Senin, 24 Maret 2014

APEL GELAR PASUKAN PENGAMANAN VVIP KUNJUNGAN PRESIDEN RI


PEL GELAR PASUKAN PENGAMANAN VVIP KUNJUNGAN PRESIDEN RI

Dalam rangka kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke wilayah Provinsi Bali, Kodam IX/Udayana menggelar apel kesiapan pengamanan VVIP pada Sabtu, (22/3) bertempat di Lapangan Makorem 163/Wira Satya.
Pada kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Wisnu Bawa Tenaya selaku Inspektur Upacara menyampaikan, kunjungan Kerja Presiden RI kali ini adalah dalam rangka “ Silaturahmi dengan Keluarga Pahlawan Provinsi Bali dan penobatan sebagai warga kehormatan Desa Adat Tampaksiring Gianyar, kedua kegiatan ini dengan tujuan untuk lebih meningkatkan tali silaturahmi dan menyama beraya dengan keluarga besar Pahlawan Bali dan warga Desa Adat Tampaksiring. Disamping itu kunjungan ini juga merupakan salah satu bentuk perhatian yang begitu besar dari pemerintah kepada para Keluarga Besar Pahlawan Bali maupun masyarakat Desa Pakraman/Desa Adat Tampaksiring. Bagaimanapun juga bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Pernyataan ini memang benar adanya karena tanpa jasa para pahlawan maka kita tidak akan pernah meraih kemerdekaan.
Kedua kegiatan ini  harus dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar, karena  itu  pengamanannya harus ekstra ketat karena situasi saat ini tidak seperti biasanya, dimana saat ini sedang berlangsung tahapan kampanye Pemilu Legislatif tahun 2014. Jangan sampai kunjungan Bapak Presiden dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif, inilah yang harus menjadikan perhatian kita semua. Untuk itu Pangdam memberikan penekanan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan ini agar benar-benar memahami dan menguasai Prosedur Tetap pengamanan VVIP sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, pegang teguh disiplin, pamahami rantai Komando dengan baik, cegah terjadinya kelengahan, jangan ragu-ragu  dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal dengan seluruh unsur yang terkait , cermati dan ikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan dengan segera bila terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan tugas. Demikian tegas Pangdam. Apel gelar kesiapan pengamanan ini dihadiri oleh Kapolda Bali, Pejabat utama Kodam IX/Udayana, Lanal Denpasar, Lanud Ngurah Rai, pejabat utama Polda Bali dan sejumlah undangan lainnya.
 
Demikian Pendam IX/Udayana.

11 Skadron Udara Turut Ambil Bagian Latihan MM Direx Tahun 2014 di Lanud Padang


11 Skadron Udara Turut Ambil Bagian Latihan MM Direx Tahun 2014 di Lanud Padang
LANUD PADANG (24/3),- Sebanyak 11 Skadron Udara turut ambil bagian dalam Gealdi Lapangan mengikuti Latihan Penanggulangan Bencana tSunami Mentawai Megathrust Direx Exercise tahun 2014 di Kota Padang dan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (24/3). Menurut Danlanud Padang Letkol HKD Handaka, S.Sos, MM, mengatakan semua Alutsista udara yang terlibat Latihan  Simulasi Field Training Exercise (FTX) tahun 2014 yang dipusatkan di Lanud Padang.
Sebelas skadron udara yang tergabung dalam latihan penanggulangan bencana MM Direx tahun 2014 yakni: dari TNI AD mengirimkan 2 unit Helikopter Bell 412 Skadron 11/Serbu Semarang dan Skadron 12/Serbu Waytuba, Lampung, sementara itu kekuatan  TNI AL mengirimkan 1 unit Bell 412 dari Lanudal Juanda, Surabaya, sedangkan TNI AU mengerahkan 1 unit B-737/VIP Skadron udara 17 Lanud Halim Perdankusuma, 2 pesawat angkut berat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, 1 unit CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, 1 unit C-212 Cassa Skadron Udara 4 Lanud Abdul Rahman Saleh Malang, 1 unit Helikopter SA-330 Skadron Udara 8 Lanud Atang Senjaya Bogor, 1 unit EC-120 Colibri Skadron Udara 7 Lanud Kalijati, 1 unit NBO-105 Skadron Udara Polairud Pondok Cabe Jakarta, dan 1 unit NBO-105 Basarnas Jakarta.

TNI. 

Minggu, 23 Maret 2014

Menerawang penerapan Wajib Militer di Indonesia

Gambar

Belum lama ini pemeberitaan di media nasional tengah ramai tentang wacana pelaksanaan Wajib Militer atau wamil di Indonesia, dimana Draf RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara tengah digodok oleh Komisi 1 DPR. Wacana wajib militer di tanah air sebenarnya sudah sangat lama dibicarakan, secara konstitusi Republik Indonesia mungkin mengenal Wajib Militer tetapi pelaksanaanya belum pernah dilakukan. Wajib militer (wamil) adalah kewajiban bagi seorang warga negara berusia antara 18 – 27 tahun untuk menyandang senjata ,menjadi anggota tentara dan mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan warga negara.
Secara Teoritis, Wamil sangat berguna untuk meningkatkan kedisiplinan, ketangguhan, keberanian dan kemandirian seorang, yang biasa diwajibkan untuk ikut adalah kaum pria sedang untuk wanita hanya segelinter negara yang menerapkan seperti Korea Selatan. Meski pemerintah Indonesia sangat antusias untuk segera menerapkan kebijakan wajib militer sesuai perintah UU komponen cadangan, namun di beberapa negara yang sudah senior menerapkan wajib militer bagi rakyatnya malah memunculkan reaksi penolakan, seperti kasus Perang Vietnam dimana rakyat Amerika serikat menolak untuk berpartisipasi mengikuti Wamil sebagi protes atas keterlibatan Pemerintahannya dalam perang Vietnam.
Nah, apakah kebijakan Wamil cocok diterapkan di Indonesia saat ini? Rakyat Indonesia yang belum pernah merasakan wajib militer kemungkinan akan memunculkan golongan pro dan kontra bila RUU Komcad. Iseng2 wacana wajib militer ini ane coba diskusikan ke beberapa teman, hasilnya malah sebuah jawaban yang pesimistis yang sepertinya patut direnungkan, seperti :
  • Lembaga Kepolisian yang seharusnya menjadi panutan dalam hal ketaladan dan disiplin bagi masyarakat malah namanya buruk berkat ulah oknum2 nakalnya dan kinerjanya dilapangan yang dianggap jauh dari kata memuaskan, sebaiknya lembaga2 abdi negara yang terlebih dahulu di Wamilkan sebagai contoh bagi masyarakat.
  • Orang Indonesia terkenal kreatif, meski dipaksa untuk ikut wamil pasti ada sejuta cara untuk mengelaknya. Kita lihat saja apa saja modusnya..
  • Kondisi negara yang tengah stabil dan damai nantinya kemungkinan dimata masyarakat awam dianggap sebuah kebijakan yang belum dibutuhkan.
  • Masalah Anggaran dan Pengelolaannya untuk membiayai pelaksanaan wajib militer diperkirakan rawan dikorupsi mengingat Negara ini masih diliputi Tsunami korupsi. dsb
Sedangkan sisi Optimis tentang wamil bagi bangsa Indonesia menurut ane antara lain :
  • Memupuk jiwa kepimpinan, kedisiplinan, kemandirian, kepatuhan, kemandiran bagi warga negara. Sebelum seseorang diterima disebuah perusahaan negara yang bonafit seperti PLN, biasanya setelah lolos seleksi orang tersebut akan digembleng terlebih dahulu di markas militer. Nah ini lah satu satu manfaat dari kebijakan pendidikan ala militer.
  • Mengenal dan mempelajari cara mengoperasikan senjata api, bisa jadi pengalaman yang seru khusus bagi sipil yang hobi maen tari pelatuk ini. Juga menapat pengetahuan tentang prosesur dan pemakaian senjata api. Jadi ketika terjadi darurat perang, rakyat sipil tidak perlu dilatih lagi memakai senjata.
  • Berpengaruh pada kondisi perekenomian dan ketertiban, karena masyarakt sipil lebih giat dan tekun bekerja, berjiwa patriotik, berpikirian maju dan tak minder bersaing dengan negara lain. Dalam hal ketertiban, kebiasan buruk seperti tawuran, mudah terprovokasi, diadu domba  dapat dihilangkan.
Sejarah mencatat, wajib militer sebagai upaya menyediakan komponen cadangan lahir dari sebuah perang besar. Ketika negara tengah terlibat konflik dan membutuhkan angkatan perang yang cukup maka negara mengambil rakyat sipil untuk dilatih sebagai tentara. dari jaman perang dunia hingga jaman modern sekarang ini, beberapa negara masih meneruskan kebijakan wamilnya terutama bagi negara yang secara teknis masih dilanda konflik seperti Korea Selatan yang suatu waktu bisa berperang dengan Korea Utara, ROC (Taiwan) yang bisa kapan saja di Invasi Tiongkok, Iran yang masih memiliki pasukan Pasdaran (cadangan) karena dibawah ancaman invasi Amerika dan Israel. Tetangga kita Singapura, karena keterbatasan jumlah SDM militernya maka mereka tetap memberlakukan wamil bagi warga negaranya.
At least, kita dukung saja perihal pelaksanaan UU komponan cadangan ini, nantinya tentu saja akan ada proses evaluasi oleh pemerintah apakah penerapan wajib militersudah dilakukan dngan baik dan memberi manfaat yang nyata atau hanyalah sebuah kebijakan yang justru tidak menghasilkan hal yang diharakan.

Kostrad TNI AD, Pasukan Infanteri paling Unik di Dunia

kostrad_skul
All Hands,
Semenjak Berdirinya dalam lingkungan Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia, Kostrad telah menorehkan banyak catatan gemilang yang sangat berjasa bagi Ibu Pertiwi. Di bentuk pada tahun 1961 semasa kampanye Trikora dalam rangka pembebasan Irian Barat dari Belanda, Kostrad : Komando Strategis Angkatan Darat (Army Strategic Reserve Command) merupakan bagian dari komandO tempur utama milik TNI AD yang memiliki kekuatan personil antara 25.000 sampai 40.000 (tak ad jumlah pasti). Pada waktu kampanye Trikora, Kostrad merupakan salah satu kekuatan Inti Komando Mandala Irian, kemudian berganti nama menjadi Kostrad pada 1963.
Setelah selesai mengikuti misi pembebasan Irian barat, sepak terjang Kostrad makin gemilang di akhir Orde Lama dan di masa Orde Baru. Pasukan dengan baret berwarna hijau berwarna hijau dan memiki lambang senjata sakti Cakra Sapta Agni telah banyak memakan asam garam medan pertempuran, dari Operasi Trikora, penumpasan G30S, Operasi Trisula, PGRS di Serawak, PARAKU dikalimantan Utara, Operasi Seroja di Tim Tim serta menjadi tim pasukan penjaga perdamaian PBB. Nah, Uniknya Kostrad merupakan pasukan Infanteri yang paling sulit dicari tandingannya dari Korps negara lain, keunikan Kostrad karena kemampuan yang dimiliki setiap anggota Kostrad sangat berbeda dari Infanteri kebanyakan. Bahkan bentuk pelatihannya pun beraneka ragam, tak hanya pelatihan standar infantery namun ditambah pelatihan para komando dan spesialisasi lain khas pasukan khusus
Kostradtrooper
Pasukan Kostrad juga memiliki kemampuan terjun payung alias Pasukan Lintas Udara (3rd Airborne Infantry Brigade) menjadikan Kostrad bukanlah pasukan darat biasa, inilah salah satu keunikan Kostrad. Selain itu, didalam kostrad juga memiliki unit-unit lain dengan spesialisasi khusus. Kostrad bahkan memiliki satuan Kavaleri (lapis baja), Batalion Zeni, Artileri Medan, unit pasukan anti teror dan peperangan dalam kota, Raider atao banteng Raider. Sebagai pasukan besar yang siap menjalankan perintah Panglima TNI, Kostrad saat ini memiliki 2 Divisi, yakni 1st Division bertempat di Cilodong Jawa Barat dan 2nd Division di Singasari Malang. Pada taun 2009, 3rd Divison Kostrad di Gorontalo dan Makasar secara bertahap mulai dibangun sampai dengan tahun 2014.
Sumbangsih lain Kostrad bagi Ibu pertiwi antara lain secara berkala mengirimkan pasukan menjaga Perbatasan Republik Indonesia dengan negara tetangga yang diserahkan pada Batalyon Infanteri/Yonif dibawah Kostrad. Dari sekian banyak batalion Infantri Angkatan darat khususnya miliki kostrad, ada salah satu batalyon Infantri yang cukup “ditakuti” yakni, Batalyon Infanteri Lintas Udara 305, Brigif Linus 17/Kujang 1 Kostrad yang bermarkas di Karawang Jawa Barat. Kabarnya Pasukan ini selalu menuntaskan semua misi yang diembannya, memiliki nama lain Yonif 305 Tengkorak karena kesatuan ini memiliki simbol tengkorak mematikan. Seperti Batalyon Raider Kostrad, Yonif Tengkorak juga dirancang sebagai pasukan yang siap diterjunkan dalam perang2 berkelanjutan, semakin panjang pertempuran, semakin ganas dalam mengalahkan lawan.
bukukostrad
cover buku (jihad-defence-indonesia.blogspot.com)

Moto yang dipunyai Kostrad adalah Dharma Putra, merupakan nama dari 7 Prajurit Elite penjaga Raja-Raja Majapahit, bisa  di ibaratkan Kostrad merupakan salah satu pilar utama dalam melindungi keutungan Negara kesatuan Republik Indonesia, Sayang karena termasuk kekuatan negara yang dirahasiakan tak banyak lagi sepak terjang dan detail kekuatan yang bisa ane tuliskan (kayaknya butuh bocoran orang dalam neh :-D), serta persenjataan tempur yang dimilki Kostrad berserta unit-unit didalamnya. Bagi yang ingin tahu lebih detail dan jelas perihal sepak terjang pasukan Kostrad terutama yang ditugaskan sebagai penjaga perbatasan di Kalimantan, bisa membaca buku yang berjudul “Ancaman di Batas Negeri, Kostrad di Perbatasan Entikong ” karya Maria Dominique. Buku ini cocok jadi bahan bacaan anak2 muda Indonesia, agar semakin cinta tanah air.
Salam Komando !

Senjata Baru TNI yang Tidak dimiliki Tentara Negara Lain


Raider Bersumpit

“Senjata sumpit ini memang hebat dan tidak kalah dengan senjata api, pistol ataupun senapan. Oleh karenanya, satuan ini menjadi tertarik mengadopsinya menjadi salah satu peralatan tempur prajurit dan mengkombinasikannya dengan senjata organik militer mereka, Untuk dipergunakan bagi kepentingan tugas.”

Sebagai satuan tempur yang memang dalam kehidupan kesehariannya bergaul dengan senjata mematikan untuk membunuh musuh, maka Yonif 600/Raider yang bermarkas di Kalimantan ini terinspirasi oleh senjata yang biasa dipergunakan oleh Suku Dayak di pedalaman Kalimantan. Senjata Sumpit yang biasa diguakan oleh Suku Dayak ini untuk berburu binatang, dengan menggunakan anak sumpit yang ujungnya diberi racun dari ramuan getah tumbuh-tumbuhan dan bisa binatang buas, dapat menimbulkan efek kematian yang relatif singkat pada sasaran yang disumpitnya.

Realisasinya, pada Pebruari 2003 satuan ini membentuk “Tim Sumpit”, yang
personelnya diambil dari para prajurit batalyon keturunan asli Dayak. Sebulan kemudian,Yonif 600/Raider mendatangkan pelatih dari tokoh Dayak Pedalaman yang terkenal dengan sumpit beracunnya untuk melatih 25 orang prajurit tentang cara penggunaan sumpit dan pembuatan racun yang dipakai untuk anak sumpit.
Memang, sebelum masuk menjadi tentara, kedelapan puluh lima orang prajurit itu sudah terbiasa menggunakan sumpit dalam kehidupan sehari-harinya untuk berburu hewan di hutan. Namun didalam penggunaan ramuan yang dipakai untuk anak sumpit berbeda-beda, karena mereka berasal dari bermacam-macam Suku Dayak. Agar terdapat kesamaan dalam penggunaan ramuan racun anak sumpit, yang menghasilkan racun yang sangat bagus, mematikan dan cepat reaksinya, maka mereka dibimbing selama tiga bulan oleh para tokoh Suku Dayak pedalaman Kalimantan itu. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan tentang bagaimana cara membawa dan teknik menggunakan senjata sumpit di medan pertempuran, mengingat mereka juga harus tetap membawa perlengkapan perorangan, termasuk ransel dan sejata api.

Setelah latihan selesai, lalu keduapuluh lima orang prajurit itu disebar ke kompi-kompi dan pada setiap seminggu sekali mereka memberikan pelatihan kepada rekan-rekannya yang lain, agar seluruh anggola Yonif 600/ Raider mampu menggunakan sumpit.
Inisiatif dan upaya keras untuk menjadikan Sumpit sebagai senjata prajurit ini ternyata tidaklah sia-sia. Terbukti saat Yonif 600/ Raider bertugas ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) 2004¬2005, personel Tim Sumpit yang disebar ke dalam tiap-tiap tim, dengan pembagian di setiap tim terdapat tiga hingga empat orang prajurit berkemampuan menggunakan senjata Sumpit, berhasil membunuh empat orang. pemberontak GAM, sekaligus menyita empat pucuk senjata AK-47 yang mereka pakai.
Ceritanya, pada Pebruari 2004 saat “Tim Anas-1 Kipan A Yonif 600/Raider yang dipirnpin Lettu Inf Mulyadi melaksanakan penyergapan di Kampung Blang Sukun, Pidie. Ketika itu, tim dibagi menjadi empat kelompok, salah satu tim dipimpin Oleh Kopda Impung Upai, salah satu personel “Tim Sumpit, yang jabatan sehari-harinya di satuan adalah sebagai Tamtama Penembak SMR (Senapan Mesin Ringan). Sebelum kelompok lain masuk kedudukan, Kelompok-4 yang dipinpin Kopda Impung Upai, putra asli Dayak kelahiran Datah Bilang, Tenggarong 6 .luli 1977  ini adalah kelompok yang pertama kali masuk kedudukan. Saat akan masuk, terlihat satu orang pos tinjau GAM lengkap dengan senjata AK 47 sedang berjaga-jaga. Agar gerakan tetap rahasia dan kehadiran pasukan tidak diketahui musuh, Kopda Impung Upai lalu melumpuhkan pos tinjau tersebut dengan menggunakan sumpit. Anak sumpit tepat mengenai leher bagian belakang anggota GAM itu. Tidak lebih dari 10 detik, orang itu roboh dengan tidak menimbulkan suara berisik . Senjata lain mereka ambil. Dengan tewasnya pos tinjau GAM tersebut, kelompok lain dari pasukan Yonif 600/Raider dapat masuk kedudukan dengan aman tanpa diketahui GAM dan penyergapan pun dapat dilaksanakan dengan sukses tanpa ada korban dari pihak kawan.
Raider menggunakan sumpit sebagai senjata mematikan untuk menghadapi musuh di dalam penugasan inilah, yang merupakan ciri khas Yonif 600/Raider dan membedakan satuan kami dengan satuan raider lainnya di Indonesia” Danyonif 600/Raider letkol Inf R. Haryono. Penggunaan sumpit memang sangat cocok untuk pasukan raider, yang salah satu semboyannya adalah “senyap dalam bergerak”. Selain untuk menjaga kerahasiaan gerak pasukan,juga untuk “bunuh senyap”. Keberadaan senjata sumpit terasa tepat menggantikan fungsi senjata berperedam, yang Iebih diperuntukkan bagi aksi pertempuran kota atau Pertempuran .larak Dekat (PJD) dan tidak dipergunakan untuk medan-medan penugasan berupa hutan.
Dengan mempelajari kesuksesan penggunaan sumpit di medan tugas, maka sampai sekarang Yonif 600/Raider tetap memelihara kemampuan personelnya dalam menggunakan sumpit dan menjadikan penggunaan sumpit sebagai kualifikasi seluruh personel Yonif 600/Raider, sekaligus melakukan regenerasi personel Tim Sumpit dengan merekrut para prajuril batalyon yang berasal dari etnis Dayak. Suku Dayak mengenal berbagai macam senjata yang biasa digunakan untuk berburu dan berperang pada zaman dahulu atau untuk kegunaan sehari-hari, seperti di ladang. Misalnya sumpitan (sipet), mandau, lonjo (tombak), perisai (telawang), dan taji.
Senjata sumpit berupa buluh dari batang kayu bulat sepanjang 1,9 meter hingga 2,1 meter. Sumpit harus terbuat dari kayu keras seperti kayu ulin, tampang, lanan, berangbungkan, rasak, atau kayu plepek. Diameter sumpit dua hingga tiga sentimeter yang berlubang di bagian tengahnya, dengan diameter lubang sekitar satu sentimeter. Lubang ini untuk memasukkan anak sumpit atau damek. Secara tradisional, kalau ingin tepat sasaran dan kuat bernapas, panjang sumpit harus sesuai dengan tinggi badan orang yang menggunakannya, Bagian yang paling penting dari sumpitan, selain batang sumpit, yaitu pelurunya atau anak sumpitnya yang disebut damek. Ujung anak sumpit runcing, sedang bagian pangkal belakang ada semacam gabus dan sejenis dahan pohon agar anak sumpit melayang saat menuju sasaran.Racun damek oleh etnis Dayak Lundayeh disebut parir. Racun yang sangat mematikan ini merupakan campuran dari berbagai getah pohon, ramuan tumbuhan serta bisa binatang seperti ular dan kalajengking. Selain beracun, kelebihan yang dimiliki senjata ini dibandingkan dengan senjata khas Dayak lainnya, yakni kemampuan mengenai sasaran dalam jarak yang relatif jauh. Jarak efektif bisa mencapai puluhan meter, tergantung kemampuan si penyumpit. Selain itu, senjata ini juga tidak menimbulkan bunyi. Unsur senyap ini sangat penting saat mengincar musuh maupun binatang buruan yang sedang lengah.
 

KSAU Tinjau Kesiapan Skadron Pesawat Tempur F-16

 
DELAPAN unit pesawat tempur F-16 diharapkan sudah datang tahun ini di Indonesia sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI), 5 Oktober 2014. Kedatangan pesawat F-16 itu akan bertahap hingga selesai Rencana Strategis (Renstra) II pembangunan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) menjadi satu skadron dengan 16 unit pesawat.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia kepada Wartawan saat kunjungan kerjanya, di Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, Rabu (19/3) lalu.

Dalam siaran pers Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto, S.IP, mengatakan kunjungan KSAU tersebut untuk melihat kebijakan Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau) bisa terealisasi sesuai dengan kebijakan tersebut, seperti pembangunan alutsista, perawatan alutsista apa sudah sesuai dengan direncanakan. Demikian juga fasilitas pembangunan Skadron sehingga perencanaan untuk menempatkan Skadron 16 di Pekanbaru sesuai dengan rencana.

Pada kesempatan itu, KSAU juga kembali menekankan tentang netralitas TNI AU dalam pelaksanaan pemilihan anggota legislatif maupun Pemilihan Presiden RI 2014. "Netralitas harus benar-benar dikawal oleh Lanud-Lanud agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” kata KSAU mengingatkan.

KSAU juga mengingatkan pentingnya Keselamatan Terbang dan Kerja agar harus mencapai zero accident. Menurutnya, sebelum melaksanakan tugas harus selalu melakukan check and recheck kelaikan terbang.

KSAU juga meminta agar pengamanan aset yang sudah disertifikat dapat segera dimanfaatkan, baik dikerjasamakan maupun dikelola sendiri. Ia juga berharap agar aset yang masih dikuasai masyarakat dapat diselesaikan dengan baik melalui kerohiman maupun melalui jalur hukum. “Jangan membuat permasalahan baru,” tegas KSAU.

Memperkuat Hankam


Salah satu elemen esensial dalam sebuah negara adalah pertahanan dan keamanan (hankam). Sebuah negara akan mampu mempertahankan kedaulatannya jika memiliki hankam yang kuat. Pembangunan hankam tentu saja harus menitikberatkan pada aspek kesinambungan. Di masa menjelang pergantian kepemimpinan nasional saat ini, kita patut mengingatkan agar hal tersebut menjadi perhatian siapa pun yang akan menjadi presiden di masa mendatang.
Terkait pembangunan hankam adagium ci vis pacem para bellum yang dikemukakan penulis militer Romawi, Publius Flavius Vegetius Renatus, telah disepakati semua negara berdaulat. Adagium itu bermakna, jika ingin damai bersiaplah perang.
Penyiapan perang bukanlah upaya perlombaan senjata dan provokasi untuk menciptakan perang. Menyiapkan perang adalah perbaikan dan peningkatan kualitas sistem hankam, baik mencakup aspek sumber daya manusia maupun persenjataan, untuk menjaga kedaulatan negara. Kementerian Pertahanan telah memiliki blue print mengenai rencana pembangunan pertahanan hingga tahun 2029. Dalam blue print itu sudah memuat doktrin, strategi dan target pertahanan bangsa ini. Dengan adanya blue print itu maka pemerintah berikutnya tinggal meneruskan sistem pertahanan yang ada dan ditambahkan sesuai kebutuhan zaman. Dengan demikian, kesinambungan pembangunan hankam dapat terjaga.
Saat ini, Indonesia tengah membangun industri persenjataan. Sebab, kita yakin tidak ada satu negara pun di dunia yang memiliki kekuatan pertahanan tanpa dukungan industri persenjataan. Hanya dengan industri persenjataan yang kuat, sebuah negara mampu meningkatkan kekuatan pertahanannya.
Sesuai UU 16/2012 tentang Industri Pertahanan, semua alutsista harus diproduksi di dalam negeri. Impor hanya untuk senjata dan alutsista yang tidak bisa diproduksi di dalam ngeri. Itu pun dengan syarat ada alih teknologi agar satu saat bisa diproduksi di dalam negeri. Indonesia kini sudah mampu memproduksi berbagai jenis senjata, panser, kapal laut, dan pesawat. Bersama Korsel, Indonesia menjajaki pembuatan kapal selam dan pesawat tempur.
Sebagai kekuatan utama hankam, salah satu persoalan klasik yang dihadapi TNI adalah pemenuhan alutsista, sebagai elemen paling penting bagi TNI untuk mengemban tugas menjaga kedaulatan dan integritas NKRI. Itulah mengapa, dalam berbagai kesempatan, semua kalangan, termasuk presiden, selalu menyerukan pentingnya TNI memodernisasi alutsistanya. Apalagi, kecelakaan hingga merenggut nyawa prajurit kerap terjadi, yang umumnya dipicu usia alutsista yang sudah uzur atau derajat keandalan dan keselamatan yang rendah akibat minimnya biaya perawatan.
Kebergantungan alutsista impor tentu tidak menguntungkan, dan bisa membahayakan kedaulatan kita sebagai bangsa. Sebab, sudah kerap terjadi negara produsen mengembargo pengiriman alutsista termasuk suku cadangnya, sebagai cara mendikte pemerintah untuk memenuhi apa yang mereka kehendaki. Hal tersebut tentu memperlemah kekuatan hankam nasional, mengingat aktivitas kemiliteran banyak dilakukan di medan berat dengan intensitas operasional yang tinggi, termasuk untuk latihan guna meningkatkan keahlian dan profesionalisme prajurit. Tidak ada pilihan lain, kondisi alutsista harus prima, dan itu menuntut perawatan dan ketersediaan suku cadang.
Itulah mengapa dari tahun ke tahun pemerintah selalu meningkatkan anggaran pertahanan. Tahun lalu pemerintah mengalokasikan Rp 77 triliun dan tahun ini bertambah menjadi Rp 83 triliun. Tentu tidak semua anggaran itu diserap untuk belanja alutsista, tetapi juga untuk gaji prajurit dan kebutuhan lainnya. Namun, dipastikan peningkatan anggaran tersebut juga untuk merespons kebutuhan alutsista menuju essential minimum force.
Dalam jangka panjang, seiring dengan tren pertumbuhan ekonomi yang membaik, Indonesia diharapkan menjadi negara dengan militer yang kuat. Ditargetkan, pada 2045, bertepatan dengan satu abad usai Republik ini, belanja alutsista bisa mencapai minimal 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), ditetapkan salah satu kegiatan utama di koridor ekonomi Jawa adalah industri alutsista. Saat ini, pemerintah sudah memiliki modal tiga BUMN strategis yang diberi mandat untuk menyiapkan alutsista TNI. Ketiganya adalah pertama, PT Dirgantara Indonesia (DI) yang diarahkan untuk menyokong alutsista TNI Angkatan Udara dan angkatan lainnya yang berhubungan dengan angkutan udara. Kedua, PT Pindad yang diarahkan untuk menyokong alutsista TNI Angkatan Darat dan angkatan lainnya yang berhubungan dengan persenjataan. Ketiga, PT PAL diarahkan untuk menyokong kebutuhan alutsista TNI Angkatan Laut. Dengan modal industri strategis untuk menopang alutsista ditambah peningkatan sumber daya manusia, diharapkan dapat menopang penguatan hankam.