Minggu, 22 Februari 2015

Kodam Sriwijaya siap cegah ISIS masuk Sumbagsel

Kodam Sriwijaya siap cegah ISIS masuk Sumbagsel
ilustrasi Aksi Solidaritas Wartawan Korban ISIS Seorang jurnalis membawa poster penolakan ISIS saat melakukan aksi damai mengecam brutalisme kelompok ISIS di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (5/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Prajurit TNI jajaran Kodam II/Sriwijaya di Sumbagsel meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung diperintahkan melakukan pengawasan ketat wilayahnya masing-masing dari pengaruh ISIS yang dapat mengancam kedaulatan negara,
Palembang (ANTARA News) - Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M Sahil menegaskan, pihaknya siap mencegah masuk dan berkembang kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

"Prajurit TNI jajaran Kodam II/Sriwijaya di Sumbagsel meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung diperintahkan melakukan pengawasan ketat wilayahnya masing-masing dari pengaruh ISIS yang dapat mengancam kedaulatan negara," kata Mayjen Iskandar, usai menghadiri reuni alumni SMA Negeri 2 di Palembang, Sabtu.

Menurut Pangdam Sriwijaya, wilayah Sumbagsel yang mayoritas penduduknya beragama Islam berpotensi besar masuk pengaruh ISIS yang aktivitas di negara asalnya dinilai menyimpang dan dikecam banyak pihak.

Perlu dilakukan pengawasan secara ketat, sehingga diharapkan dapat dideteksi secara dini setiap upaya seseorang atau kelompok tertentu untuk mengembangkan gerakan tersebut, dengan merekrut anggota sukarelawan pejuang ISIS.

Jika pada suatu tempat dicurigai sebagai basis pengembangan ISIS akan dilakukan pengawasan secara ketat, akan dilakukan tindakan tegas berupa pembubaran serta pengamanan orang-orang yang terlibat dan benar-benar terbukti mengembangkan pergerakan kelompok tersebut, katanya lagi.

Dia menjelaskan, meskipun prajurit TNI Kodam II/Sriwijaya diperintahkan melakukan pengamanan dan pengawasan wilayah Sumbagsel dari kegiatan ISIS, namun diingatkan tidak membuat resah masyarakat.

Masyarakat umum dan mahasiswa yang akan melakukan kegiatan apa pun secara berkelompok tidak perlu merasa dihalangi dan takut jika melakukan hal-hal yang tidak melanggar hukum serta mengancam keselamatan bangsa dan negara.

Upaya mengoptimalkan pencegahan masuk dan berkembang ISIS di daerah ini dan Indonesia secara umum, diharapkan dukungan dari semua lapisan masyarakat melakukan pengawasan lingkungan masing-masing, ujar jenderal TNI putra Sumsel itu lagi.
 

Sabtu, 21 Februari 2015

Mengintip Neraka di Latihan Kopassus

  Latihan Prajurit Kopassus (foto: kopassus.mil.id)
Latihan untuk menjadi Prajurit Kopassus (foto: kopassus.mil.id)

Komando Pasukan Khusus TNI AD atau Kopassus dikenal sebagai salah satu pasukan khusus terbaik di dunia. Tidak bisa sembarangan untuk mendapatkan baret merah dan brevet komando kebanggaan korps tersebut. Para prajurit harus melewati pelatihan khusus yang nyaris melewati kemampuan batas manusia.
Tahapan pertama yang harus dilalui adalah Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan di Pusat Pendidikan Pelatihan Khusus, Batujajar, Bandung. Di sini para calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.
Selesai latihan basis, dilanjutkan dengan Tahap Hutan Gunung yang diadakan di Citatah, Bandung. Di sini para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan.
Latihan Prajurit Kopassus (foto: kopassus.mil.id)
Latihan Prajurit Kopassus (foto: kopassus.mil.id)

Dalam Pelatihan Survival para calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan. Dengan latihan ini Para Prajurit Komando harus bisa membedakan tumbuhan yang beracun dan dapat dimakan, dan juga mampu berburu binatang liar untuk mempertahankan hidup.
Tahap latihan hutan gunung diakhiri dengan long march dari Situ Lembang ke Cilacap dengan membawa amunisi, tambang peluncur, senjata dan perlengkapan perorangan.
kopassus
Mantan Kepala Staf TNI AD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo membeberkan pengalamannya saat mengikuti latihan Komando Kopassus. Pramono menuliskannya dalam buku Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan yang diterbitkan QailQita Publishing tahun 2014.

Mengintip Neraka di Cilacap
Latihan terberat sudah menanti saat sampai di Cilacap. ini adalah latihan tahap ketiga yang disebut latihan Tahap Rawa Laut, calon prajurit komando berinfliltrasi melalui rawa laut.
Di sini materi Latihan meliputi navigasi Laut, Survival laut, Pelolosan, Renang ponco dan pendaratan menggunakan perahu karet. Para calon prajurit komando harus mampu berenang melintasi selat dari Cilacap ke Nusakambangan.
Latihan Pembaretan Kopassus (foto:Kompas)
Latihan Pembaretan Kopassus (foto:Kompas)

“Latihan di Nusakambangan merupakan latihan tahap akhir, oleh karena itu ada yang menyebutnya sebagai hell week atau minggu neraka. Yang paling berat, materi latihan ‘pelolosan’ dan ‘kamp tawanan’,” kata Pramono.
Dalam latihan itu para calon prajurit komando dilepas pagi hari tanpa bekal, dan paling lambat pukul 10 malam sudah harus sampai di suatu titik tertentu. selama “pelolosan” si calon harus menghindari segala macam rintangan alam maupun tembakan dari musuh yang mengejar.
Latihan Pembaretan Kopassus (foto: Antara)
Latihan Pembaretan Kopassus (foto: Antara)

Dalam pelolosan itu, kalau siswa sampai tertangkap maka itu berarti neraka baginya karena dia akan diinterogasi layaknya dalam perang. Para pelatih yang berperan sebagai musuh akan menyiksa prajurit malang itu untuk mendapatkan informasi.
Dalam kondisi seperti itu, si prajurit harus mampu mengatasi penderitaan, tidak boleh membocorkan informasi yang dimilikinya. Untuk siswa yang tidak tertangkap bukan berarti mereka lolos dari neraka. Pada akhirnya, mereka pun harus kembali ke kamp untuk menjalani siksaan.
Rangkaian Latihan Pembaretan Kopassus (foto: Sindo)
Rangkaian Latihan Pembaretan Kopassus (foto: Sindo)

Selama tiga hari siswa menjalani latihan di kamp tawanan. dalam kamp tawanan ini semua siswa akan menjalani siksaan fisik yang nyaris mendekati daya tahan manusia.
“Dalam Konvensi Jenewa, tawanan perang dilarang disiksa, namun para calon prajurit Komando itu dilatih untuk menghadapi hal terburuk di medan operasi. Sehingga bila suatu saat seorang prajurit komando di perlakukan tidak manusiawi oleh musuh yang melanggar konvensi Jenewa, mereka sudah siap menghadapinya,” tulis Pramono Edhie.
Latihan Pembaretan Kopassus (foto: Antara)
Latihan Pembaretan Kopassus (foto: Antara)

Beratnya persyaratan untuk menjadi prajurit kopassus dapat dilihat dari standar calon untuk bisa mengikuti pelatihan. nilai standar fisik untuk prajurit nonkomando adalah 61, namun harus mengikuti tes prajurit komando, nilainya minimal harus 70. Begitu juga kemampuan menembak dan berenang nonstop sejauh 2000 meter.
“Hanya mereka yang memiliki mental baja yang mampu melalui pelatihan komando. Peserta yang gagal akan dikembalikan ke kesatuan Awal untuk kembali bertugas sebagai Prajurit biasa,” tutup mantan Danjen Kopassus ini. (Merdeka.com).JKGR.

Lapan Siapkan Pesawat Khusus Indonesia

 
image
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang merancang pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek sesuai kondisi geografis Indonesia.
“Riset pesawat sudah hampir selesai, prototipenya jarak pendek sesuai kondisi geografis Indonesia,” kata dia usai ramah tamah dan dialog dengan civitas akademika Universitas Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Ia mengatakan riset pesawat komersial sesuai kondisi geografis Indonesia itu dilakukan karena potensi pasarnya di Indonesia pun ada.
“Market share pesawat di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun mencapai 200 unit, sedangkan PT Dirgantara Indonesia hanya mampu memproduksi 24 unit pesawat per tahun.
Artinya, kata Nasir, dari potensi pasar pesawat di Indonesia, yang mampu dipenuhi PT DI hanya 120 unit selama lima tahun.
“Makanya, hasil riset LAPAN terkait pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek itu nanti juga akan digunakan oleh PT DI,” ujar dia.
Nasir terus mendorong para peneliti baik yang ada di lembaga penelitian maupun di perguruan tinggi negeri untuk terus berinovasi melakukan riset ilmiah.
Kemenristek Dikti sudah menyediakan alokasi anggaran 30 persen dari total biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) untuk riset yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
(AntaraNews).JKGR.

REO M35: Truk Legendaris Multi Peran, Kondang di Kancah Perang Vietnam Hingga Operasi Seroja

m35reotni
Selain helikopter Bell UH-1 Huey, tank APC M113, dan senapan serbu M-16, boleh dikata truk REO adalah salah satu ikon Perang Vietnam yang lumayan membekas di banyak kalangan. Maklum, truk beroda 10 ini memang digunakan masif dalam Perang Vietnam, bahkan truk ini nyaris tak pernah absen dalam tiap film bertema Perang Vietnam. Indonesia kebagian mengoperasikan truk legendaris ini. Kiprahnya tak terhitung di Tanah Air, beragam operasi militer dan operasi militer bukan perang, banyak melibatkan truk berpenggerak 6×6 ini.
Bagi Amerika Serikat, M35 merupakan truk yang dioperasikan paling lama oleh angkatan bersenjata negari Paman Sam tersebut. Saat ini truk yang memiliki bobot 2,5 ton itu telah diproduksi oleh perusahaan di beberapa negara seperti REO Motor Company, Kaiser, AM General, KIA (Korea Selatan) dan Bombardier (Kanada). Truk ini selain digunakan untuk pengangkut personel juga digunakan sebagai kendaraan kargo dan fungsi lainnya. Tercatat lebih dari 30 negara menggunakan M35 termasuk Indonesia. Untuk Indonesia, generasi awal truk REO di datangkan pada dekade 70-an, unit yang datang merupakan bekas pakai militer AS di Perang Vietnam. Pengadaannya berlangsung saat Menhankam/Pangab dijabat oleh Jenderal M. Jusuf. Karena memang asli buatan AS, maka posisi stir berada di sebelah kiri. Lain halnya dengan REO lisensi Korea Selatan dengan stir disebelah kanan.
Di Indonesia, Reo digunakan oleh TNI AD (Kopassus dan Kostrad), TNI AL (Marinir), TNI AU (Paskhas), dan Brimob Polri terlihat menggunakan M35 sebagai pengangkut personelnya. Debut truk ini mulai banyak tampil dalam operasi Seroja hingga operasi menumpas GAM di Aceh. Versi kargo/angkut personel juga bisa digunakan sebagai penarik meriam (Howtizer) 105 mm dan meriam penangkis serangan udara S-60. Varian lainnya yang terlihat digunakan TNI ada M49, jenis truk tanki bahan bakar untuk Batalyon Kavaleri, lalu ada M60, merupakan jenis truk derek dan perbaikan. Hebatnya lagi, truk REO juga digunakan sebagai platform peluncur roket M-51 130 mm.
Tripe Gun dipasang pada truk REO, kanon ini menjadi sosok senjata mobile yang mematikan.
Tripe Gun dipasang pada truk REO, kanon ini menjadi sosok senjata mobile yang mematikan.
Triple gun dengan truk REO, siap berperan sebagai pertahanan udara titik di Lanud
Triple gun dengan truk REO, siap berperan sebagai pertahanan udara titik di Lanud
PICT0694
Dirunut dari sejarahnya, pengembangan M35 dimulai tahun 1949, hasil desain dari REO (Ransom Eli Olds) Motor Company Mobil. Pengembangan ini sebagai pengganti truk berbobot 2,5 ton tiga poros semua suam roda yang dijuluku Deuce. Kendaraan seri awal yaitu M34 segera digantikan M35 dalam penggunaan militer. Perbedaan utama dari kedua seri tersebut adalah konfigurasi enam ban M34 versus konfigurasi 10 ban M35.
Spesfikasi truk M35A2 kargo dengan winch (derek) adalah tinggi 2,8 m, lebar 2,4 m dan panjang 7,0 m. bobot kosongnya 6.820 kg dan mnjadi 7.040 kg ketika dilengkapi mount winch depan. Standar wheelbase karga adalah 2,4 x 3,6 meter. Truk M35A2 bisa dilengkapi dengan soft top kanvas atau hard-top logam. Konfigurasi logam hard-top paling sering ditemukan pada kendaraan yang telah dilengkapi peralatan cuaca dingin. Termasuk insulasi tambahan di dalam kabin serta mesin pendingin atau pemanas berbahan bakar multifuel.
Persiapan uji tembak M-51 milik TNI AD, sudah menggunakan truk REO.
Persiapan uji tembak M-51 milik TNI AD, sudah menggunakan truk REO.
Roket M-51 130mm dengan platform truk REO dalam Pameran Alutsista TNI AD 2012
Roket M-51 130mm dengan platform truk REO dalam Pameran Alutsista TNI AD 2012
REO M49, varian tanki BBM.
REO M49, varian tanki BBM.

M35A2 yang populer didukung oleh mesin LDT 465, dibuat oleh perusahaan Kontinental Motor Companys, Hercules atau White Motor Company. Ini adalah in-line, 478-kubik inci (7,8 L), enam silinder, mesin turbocharged multifuel, 134 bhp (100 kW) dan kekuatan kaki 447 Nm dari torsi. Ditambah transmisi manual 5-kecepatan dan transfer case 2-speed (sprag-operated Transfer Rockwell 136-21 atau Transfer Rockwell 136-27).
Mesin multifuel dirancang untuk beroperasi secara andal pada berbagai jenis bahan bakar. Mesin ini bisa dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar diesel, bahan bakar jet, minyak tanah, minyak pemanas atau bensin. Bensin seharusnya hanya digunakan dalam keadaan darurat karena kurang cocok dalam melumasi pompa injector. Saat menggunakan bensin, komposisi penggunaan pelumas mesin adalah satu liter oli motor per 15 galon AS (60 liter) bensin.
REOM60, varian dengan kemampuan derek.
REO M60, varian dengan kemampuan derek. Dibuat tahun 1972 dan sudah menggunakan mesin diesel.

Meskipun versi A2 adalah paling umum, ada empat iterasi yang berbeda: Standard, A1, A2, dan A3. Perubahan ini terutama harus dilakukan dengan perbedaan komponen mesin dan transmisi. Kondisi standar M35 memakai mesin REO “Emas Comet” atau Kontinental OA331 mesin bensin inline-6. Beberapa jenis truk memiliki transmisi 4-speed tetapi kebanyakan memiliki transmisi 5 langsung.
Deuce bertenaga bensin diproduksi terutama oleh REO Motors dan juga Studebaker yang memiliki kontrak manufaktur sejak 1951 hingga awal 1960-an. Curtis-Wright juga memiliki kontrak untuk memproduksi setidaknya 1.958 unit, khususnya yang digunakan sebagai dump truk dengan mesin gas Kontinental.
A1 memiliki mesin Kontinentan LDS-427-2 turbo yang dilengkapi model 4-450 Schwitzer turbo atau 4D454C Schwitzer turbo pada model selanjutnya dan gigi 5 overdrive. Penempatan mesin bertenaga 140 hp tidak dapat diandalkan karena sering mengalamai kegagalan headgasket. Truk A2 produksi awal menerima lebih besar LD-465-1 naturally aspirated 478 mesin CID Multifuel. Hal ini untuk menjaga transmisi OD dari A1.
Dilengkapi crane.
REO M60, dilengkapi crane.
42230025275214149491273
Selama bertahun-tahun truk di upgrade menggunakan mesin LD 465-1c, dengan alternator 60AMP menggantikan generator 25AMP. Dengan penambahan turbo, medin ini dapat berkembang menjadi 465-1c LDT (turbo udara bersih). Turbo ditambahkan lebih untuk membersihkan asap knalpot yang sangat hitam pada mesin nonturbo. Selain juga untuk menambah daya (HP) walaupun hanya mengangkat 130-135 model HP. Turbo yang digunakan adalah 3LD305 (mesin awal) dan 3LJ319 (the whistler). LDT-465-1D adalah versi terakhir dari multifuel. Jenis itu sama dengan 3LJ319 turbo whistler atau 3LM39 (non-whistler), yang memiliki kepala paking pentegelan dan kepala pendinginan yang lebih bagus.
Pada tahun 1994, varian M35A3 diperkenalkan sebagai bagian dari Extended Service Program, hingga 1999. Biasanya, kendaraan A3 memiliki mesin Diesel Caterpillar 3116 dan sistem transmisinya telah diganti dengan otomatis. Jenis ini juga mendapatkan sejumlah perbaikan lainnya dan di desain ulang pada penampilan frontal. Selain itu praktis tidak ada konfigurasi baru dari varian A3 dibandingkan truk sebelumnya.
Digunakan Brimob Polri dalam operasi di Aceh.
Digunakan Brimob Polri dalam operasi di Aceh.
Tampak KH-179 ditarik truk KIA KM500 dalam Latgab TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan.
Tampak KH-179 ditarik truk KIA KM500 dalam Latgab TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan.
k5w3
KIA KM250, bentuk lain dari pengembangan REO.

Berat kosong M35 antara 5.900 kg dan 7.300 Kg, tergantung konfigurasi (kargo, derek, traktor dan lainnya). Kecepatan tertinggi 93 km per jam, meskipun kecepatan jelajah maksimum sekitar 77 km per jam. Konsumsi bahan bakar adalah 21 liter per 100 km saat dipakai di jalan raya dan 29 liter per 100 km saat dipakai di kota.
Sistem rem dari truk sepuluh roda ini menggunakan rem angin hidrolik dengan driveline. Meskipun gladhands ada di belakang kendaraan untuk koneksi ke trailer dengan layanan rem angin dan rem darurat. Sistem listrik 24 volt, menggunakan dua baterai 12 volt 6TL-seri kelas militer yang dipasang secara seri beberapa Deuce dilengkapi dengan 4.500 kg PTO driven winch depan yang diproduksi oleh Garwood. (Bayu Pamungkas)
  • Spesifikasi REO M35
  • Type : 2.268 kg 6×6 cargo truck
  • Weight empty : 5.900 kg
  • Weight loaded : 8.110 kg
  • Length :7 meter
  • Width : 2,36 meter
  • Height : 2,82 meter
  • Engine REO OA-331 127 hp (95 kW)
  • Transmission : 5 spd. x 2 range trf. case
  • Suspension : Beam axles on leaf springs
  • Operational range : 480 km
  • Maximum speed : 93 km/h

Indomil.

Jumat, 20 Februari 2015

TNI Siapkan Pasukan Khusus Jaga Eksekusi Mati Bali Nine

TNI merespons tekanan internasional terhadap pemerintah Indonesia.

TNI Siapkan Pasukan Khusus Jaga Eksekusi Mati Bali Nine
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, menginspeksi prajurit TNI Angkatan Laut di Dermaga Ujung, Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, 6 Januari 2015. (Pusat Penerangan TNI)

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, menyiapkan pasukan khusus untuk menjaga proses eksekusi mati terhadap terpidana narkoba asal Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

"Setelah ini saya beserta komandan-komandan pasukan khusus akan membuat perencanaan detail untuk mengantisipasi apabila ada gangguan-gangguan dalam bentuk apa pun terhadap pelaksanaan hukuman mati terhadap narkoba, khususnya yang telah disiapkan," kata Moeldoko dalam keterangan persnya di Markas Besar TNI di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2015.

Panglima mengatakan, TNI tidak terpengaruh dengan situasi jelang eksekusi mati dua warga Australia yang tergabung dalam Bali Nine itu.

Kata Panglima, TNI berada di belakang dan siap mengamankan kebijakan Presiden Joko Widodo. "Saya akan memimpin rapat menyiapkan rencana emergency (situasi darurat) kalau terjadi gangguan atas hukuman mati," katanya.

TNI mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Apalagi tekanan internasional dari Australia hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menekan pemerintah untuk membatalkan eksekusi mati.

"Panglima TNI beserta seluruh jajaran selalu menganalisis atas berbagai situasi, bisa dari berbagai respons dan seterusnya. Untuk itu saya hadirkan Kabais (Kepala Badan Intelijen Strategis), karena kita melihat time by time (dari waktu ke waktu) situasi perkembangan itu sehingga TNI tidak boleh tertinggal," kata Moeldoko.
 

Pengamanan Objek Vital, Menteri Perhubungan Gandeng TNI

Panglima TNI back up objek vital yang akan dibangun Kemenhub.

Pengamanan Objek Vital, Menteri Perhubungan Gandeng TNI
Panglima TNI Jenderal Moeldoko menandatangani MoU dengan Menhub Ignasius Jonan soal pengamanan objek vital (Puspen TNI)

Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kedua institusi.

Penandatanganan dilakukan di Markas Besar TNI di Cilangkap Jakarta Timur, Jumat 20 Februari 2015.
Jenderal Moeldoko mengatakan, kerjasama ini memiliki jangkauan yang cukup luas. Karena menyangkut keseluruhan keamanan nasional, termasuk objek vital yang akan dibangun Kementerian Perhubungan.

"Sebenarnya ada sebuah petunjuk Presiden melalui Seskab, Panglima TNI supaya melakukan sinergi dengan berbagai kementerian dalam rangka memperlancar pembangunan nasional. Untuk itu banyak MoU yang telah kita jalankan semua dalam rangka memperlancar pembangunan nasional," jelas Jenderal Moeldoko.

Moeldoko menjelaskan, dalam UU TNI dikatakan, ancaman yang sifatnya militer leading sektornya TNI. Ancaman bersifat nonmiliter adalah kementerian teknis dan TNI memberikan backup.

Berdasarkan itu, MoU itu ditandatangani. Kata Panglima, tujuannya tidak ada lain hanya memberikan support sepenuhnya kepada Menhub dalam menjalankan tugasnya.

"Tidak ada yang lain. TNI tidak pernah berpikir ingin kembali lagi seperti dulu, memasuki dwi fungsi, tidak. Ini harus betul-betul dibedakan antara fungsi-fungsi yang lalu dengan sekarang," katanya.

TNI, lanjut dia, sangat memahami dalam konteks ancaman non-militer, akan memberi dukungan penuh.

Panglima mengingatkan, tidak boleh siapapun mengganggu karena TNI ada di belakangnya. "Itu adalah sebuah risiko yang kami pertaruhkan. Kita semua bangsa Indonesia menginginkan pembangunan nasional tidak terganggu apapun dan dalam bentuk apapun. Itulah tekad kami," tegas Moeldoko.

Menhub Ignatius Jonan mengaku bersyukur dengan bantuan TNI ini. Karena, pembangunan nasional akan ditujukan pada banyak daerah-daerah terjauh dan terdalam, juga daerah perbatasan dan daerah rawan bencana.

Pelibatan TNI lanjut dia, karena banyak objek vital yang ada dan akan dibangun, butuh pengamanan. Dia menjelaskan, pelabuhan laut ada 1.246 dan akan dibangun sekurangnya 100 pelabuhan laut dalam jangka waktu 5 tahun.

Bandar udara yang beroperasi sebanyak 237, dan direncanakan dibangun lagi 49 bandar udara baru dalam waktu 5 tahun.

"Sehingga pengamanan dalam kegiatan-kegiatan ini dan pengamanan bandar udara dan peabuhan laut, dan ratusan stasiun kereta yang akan dibangun, itu memang ancamannya tidak sedikit. Jadi gangguan bukan kamtib saja tapi juga stabilitas nasional," jelasnya.
Berikut poin kerjasama Kementerian Perhubungan dan TNI:
Pertama, pengamanan sarana dan prasarana transportasi secara terpadu dan terkoordinasi.

Kedua, survei dan pemetaan di seluruh wilayah transportasi yuridiksi nasional Indonesia, serta penerbitan buku-buku publikasi yang diperlukan para pihak maupun para pengguna transportasi yuridiksi nasional Indonesia.

Ketiga, pembinaan sumber daya manusia para pihak untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pengamanan sarana dan prasarana transportasi.

Keempat
, membantu penegakan hukum dilingkungan transportasi darat, transportasi laut, transportasi udara dan transportasi perkeretaapian termasuk BUMN di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Kelima, melaksanakan program pendidikan, pelatihan dan pemanfaatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan fasilitas pendidikan dan latihan.

Keenam, pertukaran data dan informasi yang diperlukan para pihak dengan tetap memperhatikan kerahasiaan dan kepentingan negara.


Kamis, 19 Februari 2015

PBB Minta Pasukan ke TNI, 1 Batalyon akan Dikirim ke Angola

Panglima TNI saat melepas Satgas Konga Unamid
Panglima TNI Jenderal Moeldoko baru saja melepas Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXXV-A United Nations Mission in Darfur (Unamid) untuk misi perdamaian. Atas permintaan PBB, TNI kembali akan mengirim 1 batalyon pasukannya ke Angola, Afrika.
“Nanti ada lagi permintaan satu batalyon ke Angola. Target kita 2016 ada 4.000 prajurit kita kirim lagi, supaya (TNI) bisa masuk 10 besar di dunia,” ungkap Moeldoko usai melepas Satgas Konga United di Mabes TNI Cilangkap, Jaktim, Rabu (18/2/2015).
Meski begitu, Panglima TNI belum bisa memastikan kapan pasukannya ini akan diberangkatkan. Pasalnya TNI masih menunggu administrasi dari PBB.
“Biasanya proses administrasi dari PBB agak lama, ada warningnya. Tapi yang ingin saya tegaskan kita memiliki standby force, setiap saat bisa digerakkan dalam tempo singkat,” tegas Jenderal Bintang 4 itu.
Standby Force yang dimaksud Moeldoko ada di Indonesia Peace and Security Center (IPSC) atau Pusat Misi Perdamaian yang ada di Sentul, Bogor, Jawa Barat. TNI telah mempersiapkan prajuritnya yang sewaktu-waktu bisa dikirim untuk melakukan misi perdamaian.
“Kita memiliki IPSC, di sana daerah latihannya siap, infrastrukturnya siap dan akomodasi sarana prasarananya di sana siap. Prajuritnya siap saat digerakkan. Kita memang mempunyai standby force apabila PBB meminta, dalam tempo 2-3 minggu kita siap mengirimkan,” jelas Moeldoko.
Dengan mengirimkan pasukan perdamaian, disebut Panglima TNI itu berarti Indonesia memberikan kontribusi terhadap dunia, khususnya pada hal perdamaian. Selain itu, keuntungan lain yang didapat TNI adalah bisa memberikan pengalaman bagi para prajuritnya
“Jangan seperti katak dalam tempurung. Dia (prajurit TNI) bisa mawas diri bagaimana posisinya. Jadi dia bisa cerita kepada teman-temannya. (Prajurit) dari Perancis begini, dari Afrika begini jadi bisa perbaiki diri,” Moeldoko menjelaskan.
Walau banyak mengirim pasukan untuk misi perdamaian ke luar negeri, Panglima TNI tetap menjamin pertahanan dan keamanan dalam negeri. Artinya, bukan berarti dengan mengirim prajurit bertugas di luar NKRI maka TNI akan tidak siap untuk menjaga kedaulatan negara.
“Tidak (mengganggu keamanan negara), kita punya prajurit yang cukup banyak. Jumlah keseluruhan di jajaran TNI hampir 500 ribu. Jadi tidak ada masalah, tidak usah khawatir. Kita siap membantu kepolisian untuk menegakkan stabilitas nasional,” tutur Moeldoko.
“Kita selalu siap dalam tugas. Karena penugasan dalam negeri berkurang, jadi kita kirim ke luar negeri. Kalau ada peluang langsung kita kirim,” tutup mantan Pangdam Siliwangi itu.
Hari ini Panglima TNI melepas 800 prajurit TNI gabungan yang akan diberangkatkan ke Darfur pada 20, 22, dan 24 Februari mendatang. Hadir pula dalam pelesapan Konga Unamid XXXV tersebut KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAL Laksamana Ade Supandi, KSAU Marsekal Agus Supriatno, dan sejumlah pejabat teras TNI lainnya.(Detik) Intelijen.