Komandan Satgas Yonarmed 8 Kostrad Mayor Arm Muh Saifudin Kz,
mengatakan senjata yang disita lebih banyak di Kabupaten Pulau Morotai,
Galela Kabupaten Halmhera Utara dan Obi Kabupaten Halmahera Selatan
dengan jumlah kurang lebih ratusan senjata, termasuk Amunisi dan
proyektil, “peyerahan senjata yang disitaan oleh anggota sudah berulang
kali, senjata yang ditemukan lebih banyak di Morotai, Galela dan Obi,”
ujarnya.
Senjata yang ditemukan rata-rata usianya sudah lama karena sejak
perang kedua. Namun, hampir rata-rata masih aktif. Senjata rakitan
maupun otomasti banyak beredar di Kabupaten Pulau Morotai, meski pun
pihaknya berhasil menemukan ratusan senjata. “senjata yang kami temukan
usianya sudah sangat lama, ada sisa senjata konflik 1999 dan ada juga
senjata perang dunia kedua,” katanya. Pihaknya melakukan razia dan
berhasil mendapatkan ratusan senjata dengan cara pendekatan kepada
masyarakat sehingga, senjata yang disimpan masyarakat dengan suka rela
diserahkan ke aparat keamanan. “kita lakukan pendekatan kepada
masyarakat, dan Alhamdulillah masyarakat dengan suka rela berikan kepada
kita,”.
Dansatgas, menjelaskan sejata maupun bahan peledak yang telah disita
akan dimusnakan. Untuk sejata bentuk pemusnahan di potong, sementara
amunisi dan bahan pedak dimusnakan ditemapt khusus. “setalah kita sita,
kita akan musnakan, untuk bentuk pemusnahan kita potong, dan untuk
peluru dan bom pemusnahan di tempat khusus,” tuturnya. Pihaknya berharap
kepada masrakat agar tidak lagi menyimpan dan menggunakan senjata
maupun bahan peledak. Sebab, akan membahayakan masyarakat saat konflik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar