Rabu, 04 Maret 2015

Kemendagri-Polri kerja sama pelatihan intelijen bagi Satpol PP

Kemendagri-Polri kerja sama pelatihan intelijen bagi Satpol PP
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Rusman)
Bandung (ANTARA News) - Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Kepolisian RI menyelenggarakan pelatihan intelijen bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

"Kami sudah melakukan kerja sama melalui MoU (nota kesepahaman) yang ditandatangani oleh saya dan Komjen Pol Budi Gunawan pada 2014 lalu untuk mendidik 1.200 orang Satpol PP tahun ini," kata Dirjen Pemerintahan Umum Kemendagri Agung Mulyana di Bandung, Rabu.

Ditjen Pemerintahan Umum Kemendagri dan Lembaga Pendidikan Polri, melalui kerja sama tersebut, telah menggelar pelatihan bagi 840 orang penyidik pegawai negeri sipil.

Agung menambahkan, pihaknya memerlukan anggota Satpol PP dalam jumlah banyak yang memahami wawasan intelijen.

"Jumlah itu (1.200 orang) sebenarnya sedikit karena kebutuhan kita besar untuk (pelatihan intelijen) ini," tambahnya.

Rencana Kemendagri, di setiap kabupaten-kota memiliki lima orang intelijen, sehingga jumlah yang diperlukan sedikitnya 2.500 orang intelijen Satpol PP di seluruh Tanah Air.

"Keberadaan intelijen Satpol PP ini penting untuk mengumpulkan informasi, kemudian menganalisis dan menghasilkan telaah strategis yang diserahkan kepada kepala daerah," jelas Agung.

Dia menegaskan, kemampuan intelijen Satpol PP yang dimaksud bukan untuk menunjukkan arogansi pamong praja kepada masyarakat sipil.

Namun, untuk mengoptimalkan pelayanan dalam memberikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Intelijen itu jangan dianggap bahwa Satpol PP akan petantang-petenteng bawa senjata kemudian menganggap dirinya intel. Bukan begitu, bukan seperti di film-film James Bond. Tetapi tugasnya untuk melakukan analisis dampak sebagai akibat dari kebijakan yang dikeluarkan Pemda," ujarnya.

Pelatihan tersebut tidak bersifat reguler melainkan digelar jika ada kebutuhan khusus seperti pelaksanaan pemilu, pilkada termasuk pilkades. 
 

M-203 40mm: Pelontar Granat Terpopuler, Andalan Berjuta Infanteri

GL_KA_CART_03_04_lg
Senjata yang satu ini terbilang awet, pasalnya sudah malang melintang sejak lama di banyak medan peperangan, dan hingga kini pun sosok pelontar granat buatan Colt Defense ini masih laris manis dipasang pada berbagai senapan serbu keluaran terbaru. Inilah M-203, pelontar granat single shot yang tak hanya jamak dipakai di area konflik, tapi M-203 juga kondang sebagai atribut dalam film-film action dan perang.
Rancangan pelontar granat ini dibesut oleh AAI Corporation pada periode 1967 – 1968. Menyadari kebutuhan prajurit AS akan pelontar granat yang terintgrasi pada senapan, maka jadilah debut perdana M-203 langsung disandingkan dengan senapan serbu legendaris M-16 A1. Begitu diluncurkan pada tahun 1969, di awal tahun 70-an M-203 langsung dijajal secara masif di medan Perang Vietnam.
Meski tak mampu mempertahankan kedigdayaan AS di Tanah Vietnam, seperti halnya keluarga senapan M-16, penggunaan M-203 justru kian laris di banyak negara. Ini terbukti dari beberapa perusahaan yang ikut memproduksinya, seperti Diemaco, Airtronic USA, US. Ordnance, Knight’s Armament Company, dan Lewis Machine & Tool Company. Di Indonesia, M-203 juga bukan barang baru, setiap unit tempur berbasis infanteri dari Kopassus, Kostrad (Raiders), Korps Marinir dan Paskhas telah lama menggunakan M-203 pada M-16 A1.
M-2203 dipasang pada M-16.
M-2203 dipasang pada M-16.
d0036Loading_M203
Seiring dengan kemandirian produksi dalam negeri, saat Pindad menelurkan beragam varian SS-1, debut M-203 tak lupa disertakan, wujudnya dengan memproduksi M-203 dengan label SPG-1A. Dan jadilah ada jenis SS-1 SPG-1A. Model SS-1 di jenis ini mencomot varian SS-1 V1, dengan handguard dilepas untuk mengakomodir mounting SPG-1A. Leaf sight dan quadrant sight juga terpasang sepaket dengan SPG-1A. Hebatnya, senjata carabine SS-1 R5 andalan satuan Raider juga sudah ditawarkan dengan pelontar granat SPG1-V4 Kini, saat Pindad tengah menggadang senapan serbu generasi SS-2, debut M-203 versi lokal ini juga tak lupa ditawarkan.

Varian yang telah dibuat oleh Pindad adalah : SPG – 1A V1: untuk senapan SS1-V1, SPG1-V4 : untuk senapan SS1-R5, SPG-1A : untuk senapan SS2-V1. Satu tipe khusus yaitu SPG-1 untuk penembakan secara sendiri (stand alone) tanpa senapan.
SamalangaMei20034
SS-2 dengan peluncur granat SPG-1A
SS-2 dengan peluncur granat SPG-1A
SPG-1 untuk penembakan secara sendiri (stand alone) tanpa senapan
SPG-1 untuk penembakan secara sendiri (stand alone) tanpa senapan

Selain fleksibel, M-203 yang punya bobot kosong 1,36 kg juga unggul karena jenis amunisinya. M-203 menggunakan amunisi GL-40 (M-406), ini artinya amunisinya serupa dengan pelontar granat otomatis AGL-40 yang jadi andalan pada rantis (kendaraan taktis) TNI. Selain mampu melepaskan efek granat dengan ledakan tinggi, juga tersedia munisi granat asap, flashbang, serta gas air mata.

Cara Kerja
Rumah mekanik dan laras M-203 terbuat dari alumunium. Pelontar granat ini dipasang dibawah laras, dengan pelatuknya di depan magasin. Mekanisme pengokangan otomatis lengkap terdiri dari barrel latch, picu dan batang pengaman ada pada receiver menjadikan M-203 sebagai senjata independen meskipun terpasang pada senapan. Laras dapat digeserkan ke depan saat pengisian munisi, dan saat digeser kembali ke belakang akan mengunci otomatis pada posisi tertutup, siap untuk ditembakkan.
Amunisi 40 mm.
Amunisi 40 mm.
M-16 A2 dengan M-203.
M-16 A2 dengan M-203.
Posisi penembakan M-203.
Posisi penembakan M-203.

Peluncur dapat diinstal atau dihapus dari host senapan dalam hitungan detik dan membuka ke depan dengan pompa seketika kait laras terlepas. Granat tersebut kemudian dimasukkan ke dalam selongsong terbuka secara manual. Peluncur dapat menembakkan semua standar granat 40 mm NATO 40 mm. Kelengkapan pembidikan ada dua. Yang pertama di atas handguard dapat diatur antara 50 sampai 250 meter. Dan kedua adalah pisir samping di sebelah kiri untuk jarak 50 sampai dengan 400 meter. Pengamanan berbentuk plat berayun ditempatkan di depan picu.
Dari spesifikasinya, M-203 dengan panjang keseluruhan 380 mm dan panjang laras 305 mm, mampu menembakan 5 sampai 7 granat per menit dengan jarak efektif 150 m dan jarak tembakan maksimum mencapai 400 meter. Amunisi 40 mm miliknya dirancang atau melumpuhkan kendaraan tempur ringan.
m203-20
Dari sejarahnya, penggunaan senjata ini memudahkan prajurit dalam melontarkan granat lebih jauh, lebih akurat, dan lebih cepat ketimbang menggunakan tangan biasa. Saat ini sebagian besar pelontar granat terpasang pada senapan serbu seperti AK-74, Steyr AUG dan M-16 atau M4. Pelontar granat modern biasanya menggunakan granat berkaliber 30 sampai 40 mm, lebih mirip peluru artileri kecil ketimbang granat tangan konvensional. Beberapa pelontar seperti M19 dapat berdiri sendiri dengan menggunakan tripod.
M-203 seringkali ditampilkan di video game. Sebut saja mulai dari Call Of Duty, Metal Gear Solid sampai Dino Crisis 2. Kita juga bisa menemuinya di berbagai film, biasanya jika ada adegan dengan pelontar geranat M-203 lah seri yang digunakan. Film pertama yang menampilkannya adalah The Odd Angry Shot yang dirilis pada tahun 1979. Anda juga akan temui M-203 pada film peraih nominasi Oscar, American Sniper. (Deni Adi)

Spesifikasi
Berat : 1,36 kg
Panjang laras : 305 mm
Panjang keseluruhan : 380 mm
Amunisi : 40 x 46 mm SR
Kecepatan proyektil : 76 meter per detik
Jarak tembak efektif : 150 meter
Jarak tembak maksimum : 400 meter
Pembidik : Quadrant sight or ladder sight on rifle

Sabtu, 28 Februari 2015

Pindad mitra kembangkan munisi kaliber besar

Pindad mitra kembangkan munisi kaliber besar
Pemerintah Suntik Modal Ke Pindad Senjata produksi PT Pindad dipajang saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Divisi Senjata PT Pindad, Bandung, Jabar, Senin (12/1). Presiden menyatakan akan menyuntikkan dana Rp700 miliar ke PT Pindad guna mendorong berkembangnya industri alutsista produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu) ()
Pemerintah konkret dalam mendukung penggunaan produksi dalam negeri khususnya produk alutsista, salah satunya komitmen untuk meningkatkan penyerapan produksi Pindad
PT Pindad menggandeng sejumlah mitra strategis dari luar negeri dalam pengembangan munisi kaliber besar (MKB) untuk memenuhi kebutuhan TNI.

"Dalam peningkatan kompetensi munisi kaliber besar, Pindad telah menggandeng mitra strategis dari luar negeri yang sudah memiliki reputasi tinggi dalam produksi munisi kaliber besar," kata Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Bandung, Sabtu.

Menurut dia, munisi kaliber besar yang dikembangkan adalah kaliber 20 mm, 40 mm, 76 mm, 90 mm, hingga 105 mm yang dibuat di Turen, Malang.

Untuk produk munisi kaliber besar terbaru yang telah diuji sertifikasi oleh Kementerian Pertahanan dan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yakni peluru meriam kaliber 105 mm.

Pengembangan juga mencakup panser kanon 90 milimeter Badak yang konon baru dua negara di dunia yang mengembangkan munisi ukuran itu.

Program pengembangan munisi besar itu, secara khusus Pindad mendapat kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago dan Menteri Perindustrian Saleh Husin pada Jumat (27/2).

Pemerintah mendukung penuh terhadap pengembangan usaha, teknologi dan kemampuan rancang bangun Pindad untuk menuju ke arah kemandirian industri pertahanan seperti amanah Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012.

"Pemerintah konkret dalam mendukung penggunaan produksi dalam negeri khususnya produk alutsista, salah satunya komitmen untuk meningkatkan penyerapan produksi Pindad," kata Silmy.

Selain mengembangkan munisi besar, Pindad memproduksi aneka kendaraan tempur seperti Anoa dan Komodo dengan berbagai varian serta produk senapan dan pistol.

Sementara itu Vice President Amunisi Pindad I Wayan Sutama menyebutkan kesiapan Pindad untuk pengembangan munisi kaliber besar. Produksi munisi dilakukan di pabrik Pindad di Turen, Jawa Timur.

"Pindad sangat siap untuk memproduksi kaliber besar, salah satunya 105mm, 90mm, 76mm M-Gunung dan mortir bom," kata Wayan Sutama.

Menurut dia, ke depan Pindad bisa memenuhi munisi kebutuhan TNI khususnya untuk panser dan tank milik TNI, serta beberapa munisi untuk TNI-AU dan TNI-AL.

"Untuk pengembangan kaliber 90mm yang cukup rumit, Pindad sudah bisa membuatnya. Kaliber itu cukup rumit karena di dalamnya ada siripnya, namun kita bisa memproduksinya," kata Wayan
 

Menunggu Nasib Panser Badak

 
Panser Badak PT Pindad
Panser Badak PT Pindad

PT Pindad punya salah satu produk andalan yaitu kendaraan tempur berupa panser yang diberi nama Badak. Tidak hanya itu, Pindad juga memproduksi amunisi berkaliber besar. Demikian dikemukakan Direktur Utama Pindad Silmy Karim di kantornya, Bandung, Jumat (27/2/2015).
“Jadi selain produk panser Badak, kita perlihatkan juga kalau kita punya amunisi kaliber besar. Bahwa di situ, Indonesia mampu memproduksi amunisi kaliber besar ukuran 105 yang sudah disertifikasi,” kata Silmy.
Saat ini Pindad juga akan lebih mendorong proses sertifikasi kaliber ukuran 76, 90, 20, dan 40. “Kita dorong tahun ini bisa jadi bagian dari pengadaan alutsista (alat utama sistem pertahanan) dalam negeri,” ucapnya.
Selain itu, Pindad juga akan lebih giat produksi untuk semua jenis alutsista baik untuk di darat atau di laut.
“Pasarnya lokal, tapi mitra strategis kita akan mengekspor di regional maupun Timur Tengah. Kami juga perlu dukungan dari pengguna dan Menteri Pertahanan agar mensosialisasikan sehingga timbul kepercayaan diri pengguna untuk menggunakan produk dalam negeri,” jelasnya.
Menteri Perindustrian  Saleh Husin dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof didampingi Dirut PT Pindad Silmy Karim, di Panser Badak, Pindad Bandung (Detik.com)
Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof didampingi Dirut PT Pindad Silmy Karim, di Panser Badak, Pindad Bandung (Detik.com)

Tahun ini Pindad memperoleh ‘suntikan’ Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 700 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 300 miliar digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi, Rp 300 miliar untuk modernisasi, dan Rp 100 miliar untuk kerja sama dengan mitra strategis dari luar negeri.
Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam kunjungannya ke Pindad mengimbau kepada instansi-instansi pemerintahan dan BUMN agar memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.
“Saya selaku Menteri Perindustrian mengimbau instansi yang ada di Tanah Air, termasuk BUMN, untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri terutama yang sudah dihasilkan oleh bangsa kita. Seperti panser Badak,” ujar Saleh.
Panser tersebut, lanjut Saleh, bisa saja dimanfaatkan oleh instansi terkait di dalam negeri. “Nanti kita berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, termasuk TNI dan Polri. Kalau perlu kita bawa ke sidang kabinet,” katanya.(detik.com).

CN-295 akan Dibuat di PT DI Bandung

 
CN 295M TNI AU
CN 295M TNI AU

Indonesia dan Spanyol terus mengembangkan kerja sama di bidang pembuatan pesawat. Pesawat taktis canggih CN 295 yang awalnya dibuat di Spanyol, ke depan akan dibuat di Bandung, Jawa Barat.
Pada program awal, pesawat ini dibuat sebanyak 9 unit yaitu 7 unit dibuat di Sevilla (Spanyol) dan 2 unit dibuat di Bandung oleh PT Dirgantara Indonesia melalui supervisi dari ahli-ahli Spanyol.
Untuk melengkapi kebutuhan satu skuadron, bakal kembali dibuat 7 unit pesawat jenis ini yang seluruhnya dibuat di Bandung. “Kontrak 7 pesawat belum ditandatangani. Tapi saya diberitahu keputusannya sudah dibuat,” kata Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fransisco Jose; Viquiera Niel, saat berbincang dengan media, Kamis (27/2/2015) malam.
Sejak 1980-an, lanjut Viquiera, Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Negeri Matador. Di bidang penerbangan, kedua negara membuat pesawat C-212 atau CN 212, antara Cassa dan Nurtanio (sekarang PT DI).
Kini, pesawat tersebut hanya dibuat di Indonesia, tepatnya di markas PT DI di Bandung. Pengembangan terus dilakukan hingga muncul pesawat-pesawat baru berjenis CN 235 dan yang terbaru adalah CN 295.
Program kerja sama membangun pesawat canggih CN 295 untuk keperluan pertahanan militer ini dim?ulai sekitar 7 tahun lalu. Disepakati 7 pesawat dibuat di Spanyol, sedangkan 2 pesawat dibuat di Bandung. “Dua pesawat terakhir sudah dirakit di Bandung, 2 dari 9 pesawat. Delapan sudah dikirimkan, sementara 1 lagi akan dikirimkan pada Oktober atau November,” paparnya.
Program tersebut berlanjut dengan membangun pesawat sebanyak 7 unit lagi. Viquiera menuturkan, dalam beberapa tahun lagi program ini telah selesai dan pesawat sudah bisa melengkapi skuadron (16 unit). “Begitu kontraknya ditandatangani, kita mulai membangunnya dan saya berasumsi beberapa tahun setelah kontrak ditandatangani, program ini akan selesai,” katanya. ?
Dia meyakini, pesawat baru ini jauh lebih canggih dari segi fitur, teknologi, hingga spesifikasi dibanding produksi terdahulunya. “Ini lebih canggih dari 212. Elektronik dan avianiknya. Sekarang pesawat militer punya update setiap 6 bulan sekali seperti halnya komputer. Karena bagian terpentingnya adalah software seperti komputer dan itu yang membuatnya berbeda,” jelasnya. (Detik.com).

Markas calon Kodam Papua Barat di Arfai Manokwari

 
KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)
KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)

Manokwari, Papua Barat (ANTARA News) – Markas calon Kodam Papua Barat digadang-gadang di Kelurahan Arfai Distrik (Kecamatan) Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.
Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Rabu, mengatakan pembangunan Markas Kodam Provinsi Papua Barat akan dimulai pada awal Maret 2015.
“Berdasarkan hasil kajian, lokasi Markas Kompi C dan D Arfai Kodim 1703 Manokwari, akan dijadikan sebagai Markas Kodam Provinsi Papua Barat,” katanya.
Ia mengatakan, Markas Kompi C dan D Arfai Kodim 1703 Manokwari nantinya dipindahkan ke lokasi baru di Distrik Warmare Kabupaten Manokwari.
“Tanah lokasi pembangunan Markas Kodam di Arfai sudah memiliki sertifikat milik TNI Angkatan Darat sehingga tidak ada masalah atau kendala saat proses pembangunan nanti, “ujar dia.
Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Atururi, juga mendukung pembangunan Markas Komando Daerah Militer Papua Barat di Arfai karena dekat dengan kantor-kantor Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Ia mengatakan, anggaran pembangunan Markas Komando Daerah Militer Provinsi Papua Barat di Arfai sudah disiapkan oleh Pemerintah Pusat dan proses pembangunan dimulai maret diawasi oleh Kodam XVII Cenderawasih Papua. Nurmantyo berharap pembangunan Markas Komando Daerah Militer Provinsi Papua Barat tuntas pada 2016 sehingga masyarakat di Provinsi Papua Barat sudah memiliki panglima jenderal bintang dua.
Dia juga berharap agar masyarakat di Provinsi Papua Barat menerima kehadiran Kodam Papua Barat tidak berpikir yang negatif sebab kehadiran TNI di Papua Barat untuk menjaga dan melindungi masyarakat. (ANTARA News)

TNI Dukung Pemberantasan Illegal Mining

 
image
TNI akan mendukung sepenuhnya pemberantasan Illegal Mining yang dilakukan para spekulan dan telah merugikan pendapatan negara di sektor energi. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko saat menerima paparan tentang eksploitasi tanpa ijin (Illegal Mining) di Blok Cepu oleh Direktur Hulu Pertamina Bapak Syamsu Alam dan Presiden Direktur Pertamina EP Adriansyah, bertempat di ruang rapat Paripurna Mabes TNI Cilangkap, Kamis (26/2/2015).
Dukungan ini sesuai dengan salah satu tugas TNI adalah menjaga kedaulatan, termasuk kedaulatan bidang energi. Dengan berkurangnya Illegal Mining, maka diharapkan pendapatan negara akan meningkat dan berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
image
Panglima TNI juga mengatakan bahwa, kerja sama antara TNI dan Pertamina sudah berlangsung dengan baik, demikian juga dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara TNI dengan Pertamina yang bertujuan untuk dijadikan sebagai pedoman kedua belah pihak dalam mengimplementasikan rencana kerja sama tersebut.
Berdasarkan pengalaman, TNI pernah berhasil menangani kegiatan eksploitasi tanpa ijin (Illegal Mining) baik yang dilakukan di wilayah Plaju Sumatera Selatan maupun penambangan emas di wilayah Kepulauan Buru, semuanya dapat diselesaikan bersama dan diterima dengan baik.
Panglima TNI Jenderal Moeldoko
Panglima TNI Jenderal Moeldoko

Pertamina merupakan Obyek Vital Nasional yang perlu dilindungi keberadaannya, demikian juga dengan kedaulatan energi, bahkan TNI saat itu turut serta dalam melahirkan berdirinya Pertamina. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Selaku Penguasa Perang Pusat No. PRT/PM/017/1957 Tanggal 15 Oktober 1957, dari PT. TMSU (Tambang Minyak Sumatera Utara) dirubah menjadi PT PERMINA (Perusahaan Minyak Nasional).
Turut hadir dalam rapat tersebut, Kasum TNI Marsdya TNI Dede Rusamsi, S.E.,M.M., Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, para Asisten Panglima TNI, Kabais TNI Mayjen TNI Moh. Erwin Syafitri, Kababinkum TNI Mayjen TNI S. Supriyatna, SH.,M.H., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, para Asops Angkatan, Pangdam IV/Dip dan Pangdam V/Brw serta para Direksi Pertamina EP dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Authentikasi : Kapuspen TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya