Kamis, 14 Januari 2016

OTO Melara 76mm Super Rapid Gun: Meriam Reaksi Cepat KRI Martadinata 331 SIGMA Class 10514 TNI AL

KRI Martdinata 331

PKR (Perusak Kawal Rudal) SIGMA Class 10514 pesanan pertama TNI AL kini dalam proses instalasi sistem senjata di galangan PT PAL, Surabaya. Dari beberapa sistem senjata yang diadopsi kapal buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda, ada sosok meriam OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun yang disematkan pada bagian haluan. Menunggu momen peluncuran perdana SIGMA Class 10514 yang dijadwalkan pada pertengahan tahun ini, kabar baiknya OTO Melars 76 mm Super Rapid Gun telah terpasang di KRI Martadinata 331.

26

Sebagai informasi awal, meski terlanjur kondang dengan nama OTO Melara, sebenarnya namanya telah berganti menjadi Otobreda, perusahaan asal Italia yang menjadi anak perusahaan Finmeccanica. Bagi TNI AL, penggunaan OTO Melara sudah bukan barang baru, pasalnya sejak era-80n, saat dimana enam frigat Van Speijk masuk arsenal TNI AL, sudah digunakan OTO Melara 76 mm versi Compact. Bahkan korvet SIGMA Class 9113 (Diponegoro Class) dan korvet Bung Tomo Class juga mengusung versi OTO Melara yang sama.

oto-2oto-1

Sebagai wujud modernisasi alutsista, SIGMA Class 10514 yang masuk kelas frigat dilengkapi meriam OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun. Dengan embel-embel kata Super Rapid Gun yang masuk jenis meriam kaliber medium, oleh pihak pabrikan disebut-sebut mampu meriam yang dioperasikan dengan digital control console (DCC) dapat melontarkan 120 proyektil dalam waktu satu menit. Sebagai perbandingan, OTO Melara 76 mm Compact hanya sanggup meontarkan 85 proyektil per menit. Dari segi amunisi, jika menggunakan amunisi standar jarak tembaknya mencapai 16 km, sedangkan bila menggunakan amunisi OTO Sapomer extended range, jarak tembaknya bisa mencapai 20 km. Lebih canggih lagi bila menggunakan amunisi jenis guide long range volcano, jarak tembaknya bisa meningkat hingga 40 km. Dalam kondisi tempur, dibawah kubah bisa disiapkan 80 peluru siap tembak.

OTO Melara 76 mm Compact di korvet SIGMA Class 9113 (Diponegoro Class).
OTO Melara 76 mm Compact di korvet SIGMA Class 9113 (Diponegoro Class).


OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun punya bobot kosong (tanpa amunisi) 7,9 ton. Sudut elevasi laras dapat digerakkan di rentang -15 derajat dan +85 derajat. Sebagai meriam reaksi super cepat, kecepatan putar kubah saat latihan mencapai 60 derajat per detik, sedangkan saat kondisi tempur kecepatan putar kubah bisa menjadi 35 derajat per detik. Untuk menjaga laras agar tidak terlampau panas, digunakan sistem pendingin dari air laut, sedangkan untuk flushing digunakan fresh water.

Frigat andalan AL Singapura Formidable Class.
Frigat andalan AL Singapura Formidable Class.

Selain digunakan oleh TNI AL, OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun sudah lebih dulu digunakann oleh AL Singapura pada frigat tercanggih di Asia Tenggara, Formidable Class. OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun dipasang di SIGMA Class 10514 perdana KRI Martadinata 331. Sebelunnya nama KRI Martadinata 341 digunakan oleh destroyer escort Samadikun Class (Claud Jones Class). (Gilang Perdana)


Spesifikasi OTO Melara 76 mm (76/62) Super Rapid Gun:
– Rate of Fire: 120 round per menit
– Berat kosong: 7.900 kg
– Sudut elevasi laras: -15 sampai 85 derajat
– Kecepatan putar kubah: 35 derajat – 60 derajat per detik
– Electrical supply: 440V, 3 phase, 60Hz, main circuit 115V, I-phase, 400Mhz, servo dan synchro network.
 

Detik-detik Polisi Ditembak Dua Terduga Teroris Bom Sarinah


share facebookshare twittershare google+share pinterest Detik-detik Polisi Ditembak Dua Terduga Teroris Bom Sarinah
Karir yang sukses dan berwajah cantik, tidak membuat Ega lepas dari gandengan para lelaki. Ega diketahui tengah menjalin asmara dengan seorang aktor sinetron, Addin Hidayat. instagram.com
 
Momen Terduga Teroris Menembakan Polisi di Sarinah

1. Beberapa menit setelah ledakan di pos polisi depan Sarinah, dua orang yg diduga pelaku berkerumun bersama massa

2. Tak ada yg peduli pada dua pria beransel itu. Hingga seorang di antaranya mengeluarkan senjata laras panjang

 3. Lalu, ya Tuhan, ia membidikkan senjatanya ke arah seorang polisi. Dor, polisi itu jatuh

4. Polisi itu jatuh, massa berhamburan

5. Seorang lainnya yg diduga pelaku, menyelinap, mengeluarkan senjata genggam, bergerak ke arah mobil polisi

 6. Ia menghampiri polisi lain, memuntahkan peluru ke perut petugas itu. Polisi itu ambruk seketika

7. Sekuel kejadian tadi dipotret fotografer tempo

8. Semoga foto2 itu berguna bagi polisi mengungkap pelaku


Tempo.

Rabu, 13 Januari 2016

TNI AU Siap Hadapi Sengketa LCS

TNI AU siap hadapi sengketa Laut China Selatan
Dokumentasi pesawat tempur F-16 TNI AU mendarat usai latihan terbang bersama bertajuk "AMX Elang Ausindo 2015" di Kupang, NTT, Selasa (25/8).TNI AU akan meningkatkan latihan-latihan terbang di wilayah perbatasan. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Panglima Komando Operasi TNI AU I, Marsekal Pertama Yuyu Sutisna, menyatakan, "Kita tidak terlibat konflik namun kita harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi," katanya, di Padang, Selasa.

Dia menyinggung antisipasi perkembangan di Laut China Selatan alias Laut Tiongkok Selatan. Dia katakan itu setelah serah terima jabatan komandan Pangkalan Udara TNI AU Padang.

Salah satu antisipasi itu, kata dia, menaikkan status Pangkalan Udara Natuna di Kepulauan Riau menjadi tipe B yang dipimpin seorang kolonel, dari semula tipe C. Pangkalan udara ini adalah pangkalan udara terdepan Indonesia di tepian Laut China Selatan. 

"Dengan naiknya tipe Lanud Natuna maka akan ada pembangunan sarana dan prasarana secara bertahap dan memungkinkan akan adanya pergelaran pasukan sesuai kebutuhan," jelasnya.

Ia mengatakan kenaikan tipe pangkalan udara TNI AU itu diikuti enam yang lain, yaitu Pangkalan Udara TNI AU Padang, Pangkalan Udara TNI AU Palembang, Pangkalan Udara TNI AU Tarakan, Pangkalan Udara TNI AU Lombok, Pangkalan Udara TNI AU Morotai, dan Pangkalan Udara TNI AU Merauke.


Seabob Black Shadow 730: Skuter Tempur Bawah Air Kopaska TNI AL

SBS-4

Sebagai spesialis tempur laut khusus, lumrah bila Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL memiliki beberapa koleksi wahana tempur bawah air modern. Selain jenis KTBA (Kendaraan Tempur Bawah Laut) SEAL Carrier, Sub Skimmer, She Shadow dan DPS (Diver Propulsion Device) yang telah kami bahas di artikel terdahulu, namun ada lagi KTBA Kopaska yang tak bisa dilewatkan keberadaannya, yakni Seabob Black Shadow 730 buatan Rotinor GmbH, Jerman.

SBS-5SBS-3

Dengan dimensi 1,766 x 474 x 402 mm, Seabob Black Shadow 730 (SBS 730) yang masuk ketegori skuter (scooter) bawah air menjadi wahana tempur dengan ukuran paling kompak yang dioperasikan Kopaska. Selain desain yang ergomis, cirri khas SBS 730 ditandai penggunaan tenaga pendorong dari E-jet engine yang mengusung mekanisme torsi tinggi dengan kendali mikroprosesor yang dikendalikan 3 phase sinus power management system. Pihak Rotinor penggaan E-jet engine terbilang sangat efisien, minim perawatan, dan handal dalam pengoperasian, hal ini dibuktikan dari uji ketahanan 10.000 jam operasi dengan full load, SBS 730 tidak mengalami kerusakan dan penurunan kinerja.

Anggota Kopaska melaju dengan SBS 730.
Anggota Kopaska melaju dengan Seabob SBS.

Dengan menggunakan alat selam Closed Circuit misi penyusupan bisa melaju tanpa terdeteksi.
Dengan menggunakan alat selam Closed Circuit misi penyusupan bisa melaju tanpa terdeteksi.

Seperti halnya KTBA lainnya, SBS 730 dapat melaju senyap, baik saat melaju di bawah air atau di permukaan. Tenaga pendorong E-jet engine berasal dari baterai high-energy Li-Ion accumulators yang biasa digunakan sebagai baterai pada satelit. Baterai ini dirancang untuk dapat beroperasi optimal hingga 18 tahun. Dalam uji ketahanan 2.000 jam, tidak ada penurunan yang signifikan dari kinerja baterai, dan tidak ditemukan memory effect. Charging time yang dibutuhkan untuk baterai memakan waktu 4,5 jam.

SBS-7SBS-6

Dari kemapuan renangnya, SBS yang dapat ‘membawa’ 2 pasukan amfibi, punya kecepatan maksimum hingga 11,4 km per jam dan jarak jangkau 20 km. Sementara kemampuan menyelamnya sampai kedalaman 60 meter. SBS 730 yang punya bobot 110 kg, dilengkapi 10 level tingkat kecepatan. Dalam kondisi normal, SBS 730 memiliki endurance 3 jam. Sebagai wahan penyusupan pasukan amfibi, SBS 730 juga dirancang untuk mudah diterjukan ke laut lewat parasut.

SBS 730 dengan pasarut.
SBS 730 dengan pasarut.

Mengenai sensor yang melekat pada SBS 730 mencakup sonar head, sonar system, piezo sensor, underwater compass, dan digital operation display. Merujuk informasi dari situs survitecgroup.com, sampai saat ini pengguna SBS 730 baru Indonesia dan Singapura. Keberadaan wahana ini juga telah mendapat perhatian dari Menhan Ryamizard Ryacudu saat melakukan kunjungan Markas Kopaska di Pondok Dayung, Jakarta Utara pada bulan September 2015. (Haryo Adjie)

Spesifikasi SBS 730:
– Speed control: 10 power levels
– Speed up to: 11,4 km/hours
– Energy – without memory effect: High-Energy Li-Ion accumulators
– Total capacity: 4.5 kw/h; 60 V; 40 Ah
– Operating time- average: 3 hours
– Operating distance – average: 20 km
– Charging time: 4,5 hours
– Maximum diving depth: 60 meter
– Weight: 110 kg
– Dimensions in L x W x H: 1,766 x 474 x 402 (in mm)
 

Penembakan Rudal Grom Shorad Arhanud

  grom
Rudal Grom Shorad Arhanud (Photo : @ryan_boedi)

grom 2
Rudal Grom Shorad Arhanud (Photo : @ryan_boedi)

Setelah Rapier dipensiunkan, TNI AD memilih rudal Grom untuk pertahanan udara jarak pendek, short range air defence, SHORAD. Rudal SAM Grom, diproduksi pertama kali tahun 1995 yang dirancang oleh Military Institute of Armament Technology, dan diprodkusi Mesko, Skar?ysko-Kamienna, Polandia.

Rudal Grom ini sempat dikeluhkan TNI AD karena tingkat akurasinya yang belum memuaskan. Tidak tahu apakah sudah ada up grade dari Grom ini, atau masih seperti yang dulu.


Kini TNI AD telah memesan rudal yang lebih modern, Starstreak, buatan Thales Air Defence Inggris.

Defence.PK

Indonesian Fighter Xperiment IFX : Perspektif PTDI

  Desain Indonesian Fighter Xperiment (grafik : militerhankam.com)
Desain Indonesian Fighter Xperiment (grafik : militerhankam.com)

Kita sudah sering membicarakan tentang pembangunan pesawat tempur KFX IFX, kerja sama antara Korea Selatan dan Indonesia. Informasi yang banyak kita terima, adalah berita berita dari pihak Korea Selatan. Nah sekarang, mari kita simak keterangan dari pihak Indonesia, khususnya PT DI, seperti apa pesawat KFX IFX itu nantinya.

Menurut, Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana usai penandatanganan KFX/IFX di Kementerian Pertahanan, Jakarta, (7/1/2016), varian Indonesia jet tempur itu bernama Indonesian Fighter Xperiment atau disebut IFX.

Proses pengembangan tahap awal dilakukan di Korea Aerospace Industries (KAI), setelah itu proses produksi dilakukan di masing-masing negara, di fasilitas milik KAI dan fasilitas Indonesia di Bandung, PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

Jet tempur generasi 4.5 dirancang mengungguli jet tempur yang ada saat ini, yakni di atas kemampuan jet tempur F-16, F-18, Sukhoi-35, Dassault Rafale hingga Eurofighter Typhoon.

“Generasi 5 baru ada F-35 dan F-22. Kalau kita generasi 4,5. Kita di atas F-16, F-18 sampai Sukhoi-35, karena mereka generasi ke-4,” ucap Andi Alisjahbana.

Dengan generasi 4,5 maka, jet tempur karya Indonesia dan Korea Selatan memiliki teknologi semi stealth atau kemampuan yang bisa mengecoh radar musuh. Teknologi ini mirip dengan pesawat siluman F-22 Amerika Serikat.

“Secara struktur, pesawat ini punya teknologi stealth atau teknologi siluman yang ada di generasi ke-5”.


Direktur Utama PTDI, Budi Santoso menambahkan, Indonesia memilih kerjasama dengan Korea Selatan, karena bersedia memberikan penguasaan teknologi sampai 100%. Indonesia juga dilibatkan dari awal pengembangan hingga produksi. Padahal, andil Indonesia hanya 20% dari total proyek senilai US$ 8 miliar atau Rp 111,52 triliun.

Selain itu, Korea Selatan memiliki pengalaman mengembangan jet tempur T-50 Golden Eagle yang merupakan kerja sama antara KAI dan Lockheed Martin, Amerika Serikat.

“Yang penting adalah kita dapat semua teknologinya,” tambahnya.

Dengan penguasaan teknologi 100%, PTDI bisa secara mandiri memproduksi jet tempur di Indonesia mulai 2025. Namun untuk penjualan, share keuntungan antara PTDI dan KAI akan dibagi sesuai setoran modal.

“Sebanyak 20% komponen kita kerjakan, mereka 80% tapi teknologi kita dapat 100%,” ujar Direktur Utama PTDI.

Indonesia dan Korea Selatan juga berencana menaikkan kemampuan pesawat menjadi generasi 5 seperti F-22.

“Dengan mulai 4.5, kita nantinya masuk ke generasi 5. Ini penting setelah punya kemampuan updating system dan lain-lain di pesawat,” tutup Direktur Utama PTDI.

Sumber : Finance.detik.com

Kunjungan ke Satuan TNI di Pulau Terluar Indonesia

  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengunjungi prajurit di pulau terluar
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengunjungi prajurit di pulau terluar

Melanjutkan kunjungannya ke Satuan TNI di Pulau-Pulau Terluar di wilayah Timur Indonesia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo didampingi para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, mengunjungi tiga pulau terluar di Kabupaten Maluku Barat Daya. Tiga Pulau terluar tersebut : Pulau Lakor, Pulau Kaiwatu Moa, Leti dan Wetar.

tni

Pulau pertama yang dikunjunginya adalah Pulau Lakor, dimana terdapat sumber mata air yang berjarak 500 Meter dari bibir pantai. Sumber mata air tersebut biasa digunakan masyarakat setempat untuk air minum.

tni-6

Selanjutnya, Panglima TNI beserta rombongan mengunjungi Pulau Kaiwatu Moa dan disambut Kepala Desa setempat Bapak Jefri Sewta, dilanjutkan menuju Pos TNI AngkatĂ n Laut (Posal) Tanjung Tut Pateh yang berjarak 16 Km. Dalam kesempatan ini Danposal Lettu Laut Ady Sagita melaporkan jumlah personel Posal ini  3 orang dan hingga kini kesulitan komunikasi, karena belum terjangkaunya satelit ke wilayah ini.

tni-2

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengecek langsung rumah dinas anggota Koramil 1507-04 Serwaru. Perumahan Koramil masih banyak yang kosong dikarenakan kurangnya personel Koramil. Koramil 1507-04 di komandani seorang Perwira Penghubung (Pabung) a.n. Mayor Arh La Musa dan memiliki personel berjumlah 11 orang, terdiri dari 8 Bintara dan 2 orang Tamtama.


tni-8

Panglima TNI juga mengunjungi Pos TNI AL di Pulau Kisar. Bangunan Pos TNI AL yang di tinjau Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan bantuan dari gerakan pembangunan terpadu wilayah perbatasan Kementerian Kelautan. Bangunan bertipe 45 ini, dikomandani oleh Letda Laut Eko Warsito dengan jumlah personel 4 orang, terdiri dari 1 Danposal dan 3 orang anggota.

tni-9

Usai meninjau Pos TNI AL, Panglima TNI juga mengecek secara langsung Koramil 1507-05 Kodim 1507 Wonreli dan Koramil 1507-06 Wetar Pulau Wetar di Desa Iwake. Di Koramil 1507-06 Wetar Pulau Wetar, Panglima TNI disambut langsung oleh Danramil Lettu Inf Rudy T.

tni-3

Kunjungan malam hari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan rombongan di pulau terluar Indonesia

Sumber : Puspen TNI