Jumat, 19 Juni 2015

Anggota TNI AD Jual Amunisi ke OPM

ilustrasi (dok detikcom)
ilustrasi (dok detikcom)

Lima anggota TNI-AD kesatuan Ajendam XVII/Cenderawasih yang menjual amunisi kepada kelompok OPM atau Kelompok klriminal bersenjata Papua dipecat dari kesatuannya. Lima anggota TNI itu divonis penjara dan dipecat dari kesatuannya.
Sidang pemecatan ke lima anggota TNI-AD tersebut berlangsung di Mahkamah Militer Jayapura, dipimpin Hakim Ketua Kol Sus Priyo Mustiko, dengan hakim anggota Letkol Laut (kh) Asep Ridwan Hasim, Mayor Chk Ahmad Jailanie, panitera Kapten Chk Iskandar.
Kelima anggota TNI yang dipecat tersebut, Prajurit Satu Supratman, Prajurit Satu Rahmat Agung dan Sersan Satu Nurul Huda Septari, Serma Supriadi dan Serka Ikrom. Selain dipecat kelimanya juga dipidana penjara, Supratman dan Rahmat pidana penjara 8 tahun, Nurul 3 tahun, Ikrom 10 tahun penjara dan Supriadi 12 tahun penjara.
Sidang berlangsung dua hari, Rabu (17/6/2015) dan Kamis (18/6/2015). Empat terdakwa diputus hukuman penjara lebih dari tuntutan tim Oditur, Mayor Chk Jim Manubui, Mayor Laut (kh) Corry Mapendang dan Mayor Chk Frengky. Supratman dan Rahmat dan Ikrom dituntut lima tahun penjara, Supriadi dituntut enam tahun penjara.
Dalam persidangan, para terdakwa didampingi penasehat hukum Kapten Chk Bilu, Letda Seky Tanaen dan Serka L Many. Kelimanya terbukti melanggar Pasal 1 Undang-Undang Darurat No 12/1951 tentang senjata api, dan kelimanya terbukti memperjualbelikan amunisi. Amunisi yang dijual sebanyak 5000 butir yang disimpan dalam 25 dos, satu dos seharga Rp 450.000.
Otak dari penjualan amunisi adalah Supriadi yang mengenal pembeli di kolam renang Ajendam tahun 2012 lalu mereka saling bertukar nomor handphone. Ikrom adalah pemegang kunci gudang senjata, Nurul Huda yang mengambil amunisi di gudang atas perintah Ikrom yang saat itu sedang cuti.
Serda Supriadi ditangkap 28 Januari 2015 lalu di PTC (Papua Trade Centre) salah satu pusat bisnis di Kota Jayapura saat akan menyerahkan amunisi kepada pelanggannya. Saat itu Supriadi ditemani Supratman dan Rahmat. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan mengatakan, oknum TNI tersebut seperti duri dalam daging TNI, sehingga harus dicabut dari kesatuan. Mereka adalah penghianat bangsa, menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata dan amunisi itu pula yang digunakan untuk menembaki aparat TNI Polri di Papua.

Detik.com

Kendaraan Penyapu Ranjau Bozena TNI AD

  image
Salah satu peralatan yang dimunculkan dalam latihan perang TNI AD di Baturaja, OKU, Sumatera Selatan adalah kendaraan pembersih ranjau Bonzana 4 buatan Way Industry Slovakia.
Penyapu ranjau ini membersihkan ranjau anti-personil (AP), anti-kendaraan (AV) serta ranjau ranjau lainnya.
Sistem ranjau remote control Bonzena memiliki ketahanan terhadap ledakan ranjau anti-tank berdaya ledak TNT 9 kg dan dapat digunakan untuk membersihkan ranjau di daerah dengan tinggi ancaman yang tinggi. Alat ini juga dapat beroperasi di dalam hutan, pegunungan, sepanjang perkebunan dan medan dengan rintangan lainnya.
image
Sistem Bonzena juga mendukung kemampuan kontra-IED dan dilengkapi dengan berbagai aksesoris dan alat-alat teknik untuk memberikan ranjau secara efisiensi dalam operasi lapangan.
Saat ini lebih dari 80 Bozena 4 telah digunakan dalam pelayanan sipil maupun militer. Varian yang ditawarkan adalah Bozena 1, Bozena 2, Bozena 3, dan Bozena 5.
Sistem pembersih ranjau Bozena 4 dirancang untuk peningkatan efisiensi dalam operasi penghapusan ranjau. Alat ini dapat diangkut dengan pesawat kargo atau helikopter.
image
Sistem ini memiliki panjang keseluruhan 5.28m dan berat total 6,983kg, ketinggian 2.27m, lebar 1.98m. Mobil anti ranjau ini memiliki mesin/rantai pemulul tanah dengan panjang 2m, lebar 2.84m dan beratnya 1,407kg.
Bozena 4 ditutupi dengan perisai lapis baja dipasang di belakang poros pemukul untuk perlindungan dari ledakan ranjau dan puing-puing yang terbang.
Sistem ini juga dilengkapi dengan pelat baja ARMOX 4mm/6mm untuk melindungi bagian internal penggerak utama. Kaca polikarbonat LEXAN melindungi mesin, remote control, dan sistem hidrolik. Bozena 4 juga ditutup dengan kerudung untuk melindungi penggerak utama dari debu. Sebuah sistem pemadam api otomatis dipasang untuk meningkatkan keselamatan dari kebakaran internal.
image
Spesifikasi:
Engine
DEUTZ BF 6L914, turbo
Rated power at 2 500 RPM
110 kW (147 HP)
Torque at 1 600 RPM
550 Nm
Fuel consumption – average/max
13,2 / 19,5 l/h
Mine clearance width
2,2 m
Mine clearance depth
max 250 mm
Blast resistance
9 kg TNT
Operating RPM of the Flail unit
350 – 500
Working efficiency (max)
2 500 sq m/hour
Vegetation cutting – diameter/height
up to 30 cm / 4 m
Fuel tank capacity
140 l
Maximum speed
9 km/h
Remote control – range/battery life
5 000 m/11 hrs

www.way.sk

Catat, Militer dan Alutsista Indonesia Peringkat 12 Besar Dunia

  image
Militer dan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) Indonesia dikabarkan sudah mencapai peringkat 12 terbesar di dunia. Padahal tahun lalu, Indonesia masih menempati posisi ke 19 dunia.
Demikian disampikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat berbincang dengan wartawan, Kamis (18/6/2015). Diungkapkan Ryamizard peringkat itu berdasarkan penilaian lembaga internasional.
“Bulan April lalu, berdasarkan hasil penilaian lembaga internasional yang kredibel, Indonesia sudah berada di posisi 12 alutsista terbesar di dunia. Kedepan kita harus masuk 10 besar,” ujarnya.
Untuk itu, kata mantan KSAD ini, pemerintah akan terus mengajak semua pihak, termasuk BUMN dan perusahaan swasta dalam negeri yang begerak di persenjataan guna sama-sama meningkatkan kemampuan memproduksi alutsista sendiri.
“Hal ini dilakukan agar alutsista Indonesia tidak lagi bergantung pada produk luar negeri. Kita harus produksi di dalam negeri. Itu salah satu indikator penilaian terhadap alutsista kita jadi 10 besar nanti selain faktor anggaran dan kekuatan senjata,” kata Ryamizard.
Meski begitu, Ryamizard meyadari bila alutsista hanya faktor tambahan menghadapi perang atau peningkatan pertahanan. Faktor utamanya menurut mantan Pangdam Jaya itu adalah semangat dari manusianya.
“Ancaman negara kita sudah tidak ada, ngapain beli alutsista yang seram-seram. Yang jadi pokok utama pertahanan Indonesia adalah manusianya,” ujarnya.
Menurut Ryamizard makin banyak manusia Indonesia yang berkualitas menguasai teknologi, termasuk dapat memproduksi produk senjata dalam negeri, makin banyak musuh yang takut terhadap Indonesia. Namun di balik itu semua yang terpenting semanagat perjuangannya.
Ryamizard pun mencotohkan bagaimana saat penjajahan dulu, Indonesia ataupun Vietnam bisa melawan Amerika atau Belanda hanya dengan senjata yang sederhana.
Jadi menurut dia, percuma jika penambahan alutsista besar-besaran tapi tak seiring semangatnya. “Itulah makanya kekuatan semangat perjuangan manusia Indonesia sangat penting,” ujarnya.

Tribunnews.com

Kalau Malaysia Masih Terobos Ambalat, Kami Serang

  image
Tentara Nasional Indonesia sudah berkali-kali mendesak Pemerintah RI mengajukan nota protes ke Malaysia terkait pelanggaran udara yang kerap dilakukan pesawat tempur negeri jiran tersebut.
Pelanggaran batas udara dimaksud khususnya terjadi di langit Ambalat, sisi timur pantai Kalimantan.
Walaupun diungkapkan Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, Malaysia hanya berani masuk Indonesia jika wilayah udara Kalimantan dan Sulawesi tak dijaga.
“Sekarang kami sudah taruh pesawat di Makassar,” kata Ryamizard saat berbincang dengan wartawan, Kamis (18/6/2015).
Meski begitu, Ryamizard mengatakan manuver Malaysia di Ambalat merupakan masalah kecil. Sehingga publik tak perlu risau, karena pemerintah sudah mengambil langkah waspada terhadap wilayah udara yang kerap disusupi Malaysia.
“Kalau masih terobos baru kami serang. Ini masih lewat saja. Saya sudah pantau ke sana. Kami tahu bagaimana jaga rumah,” kata mantan KSAD tersebut.
Untuk diketahui, sejak dekade 1960-an, Indonesia dan Malaysia kerap bersitegang mengenai Blok Ambalat. Puncak perseteruan terjadi pada 2002 ketika Mahkamah Internasional memenangkan Malaysia pada sengketa kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan yang berada di Blok Ambalat.
image
Blok Laut Ambalat memiliki luas wilayah sekitar 15 KM persegi dan terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar, dekat perbatasan antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Timur.
Blok Ambalat menyimpan kekayaan tambang laut, utamanya minyak, meski tidak semua wilayah di blok ini kaya akan minyak mentah.
Untuk mencegah Malaysia kembali bermanuver di Ambalat, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara saat ini menurut Ryamizard sudah menggelar Operasi Sakti di sekitar Blok Ambalat.
Kedua matra TNI itu menurunkan alat utama sistem persenjataan mereka seperti tiga kapal perang (KRI), dua pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30, dan tiga F-16 Fighting Falcon.

Tribunnews.com

Kamis, 18 Juni 2015

KRI Bintuni-520 pengangkut tank diserahterimakan

KRI Teluk Bintuni-520, kapal perang angkut yang khusus didedikasikan untuk mengangkut tank berteknologi canggih, Leopard 2A4 dan tank amfibi BMP-3F, produksi Galangan Kapal PT Daya Radar Utama, Lampung, diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan.

Untuk selanjutnya kapal perang buatan anak bangsa ini diteruskan kepada Markas Besar TNI dan TNI AL, dalam hal ini Komando Lintas Laut Militer TNI AL, sebagai pengguna, disaksikan langsung Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, di Lampung, Rabu.

Turut menyaksikan, Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi,

Ini sekaligus bukti industri pertahanan nasional bisa memenuhi keperluan dan spesifikasi militer Indonesia sebagai pengguna. Yang menarik, dalam rancang bangun kapal perang ini juga melibatkan ITS Surabaya. 

"Ini bagian dari program pembangunan kekuatan pertahanan untuk mewujudkan kekuatan pokok minimal atau MEF," kata Ryacudu.

KRI Teluk Bintuni-520 ini nanti diproyeksikan memperkuat jajaran Komando Lintas Laut Militer TNI AL

KRI Teluk Bintuni-520 berdimensi panjang 120 meter, lebar 18 meter, tinggi 7,8 meter dan draft 3 meter serta lama waktu berlayar 20 hari. Dia mampu mengangkut 10 tank Leopard 2A4, 476 awak dan personel pasukan tempur, dan satu unit helikopter.

Dia juga mampu berlayar sejauh 7.200 mil laut dalam sekali isi perbekalan dan bahan bakar.

TNI AL Hidupkan Kembali Skadron 100 Anti Kapal Selam

  Helikopter Panther AS565
Helikopter Panther AS565

Skuadron Udara 100 TNI AL yang berintikan helikopter anti kapal selam yang pernah begitu ditakuti lawan pada dasawarsa ’60-an, akan dihidupkan kembali. Skadron 100 ini akan menjadi tulang punggung kekuatan TNI AL dalam operasi di laut.
Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, di Surabaya, Rabu 17/06/2015 menyatakan, “Langkah awal menghidupkan kembali Skadron 100 yang sempat dimiliki TNI pada ’60-an itu dengan 11 unit helikopter yang akan diterima secara bertahap pada tahun ini.”
Pada dasawarsa ’70-an, skadron helikopter TNI AL pernah diperkuat jajaran helikopter WASP buatan Inggris.
Walau sama-sama memakai helikopter, namun skadron helikopter TNI AL dan TNI AU memiliki beberapa perbedaan doktrin dan misi operasi.
Salah satunya adalah manuver pendaratan dan lepas landas dari geladak pendaratan (helipad) di kapal perang yang bergerak alias berlayar di laut pada berbagai skenario cuaca, misi, dan persenjataan.
Ini satu kemahiran utama yang sangat dipersyaratkan bagi penerbang-penerbang helikopter TNI AL, yang tidak diperlukan bagi penerbang helikopter di skadron udara TNI AU.
Dia ada di Surabaya untuk menerima brevet penerbang dari Pusat Penerbangan TNI AL dan diangkat menjadi warga kehormatan satuan itu oleh Komandan Pusat Penerbangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta.
Penyematan brevet itu puncak rangkaian HUT Ke-59 Pusat Penerbangan TNI AL (1956-2015). Ritual pemberian brevet diawali dengan penerbangan Supandi dalam helikopter Bell-412 bernomor registrasi HU-420, yang dipiloti Mayor Pelaut Triwibowo.
Penerbangan kehormatan itu selama 28 menit di ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Saat mendarat, dua helikopter latih Bonanza mendampingi. Setelah mendarat, barulah Setiyanta menyematkan brevet itu di dada kanan seragam Supandi.
“Ke-11 helikopter itu penting, karena Skuadron 100 itu sempat dilebur dengan skuadron lain karena tidak memiliki pesawat. Kami ingin memiliki kekuatan tempur yang lengkap dengan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT),” kata Supandi.
SSAT dalam doktrin peperangan TNI AL memiliki empat komponen, yakni kapal perang, pesawat udara, pasukan pendarat/pendudukan (Korps Marinir TNI AL), dan pangkalan. “Dengan menjadi warga kehormatan, saya memiliki kewajiban untuk memberi perhatian kepada Pusat Penerbangan TNI AL,” katanya.
“Selain membangun kekuatan, kami juga berencana melakukan validasi organisasi baru yang sudah disetujui pemerintah adalah pembentukan Komando Armada Indonesia yang berpusat di Surabaya,” katanya.
Koarmada Armada Indonesia di Surabaya itu membawahkan tiga komando, yaitu Komando Armada Indonesia Kawasan Barat TNI AL, Komando Armada Indonesia Kawasan Tengah TNI AL, dan Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL.
“Komando Armada Indonesia juga akan membawahkan 14 pangkalan utama TNI AL dan tiga pasukan Marinir TNI AL,” katanya. Sejauh ini ada 11 pangkalan utama TNI AL yang akan ditambah Pangkalan Utama TNI AL Pontianak, Pangkalan Utama TNI AL Tarakan, dan Pangkalan Utama TNI AL Sorong.
Khusus Pangkalan Utama TNI AL Tarakan, dinilai sangat penting karena menjadi titik fokus pengamanan perairan Blok Ambalat, yang pernah diributkan Malaysia sebagai milik sah mereka.
Semua satuan itu dipimpin seorang laksamana pertama TNI AL.

AntaraNews.com

Rabu, 17 Juni 2015

PT DI Pesan Helikopter Dauphin di Paris Airshow

Helikopter AS365 N3+ Dauphin
Helikopter AS365 N3+ Dauphin

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memesan dua helikopter AS365 N3+ Dauphin kepada Airbus Helicopter dan pengirimkan helikopter bermesin ganda ke PT DI dilakukan dalam waktu satu tahun.
Helikopter ini akan dirakit, uji kualitas dan disesuaikan dengan permintaan PT DI termasuk peralatan misi pendukung: hoists, flotation systems, direction finder, electronic optical system, dan casualty evacuation devices.
“Kami sangat akrab dengan platform Dauphin dan yakin dengan pemasangan peralatan SAR khusus, kami bisa menawarkan solusi yang tepat kepada Pemerintah Indonesia untuk kebutuhan SAR,” jelas Presiden Direktur PT DI Budi Santoso, saat upacara penandatanganan di Paris Airshow.
PTDI_signature_ceremony
Kerjasama strategis antara PT DI dan Airbus Helikopter telah menghasilkan lebih dari 130 helikopter selama 40 tahun terakhir.
“PTDI tahu kebutuhan Indonesia dan telah berperan dalam mengamankan aset yang tepat dan peralatan untuk pertahanan negara. Akuisisi ini merupakan contoh yang baik,” kata Wakil Presiden Penjualan dan Hubungan Pelanggan Eurocopter Asia Pacific, Fabrice Rochereau.
Saat ini ada lima helikopter Dauphin dalam pelayanan di Indonesia, untuk Polisi dan Basarnas sebagai sarana penegakan hukum dan misi SAR.
Tahun lalu, Angkatan Laut Indonesia telah memesan 11 unit helikopter Panthers (versi militer) khusus anti-kapal selam, yang juga akan diselesaiikan oleh PT DI dalam tiga tahun mendatang.
Airbus