Selasa, 07 April 2015

Tim Akrobatik Jupiter Akan Tampil saat Upacara HUT ke-69 TNI AU

Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna (ist)

Tim akrobatik udara Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI Angkatan Udara akan unjuk kebolehan dalam upacara puncak HUT ke-69 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma. Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna mengatakan, JAT adalah salah satu tim kebanggaan TNI AU.
“Jupiter Aerobatic Team akan tetap tampil karena ada rasa kebanggaan TNI AU, serta bangsa dan negara,” ujar Agus dalam konferensi pers di Skadron II, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (7/4/2015).
Dalam sesi gladi bersih di Lanud Halim Perdanakusuma hari ini, enam pesawat KT-Wong Bee Jupiter Aerobatic Team sudah melakukan uji coba aksi akrobatik. Persiapan tersebut dilakukan untuk penampilan sesungguhnya pada upacara puncak HUT ke-69 TNI AU pada 9 April 2015.
Penampilan Jupiter Aerobatic Team ini seperti ingin membuktikan bahwa mereka tidak terpengaruh dengan kecelakaan yang terjadi bulan lalu. Dua pesawat KT-1B Wong Bee milik TNI AU yang merupakan bagian dari tim akrobatik JAT jatuh saat sesi latihan sebelum pergelaran Langkawi International Maritime & Aerospace Exibition (LIMA) 2015 di Malaysia, Minggu (15/3/2015) lalu.
Mengenai hasil penyelidikan jatuhnya dua pesawat tersebut, Agus mengatakan bahwa hingga saat ini masih dilakukan evaluasi internal.
“Sebelum ada hasil evaluasi, tetap yang paling bertanggung jawab itu saya. Kenapa kali ini diikutsertakan, agar tidak menurunkan motivasi adik-adik saya. Tugas saya memastikan agar secara psikologi mereka bisa tetap kuat,” kata Agus.
TNI AU memiliki delapan pesawat Jupiter KT-1B Woong Bee buatan Korea Selatan. Semua penerbang yang tergabung dalam tim aerobatik “The Jupiters” ini merupakan instruktur terbang TNI AU. (Kompas)

Pidato Sukarno yang Menggelegar di Pembukaan KAA

Soekarno. (ist)

Presiden Sukarno membuka Konferensi Asia Afrika pada 18 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, dengan pidato berbahasa Inggris selama 40 menit. Diawali ucapan selamat datang kepada peserta dari 29 negara Asia-Afrika, Sukarno selanjutnya memaparkan kondisi dunia internasional dan imperialisme. Sukarno membakar semangat peserta konferensi untuk melawan penjajahan.
“Tuan-tuan tidak berkumpul di dunia yang damai, yang bersatu, dan yang bekerja bersama. Jurang-jurang besar dan curam mengganggu antara bangsa-bangsa dan golongan bangsa. Dunia kita yang malang ini terpecah belah, dan ternyata rakyat dari semua negeri berada dalam ketakutan, kalau-kalau di luar kesalahan mereka, serigala-serigala peperangan akan lepas lagi dari rantainya,” kata Sukarno.
Berdasarkan Risalah Konferensi Asia Afrika catatan Dinas Pengawasan Keselamatan Negara Djawatan Kepolisian Negara 1 Juni 1955, Sukarno kemudian mengingatkan kekuasaan imperialisme dulu yang membentang dari Selat Jibraltar, Lautan Tengah, Terusan Suez, Lautan Merah, Hindia, Tiongkok, hingga Lautan Jepang. Daratan sepanjang garis lautan itu merupakan tanah jajahan, rakyatnya tidak merdeka, dan hari depannya tergadaikan kepada sistem asing.
“Dan pada hari ini, di dalam gedung ini, berkumpul pemimpin-pemimpin bangsa yang tadi itu. Mereka bukan lagi menjadi mangsa kolonialisme. Mereka bukan lagi menjadi alat perkakas orang lain, dan bukan lagi alat permainan kekuasaan-kekuasaan yang tak dapat mereka pengaruhi. Today, you are representatives of free peoples, peoples of a different stature and standing in the world,” ujar Sukarno.
Singa podium itu menyebutkan berbagai perbedaan tiap bangsa, seperti latar sosial, budaya, asal mula negara, hingga warna kulit. “Mankind is united or divided by considerations other than these. Conflict comes not from variety of skins, nor from variety of religion, but from variety of desires.”
Sukarno lantas menekankan persatuan negara peserta yang hadir, berlandaskan kesamaan sikap dalam membenci kolonialisme, rasialisme, dan memperkokoh perdamaian dunia. Ia mengingatkan hadirin semua agar tidak terlena dan tertipu bahwa penjajahan telah mati. “I say to you, colonialism is not yet dead. How can we say it is dead, so long as vast areas of Asia and Africa are unfree.”
“And I beg of you, do not think of colonialism only in the classic form which we of Indonesia, and our brothers in different parts of Asia and Africa, know. Colonialism has also its modern dress, in the form of economic control, intellectual control, actual physical control by a small but alien community within a nation.” (Tempo)

Marinir Indonesia-AS latihan perang kota di Banyuwangi

Marinir Indonesia-AS latihan perang kota di Banyuwangi
Sejumlah prajurit Taifib Korps Marinir TNI AL dan US MARSOC mengikuti upacara pembukaan latihan dengan sandi Lantern Iron 15-5524 di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jatim, Kamis (19/3). Latihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir serta mempererat kerja sama dengan prajurit US MARSOC dalam bidang militer yang berlangsung hingga 10 April. (ANTARA FOTO/Sertu Mar Kuwadi)
Secara umum latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Taifib Korps Marinir yang memiliki kemampuan bertempur di tiga medan atau tri media, yaitu di darat, laut dan udara."
Prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL bersama dengan prajurit khusus Marinir AS, US Marsoc, melakukan latihan perang kota di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Freddy Ardianzah dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Korps Marinir di Banyuwangi, Selasa menjelaskan bahwa latihan bersandi "Lantern Iron 15-5524" melibatkan sejumlah pihak, termasuk helikopter TNI AL.

"Tujuan latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir dalam melaksanakan perang kota," ujarnya.

Letkol Freddy Ardianzah mengatakan selain materi perang kota, Senin (6/4), prajurit Taifib Korps Marinir pada Minggu (5/4) juga melaksanakan latihan melompat ke air dari helikopter dan stabo atau diangkut dengan helikopter menggunakan tali.

Satu unit helikopter jenis Bell 412 yang dilibatkan berasal dari Skuadron 400 Wing Udara-1 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) yang dipiloti Lettu Laut (P) V. Oktomiawan dan Copilot Lettu Laut (P) Tri Yudha.

"Secara umum latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Taifib Korps Marinir yang memiliki kemampuan bertempur di tiga medan atau tri media, yaitu di darat, laut dan udara," ujarnya.

Pada akhir Maret lalu, prajurit Taifib Marinir bersama dengan US Marsoc mengadakan latihan pengintaian pantai di daerah Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Lampon, Banyuwangi.

Letkol Freddy Ardianzah menjelaskan pada latihan itu marinir kedua negara melaksanakan berbagai materi latihan, di antaranya, renang rintis, pengintaian pantai lanjutan dan raid amfibi.

Pada latihan bersama itu kedua marinir merasakan lokasi latihan tempat para calon pasukan Taifib Marinir digembleng.

Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa para marinir itu juga berlatih tentang identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak, pertempuran jarak dekat, bertahan hidup dan lainnya.

Menurut dia, latihan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerja sama dengan prajurit US Marsoc dalam bidang militer.
 

Risma Persilakan Penelitian 'Makam Hitler' di Ngagel

Adolf Hitler (ist)

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka kesempatan bila ada orang atau lembaga yang ingin melakukan penelitian di makam dr G.A Poch yang diduga merupakan penyamaran pemimpin Nazi Jerman Adof Hitler.
“Kalau memang dimungkinkan ada penelitian, ya bisa, tapi bukan di bawah saya,” kata Risma kepada wartawan di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Senin 6 April 2015.
Menurut Risma, inisiatif diadakannya penelitian tidak harus dilakukan oleh Pemerintah Kota. Tapi bisa juga antar pemerintah. Yang jelas, dia tidak ingin menyinggung bangsa Indonesia maupun bangsa lainnya.
Risma juga tidak berani menyatakan bahwa Poch berkaitan langsung dengan Hitler. Meskipun diakuinya ada beberapa tanda yang bisa menghubungkan Poch dengan Hitler. Salah satunya temuan kapal selam di Sumbawa. “Coba kaitkan, itu milik siapa. Tapi memang belum bisa dipastikan,” ujar Risma.
Risma juga tidak berkeinginan untuk menggandeng negara-negara tertentu guna meneliti kebenaran informasi tersebut. “Enggak beranilah aku. Nanti ada bangsa yang tersinggung, aku jadi repot,” kata Risma.
Risma menyatakan, dia banyak menemukan makam-makam orang dari negara luar yang punya riwayat penting dalam sejarah. Namun, Risma tidak mempunyai kewenangan untuk meneliti satu per satu makam.
Sebelumnya, Risma sempat menyebut akan menelusuri kaitan dr G.A Poch dengan Adolf Hitler. Sejumlah sumber meyakini bahwa Poch merupakan Hitler yang melarikan diri dari Jerman dan berubah identitas. Poch sendiri dimakamkan di Makam Islam Ngagel Rejo Surabaya. Di nisannya tertulis Poch wafat pada 16 Januari 1970.
Beberapa buku seperti Hitler Mati di Indonesia karya Ir KGHP Soeryo Goeritno MSc menyatakan bahwa Poch diduga merupakan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler.
Disebutkan Hitler sebenarnya tidak tewas bunuh diri di dalam bunker bersama Eva Braun. Sang diktator itu diyakini sempat melarikan diri ke negara lain dan mengubah namanya.(Tempo)

Minggu, 05 April 2015

Latihan Perang TNI Permudah Pengejaran Teroris

 
Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)
Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Badrodin Haiti (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)

Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti mengemukakan, latihan perang TNI sejak 1 April 2015 di Kabupaten Poso mempermudah Polri mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso dan Daeng Koro. Badrodin Haiti kepada wartawan di Palu, Sabtu (4/4/2015) malam, mengatakan latihan perang yang melibatkan 3.000-an anggota TNI tersebut membuat kelompok teroris yang dipimpin Santoso dan Daeng Koro menghindar ke tempat yang lebih aman.
Latihan perang TNI tersebut dilakukan di sekitar Gunung Biru, Kabupaten Poso. Lokasi itu selama ini dikenal sebagai lokasi persembunyian kelompok sipil bersenjata. Saat latihan perang, TNI meluncurkan beberapa roket ke arah Gunung Biru.
Badrodin mengaku, Polri sudah mengantisipasi menyingkirnya kelompok teroris. Polri kemudian melakukan penyekatan di beberapa lokasi di Kabupaten Poso dan wilayah perbatasan. “Ini terbukti berhasil, dan telah menangkap dua terduga teroris,” kata mantan Kepala Polda Sulawesi Tengah ini.
Dia juga berterima kasih kepada TNI selama menggelar latihan perang di Kabupaten Poso sehingga tugas Polri lebih ringan. Menurut Badrodin, Polri dan TNI terus berkoordinasi dalam menumpas gerakan radikal di Kabupaten Poso dan sekitarnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan latihan perang TNI itu adalah kegiatan rutin tahunan yang lokasinya bisa di mana saja.
“Latihan ini tidak untuk menangkap kelompok teroris. Tapi kalau ketemu mereka, ya, diminta menyerah atau ditembak,” kata Moeldoko saat berkunjung ke Palu. (KOMPAS.com).

Polri Cek DNA Teroris yang Tewas di Sulteng

 
poso-2

Polri akan mengecek DNA jenazah terduga teroris yang tewas setelah terlibat baku tembak antara Detasemen Khusus 88 Antiteror dengan kelompok teroris Santoso, Jumat (3/4/2015) lalu. “Kita akan cek DNA jenazah yang tertembak di Poso,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto melalui pesan singkat, Minggu (5/4/2015).
Sejauh ini, lanjut Rikwanto, polisi menduga bahwa jenazah tersebut adalah Sabar Subagyo atau yang lebih dikenal sebagai Daeng Koro. Selama ini Daeng Koro dikenal sebagai tangan kanan gembong teroris paling dicari di Indonesia, Santoso. “Diduga kuat memang Daeng Koro, tapi kan harus ada kepastiannya. Maka itu kita cek DNA-nya,” ujar Rikwanto.
Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror terlibat kontak tembak dengan sejumlah orang tidak dikenal, yang diduga kelompok Santoso, Jumat (3/4/2015). Kontak tembak terjadi sekitar pukul 12.00 Wita di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam kontak tembak itu. (Baca: Polri: Densus 88 Kontak Tembak di Sulteng, 1 Orang Tewas)
Peristiwa bermula saat warga melaporkan ada enam orang tak dikenal di rumahnya, usai melaksanakan salat Jumat. Warga itu kemudian melapor ke Markas Polres Parimo. Tim Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran ke arah lokasi. Tim melihat ada sekitar 12 orang tak dikenal.
Anggota Densus 88 sempat melakukan tembakan peringatan ke selusin orang tak dikenal itu. Kemudian, terjadi balasan hingga menimbulkan kontak tembak selama satu jam. Kelompok bersenjata tersebut kemudian melarikan diri ke arah pegunungan (Kompas.com).

Kronologi Baku Tembak di Poso Diduga Tewaskan Daeng Koro

poso-3

Baku tembak antara pasukan gabungan dan kelompok bersenjata jaringan Santoso cs terjadi pada 3 April 2015 pukul 15.10 Wita. Pasukan gabungan dari Brimob, Polres Parimo, dan Densus 88 Antiteror yang dipimpin Kapolres Parigi AKBP Novia Jay terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata di Desa Sakina Jaya, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, sejak pkl 15.00 Wita.
Baku tembak ini terjadi setelah Asrina, 50 tahun, petani di Desa Pangi, Dusun 1, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, kedatangan sekelompok orang di pondoknya.
Berikut ini kronologi baku tembak yang menewaskan satu orang yang diduga dari gembong teroris Poso, Sabar Subagyo alias Mas Koro Daeng Koro.

Pukul 08.00 Wita
Saat berkebun, Asrina didatangi enam orang bersenjata untuk meminta makan. Sementara ibu Asrina memasak makanan, enam orang bersenjata itu membantu membersihkan kebun.

Pukul 10.15 Wita
Ulman, suami Asrina, menyusul ke kebun setelah mengurus ternak sapi. Sebelum sampai di pondok, Ulman melihat jejak sepatu. Karena merasa curiga, ia lalu melihat keadaan pondoknya. Ulam melihat orang tak dikenal memakai sorban. Ia kemudian lari turun menemui warga untuk menjelaskan keadaan di pondoknya.

Pukul 11.10 Wita
Aparat kepolisian langsung bergerak menuju pondok untuk mengecek laporan tentang keberadaan kelompok bersenjata. Polisi kemudian mengepung pondok itu.

Pukul 15.10 Wita
Aparat kepolisian melakukan penyergapan, dan kelompok bersenjata melakukan perlawanan.

Pukul 16.30 Wita
Terdengar suara ledakan di sekitar pondok sampai pukul 17.30 Wita. Baku tembah masih terjadi.

Pukul 17.35 Wita
Kapolda tiba di pondok pukul 19.30 Wita. Pasukan dari satuan Brimob tiba di sekitar pondok untuk membantu serta melakukan penyisiran. Mereka menemukan seorang korban tewas yang diduga Sabar Subagyo alias Mas Koro Daeng Koro. Pasukan terus memburu kelompok lain yang berhasil melarikan diri. (Temp0.co).

H&K MP5SD-2: Senjata Serbu Kopassus dalam Operasi Woyla

1
Saat ini boleh dikata setiap unit pasukan elit TNI mengandalkan jenis SMG (Sub Machine Gun) MP5 buatan Heckler & Koch, Jerman, utamanya untuk melaksanakan raid dan peperangan jarak dekat. Tapi harus diakui, bahwa hadirnya MP (MaschinenPistole) 5 di militer Indonesia tak lepas dari sepak terjang Kopassus (Komando Pasukan Khusus), terkhusus pada aksi Sat-81 Gultor. Lewat insiden pembajakan pesawat DC-9 “Woyla”Garuda Indonesia di bandara internasional Don Muang, Bangkok, Thailand pada Maret 1981, debut MP5 mampu menorehkan tintas emas bersama aksi heroik prajurit Korps Baret Merah.
Karena digunakan cukup masif di berbagai satuan elit, varian MP5 yang beredar di TNI lumayan banyak ragamnya. Dan uniknya, MP5 yang digunakan TNI tak semuanya buatan Jerman, ada yang merupakan produksi Turki, Pakistan, dan Libya. Bagi pasukan elit, MP5 sangat lekat, selain kemudahan dalam penggunaan, bongkar pasang untuk penambahan pernak perniknya pun cukup banyak variasinya. Salah satu yang jadi andalan MP5 adalah kemampuan peredam, guna kepentingan penyerbuan secara senyap. MP5 punya dua opsi untuk peredam, pertama dengan peredem terintegrasi , dan kedua, peredam pada bayonet mount (bayonet lug) yang bisa dilepas pasang.
MP5SD-2
MP5SD-2
5
Dalam aksi pembebasan pesawat Woyla Garuda, Kopassus untuk pertama kalinya menjajal kebolehan MP5, dan mengingat kebutuhan operasi saat itu, yang digunakan adalah MP5 dengan dukungan peredam, salah satunya varian MP5SD (Schall Dampfer – peredam suara)-2. Mengutip dari buku “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando – Sintong Panjaitan” karya Hendro Subroto, disebutkan menjelang operasi pembebasan ada lima pucuk MP5SD-2 yang diimpor langsung dari Jerman, dibeli langsung lewat jalur pribadi oleh Letjend Benny Moerdani.
Benny Moerdani yang kala itu menjabat Asintel Hankam/Asintel Kopkamtib mendatangkan MP5 karena terinspirasi keberhasilan SAS yang menggunakan MP5 dalam operasi Nimrod pada tahun 1980. Sebelumnya MP5 juga naik pamornya saat digunakan pasukan anti teror Jerman GSG-9 dalam operasi pembebasan pesawat Lufthansa di Mogadishu, Somalia. Dalam tempo yang relative singkat, unit anti teror Kopassus harus menguasai MP5 yang saat itu terbilang barang baru.
2
Ada yang menarik dalam persiapan operasi, saat uji coba, Sintong Panjaitan dan anak buahnya diberi kesempatan menembakkan MP5SD-2 ke sebuah tanggul. Ternyata seluruh tembakan itu macet. Mendengar perkembangan tersebut, Benny Moerdani sangat terkejut. Boleh jadi peluru low velocity kaliber 9 mm tidak cocok disimpan terlalu lama di tempat berkelembaban tinggi. Atau, peluru yang dibagikan sudah kadaluwarsa. Kemudian digunakan peluru low velocity yang di datangkan dari Jerman Barat.Dan dengan peluru yang paling baru, peluru dapat meluncur dan meletus dengan sempurna. Begitu juga saat hari H, salah satu pembajak tewas lewat terjangan proyektil dari MP5SD-2 Kopassus.

MP5SD-2
Dilihat dari label yang diberikan pihak vendor, SD adalah varian MP5 yang dilengkapi peredam terintegrasi. Status peredam teritengrasi sama dengan yang disandang SMG buatan Korea Selatan Daewoo K7. MP5SD hadir dalam pilihan popor tarik dan popor tetap. Varian ini mulai hadir pada tahun 1974. MP5SD-2 adalah sub varian yang mengusung jenis popor tetap.

Sat-81 Gultor Kopassus dengan beberapa varian MP5. Perhatikan posisi pasukan paling kiri menyandang MP5SD-2.
Sat-81 Gultor Kopassus dengan beberapa varian MP5. Perhatikan posisi pasukan paling kiri menyandang MP5SD-2.
Prajurit DenJaka Marinir TNI AL juga menggunakan MP5SD.
Prajurit DenJaka Marinir TNI AL juga menggunakan MP5SD.
Generasi terbaru yang juga digunakan Kopassus, MP5SD-6
Generasi terbaru yang juga digunakan Kopassus, MP5SD-6

Varian MP5SD dengan peredam dapat melontarkan 700 proyektil per menit. Kecepatan luncur proyetil menuju sasaran mencapai 285 meter per detik, dengan jarak tembak efektif 100 meter. Amunisi dapat dikemas dalam magasin 15 atau 30 peluru. Dalam penggunaan, MP5SD-2 punya tiga pilihan mode, yakni safe, semi auto, dan full auto. Senjata yang bekerja dengan pola operasi delayed roller locked bolt ini dapat dipasangi aneka alat bantu bidik, selain secara standar menggunakan iron sight. Kopassus kini telah menggunakan varian terbaru dari MP5SD, yakni MP5SD-6, dimana dalam satu menit bisa terlontar 800 proyektil, varian terbaru ini menggunakan popor tarik. (Sam)

Spesifikasi MP5SD-2
– Asal : Jerman
– Pabrik : Heckler & Koch
– Kaliber : 9 mm x 19
– Modes of fire : 0 – 1 -3 – full auto
– Kecepatan tembak : 700 peluru per menit
– Kecepatan proyektil : 285 meter per detik
– Jarak tembak efektif : 100 meter
– Magasin : 15 atau 30 peluru
– Pembidik : iron sight