Senin, 18 Mei 2015

7 Hal Menarik Markas Sudirman Camp di Lebanon

7 Hal Menarik Markas Sudirman Camp di Lebanon

Keberadaan Kontingen Garuda pada misi perdamaian di Lebanon di bawah naungan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sudah menginjak tahun ke-9, dan selama itu pula sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh para Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda. Keberadaan Kontingen Garuda juga sangat diperhitungkan dan disegani selain karena jumlah pasukan terbanyak kedua setelah Kontingen Italia, Kontingen Garuda juga sangat diterima oleh masyarakat Lebanon karena keramahtamahannya.
Secara umum dislokasi Kontingen Garuda tersebar di empat lokasi, yang pertama di Sudirman Camp Naqoura bagi Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU), Satgas Indo Force Protection Company (FPC), Satgas Civilian Military Coordination (CIMIC) TNI, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU), dan Satgas Level 2 Hospital serta sebagian besar staf officer. Yang kedua di Beirut untuk Satgas Indo Maritime Task Force (MTF), yang ketiga di 7-1 Marjayoun untuk Satgas Military Police Unit (MPU), dan yang terbesar berada di 9-2 Adchit Al Qusayr yaitu Satgas Batalyon Mekanis TNI (Indobatt).
Bagi Prajurit Kontingen Garuda khususnya yang bertugas di UNIFIL HQ Naqoura, ada kebanggaan tersendiri ketika melihat prajurit dari negara lain sangat antusias saat berkunjung ke Markas Sudirman Camp. Bahkan tidak jarang banyak yang foto bersama ataupun sekedar melihat dan berbelanja. Sudirman Camp merupakan kompleks tempat tinggal bagi Prajurit Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL HQ. 
Ada 7 hal yang menarik dari Markas Sudirman Camp, yaitu: Pertama, Gerbang Bola Dunia. Sebelum memasuki Sudirman Camp para tamu akan disambut oleh gerbang bola dunia yang menjadi satu-satunya akses masuk ke Sudirman Camp. Gerbang ini sama seperti gerbang Camp kontingen lainnya yang ada di Unifil. Yang menarik adalah disebelah kanan dan kiri gerbang ditambahkan tugu, dimana diatas tugu terdapat miniatur bola dunia dengan tulisan UNIFIL dan INDONESIA. Kedua, Tugu Sangkur dan Patung Garuda Wisnu Kencana. Setelah melewati gerbang yang akan ditemui berikutnya adalah Tugu Sangkur dan Patung Garuda Wisnu Kencana. Kedua bangunan ini terletak ditengah-tengah kolam yang berisikan ikan Koi pada bundaran Sudirman Camp. Tugu Sangkur dibangun pada tahun 2012 dengan konsep sebuah sangkur yang menancap di batu dan di batu tertera sejarah penyebutan "GARUDA" sebagaimana Kontingen misi perdamaian TNI. Di sebelah tugu sangkur berdiri Patung Garuda Wisnu Kencana. 
Ketiga, Gerbang Pura. Gerbang Pura merupakan pintu masuk menuju lapangan Sudirman yang biasa digunakan sebagai tempat upacara. Gerbang ini dibuat seperti bangunan-bangunan pura pada umumnya dan diatas tertulis motto Kontingen Garuda "MAKE PEACE NOTHING ELSE". Bangunan menjadi salah satu tempat favorit bagi prajurit negara lain untuk berfoto bersama atau punber-selfieria. Keempat, Patung Garuda. Dengan ukuran panjang 8 meter dan tinggi 4 meter Patung Garuda terlihat gagah dengan background  pemandangan Laut Mediterania. Patung inilah yang menjadi ikon Kontingen Garuda yang selalu menarik perhatian pasukan negara lain untuk foto bersama di bawah Patung Garuda. Tidak hanya dari kalangan militer, penduduk lokal Lebanon juga sangat tertarik untuk berfoto di Patung Garuda. Kelima,  Panser APC Anoa. Kendaraan tempur yang setia mendampingi Pasukan Garuda yang bertugas di Indo Force Protection Company (FPC) serta selalu siap digerakkan untuk mendukung pelaksanaan Misi Perdamaian Pasukan Garuda, apalagi kendaraan tempur Anoa merupakan buatan dalam negeri. Penampilannya yang sangar menjadi daya tarik tersendiri bagi prajurit negara lain untuk berselfie ria diatas Ranpur Anoa.
Keenam, Masjid Sudirman Camp. Bangunan yang terbuat dari tenda dengan ukuran 35 m x 10 m x 6 m ini berfungsi sebagai masjid yang digunakan oleh Pasukan Garuda untuk beribadah khususnya yang beragama Islam. Masjid ini merupakan satu-satunya yang berada di UNIFIL HQ, sehingga tidak saja Pasukan Garuda yang melaksanakan ibadah akan tetapi prajurit dari negara lain juga melaksanakan ibadah terlebih lagi pada saat pelaksanaan Shalat Jumat. Masjid Sudirman Camp ini dapat menampung sampai dengan 200 orang. Ketujuh, Mini Market Sudirman Camp. Untuk keperluan harian, Prajurit Garuda dapat berbelanja di Mini Market yang berada di Sudirman Camp. Mini Market ini menyediakan berbagai macam barang untuk memenuhi kebutuhan harian dengan harga terjangkau sehingga Mini Market Sudirman menjadi tempat favorit untuk berbelanja tidak hanya bagi Prajurit Garuda tetapi juga prajurit negara lain. Mini Market Sudirman Camp di kelola oleh masyarakat lokal Lebanon yang sudah mendapatkan lisensi dari UNIFIL.

TNI. 

Indonesian war planes violate PNG airspace

A Papua New Guinea report says two Indonesian military jets were scrambled to confront an Australian Defence Force aircraft near the border over West Sepik on Friday.

The Post Courier reports the information was in a PNG intelligence report which said in the process, the Indonesian aircraft violated PNG air space although the presence of the Australian aircraft was also a surprise.
Neither the Australians nor the Indonesians have confirmed the incident.
However PNG Air Services, which is responsible for air traffic movement, says that it approved the flight of the Australian Kingair aircraft over West Sepik.
According to the intelligence report the Indonesian jets flew over Wutung village, which is next to the PNG-Indonesia border post.
PNG Customs Service officers at the Wutung, servicing the border post, also confirmed this.
The incident comes a month after a group of Indonesian soldiers were alleged to have made a brief unauthorised border crossing.
Indonesian military planes
Indonesian military planes

Perkembangan PKR Sigma 10514

 
image
Sejauh apa perkembangan Frigate PKR Sigma 10514 Indonesia ?. @erichsaumeth, lewat twitternya sempat memposting gambar pembangunan frigare buatan Damen Belanda tersebut. Gambar ini diposting tanggal 15/04/2015 dan 6/04/2015.
Erich mengatakan, PKR Sigma 10514 Indonesia sedang dalam konstruksi.
image
image
image
image

JKGR.

Setelah Apache, Kini Indonesia Beli Chinook

 
Helikopter Chinook dan Apache
Helikopter Chinook dan Apache

Indonesia berkeinginan membeli empat buah helikopter tempur Chinook dari Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pabrik Boeing di Philadelphia. Di pabrik tersebut diproduksi berbagai jenis helikopter tempur termasuk Apache Chinook.
Disebutkan dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan yang diterima redaksi (Minggu, 17/5) bahwa sebelum melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, rangkaian kunjungan kerja Menhan RI diawali pertemuan dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii.
chinook
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat dilakukannya peningkatan kerja sama pertahanan dan militer, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Kopassus serta Marinir.
Hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang perkembangan  situasi  keamanan  di  Laut China Selatan yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan kawasan itu dengan menghormati code of conduct di Laut China Selatan.

Selama di Hawaii, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS.

RMOL.co

Bombardier CL-415: Flying Boat Turboprop Modern, Pernah Ditawarkan ke Indonesia

canadair_cl415_firecat_secu

Merespon visi poros maritim yang dicanangkan Presiden Jokowi, maka pembicaraan tentang kebutuhan pesawat amfibi menjadi mengemuka. Setidaknya saat ini ada dua kompetitor yang berharap mendapat rejeki order dari pemerintah Indonesia. Yang pertama, Beriev Be-200 Altair dari Rusia, dan kedua adalah US-2 ShinMaywa dari Jepang.
Diantara keduanya, Be-200 jelas lebih familiar di Indonesia, pesawat ini pernah disewa untuk misi pemadaman kebakaran hutam di Sumatera pada tahun 2006. Bahkan, Be-200 mampu membetot perhatian publik saat upaya SAR pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata. Rusia bisa dibilang sukses menampilkan citra yang apik di mata masyarakat, tak tanggung-tanggung, selain Be-200, juga disertakan pasukan katak dari Rusia. Sementara, US-2 meski belum pernah bertandang ke Indonesia, sinyal ketertarikan pemerintah akan pesawat amfibi turbo propeller (turboprop) ini nampak cukup tinggi, salah satunya dari tanggapan Menhan Ryamizard Ryacudu yang tertarik akan kemampuan US-2 yang bisa menahan gelombang laut setinggi tiga meter.
originalc-fyol-canadair-cl415-2
Hingga tulisan ini dibuat, belum ada keputusan apakah nantinya yang akan dibeli US-2 atau Be-200. Tapi yang jelas, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia, sudah sewajarnya punya armada pesawat amfibi. Agak memilukan, justru Malaysia dan Thailand saat ini mengoperasikan pesawat amfibi untuk tugas multirole. Bayangkan, padahal di masa lalu Indonesia justu menjadi acuan armada pesawat amfibi di Asia Tenggara, sebut saja TNI AU pernah mengoperasikan PBY-5 Catalina dan UF-2 Grumman Albatross.
Bagian depan pesawat dibuat mirip haluan kapal.
Bagian depan pesawat dibuat mirip haluan kapal.
Lubang untuk mengambil dan membuang air dalam misi pemadaman kebakaran.
Lubang untuk mengambil dan membuang air dalam misi pemadaman kebakaran.

Nah, flash back ke masa lalu, tepatnya pada tahun 1995. Bombardier Aerospace (d/h Canadair), manufaktur pesawat asal Kanada, pernah begitu gencar melakukan promo penjualan pesawat amfibi CL-415 Super Scooper di Indonesia. Meski saat itu tak ada permintaan dari TNI, peluang pengoperasian pesawat amfibi cukup besar, pasalnya kebakaran hutan di Pulau Sumatera cukup besar, sulit diatasi, dan terus berulang.
Dari segi promosi, bahkan Bombardier saat itu rajin pasang iklan di media cetak nasional. Ditambah, CL-415 ikut dihadirkan ke Indonesia untuk melakukan live demo. Dalam rankaian demo keliling dunia, CL-415 pada 11 Desember 1995 sempat unjuk kebolehan di pantai Ancol, Jakarta Utara. Uji coba berlangsung cukup sukses, termasuk aksi menyiduk air di pantai dalam peran aerial firefighting.

CD6LI65Canadair_CL-415_-_Verbania_B1NRN_4CAAEybLZCL-415-3-View
CL-415 adalah pesawatt pemadam kebakaran yang juga dapat difungsikan sebagai pesawat pertanian (penyemprot hama), pesawat SAR (laut), pesawat intai maritim, pergeseran pasukan, dan dapat menjalankan funsi menjadi pesawat serbaguna. Semula CL-415 dikenal sebagai CL-215 yang bermesin piston (R-2800) hasil modifikasi pesawat itu, CL-215T, kemudian disempurnakan untuk menjadi turbo propeller dengan mesin Pratt & Whitney Canada PW123AF yang akhirnya diberi label CL-415. Dari sisi penampakan, CL-415 pada kedua sayapnya diberi winglet. Demikian pula pada ekornya yang ditambahkan finlet. Sementara di bagian kokpit dilengkapi EFIS (Electronic Flight Instrument System).
CL-415 dapat menyiduk air sambil meluncur dengan kecepatan tinggi di permukaan laut dan danau. Hanya dalam waktu 12 detik, CL-415 sudah dapat mengisi empat tanki melalui empat buah pintu air di bawah bodi. Kapasitas air yang dapat diisi mencapai 6.130 liter. Tanpa perlu kembali ke landasan, dengan jarak rata-rata 11 meter dari air (laut atau danau), serta kecepatan 148 Km per jam, pesawat buatan Bombardier ini dapat menyemburkan air sembilan kali (54.140 liter) sebelum kembali ke landasan untuk mengisi bahan bakar. Dengan campuran retardant (bahan kimia anti api), CL-415 menjalankan aksi pemadaman api secara efektif dan efisien.
Tampilan kokpit CL-415.
Tampilan kokpit CL-415.
CL-415 Malaysia, digunakan dalam misi SAR dan penegakan hukum di laut.
CL-415 Malaysia, digunakan dalam misi SAR dan penegakan hukum di laut.
Dengan empat tanki penuh, luas efektif semprotan mencapai 2.074 meter dengan panjang 107 meter. Tidak harus membuka keempat pintu, sesuai dengan keadaan, dapat dibuka dua pintu (air) sekaligus, atau dapat juga satu demi satu berurutan dengan selang waktu lima detik. Selama ada perairan yang dalamnya paling sedikit 2,1 meter, serta lebar jalur paling tidak 91 meter, maka ada kemungkinan untuk lepas landas sembari menyiduk air dalam jarak pacu 838 meter. Keunggulan lain Bombardier CL-415 adalah kemampuan STOL (short take off and landing).
Di segmen pasar pesawat amfibi, varian CL-415 adalah yang paling laris. Sejak terbang perdana pada Desember 1993, CL-415 sudah diproduksi 90 unit. Pesawat yang dibandrol US$37 juta per unit ini, sudah digunakan oleh Kanada, Amerika Serikat, Kroasia, Italia, Spanyol, Perancis, Yunani, Malaysia, Maroko dan Thailand (CL-215). (Haryo Adjie)
Spesifikasi Bombardier CL-415
– Crew: 2 pilots
– Payload: 2.900 kg
– Length: 19,82 meter
– Height: 8,9 meter
– Empty weight: 12.880 kg
– Maximum fuel weight: 4.650 kg
– Maximum takeoff weight (from land, disposable load): 19.890 kg
– Maximum takeoff weight (from land, non-disposable load): 18.600 kg
– Maximum takeoff weight (from water): 17.170 kg
– Max Capacity (Water or Retardant): 6.140 kg
– Maximum weight after scooping: 21.360 kg
– Maximum landing weight: 16.780 kg
– Powerplant: 2 × Pratt & Whitney Canada PW123AF turboprop
Performance
– Maximum speed: 359 km/h
– Cruise speed: 333 km/h
– Range: 2.443 km
– Service ceiling: 4.500 meter
– Rate of climb: 8,1 m/s
– Minimum water depth: 1,8 meter

KRI Multatuli 561: “Kapal Markas Yang Misterius”

DSC03368
Diantara ratusan kapal perang yang dimiliki TNI AL, banyak yang terbilang unik dan punya nilai sejarah tinggi. Kalau bicara KRI Irian atau KRI Ratulangi tentu itu sudah biasa, dan kedua kapal yang fenomenal itu pun sudah jadi cerita masa lalu bagi TNI AL. Bila bicara tentang kekinian pun banyak yang menarik disimak, boleh jadi publik telah akrab dengan nama frigat kelas Van Speijk, frigat kelas Fatahillah, dan korvet kelas SIGMA besutan Belanda. Tapi lain dari itu, rasanya masih begitu banyak jenis-jenis kapal perang TNI AL yang belum dikenal luas, atau mungkin saya yang belum mengenalnya.
Salah satu yang menarik perhatian saya adalah sosok KRI Multatuli yang punya nomer lambung 561. Mengapa dipandang menarik? Pertama, kode lambung dengan awalan 5 sudah jamak digunakan TNI AL untuk menandai bahwa kapal yang dimaksud adalah jenis LST (landing ship tank) dan LPD (landing platform dock). Lebih detail lagi, untuk LST ditandai dengan penamaan nama-nama Teluk di Indonesia, sedangkan LPD ditandai dengan penamaaan nama-nama kota besar yang punya ciri khas maritim di Nusantara. Lalu KRI Multatuli dengan nomer lambung 561 tidak berada diantara kedua jenis kapal tersebut.
foto : krimultatuli.blogspot.com
foto : krimultatuli.blogspot.com
Foto lama KRI Multatuli, nampak belum ditempatkan hangar pada dek helikopter
Foto lama KRI Multatuli, nampak belum ditempatkan hangar pada dek helikopter
Sisi menarik yang kedua dari KRI Multatuli adalah riwayatnya yang agak ‘sulit’ ditelusuri secara jelas. Berbeda dengan informasi dan spesifikasi pada jenis kapal frigat dan korvet, sebagai orang awam saya bisa mencari spesifikasi lengkapnya di annual reference book seperti Jane’s Fighting Ship. Tapi untuk sosok KRI Multatuli identitasnya begitu terbatas. Hanya yang jelas kapal ini dibuat oleh galangan Ishikawajima Harima, Tokyo – Jepang pada tahun 1961. Identitas sebagai kapal buatan Jepang juga unik bagi saya, pasalnya belum pernah terdengar armada kapal TNI AL dibeli dari Negeri Sakura.
Ada lagi sisi menarik yang ketiga, dari sisi rancangan desain, awalnya KRI Multatuli tidak dilengkapi hangar pada dek helikopter, sedangkan bila dilihat pada foto-foto terbaru KRI Multatuli, sudah nampak bangunan hangar yang desainnya cukup besar. Bila diperhatikan, pemasangan hangar itu juga menambah kelengkapan pada perangkat elektronika yang ditempatkan pada sisi atas hangar.
BO-105 mendarat di dek KRI Multatuli, dari dek yang berukuran besar, idealnya heli sekelas NBell-412 juga dapat mendarat disini
BO-105 mendarat di dek KRI Multatuli, dari dek yang berukuran besar, idealnya heli sekelas NBell-412 juga dapat mendarat disini
Tak bisa dipungkiri, adanya hangar dan penambahan perangkat elektonika/navigasi kapal menjadi ciri khas dari kapal ini
Tak bisa dipungkiri, adanya hangar dan penambahan perangkat elektonika/navigasi kapal menjadi ciri khas dari kapal ini
Dirunut dari usianya kapal ini tentu sudah cukup tua, dari rancangan awal diketahui KRI Multatuli adalah jenis kapal tender kapal selam, lalu kemudian dikonversi menjadi kapal markas (kapal komando). Dalam setiap gelar operasi laut yang melibatkan komponen kapal perang, KRI Multatuli mengemban tugas sebagai kapal markas. Perannya adalah melakukan koordinasi, pengendalian, dan perbekalan pada kapal-kapal tempur di gugus tempur. Desain awalnya sebagai kapal tender plus bekal mampu membawa helikopter menjadikan kapal ini ideal sebagai kapal markas.
Dari informasi yang terbatas, diketahui KRI Multatuli mempunyai berat dengan muatan penuh 6.741 ton, serta muatan kosong 3.220 ton. Dimensi kapal ini 111,35 x 16 x 6,98 meter, dan ditenagai 1 mesin diesel barmeister & wain – 1 shaft dengan 5500 bhp. Kecepatan maksimumnya 18,5 knot atau setara 34 km per jam. Kapal yang masuk dalam jajaran Satuan Komado Armada RI Kawasan Timur (Satfib Koarmatim) ini diawaki oleh 130 personel, dan di komandani oleh perwira berpangkat letnan kolonel.
Suasana haluan, foto : krimultatuli.blogspot.com
Suasana haluan, foto : krimultatuli.blogspot.com
Salah satu kanon penangkis serangan udara di KRI Multatuli. foto : krimultatuli.blogspot.com
Salah satu kanon penangkis serangan udara di KRI Multatuli. foto : krimultatuli.blogspot.com
Sebagai kapal markas yang mengemban tugas strategis, sayangnya kapal ini minim persenjataan, tapi memang biasanya kapal markas dalam gelar operasi selalu mendapat pegawalan dari kapal perang lainnya. Menurut Jane’s Fighting Ship, kapal ini hanya dibekali 2 twin and 2 single 37mm, 63 cal, AA : 2 twin 14,5mm – 93 cal, 2M-7 AA (anti aircraft). Padahal idealnya kapal markas dibekali sista rudal atau CIWS (close in weapon system) seperti Phalanx 20mm.
Dari logo-nya, KRI Multatuli punya semboyan “Tangguh Pantang Menyerah,” dan karena ketangguhannya kapal ini masih tetap dipercaya mengemban tugas untuk beragam operasi TNI AL. Kiprah terbaru KRI Multatuli 561 adalah dalam mendukung operasi Taring Hiu-12 dan Alur-12 yang digelar Gugus Keamanan Laut Armada Timur (Guskamlatim) pada bulan Oktober 2012.
4 BUOYk
KRI Multatuli 561 diberi kode MA pada logo-nya, ada yang menyebut MA adalah markas atau bisa juga MA (miscellaneous auxiliary). Saya pun kurang paham. Besar harapan ada rekan-rekan pembaca atau awak KRI Multatuli yang budiman untuk meralat atau menambahkan informasi seputar KRI Multatuli, “kapal markas yang misterius.” (Gilang Perdana)

Minggu, 17 Mei 2015

Lapan Sukses Luncurkan Roket RX-450

 
roket_RX450-1 

Lapan berhasil meluncurkan roket RX-450. Peluncuran berlangsung di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Jawa Barat, Rabu (13/5/2015). RX 450 merupakan roket sonda yang mempunyai diameter 450 mm yang dapat digunakan untuk mengukur parameter atmosfer.
Roket ini direncanakan mampu mencapai ketinggian dan jangkauan maksimum berturut-turut sebesar 44 km dan 129 km jika ditembakkan pada sudut elevasi 70 derajat. Roket RX 450 merupakan bagian dari roket bertingkat yang akan digunakan sebagai Roket Pengorbit Satelit (RPS). Uji terbang roket ini merupakan bagian dari tahapan dalam penguasaan roket RPS yang direncanakan dapat membawa muatan 50 kg ke orbit rendah.
Pada uji terbang roket RX 450 tersebut motor roket dapat berfungsi dengan baik untuk membawa terbang roket. Beberapa hal masih harus terus dilakukan untuk memperoleh hasil terbang yang maksimal.
Setelah peluncuran RX-450, Lapan berencana untuk menuju peluncuran berikutnya yaitu RX-550 dan roket berdiameter yang lebih besar. Hasil peluncuran tersebut menjadikan motivasi bagi Lapan untuk lebih maju dalam peningkatan dan pengembangan teknologi antariksa khususnya roket.
Peluncuran disaksikan oleh Kepala Lapan Prof. Thomas Djamaluddin, Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Dr. Rika Andiarti beserta pejabat struktural dan para peneliti Lapan, perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta PT Pindad.
Lapan.go.id

Nb: Sayang tidak ada foto dokumentasi dan videonya.
Kok Lapan kesannya, sembunyi-sembunyi mengujicoba RX-450 ini. Aya Naon ?
Tunjukkan dong, biar Indonesia bangga.

Foto RX-450 sebelum meluncur. Saya crop dari Instragram @wiwiekdewi :
RX450. Berat propelan 765 kg. Jarak jangkau diperkirakan lebih dari 100km. Inshaa Allah besok 13 Mei 2015 akan meluncur. Mohon doanya.  (photo: wiwiekdewi)
RX450. Berat propelan 765 kg. Jarak jangkau diperkirakan lebih dari 100km. Inshaa Allah besok 13 Mei 2015 akan meluncur. Mohon doanya.
(photo: wiwiekdewi)