizard menambahkan, semangat yang ditunjukkan prajurit Vietnam patut menjadi contoh bagi para prajurit Batalion infanteri 303/SSM. Sebab saat ini TNI belum membutuhkan alutsista yang canggih.
“Jadi saya agak kecewa, dengan penambahan alutsista besar-besaran. Ini percuma saja kalau tidak ada semangatnya. Kalau alutsista lengkap, canggih tapi semangat bertempurnya nggak ada, nggak ada gunanya. Orang yang ada semangat nggak ada duanya. Senjata kalian cukup semangat, dan berkelahi tangan kosong,” tegasnya.
menhan-raider
“Kita akan memiliki pasukan elit terbesar di dunia”, ujar Jenderal Ryamizard Ryacudu (KSAD kala itu) saat membentuk pasukan Raider di TNI AD

Tak hanya memberikan wejangan, mantan Pangdam Jaya itu juga berpesan agar prajurit Raider tidak boleh menggunakan kekuatan untuk melawan rakyat. Sebab TNI dan rakyat harus bersatu untuk mengamankan Indonesia
“Tidak boleh berkelahi dengan rakyat, itu malu-maluin. Sama aja kamu melawan anak kecil. Apalagi anak kecilnya kamu keroyok. Saya minta Raider, tidak boleh main keroyokan dan berkelahi. Jangan pernah kalian tempeleng rakyat. Mengalah lah dengan rakyat,” tegas Ryamizard.

Rmol.co

Sabtu, 13 Juni 2015

Integrasi dan Penyeragaman Alutsista TNI

Panglima TNI memeriksa alat komunikasi Tank Leopard di Bandung- Jawa Barat
Panglima TNI memeriksa alat komunikasi Tank Leopard di Bandung- Jawa Barat

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku terinspirasi dengan upaya Tentara Amerika Serikat yang menyederhanakan berbagai Alutsista, menuju ke satu jenis, agar pemeliharaannya menjadi efisien.
Menurut Jenderal Moeldoko militer Indonesia sedang menuju ke sana. “Saat ini mulai bagus, TNI AL menggunakan Bell, TNI AD menggunakan Bell sehingga pemeliharaannya jauh lebih murah dan mudah karena satu jenis”, ujar Panglima TNI.
Pernyataan ini disampaikan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, saat menerima paparan dan menyaksikan demonstrasi pengecekan Uji Fungsi Alat Komunikasi Tank Leopard, di Pusdikkav Padalarang Bandung, Jawa Barat (9/6/2015).
Selain menerima paparan alat komunikasi Tank Leopard dari Mr. Sendy Olejniczatk, Panglima TNI juga menyaksikan demonstrasi komunikasi dari Tank Leopard ke Pusdik Infanteri, demonstrasi komunikasi antar Tank Leopard, komunikasi Tank Leopard dengan satuan Infanteri dan demonstrasi komunikasi internal awak Tank Leopard.
Menurut Panglima, TNI terlalu banyak merk radio sehingga sulit untuk merawatnya. “PPRC sudah menggunakan radio Harris. Marinir dan harapan saya Kavaleri juga menggunakan radio Harris agar pada saat latihan gabungan mudah, tidak perlu membeli satu alat lagi untuk mengintegrasikan karena satu populasi dan ini perlu dipikirkan bersama< ujar Jenderal Moeldoko.
Panglima TNI menekankan kepada Komandan Pusat Kavaleri supaya radio yang canggih penuh dengan aksesoris dan fungsi ini, dapat digunakan dengan baik. Diharapkan alat komunikasi ini bisa terus diintegrasikan, untuk menjadikan komunikasi TNI yang modern dan terpadu.

Bocoran Alutsista TNI 2016

  image
Solo – Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, rencana pembelian helikopter CH-48 atau lebih dikenal dengan nama Chinook baru terlaksana pada 2016.
“Anggarannya bukan tahun ini, tahun 2016,” ujar Moeldoko di Solo, Kamis (11/6/2015) malam.
Moeldoko mengatakan, rencananya Chinook akan diserahkan untuk TNI Angkatan Darat sebagai bagian alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, juga dapat difungsikan sebagai alat angkut.
“Untuk alat angkut berat, karena itu mobilitas sangat tinggi dan daya angkut personelnya baik. Satu peleton bisa itu,” kata dia.
image
image
image
image
Jenderal Moeldoko mengaku telah melihat kehebatan helikopter buatan Amerika Serikat itu seperti ketika beberapa bencana alam di Indonesia. Saat itu, sejumlah negara membawa bantuan menggunakan Chinook.
“Waktu tsunami Aceh, kita dapat bantuan dari Singapura dan Tiongkok memakai Chinook. Itu sangat luar biasa, cepat, dan mengangkut banyak orang,” ujar dia.
Rencana pembelian helikopter dengan mesin ganda tersebut pertama kali diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Dia mengatakan, Chinook bakal melengkapi alutsista TNI. Harga helikopter Chinook ini ditaksir mencapai 30 juta dollar AS.
“Beli Chinook memang mahal, tetapi nyawa orang lebih mahal,” ucap Moeldoko di kantornya, Rabu (3/6/2015) lalu.

Lampung.Tribunnews.com

Mahasiswa harus siap menjadi duta pertahanan

Mahasiswa harus siap menjadi duta pertahanan
Menhan, Ryamizard Ryacudu (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Mahasiswa jangan hanya berpikir kekayaan dan kekuasaan"
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan mahasiswa harus siap menjadi duta pertahanan di lingkungan bertugas atau sebagai bagian dari sistem pertahanan negara Indonesia dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Mahasiswa harus memiliki rasa cinta yang besar kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta menunjukkan moralitas dan karakter kuat dengan memiliki nilai-nilai kebangsaan," kata Menhan Ryamizard dalam kuliah umum di depan ratusan mahasiswa se-Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia, mahasiswa harus bangga sebagai bangsa Indonesia, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Sebagai generasi harapan pemimpin negeri, mahasiswa harus bisa memegang kepercayaan.

"Mahasiswa jangan hanya berpikir kekayaan dan kekuasaan," ujarnya.

Lebih baik, mahasiswa menjadi generasi pelopor maupun perekat persatuan dan kesatuan dengan berpikir rasional, demokratis, serta kritis dalam menuntaskan masalah kebangsaan.

"Kita harus bangga sebagai warga negara. Ingat, bangsa Indonesia berpotensi menjadi negara besar dan disegani. Apabila kelak jadi pemimpin harus bisa amanah," ujarnya.

Ryamizard juga mendorong, agar kaum muda untuk meningkatkan wawasan kebangsaannya. Hal itu wajib dilakukan karena berdasarkan hasil survei lembaga internasional, didapat wawasan kebangsaan masyarakat menduduki urutan ke-96 dari 105 negara.

Dengan demikian, dirinya optimistis kalau masyarakat mampu meningkatkan disiplin dan rasa cinta Tanah Air maka Indonesia akan menjadi negara maju dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Menhan mengatakan, di dalam dinamika perkembangan lingkungan strategis terdapat dua ancaman, yakni ancaman militer dan non militer.

Ancaman militer seperti konflik terbuka atau perang, namun ancaman ini tidak nyata. Sementara ancaman nyata, yakni ancaman non militer seperti terorisme dan radikalisme; separatisme; wabah penyakit; pelanggaran perbatasan, perompakan dan pencurian sumber daya; bencana alam; perang siber dan intelijen; serta penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

"Ancaman nyata ini harus diwaspadai karena akan berpengaruh pada ketahanan nasional," ujar Menhan.
 

Latihan Tempur TNI AD di Baturaja

  image
Presiden Joko Widodo akan menyaksikan kemahiran prajurit TNI AD dalam melakukan pertempuran di segala medan dengan alat utama sistem senjata (alutsista) modern. Kehadiran Presiden Jokowi dijadwalkan bertepatan dengan puncak latihan pada Senin, 15 Juni mendatang di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Martapura-Baturaja, Sumatera Selatan.
“Rencananya bapak Presiden akan hadir untuk melihat langsung prajurit berlatih tempur,” kata Mayjend Iskandar M. Sahil, Panglima Kodam II Sriwijaya, Jumat 12 Juni 2015. Menurutnya saat ini pihaknya sedang mempersiapkan pengamanan kedatangan Presiden dengan melakukan koordinasi dengan Paspampres.
Kepala penerangan Kodam Sriwijaya Kolonel Syaepul Mukti Ginanjar menjelaskan latihan dilaksanakan dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan satuan tempur yang diorganisir dengan memadukan kerjasama antar kecabangan dan berbagai macam alutsista yang ada. Latihan melibatkan Prajurit dan Satuan jajaran Angkatan Darat dari berbagai macam Kecabangan.
“Untuk memberikan gambaran kerjasama seluruh kecabangan dengan menggunakan alutsista terbaru TNI AD,” kata Syaepul. Selain itu, latihan terbesar dan pertama kali yang digelar oleh TNI AD ini, diharapkan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Masih kata Syaepul Dalam latihan tahun 2015 ini, beberapa alutsista yang dikerahkan dalam mendukung latihan tersebut seperti kendaraan tempur berupa tank Scorpion, tank AMX 13, tank Marder, Stormer, M113A1, tank jembatan Scorpion, AVLB dan tank Leopard ditambah dengan panser Anoa dan panser Tarantula. Alutsista tersebut akan dicoba dalam medan yang sesungguhnnya.
Latihan yang dipusatkan di daerah Baturaja Sumatera Selatan ini melibatkan beberapa satuan dengan didukung oleh sejumlah perkuatan pendukung lainnya, termasuk satuan tugas penerangan dengan mengikutsertakan beberapa wartawan dari media elektronik dan media cetak.
Tempo.co